Risiko Tinggi Butuh Keahlian Tinggi, Pusri Siapkan Ahli K3 Berkelas Nasional
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi tidak dapat dijalankan hanya dengan pengalaman, tetapi membutuhkan kompetensi, disiplin, dan pemahaman keselamatan kerja yang kuat. Menyadari pentingnya peran tenaga kerja kompeten dalam menjaga keandalan operasional, PT Pusri Palembang terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui program pembinaan dan sertifikasi bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Melalui Departemen Pengembangan SDM bekerja sama dengan PT Sri Varia Wisata (Varita Pusri), perusahaan anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut menyelenggarakan Pembinaan K3 Operator Boiler Kelas I dan Pelatihan Tenaga Kerja Bangunan Tinggi (TKBT) bersertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KEMNAKER RI).
Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang mampu menangani pekerjaan berisiko tinggi secara profesional. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya keselamatan, mencegah potensi kecelakaan kerja, serta memastikan aktivitas operasional berjalan aman dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali melalui Pelatihan Tenaga Kerja Bangunan Tinggi (TKBT) yang berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari instruktur Achmad Soekarno mengenai prinsip dasar K3 pekerjaan di ketinggian, identifikasi bahaya, penggunaan alat pelindung diri (APD), sistem perlindungan jatuh (fall protection), hingga penerapan prosedur kerja aman sesuai regulasi KEMNAKER RI.
Tidak hanya memahami aspek teori, peserta juga menjalani praktik lapangan untuk menguji kemampuan dalam menerapkan standar keselamatan secara langsung. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi sebagai bagian dari proses sertifikasi.
Selanjutnya, Pembinaan K3 Operator Boiler Kelas I memberikan pembelajaran khusus bagi pekerja yang memiliki tanggung jawab dalam pengoperasian peralatan bertekanan tinggi. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman, yaitu Ahmad Riadi, Tiranda, dan Ir. Sahadi dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Selatan, M. Afrizal sebagai praktisi industri, serta Rochimah Sulistiani dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Materi pembelajaran mencakup berbagai aspek penting mulai dari regulasi pesawat uap, sistem pengamanan boiler, inspeksi dan pemeliharaan peralatan, faktor penyebab kegagalan operasi, hingga teknik pengoperasian boiler sesuai standar keselamatan.
Melalui metode pembelajaran yang menggabungkan teori, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, demonstrasi teknis, praktik lapangan, dan evaluasi kompetensi, peserta diarahkan untuk memiliki kemampuan yang tidak hanya sesuai standar regulasi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan operasional industri.
SVP SDM PT Pusri Palembang, Gary Eka Luviano, mengatakan bahwa pengembangan kompetensi K3 merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.
“Pekerjaan dengan risiko tinggi membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi dan kesadaran keselamatan yang kuat. Melalui pelatihan serta sertifikasi ini, Pusri berharap peserta mampu menerapkan standar kerja aman secara konsisten dan menjadi penggerak budaya K3 di lingkungan kerja masing-masing,” ujar Gary.
Budaya tanggung jawab
Menurutnya, budaya keselamatan bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Direktur PT Sri Varia Wisata, Alde Dyanrini, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja melalui sertifikasi K3 menjadi salah satu upaya penting dalam menghadapi kebutuhan industri yang semakin kompleks.
“Kompetensi teknis harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap keselamatan kerja. Melalui program ini, kami berharap peserta memiliki kemampuan yang terstandar sekaligus mampu menerapkan budaya keselamatan dalam setiap aktivitas operasional,” kata Alde.
Salah satu peserta, Armedi Azhari, menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman berharga dalam memahami penerapan K3 secara lebih mendalam.
“Materi yang diberikan sangat lengkap, mulai dari teori hingga praktik lapangan. Pelatihan ini membuat kami lebih memahami pentingnya bekerja sesuai prosedur agar pekerjaan dapat dilakukan dengan aman dan profesional,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara Pusri dan Varita Pusri, program pengembangan kompetensi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mencetak tenaga kerja yang tersertifikasi, kompeten, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan. Dengan SDM yang semakin siap, Pusri terus memperkuat fondasi operasional yang aman, andal, dan berdaya saing.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
