BUMN

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sumsel Sesalkan Rekrutmen Pegawai PTBA, Alasannya ?

foto : istimewa

DI KABARKAN tidak ada satu pun putra-putri  dari lulusan Universitas di Sumatera Selatan yang ‘Nyangkut untuk mengabdi PT Bukit Asam [PTBA]  sehingga menjadi sorotan tajam, salah satunya dari Ketua Fraksi Nasional Demokrasi [Nasdem].

Ketua Fraksi Nasdem di DPRD Sumsel sendiri menyesalkan proses rekrutmen tersebut, yang cenderung memprioritaskan alumni di luar Sumsel, dan cenderung tidak transparan dalam seleksi yang ada.

“Fraksi Nasdem jelas menyesalkan penerimaaan pegawai PT BA yang nihil alumni Sumsel, seperti Unsri yang ternyata tidak terpakai. Padahal Sumber Daya Alamnya berada di Sumsel tapi alumninya jadi penonton di negeri sendiri,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sumsel, Eddy Rianto.

Eddy menegaskan, ia sebagai wakil rakyat menerima aspirasi dari warga dimana tidak diakomodirnya para alumni universitas yang ada di Sumsel, jelas hal itu tidak sejalan dengan visi misi perusahaan, yang mengakomodir pekerja lokal, yang dalam kualitas dirasa tidak akan kalah bersaing, mengingat salah satu Universitas di Sumsel, yaitu Unsri tidak perlu diragukan lagi.

“Padahal alumni universitas di Sumsel (Unsri) mereka punya potensi, tapi ukuran mereka tidak lulus tidak transparan, karena bukan dari segi akademik tapi lainnya. Jadi akan banyak pengangguran dari alumni di Sumsel, padahal PT BA perusahaan tambang yang sahamnya tercatat di Bursa Efek itu  ada di daerah Sumsel tidak mengakomodir,” terangnya Eddy.

Eddy mengungkapkan padahal setiap tahunnya ada ribuan calon mahasiswa memperebutkan teknik tambang Unsri, artinya fakultas itu diminati dan diakui oleh anak se Indonesia bukan hanya Sumsel. Namun mirisnya, ketika mereka tamat tidak ada satupun alumni di Sumsel diterima PTBA.

“Artinya PTBA tidak peduli putra putti terbaik di Sumsel, padahal mereka mengeruk habis kekayaan Sumsel, harusnya ada sekian persen pekerja lokal, dan ini harus disikapi guberbur dan DPRD Sumsel, agar perusahaan di Sumsel bisa memberikan kuota atau peluang kerja, jangan karena ada hubungan oknum alumni pejabat di perusahaan itu, sehingga alumni lokal tidak dilirik,” tuturnya.

Terkait laporan masyarakat itu, pihaknya selaku anggota DPRD Sumsel telah berkoordinasi dengan Ketua Komisi V DPRD Sumsel (Fahlevi Maizano),  yang membidangan ketenagakerjaan dan kesra untuk meminta kejelasan dari PT BA.

“Jadi nanti bisa saja DPRD Sumsel akan memanggil direksi PTBA untuk meminta penjelasan, dan ke depan bisa mengakomodir tenaga kerja alumni di Sumsel,” tandasnya.

Sementara Ketua Komisi V H Fahlevi Maizano SH MH menyatakan agar pengaduan tersebut sebaiknya dikirimkan ke komisi untuk diteruskan ke pimpinan dewan.

“Agar ada dasarnya, buatkan dan masukkan surat pengaduannya ke kita. Pengaduannya atas nama siapa agar kita bisa minta penjelasannya. Yang bisa mengeluarkan surat keluar itu pimpinan DPRD. Memang untuk perusahaan yang ada di Sumsel setidaknya memperhatikan juga wong lokal,” jelas politisi PDIP yang akrab disapa Kak Boy.

Terpisah, Manager Humas PT BA Efensi menerangkan, jika seleksi penerimaan pegawai baru PT BA dilakukan pihak kementerian dengan pihak terkait, dan pihaknya tidak berkompeten menyikapi hal tersebut.

“Mohon maaf saya gak tau soal itu (rekrutmen). Tanyakan saja kepada yang mengetesnya,” cap Efensi.Hal senada diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk, Suherman ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan mengecek ke SDM dan panitia penerimaan pegawai, “ucapnya mengutip tribunsumsel, hari ini.

“Saya check dulu ke SDM dan Panitia penerimaan Pegawai. Tahun ini penerimaan untuk S1 dan D3 dilakukan serentak melalui Kementerian BUMN. Infonya sampai saat ini proses rekruitment masih berlangsung, jadi belum ada yang diterima,” pungkasnya.

Dikabarkan sebelumnya, kementerian BUMN bekerja sama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dalam program rekrutmen bersama, termasuk PT Bukit Asam, yang merupakan perusahaan pertambangan batubara terkemuka di Indonesia, yang bertransformasi menjadi perusahaan energi kelas dunia, yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim provinsi Sumsel.[**]

Penulis : one

 

Comments

Terpopuler

To Top