Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Badai Pasti Akan Berlalu, Tapi Krisis Iklim Membuatnya Lebih Merusak

Badai Pasti Akan Berlalu, Tapi Krisis Iklim Membuatnya Lebih Merusak

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
  • visibility 1.088
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NEW YORK dilanda banjir bandang kemarin akibat hujan ekstrem yang dibawa Badai Ida hingga dikeluarkan status darurat banjir bandang untuk pertama kalinya. Badai Ida sebelumnya melanda kawasan selatan Amerika Serikat, lalu bergerak ke arah utara

Walikota New York City Bill de Blasio menggambarkan banjir dan cuaca ini sebagai “peristiwa cuaca bersejarah“. Berbagai rekor terpecahkan, seperti terjadi curah hujan terbanyak dalam satu jam dibandingkan semua waktu sejak 1800an di Manhattan.

Hujan yang terjadi dengan sangat deras mampu membuat pergerakan di Big Apple terhenti dalam waktu yang cepat. Hujan ekstrem juga yang menjadi penyebab banjir mematikan di Jerman dan berbagai wilayah di Tiongkok baru-baru ini.

Sebuah penelitian baru di Jerman memperkuat pengetahuan tentang pengaruh perubahan iklim terhadap keparahan banjir di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Rekor curah hujan akan 1,2 sampai 9 kali lebih berpotensi memicu banjir mematikan karena perubahan iklim yang disebabkan manusia.

Pengajar Columbia Climate School membagikan sebuah utas berisi video banjir dari berbagai lokasi di New York dengan caption “Infrastruktur kita tidak siap untuk perubahan iklim”. Dengan kejadian ini, apakah Amerika Serikat, Jerman, Tiongkok, dan dunia akan bersiap menghadapi perubahan iklim?

Persiapan yang harusnya sudah dilakukan oleh para petinggi negara adalah mengakui bahwa yang terjadi saat ini adalah Krisis Iklim. Berbagai fenomena alam mematikan ini harus dilihat sebagai sebuah masalah kedaruratan dan mendapat penanganan layaknya krisis, seperti yang terjadi saat pandemi COVID-19.

Krisis iklim tidak akan menunggu kita siap untuk menghadapinya.

Hal yang kini diperingatkan oleh para ilmuwan adalah semakin menghangatnya Bumi akan semakin menambah frekuensi dan intensitas hujan. Dalam laporan IPCC disebutkan bahwa perubahan iklim mempengaruhi siklus air dan pola curah hujan.

Mengutip Grits, badai adalah fenomena alam. Tetapi, perubahan iklim seperti menghangatnya suhu dan kenaikan air laut membuat badai seperti Badai Ida jauh lebih merusak. Badai seperti ini diprediksi akan lebih berbahaya.

Untuk mengurangi dampak Krisis Iklim, para pemimpin negara harus dengan segera menjalankan kebijakan mengurangi gas emisi rumah kaca yang menjadi pemicu terbesar meningkatnya suhu Bumi.

Secara teori, negara-negara di dunia telah membuat target untuk mengurangi emisi mereka dengan tujuan menekan suhu bumi di bawah 1,5 derajat celcius. Amerika Serikat menargetkan pemangkasan emisi 50-52% pada 2030, sedangkan Tiongkok menargetkan karbon netral sebelum 2060. Tapi, menurut Senior Climate and Energy Policy Officer Greenpeace China Li Shuo, apa yang dilakukan kedua negara tersebut masih sangat jauh untuk mencapai tujuan mereka.

“Sejauh ini tidak ada pihak yang menempatkan kebijakan konkret di balik tujuan ini. Iklim tidak akan tertipu oleh target besar jika hanya di atas kertas,” ujar Li Shou untuk Mongabay.

Kita tidak memiliki banyak waktu untuk tawar-menawar dengan Krisis Iklim. Hal lainnya yang harusnya bisa segera dilakukan adalah mengurangi ketergantungan dunia pada industri ekstraktif untuk menghasilkan energi kotor dan beralih ke energi terbarukan.

Dalam konteks Indonesia, seberapa besar potensi energi terbarukan yang kita miliki?

Berdasarkan data yang dikelola oleh Katadata tahun 2021, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sebesar 417,8 gigawatt. Namun, tidak ada data yang jelas berapa persen dari potensi ini yang sudah termanfaatkan dengan baik. Krisis Iklim harusnya menjadi pemantik agar pemerintah segera mengelola potensi energi terbarukan dengan maksimal.

Renewable Energy Campaigner Greenpeace Indonesia Satrio Swandiko Prilianto mengatakan Indonesia perlu meningkatkan target energi terbarukan dan melakukan pengembangan dalam penentuan harga. Hal ini bisa dimulai dengan mengeluarkan proyek-proyek energi fosil dalam pipeline dan mencabut subsidi bagi energi fosil dan dialihkan ke energi terbarukan.

Tanda tangani petisi ini kalau kamu setuju dan mendukung transisi energi harus segera dilakukan di Indonesia.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah tidak dapat mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) sendirian karena biaya yang sangat besar, tentu pemerintah dapat membuat perubahan besar pada sistemnya dan menjadi pemain kunci dalam perubahan ini. Karena biaya dari kelambanan dalam bertindak akan jauh lebih besar.

Perubahan pola hidup masyarakat saja tidak cukup. Perlu ada kebijakan konkret yang mampu mengubah cara kita berinteraksi dengan energi secara cepat dan dalam skala besar. Menjalankan kebijakan transisi energi dan melepaskan diri dari energi kotor batubara akan menjadi tanda jika Indonesia benar-benar ingin mencapai komitmen iklimnya.

Target net-zero Indonesia yang masih di tahun 2060 dan business as usual dengan masih memberi tempat untuk energi kotor seperti batubara hanya akan membahayakan dampak Krisis Iklim bagi anak cucu kita.[***]

Salam hijau damai,
Greenpeace Indonesia

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Gelumbang Jadi Daerah Otonomi Baru, Gubenur & Ketua DPRD Sumsel Siap Kawal hingga Tuntas

    Setelah Gelumbang Jadi Daerah Otonomi Baru, Gubenur & Ketua DPRD Sumsel Siap Kawal hingga Tuntas

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    “Karena masyarakat sudah berjuang bertahun-tahun,”

  • Tinggalkan Status  Zona Merah, Palembang  Jadi Zona Orange

    Tinggalkan Status Zona Merah, Palembang Jadi Zona Orange

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.271
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo menjelaskan adanya peningkatan  kesadaran masyarakat saat ini dan berdampak pada perubahan status kota Palembang dari Zona merah menjadi zona orange atau masa transisi perubahan suatu kondisi. Hal itu disampaikannya melakukan rapat evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), kemarin. “Kita bersyukur, PSBB tahap ke dua ini memberikan hasil yang positif bagi kita, […]

  • Begini yang Dilakukan Pemkab Muba Merespon Korban Kebakaran

    Begini yang Dilakukan Pemkab Muba Merespon Korban Kebakaran

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 737
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SUNGAI KERUH – Musibah Kebakaran  dialami Taufik (46), warga Desa Rantau Sialang Kecamatan Sungai Keruh yang terjadi, Kamis (22/11/2018) pukul 11.21 WIB tadi siang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian yang dialami Taufik berkisar Rp10 Juta, pasalnya rumah tersebut mengalami kerusakan ringan dan beberapa harta benda korban dilalap si jago […]

  • Hari Kartini jadi Berkah Nova Dwi, Penghargaan Perempuan Inspiratif di Sumsel Diterimanya, “Alhamdulillah”, Katanya.

    Hari Kartini jadi Berkah Nova Dwi, Penghargaan Perempuan Inspiratif di Sumsel Diterimanya, “Alhamdulillah”, Katanya.

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.140
    • 0Komentar

      OKI – Hari Kartini jadi Berkah bagi Nova Dwi, S.Pd karena mendapatkan penghargaan Perempuan Inspiratif di Sumsel. “Alhamdulillah”, kata salah satu Guru Honorer di SD N 1 Burnai Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penghargaan Apresiasi Perempuan Inspiratif kategori Pendidikan dalam rangka Hari Kartini THN 2023 Oase Kabinet Indonesia Maju diterimanya itu menjadi motivasi untuk […]

  • Yuk, Laporkan  SPT Tahunan !

    Yuk, Laporkan  SPT Tahunan !

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.442
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel  Mawardi Yahya, menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun 2018 melalui e-Filing dalam acara Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi, Selasa (12/3/2019) di Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Sumsel dan Kepulauan Babel. Melalui aksi ini, mereka berdua berharap dapat meningkatkan kepatuhan warga […]

  • Gubernur Rasakan Efek Positif  Pasca Divaksin Sinovac Dua Kali Ajak   Warga Sumsel Berkontribusi  Cegah Corona

    Gubernur Rasakan Efek Positif  Pasca Divaksin Sinovac Dua Kali Ajak   Warga Sumsel Berkontribusi  Cegah Corona

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.095
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru merasakan efek positif usai disuntik vaksin sinovac dua kali sekaligus mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam penanganan covid-19 di Sumsel. Termasuk untuk tidak ragu melakukan vaksinasi yang sedang digalakkan pemerintah. Menurut dia, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu divaksin. Sebab vaksin tersebut sudah melalui berbagai tahapan pengujian sehingga dipastikan aman […]

expand_less
WordPress Archive Etude — Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Eunice – Photography Portfolio WordPress Theme Eunoia – Tech Company Digital Service Elementor Template Kit Eureka – Online Learning Elementor Template Kit EuroSafe – GPSR Directive Compatibility for WooCommerce Eva – Fashion WooCommerce Theme Evalo – Minimal SaaS Startup & Agency WordPress Theme Evana – Responsive WooCommerce Theme Evania – Yoga Studio Elementor Template Kit Evelix – Wedding Agency WordPress Theme