Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » 3 Jam di Layar, Anak Tak Sadar Dikuasai HP

3 Jam di Layar, Anak Tak Sadar Dikuasai HP

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI SEBUAH ruang kelas di Lombok, beberapa siswa tertawa kecil ketika ditanya soal kebiasaan mereka menggunakan ponsel.

“Kadang cuma buka sebentar… tahu-tahu sudah lama,” kata salah satu siswa.

Jawaban seperti ini terdengar ringan, tapi jika ditarik lebih jauh, pola yang sama muncul berulang. Waktu yang mereka anggap sebentar ternyata bisa melampaui tiga jam per hari, terutama untuk game online, media sosial, dan menonton video pendek.

Fenomena ini bukan kasus tunggal, sebab di sejumlah ruang belajar, perangkat digital sudah menjadi bagian dari keseharian anak. Namun yang menjadi persoalan bukan hanya keberadaan gawai, melainkan bagaimana waktu mereka terserap tanpa disadari.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyoroti pentingnya kesadaran diri dalam penggunaan teknologi.

“Yang paling kuat adalah kesadaran diri, bukan hanya pengawasan. Begitu kamu paham sesuatu merugikan masa depanmu, kamu sendiri yang harus berhenti. Itu kekuatan sesungguhnya,” ujarnya dalam dialog dengan siswa di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Athfal Rebila, Selasa (5/5/2026).

Pernyataan itu muncul setelah ia mendengar langsung pengakuan siswa mengenai durasi penggunaan internet dan media sosial yang cukup tinggi. Banyak di antara mereka tidak menyadari bahwa penggunaan tersebut sudah melampaui batas yang wajar untuk usia sekolah.

Fenomena meningkatnya waktu layar pada anak juga sejalan dengan temuan berbagai studi global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyoroti bahwa penggunaan perangkat digital yang berlebihan pada anak dapat berdampak pada kualitas tidur, konsentrasi belajar, serta kesehatan mental.

Dalam konteks keseharian, dampaknya sering tidak langsung terasa. Anak tetap berangkat sekolah, tetap belajar, namun dengan perhatian yang terpecah dan waktu istirahat yang berkurang akibat aktivitas digital di malam hari.

Di Indonesia, pola serupa mulai terlihat jelas di lingkungan pendidikan. Guru-guru mengamati adanya penurunan fokus belajar pada sebagian siswa yang memiliki intensitas penggunaan gawai tinggi. Meski demikian, kondisi ini sering tidak disadari oleh anak itu sendiri.

Meutya Hafid menekankan persoalan utama bukan hanya pada akses teknologi, tetapi pada kemampuan mengendalikan diri di tengah arus digital yang terus hadir tanpa batas waktu.

“Penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada prestasi belajar, hubungan dengan orang tua, serta kesehatan mental siswa,” katanya.

PP tunas

Sebagai bentuk respons kebijakan, pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Aturan ini mengatur perlindungan anak di ruang digital, termasuk pembatasan akses terhadap platform yang dinilai berisiko bagi kelompok usia tertentu.

Kebijakan tersebut disusun berdasarkan kajian ilmiah lintas disiplin, mulai dari psikologi anak hingga kesehatan, serta mengacu pada praktik terbaik internasional dalam perlindungan anak di ruang digital.

Namun, pemerintah menegaskan  regulasi saja tidak cukup. Tantangan terbesar tetap berada pada pembentukan kesadaran individu dalam menggunakan teknologi secara sehat.

Pemerintah juga mendorong perluasan akses internet berkualitas, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur digital di beberapa daerah. Akses yang lebih merata diharapkan dapat mendukung pendidikan dan perkembangan ekonomi digital masyarakat.

Namun, semakin luas akses internet, semakin besar pula tantangan yang menyertainya, terutama bagi anak-anak yang masih dalam tahap pembentukan kebiasaan dan kontrol diri.

Fenomena anak yang menghabiskan lebih dari tiga jam di depan layar akhirnya bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal cara mereka memahami waktu, perhatian, dan batas diri sendiri.

Dan di tengah semua itu, tantangan terbesar bukan lagi sekadar membatasi layar, tetapi memastikan bahwa anak-anak tetap memegang kendali atas hidup mereka sendiri di dunia yang tidak pernah benar-benar diam. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG : Siklon Tropis Seroja, Masyarakat 4 Wilayah Ini Diminta Waspada

    BMKG : Siklon Tropis Seroja, Masyarakat 4 Wilayah Ini Diminta Waspada

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi prakiraan cuaca bahwa empat provinsi di Tanah Air berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang, sebagai dampak dari adanya Siklon Tropis Seroja yang diprediksi mengalami peningkatan dalam 24 jam ke depan. Adapun ke empat wilayah tersebut meliputi Jawa Tengah, […]

  • Workato umumkan penunjukan kepemimpinan eksekutif baru

    Workato umumkan penunjukan kepemimpinan eksekutif baru

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach – 23 Februari 2023 – Workato, pemimpin dalam otomatisasi perusahaan, hari ini mengumumkan penunjukan Allan Teng sebagai Pendiri & Penasihat Senior untuk Workato Asia Pasifik & Jepang, dan Amlan Debnath sebagai Managing Director untuk Workato Asia Pasifik & Jepang. Penunjukan tersebut mengikuti inisiatif strategis utama Workato untuk mendukung […]

  • APKASI Kawal dan Dukung Guru-Guru di Daerah Kuasai Teknologi Informasi Digital, Bupati OKI : Biar Cakap di Dunia Digitalisasi

    APKASI Kawal dan Dukung Guru-Guru di Daerah Kuasai Teknologi Informasi Digital, Bupati OKI : Biar Cakap di Dunia Digitalisasi

    • calendar_month Rabu, 25 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

        APKASI berkomitmen mengawal dan mendukung para tenaga pendidikan untuk mampu menguasai teknologi informasi digital. Hal ini yang disampaikan Bupati Ogan Komering Ilir, H.Iskandar, SE selaku Koordinator APKASI Regional Sumatera  saat memberikan Welcoming Speech di Webinar Pendidikan yang bertajuk “Mewujudkan Guru Cakap Bermdeia Digital, Cakap Numerasi dan Berkarakter dalam Menghadapi Tantangan Global” secara virtual, […]

  • Gubernur Wujudkan Sumsel Mandiri Pangan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    Gubernur Wujudkan Sumsel Mandiri Pangan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 13 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    UNTUK meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru bakal melaunching program Sumsel Mandiri Pangan pada akhir November 2021 ini. Dijelaskan Herman Deru, Program Sumsel Mandiri Pangan merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya yakin, program Sumsel Mandiri Pangan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumsel,” ungkapnya di Masjid Taqwa […]

  • KHDPK 2026-2035, 160 Ribu Hektare Lahan Kritis Jadi Tantangan, 1.800 Usulan Perhutanan Sosial Masuk

    KHDPK 2026-2035, 160 Ribu Hektare Lahan Kritis Jadi Tantangan, 1.800 Usulan Perhutanan Sosial Masuk

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengelolaan hutan di Pulau Jawa dan Madura memasuki fase baru. Pemerintah menyiapkan arah pengelolaan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) untuk periode 2026-2035, dengan tantangan yang tidak kecil, mulai dari pemulihan lahan kritis hingga memperluas akses masyarakat terhadap kawasan hutan. Salah satu persoalan terbesar terlihat dari kondisi areal yang membutuhkan rehabilitasi. Kementerian Kehutanan […]

  • Seragam Baru, Wabup OKI Tegaskan Kinerja Harus Baik

    Seragam Baru, Wabup OKI Tegaskan Kinerja Harus Baik

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id.Kayuagung—Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, H.M. Djakfar Shodiq mengapresiasi tampilan baru di seragam yang dikenakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKU). Disebutkan Wabup penggunaan tanda pangkat ini untuk keseragaman ASN, menambah kepercayaan diri (pede), serta meningkatkan kedisiplinan ASN. “Supaya mereka lebih percaya diri. Juga untuk keseragaman dan meningkatkan kedisiplinan,” ujar Shodiq. […]

expand_less
WordPress Archive FS Poster – WordPress Social media Auto Poster & Scheduler [Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest] Ftech – IT Solution Technology WordPress Theme Fudo – Real Estate Elementor Template Kit Fugu – NFT & Crypto WordPress Theme Full Width Background Image Slider Fuller – Creative Portfolio, Resume & Agency WordPress Theme FullPage – Fullscreen One Page Theme Fullscreen Parallax WordPress Plugin Fun Facts Pro FundBar – Fundraising Charity WordPress Theme