Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
- Penulis: Irwan Wahyudi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rambut: Peta Waktu Tak Pernah Bohong di Usia Kepala Lima
KEMARIN SORE, di antara hari yang tampak biasa, aku tidak menyangka akan menyadari sesuatu yang ternyata sudah lama terlihat oleh orang lain.
Aku berdiri di Warung Makan Padang yang tak jauh dari tempatku tinggal, kebetulan pemilik warung itu tinggal di dekat rumah. Seperti kebiasaan yang sering kulakukan tanpa tujuan besar di sore itu.
Hanya duduk sembari menikmati segelas kopi, lalu membiarkan waktu berjalan pelan tanpa tergesa.
Namun kali ini berbeda.
Ada satu dua tatapan yang terasa sedikit lebih lama dari biasanya.
Bukan tatapan asing. Tapi juga bukan tatapan yang benar-benar sama seperti dulu.
Seorang teman lama yang sudah cukup lama tidak bertemu menatapku sambil tersenyum kecil.
“Sekarang rambutmu sudah banyak putih ya,” katanya pelan.
Kalimat sederhana.
Tapi cukup untuk membuatku diam lebih lama dari biasanya.
Aku tidak langsung menjawab.
Karena di dalam kepala, aku sedang menyadari sesuatu yang perlahan tumbuh tanpa aku sadari, ternyata perubahan yang selama ini hanya kulihat di depan cermin, sudah lebih dulu dibaca oleh dunia di sekitarku.
Rambut.
Hal yang dulu tidak pernah kupikirkan terlalu dalam.
Tumbuh begitu saja, dipotong begitu saja, diatur begitu saja.
Tapi kini, rambut itu berubah menjadi sesuatu yang lain.
Ia seperti peta.
Peta waktu yang tidak bisa ditipu.
Di usia kepala lima ini, rambutku tidak lagi seragam hitam seperti masa muda.
Ada bagian yang mulai jujur berubah.
Uban muncul tanpa permisi, menyebar perlahan di sela rambut yang masih tersisa hitam.
Tidak cepat, tapi pasti.
Seperti waktu yang tidak pernah terburu-buru, tapi selalu sampai juga pada tujuannya.
Dan anehnya, aku tidak lagi merasa ingin melawannya.
Di perjalanan pulang, aku mulai memikirkan ulang banyak hal kecil yang selama ini mungkin terlewat.
Ternyata bukan hanya rambutku yang berubah.
Tapi juga cara orang memandangku.
Ada yang mulai memanggil dengan nada lebih sopan.
Ada yang berbicara lebih hati-hati.
Ada juga yang tanpa sadar memberi jarak kecil dalam cara mereka berinteraksi.
Bukan karena aku berubah menjadi orang lain.
Tapi karena rambutku sudah lebih dulu memberi tanda aku bukan lagi versi yang sama seperti dua puluh tahun lalu.
Aku mulai memahami satu hal yang sederhana tapi dalam bahwa tubuh manusia sering berbicara lebih jujur daripada kata-kata.
Dan rambut adalah salah satu bahasa paling jujur itu.
Ia tidak bisa berpura-pura muda.
Ia tidak bisa menunda waktu.
Ia hanya tumbuh mengikuti hidup yang dijalani pemiliknya.
Malamnya, aku duduk di rumah tanpa banyak bicara.
Suasana tenang.
Hanya ada suara kecil dari kipas angin dan pikiran yang berjalan pelan di kepala.
Aku kembali mengingat percakapan tadi sore.
Tentang rambut.
Tentang uban.
Tentang cara dunia mulai melihatku.
Aku jadi bertanya pada diriku sendiri
apakah aku masih orang yang sama seperti dulu?
Jawabannya ya.
Tapi juga tidak sepenuhnya.
Aku masih aku.
Namun versi yang lebih banyak diam, lebih banyak berpikir, dan lebih banyak menerima.
Rambut di kepalaku kini seperti catatan yang tidak pernah bisa diedit.
Ia mencatat tanpa izin.
Ia menulis tanpa suara.
Ia menunjukkan tanpa perlu penjelasan.
Setiap helai putih yang muncul adalah penanda ada bagian hidup yang sudah dilewati baik yang mudah, maupun yang tidak pernah benar-benar mudah.
Di usia ini, aku mulai melihat hidup itu bukan lagi tentang terlihat muda.
Bukan juga tentang terlihat hebat di mata orang lain.
Tapi tentang bagaimana seseorang berdamai dengan perubahan yang tidak bisa dihentikan.
Aku teringat anakku yang pernah bertanya dengan polos.
“Bapak kenapa rambutnya sekarang putih?”
Aku hanya tersenyum waktu itu.
Dan menjawab sederhana
“Supaya kamu tahu, waktu itu benar-benar berjalan.”
Ia mungkin belum mengerti sepenuhnya.
Tapi suatu hari nanti, aku yakin kalimat itu akan kembali padanya dengan makna yang berbeda.
Rambut bukan lagi hanya bagian dari penampilan.
Ia menjadi peta perjalanan hidup.
Ia mencatat masa muda yang tergesa.
Ia mencatat keputusan yang pernah diambil tanpa banyak pikir.
Ia mencatat jatuh dan bangun yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
Dan dibalik semua itu, aku mulai merasa ada ketenangan yang aneh.
Tidak lagi ada keinginan untuk menyembunyikan usia.
Tidak lagi ada dorongan untuk terlihat seperti dulu.
Yang ada hanya usaha sederhana menjalani hari dengan lebih sadar.
Di warung sore itu, aku akhirnya tersenyum sendiri.
Bukan karena ingin terlihat kuat.
Tapi karena akhirnya aku mengerti sesuatu yang selama ini berjalan diam-diam di dalam hidupku.
Bahwa waktu tidak pernah berhenti.
Dan rambut hanyalah cara paling jujur untuk mengingatkannya.
Mungkin benar apa yang orang lihat hari ini.
Aku terlihat berbeda.
Tapi yang tidak mereka tahu, bukan hanya rambutku yang berubah.
Melainkan cara aku berdamai dengan waktu yang tidak pernah bisa dihentikan.
Dan akhirnya aku sadar satu hal sederhana rambut bukan cuma mahkota manusia.
Rambut adalah peta waktu yang paling jujur.
Dan aku hanya sedang belajar membacanya dengan lebih tenang. (***)/bersambung
SETIAP tahun ajaran baru datang, suasana yang sama kembali terasa. Grup WhatsApp orang tua mulai ramai. Jalur zonasi kembali diperdebatkan. Alamat rumah mendadak jadi hal penting. Sekolah favorit kembali jadi rebutan. Lantas, pemerintah datang membawa janji yang juga hampir selalu sama, yaitu transparan, objektif, akuntabel, tanpa pungli, tanpa titipan. Di Palembang belum lama ini komitmen […]
Wajah yang akhirnya mengerti Waktu AKU kembali berdiri di depan cermin. Sudah beberapa waktu terakhir, tempat itu seperti berubah menjadi ruang kecil tempat aku diam-diam membaca hidupku sendiri. Bukan lagi hanya melihat wajah. Tapi melihat waktu. Dan pagi ini, entah kenapa, semuanya terasa lebih utuh. Rambut di kepala yang mulai dipenuhi uban. Godek di sisi […]
Brewok, wajah yang belajar jujur TIDAK semua yang tumbuh di wajah harus selalu terlihat rapi. Dan mungkin, hidup juga begitu. Kesadaran itu datang pelan ketika aku mulai membiarkan brewok di wajahku tumbuh lebih bebas dari biasanya. Tidak terlalu diatur. Tidak terlalu dipaksa mengikuti bentuk tertentu. Kadang tebal di satu sisi. Kadang tipis di sisi lain. […]
Janggut, Waktu yang turun dari dagu SEMAKIN usia bertambah, aku mulai sadar bahwa hidup ternyata tidak menyukai sesuatu yang terlalu tergesa. Apa yang dipaksa cepat, sering kali justru tidak bertahan lama. Dan anehnya, kesadaran itu datang dari sesuatu yang tumbuh pelan di bawah daguku sendiri. Janggut. Dulu, aku tidak pernah benar-benar memikirkannya. Kalau mulai panjang, […]
DITRESKRIMSUS Polda Bengkulu mengamankan tiga orang tersangka, yakni Muhammd Syah, Hamdani Hasibuan dan Melda Sriwileva atas dugaan tindak pidana berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan dan UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Ketiga pelaku mengedarkan benih kelapa sawit yang diduga tidak sesuai dengan standar mutu, tidak bersertifikat dan […]
Sumselterkini.co.id, [vritimes]– Banyak wanita Indonesia masih sangat tertarik untuk menemukan solusi yang dapat mengatasi kulit kusam dan mendapatkan kulit wajah yang cerah. Hal tersebut selaras dengan hasil ZAP Beauty Index 2023 yang mengungkapkan bahwa kulit kusam menjadi permasalahan yang paling banyak dialami oleh wanita Indonesia. Baik bagi wanita yang mengunjungi klinik kecantikan (57.6%) maupun yang tidak (64.8%), […]
Sumselterkini.co.id, Sekayu –Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muba mengadakan Sosialisasi Pengenalan Menu Beragam, Bergizi Seimbang (B2SA) Bagi Anak Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah bertempat di SD Negeri 3 Sekayu, Kamis (11/4/2019). Menurut laporan Kepala Bidang Ketahahan Pangan Kabupaten Muba, H Ali Badri ST MT melaporkan tujuan sosialisasi yaitu untuk meningkatkan pemahaman tentang B2SA, […]
SUMSELTERKINI.CO.ID – Program Discover Indonesia resmi dibuka di Terminal 3 Bandara Changi, Singapura, Rabu (12/8). Kegiatan yang digelar KBRI Singapura bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, dan Changi Airport Group ini membawa promosi tujuh destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Singapura dan wisatawan internasional. Pembukaan program berlangsung meriah dengan penampilan tari tradisional Indonesia. Para penari menyuguhkan […]
LITERASI merupakan kemampuan seseorang untuk membaca, menulis dan membangun komunikasi. Membaca salah satu kegiatan dalam berliterasi. Membaca merupakan keterampilan dalam proses pembelajaran karena membaca siswa dapat memperoleh berbagai sumber informasi. Lalu benarkah budaya literasi di era digital saat ini sangat penting? Di era digitalisasi saat ini hal yang menjadi tuntutan perkembangan globalisasi adalah budaya literasi. Kemajuan […]
Sumselterkini.co.id -Wali Kota Palembang Harnojoyo melangsungkan audiensi dengan Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) Audiensi tersebut digelar di Ruang Kerja Wali Kota Kantor Pemkot Palembang, Rabu (7/3) Koordinator AMPCB Vebri Al Lintani menjelaskan, audiensi bersama Wali Kota Palembang membahas lanjutan yang pernah didiskusikan bersama Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa. “Sebelumnya kami telah bertemu […]
Pada dasarnya es cendol dapat disajikan dengan berbagai campuran bahan lainnya agar terasa lebih segar ataupun disajikan sebagai cendol murni saja. Namun secara garis besar es cendol memiliki kandungan gizi sebagai berikut (per 100 gr):
Sumselterkini.co.id, – Tim U-17 Indonesia sudah menjalani tiga pekan training camp di Jerman sebagai persiapan untuk Piala Dunia U-17 yang berlangsung di Indonesia pada 10 November hingga 2 Desember 2023. Menu latihan keras yang diberikan pelatih menjadi rutinitas yang dilakoni para penggawa Garuda Muda selama di Jerman. Beberapa uji coba pun sudah dijalani oleh pemain […]
Besok Lawan Myanmar di Sea Games 2023, Ini Tekad Pemain Garuda Nusantar, Tim U-22 Indonesia terus melakukan persiapan jelang menghadapi Myanmar pada Kamis (4/5) mendatang. Garuda Nusantara terus dimatangkan oleh pelatih Indra Sjafri dalam sesi latihan, Selasa (2/5) di Phnom Penh, Kamboja. Saat ini, Indonesia mengemas tiga poin sesuai menang 3-0 atas Filipina pada laga […]
Sumselterkini.co.id, – Fraksi-fraksi di DPRD Prov.Sumsel dapat menerima jawaban Gubernur atas pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terhadap Rancangan peraturan daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel Tahun Anggaran (TA) 2024, setelah sebelumnya Pimpinan dan Anggota DPRD Sumsel mendengarkan penyampaian jawaban atas pandangan umum fraksi dimaksud oleh Gubernur Sumsel yang dibacakan […]
