Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Mengintip Budidaya Bawal Hybrid

Mengintip Budidaya Bawal Hybrid

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
  • visibility 2.549
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIREKTORAT Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Balai Perikanan Budidya Laut (BPBL) Batam telah berhasil memproduksi benih ikan bawal hybrid secara massal.  Bawal hybrid merupakan hasil perkawinan silang (cross breeding) antara induk betina bawal emas dengan induk jantan bawal bintang. BPBL Batam juga telah berhasil memiliki induk produktif bawal emas saat ini sebanyak 60 ekor, sedangkan untuk calon induknya terdiri dari calon induk ukuran 800 gram sebanyak 55 ekor serta calon induk ukuran 200 gram sebanyak 1.000 ekor.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru. Menurutnya, untuk mewujudkan produksi perikanan budidaya laut, KKP melakukan berbagai macam terobosan. Salah satunya yang kini menuai keberhasilan adalah pengembangan benih ikan bawal hybrid ini sekaligus terus memproduksi kedua parent stock induk/calon induk Bawal Hybrid, yaitu  Bawal Emas dan Bawal Bintang. “Saya memberikan apresiasi sekaligus bangga dengan keberhasilan BPBL  Batam yang telah berhasil memproduksi benih bawal hybrid serta bawal emas yang notabenenya sebagai ikan yang sulit dipisahkan.

Keberhasilan tersebut diharapkan mampu mendukung galur murni Bawal Emas dan Bawal Bintang bisa terus terjaga kemurniannya. Hal ini membuktikan bahwa saat ini status pengembangan teknologi perbenihan untuk memproduksi benih unggul kian dinamis”, ungkap Dirjen yang biasa disapa Tebe.

Tebe mengatakan peluang pasar ikan bawal seperti ikan Bawal Bintang dan Bawal Emas cukup besar, apalagi Bawal Emas yang mempunyai potensi di pasar ekspor. Usaha budidaya ikan bawal masih terbuka untuk berbagai skala usaha.

“Sekali lagi  inovasi teknologi ini merupakan inovasi besar, karena Bawal Hybrid ini informasinya  mempunyai keunggulan pada ketebalan daging, pertumbuhannya yang lebih cepat, serta tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Tentunya budidaya ikan bawal hybrd ini sangat membantu  pembudidaya dalam hal biaya produksi dan pendapatannya. Diharapkan budidaya ikan bawal hybrid ini ke depannya dapat menyebar di luar wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sehingga percepatan nilai produksi ikan laut meningkat secara signifikan,” urai Tebe.

Tebe menambahkan, dalam rangka mendukung program terobosan KKP, untuk pengembangan komoditas perikanan budidaya baik yang berorientasi ekspor dan pasar domestik, dilakukan melalui pendekatan blue economy,  terdapat 3 (tiga) komponen. Pertama, ekologi agar generasi mendatang bisa terus menikmati sumber daya alam yang begitu melimpah. Komponen selanjutnya ekonomi dan inovasi teknologi. Terlihat inovasi teknologi dari BPBL Batam telah berhasil memproduksi benih bawal hybrid dapat memudahkan pembudidaya dalam usaha budidaya ikan bawal karena meningkatkan produktivitasnya dan incomenya.

Harapannya, lanjutnya lagi, capaian dan inovasi ini tidak berhenti disini, Unit Pelayanan Teknis (UPT) DJPB harus mampu membenihkan secara massal dan bisa didistribusikan ke wilayah Indonesia. “BPBL Batam telah berhasil dengan inovasi terbarunya. Tugas selanjutnya adalah untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam memproduksi benih bermutu untuk komoditas Bawal Bintang dan Bawal Hybrid serta calon induk unggul untuk komoditas Bawal Emas dan Bawal Bintang. Performa produksi yang dimiliki oleh Bawal Hybrid secara langsung akan mampu meningkatkan produktivitas dalam budidaya serta lebih berpotensi diminati pasar. Dan ini saya rasa merupakan keberhasilan yang cukup menggembirakan dalam upaya KKP menggenjot produksi ikan budidaya laut”, ujar Tebe.

Ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang meminta jajarannya terus mengembangkan potensi budidaya ikan laut. Selain karena sudah menguasai teknologi budidayanya, nilai jual komoditas ikan laut juga tinggi dan juga potensi kelautan dan perikanan Indonesia yang luar biasa.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Toha Tusihadi menyampaikan bawal bintang relatif mudah pemijahannya, namun bawal bintang memiliki rasa dan daging yang kurang premium dibandingkan bawal emas.

Sementara bawal emas mempunyai kesulitan dalam hal pemijahan, seperti sulit terbuahi telur telur yang dihasilkan bawal emas. Sehingga melalui inovasi teknologi hibridisasi ini diharapkan kendala-kendala yang dihadapi selama ini bisa diatasi bersama. Seperti di antaranya mampu memperbaiki performance ikan bawal baik dari sisi pertumbuhan maupun kualitas produk. Jadi, kelebihan-kelebihan fenotip ikan bawal emas menyebabkan ikan bawal hybrid nantinya bisa lebih diminati di pasar internasional.

Bantu Benih

Toha menambahkan BPBL Batam sudah memberikan bantuan benih bawal hybrid kepada pembudidaya di Provinsi Kepri, dan juga beberapa daerah di Kalimantan Selatan. “Pembudidaya yang telah kami berikan bantuan benih ikan bawal hybrid umumnya mereka senang dengan bawal yang mereka sebut bawal sakti karena memiliki atraktif pertumbuhannya cepat, dalam waktu 5-6 bulan sudah bisa dilakukan pemanenan sementara bawal bintang membutuhkan waktu 7-8 bulan untuk dapat panen, dan juga tingkat kelangsungan hidup (SR) nya bisa mencapai 85-90 %, sementara bawal bintang SR-nya 60-70% . Selain itu juga biaya produksinya sedikit berkurang karena FCR bawal hybrid ini 2 – 2,3, sementara bawal bintang FCR-nya 2,3 – 2,5. Daya tarik lainnya adalah rasadan dagingnya lebih tebal dan performace kualitas produknya lebih premium dibandingkan ikan bawal bintang, sehingga harga bawal hybrid bisa mencapai Rp 100 – 110 ribu per kg, sementara harga bawal bintang Rp 95 ribu per kg,” tandas Toha.

Seperti diketahui, BPBL Batam hingga saat ini telah berhasil memproduksi sekitar 200.000 ribu ekor benih bawal hybrid untuk memenuhi permintaan benih di Provinsi Kepri antara lain di Kabupaten/kota Batam, Meranti, Bintan dan beberapa Provinsi lainnya seperti Lampung, Bali, Kotabaru Kalimantan Selatan dan Jepara.

Testimoni dari pembudidaya yang menggunakan bawal hybrid ini kelebihannya selain pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidupnya, omzet yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan menggunakan benih bawal bintang yakni bisa sekitar 2 kali lipat. Karena ikan bawal hybrid ini lebih disukai oleh restoran-restoran dikarenakan mempunyai kualitas produk yang premium. Di saat pandemi Covid -19 seperti sekarang ini, permintaan benih bawal hybrid di Kepri ini terus menerus berdatangan, bahkan dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapur dan Thailand sudah memesan benihnya. Harga ikan bawal juga relatif stabil meskipun pandemi dan ikan ini sudah menjadi primadona di Kepri.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Yang Dilakukan Pemda, Agar Kontingen PON Papua Terhindar Wabah Malaria

    Ini Yang Dilakukan Pemda, Agar Kontingen PON Papua Terhindar Wabah Malaria

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    PROVINSI Papua merupakan salah satu daerah endemis dari kasus malaria yang masih tinggi di Indonesia dan kontingen PON harus terhindar dari wabah tersebut. Dilansir dari InfoPublik.id Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mimika, Raynold R. Ubra, mengatakan pihaknya telah melakukan pencegahan malaria satu tahun sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di mulai. “Yaitu melakukan melakukan […]

  • Jaminan Kehilangan Pekerjaan Akan Diberlakukan Tahun Depan, Untuk Manfaat JHT Sekarang Masih Relevan

    Jaminan Kehilangan Pekerjaan Akan Diberlakukan Tahun Depan, Untuk Manfaat JHT Sekarang Masih Relevan

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 640
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Ketenagakerjaan memastikan bahwa manfaat program JHT sebagaimana diatur dalam Permenaker 19/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua, masih tetap berlaku. Adapun manfaat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) baru akan diimplementasikan pada tahun 2022 dan perlu dimonitor, serta dievaluasi pelaksanaannya sebelum manfaat JHT dikembalikan sesuai amanat UU dan filosofinya. “Sampai saat […]

  • Aplikasi Terbaru, PeduliLindungi Dapat Digunakan Tanpa Jaringan Internet

    Aplikasi Terbaru, PeduliLindungi Dapat Digunakan Tanpa Jaringan Internet

    • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 795
    • 0Komentar

    APLIKASI PeduliLindungi punya fitur baru. Saat ini PeduliLindungi dapat digunakan di tempat umum meski tak terhubung dengan internet agar masyarakat lebih mudah menggunakan aplikasi tersebut. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menambahkan fitur terbaru pada aplikasi PeduliLindungi. Namanya offline check in. Fitur ini memungkinkan pengguna aplikasi melakukan scanning barcode dalam kondisi telepon seluler tidak terhubung […]

  • Agar Gak Ada Kendala, 3 Hal Utama yang Perlu Diperhatikan dalam Transisi Kendaraan Listrik

    Agar Gak Ada Kendala, 3 Hal Utama yang Perlu Diperhatikan dalam Transisi Kendaraan Listrik

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Percepatan transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik yang dimulai dari sepeda motor, dimana pemerintah menargetkan sebanyak 2 (dua) juta sepeda motor listrik di Indonesia pada tahun 2025. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia sekitar 133 juta lebih. “Sekarang ada 5 juta permintaan setahun, bahkan sebelum […]

  • Ini Alasan Bupati OKI Segerakan Pekerjaan Fisik Padat Karya

    Ini Alasan Bupati OKI Segerakan Pekerjaan Fisik Padat Karya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.036
    • 0Komentar

    BUPATI Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE meminta sejumlah pekerjaan fisik padat karya disegerakan untuk menanggulangi dampak ekonomi akibat merebaknya virus corona COVID-19. “Segerakan pekerjaan-pekerjaan fisik yang padat karya agar jadi stimulus ekonomi bagi masyarakat dan pajaknya juga akan kembali ke negara,” ungkap Iskandar saat memimpin rapat kesiapsiagaan menghadapi Ancaman Virus Vorona COVID-19, Selasa, […]

  • Kasus Pinjol Ilegal Bisa Laporan Pada Polres,  Tidak Perlu Lagi Ke Mabes

    Kasus Pinjol Ilegal Bisa Laporan Pada Polres, Tidak Perlu Lagi Ke Mabes

    • calendar_month Kamis, 18 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    POLRI menyampaikan masyarakat kini tidak perlu lagi melaporkan kasus terkait pinjaman online ilegal ke Mabes Polri di Jakarta tetapi bisa di Polda dan Polres masing-masing daerah. Dirtipideksus Polri, Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., mengatakan, masyarakat bisa langsung melaporkan kasus tersebut ke polres dan polda setempat. “Saya sampaikan bahwa setiap masyarakat dapat melaporkan pinjol […]

expand_less
WordPress Archive MagOne – Responsive News & Magazine Blogger Template MagPlus – Blog, Magazine Elementor WordPress Theme Maharatri - Hindu Temple WordPress Theme Maia - Jewelry Shop WordPress Theme Maidy – Cleaning Service Elementor Template Kit Mailbox – Webmail based e-mail client module for Perfex CRM MailCampaigns Jetpack CRX Addon Mailchimp Add-on: Chauffeur Taxi Booking System Mailchimp Discount for Easy Digital Downloads MailChimp for NEX-Forms