Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Petani Karet Tak Lagi Jadi Penonton, Muba Ajarin Dunia Cara Bertani Pakai Otak & Peta!”

“Petani Karet Tak Lagi Jadi Penonton, Muba Ajarin Dunia Cara Bertani Pakai Otak & Peta!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 512
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Antara e-STDB, geotagging, dan semangat petani yang makin meletup kayak getah pagi-pagi. “Pertanian bukan soal cangkul dan hujan. Ini soal strategi, teknologi, dan petani yang tak gampang dibodohi.”- Sander Happaerts, Green & Digital Counsellor Delegasi Uni Eropa

ERA yang katanya serba digital, jangan heran kalau petani pun kini harus kenal Google Maps. Bukan buat cari warung pecel lele terdekat, tapi buat nunjukin di mana lahan mereka berada, lengkap dengan titik koordinatnya. Ya, di Musi Banyuasin (Muba), karet tak lagi sekadar pohon disadap, tapi juga pohon harapan yang disiram dengan ilmu, teknologi, dan niat baik.

Kalau dulu jadi petani itu kayak main tebak-tebakan “Ini tanah siapa? Legal nggak ya?”  sekarang Muba ngajarin petani untuk pegang GPS, masukin data ke e-STDB, dan paham regulasi dari Eropa yang nama panjangnya bisa bikin ngantuk European Union Deforestation Regulation (EUDR). Tapi jangan salah, aturan ini bisa jadi pintu gerbang supaya getah karet dari Muba bisa nempel di setir mobil di Paris atau jadi sol sepatu di Milan.

Bupati H. M. Toha dan Wakil Bupati Kyai Rohman bukan cuma ngurus jalan rusak atau lampu mati. Mereka juga masuk ke pusaran isu global, bagaimana caranya bikin petani lokal bisa bersaing secara internasional tanpa harus merantau ke planet Mars.

“Petani jangan cuma jadi objek. Harus jadi subjek. Bukan cuma korban pasar, tapi juga penentu harga!”- Bupati Muba, H. M. Toha

Kalimat pidato biasa, seperti bilang “”Petani itu CEO dari lahannya sendiri!”, sebab itu dibentuklah PUKL (Pusat Unggulan Komoditi Lestari), semacam badan intelijen pertanian yang tugasnya ngatur strategi supaya petani kita nggak digilas oleh traktor korporasi besar.

Di Brazil, pemerintahan baru di bawah Presiden Lula da Silva kembali serius menangani deforestasi, menurut laporan World Resources Institute (2024), deforestasi di Amazon turun 60% dibandingkan tahun sebelumnya, setelah pemerintah memperketat pengawasan dan menindak perusahaan-perusahaan nakal. Petani kecil diajak kerja sama, bukan cuma disuruh minggir.

Nah, Muba nampaknya mau nyontek gaya ini, bukan nyontek ujian, tapi nyontek good governance, dialog yurisdiksi komoditas karet yang digelar bareng Solidaridad, GAPKINDO, dan mitra-mitra lainnya itu seperti rapat koordinasi para pendekar pertanian dari kementerian, perusahaan, sampai LSM. Mereka duduk satu meja, bukan rebutan mic, tapi rebutan ide.

Apa jadinya kalau petani, LSM, dan pejabat duduk bareng terus ngopi sambil geotagging? Ya, karet bisa punya KTP digital. Bayangin getah yang keluar dari batang karet punya akta kelahiran dan bisa ditelusuri kayak jejak mantan di medsos. Itulah yang dilakukan lewat sistem e-STDB dan GPS tagging.

Negara seperti , juga sudah mulai melibatkan petani kopi untuk input data lokasi lahan dan proses produksinya dalam sistem berbasis blockchain, agar biji kopi bisa masuk pasar Eropa dengan label “tanpa deforestasi”. Kalau Kolombia bisa, masak kita kalah?

Dalam forum tersebut, Country Manager Solidaridad Indonesia, Yeni Fitriyanti, menekankan pentingnya ketertelusuran bukan sebagai alat kontrol semata, melainkan sebagai bentuk membangun kepercayaan global. Ia menggambarkan konsumen Eropa kini tak hanya ingin tahu asal-usul karet, tapi juga prosesnya dan siapa petaninya, bahkan mungkin sampai bertanya: petaninya makan apa?

Menariknya, banyak diskusi Muba dilakukan secara daring. Lho, rapat lewat Zoom kok bisa ubah sistem pertanian? Jangan salah. Di era digital, perubahan kadang dimulai dari PowerPoint yang bikin ngantuk, tapi berakhir dengan petani yang bisa jual langsung ke luar negeri tanpa perlu agen berkumis tebal yang motong harga seenak dengkul.

Jangan lupa, forum-forum ini disambut oleh dukungan  Uni Eropa, Jerman, dan organisasi seperti TFA, IBCSD, hingga SNV. Jadi jangan bilang ini cuma proyek iseng, proyek ini jika konsisten, bisa bikin petani kita punya tabungan di bank Swiss.

Pepatah mengatakan “Yang bertani dengan akal, panennya bisa sampai Skandinavia”

Nah, Muba sudah mulai, tinggal bagaimana daerah lain nyusul, jangan malah sibuk bikin baliho sambil tersenyum kaku. Kalimantan Barat dengan proyek Sustainable Palm Oil-nya juga patut dicontoh. Di sana, petani sawit diberi pelatihan keterampilan finansial agar tidak tergantung tengkulak.

Kalau semua daerah berpikir seperti Muba, bisa jadi satu saat nanti, petani Indonesia tidak cuma bangga bawa cangkul, tapi juga bangga buka laptop, ngecek hasil penjualan karet mereka di pasar digital Eropa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amankan Pasokan LPG Nelayan, Pemda Lampung Apresiasi Langkah Pertamina

    Amankan Pasokan LPG Nelayan, Pemda Lampung Apresiasi Langkah Pertamina

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.248
    • 0Komentar

    PEMKOT Lampung sangat mengapresiasi langkah Pertamina yang telah mengamankan pasokan Liquified Petroleum Gas (LPG) sebagai bahan bakar alternatif penggerak mesin kapal tradisional maupun keperluan memasak di kapal. Pasalnya dengan LPG, selain nelayan dapat menghemat biaya operasional, penggunaan LPG jauh lebih murah dan lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi dampak polusi udara dan air laut karena […]

  • Pertama di Indonesia Muba Terapkan Aspal Campuran Karet, Puslitbang Kementerian PU PR Berharap Daerah Lain Contoh Muba

    Pertama di Indonesia Muba Terapkan Aspal Campuran Karet, Puslitbang Kementerian PU PR Berharap Daerah Lain Contoh Muba

    • calendar_month Sabtu, 24 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU –  Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin, mengatakan upaya yang dilakukan Pemkab Muba mengimplementasikan pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet sudah sangat tepat dan merupakan penerapan pertama di Indonesia untuk kategori jalan tingkat kabupaten. “Kami apresiasi langkah dan terobosan Bupati Muba Dodi Reza untuk komitmen pembangunan […]

  • “Sabtu Gajian, Batu Satu, Hati Lega & Besi Rangkai Rasa”

    “Sabtu Gajian, Batu Satu, Hati Lega & Besi Rangkai Rasa”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 498
    • 0Komentar

    -“Cerita Kocak Penuh Makna dari Pinggiran Hidup”- BUKAN di jalan utama, bukan pula di tengah kota. Tepatnya di tikungan mesra Perumahan Griya “Gak Mau Pake Judul”, tiga makhluk tangguh sedang bekerja Yonyon si pemborong veteran, Tambi si tukang multitalenta, dan Yoyok si kenek dengan skill pas-pasan tapi mulut premium. Jam 10 pagi. Matahari udah kayak […]

  • Keberhasilan Rekayasa Lalu Lintas Mudik Diharapkan Terjadi Pada Arus Balik Nanti

    Keberhasilan Rekayasa Lalu Lintas Mudik Diharapkan Terjadi Pada Arus Balik Nanti

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.416
    • 0Komentar

    KEPADATAN lalu lintas yang sempat terjadi di hari puncak mudik di Jalur tol Jakarta menuju Cikampek ke arah timur, masih bisa diatasi melalui sejumlah rekayasa lalu lintas yang diterapkan dan kebersihan tersebut diharapkan juga saat arus balik nanti. “Memang sempat ada masalah saat menerapkan contra flow dan one way pertama kali. Namun selanjutnya bisa diatasi […]

  • Keren, Samsung Umumkan Fitur Pelacakan Obat Baru untuk Samsung Health

    Keren, Samsung Umumkan Fitur Pelacakan Obat Baru untuk Samsung Health

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.496
    • 0Komentar

    Pengguna kini dapat memanfaatkan aplikasi Samsung Health untuk dengan mudah melacak rejimen pengobatan dan menerima tips berguna tentang asupan obat Sumselterkini.co.id, – Samsung Electronics mengumumkan fitur pelacakan Obat baru1 yang akan ditambahkan ke aplikasi Samsung Health2 untuk membantu pengguna mengelola kesehatan mereka secara lebih komprehensif. Fitur baru ini akan membantu pengguna dengan mudah melacak obat […]

  • Batik, Belanja & Bus Listrik, Ketika Delegasi Lupa Pulang!

    Batik, Belanja & Bus Listrik, Ketika Delegasi Lupa Pulang!

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Belum lama ini, Jakarta tidak biasa-biasa saja. Awan tampak lebih bulat, pohon trembesi di pinggir jalan seolah bersolek, dan udara mendadak beraroma internasional. Bukan karena parfum mewah, tapi karena rombongan delegasi UN Tourism dari Asia Timur dan Selatan sedang keliling kota! Pukul 15.25 WIB, pintu bus Royaltrans terbuka, dan para delegasi melangkah masuk dengan penuh […]

expand_less
WordPress Archive Creptaam – Bitcoin, ICO Landing and Cryptocurrency WordPress Theme Crespo – Fast Food Restaurant Elementor Template Kit Cresta – IT Solutions & Technology WordPress Theme Creta – Flower Shop WooCommerce WordPress Theme Crete – Personal Portfolio and Creative Agency WordPress Theme Crevia - Craft & Handmade Creations Elementor Template Kit Crework | Coworking and Creative Space WordPress Theme Criativo – Creative Agency & Portfolio Elementor Template Kit Criptix – Cryptocurrency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Cripto – Cryptocurrency & Bitcoin Elementor Template Kit