Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Mengintip Budidaya Bawal Hybrid

Mengintip Budidaya Bawal Hybrid

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
  • visibility 2.546
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIREKTORAT Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Balai Perikanan Budidya Laut (BPBL) Batam telah berhasil memproduksi benih ikan bawal hybrid secara massal.  Bawal hybrid merupakan hasil perkawinan silang (cross breeding) antara induk betina bawal emas dengan induk jantan bawal bintang. BPBL Batam juga telah berhasil memiliki induk produktif bawal emas saat ini sebanyak 60 ekor, sedangkan untuk calon induknya terdiri dari calon induk ukuran 800 gram sebanyak 55 ekor serta calon induk ukuran 200 gram sebanyak 1.000 ekor.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru. Menurutnya, untuk mewujudkan produksi perikanan budidaya laut, KKP melakukan berbagai macam terobosan. Salah satunya yang kini menuai keberhasilan adalah pengembangan benih ikan bawal hybrid ini sekaligus terus memproduksi kedua parent stock induk/calon induk Bawal Hybrid, yaitu  Bawal Emas dan Bawal Bintang. “Saya memberikan apresiasi sekaligus bangga dengan keberhasilan BPBL  Batam yang telah berhasil memproduksi benih bawal hybrid serta bawal emas yang notabenenya sebagai ikan yang sulit dipisahkan.

Keberhasilan tersebut diharapkan mampu mendukung galur murni Bawal Emas dan Bawal Bintang bisa terus terjaga kemurniannya. Hal ini membuktikan bahwa saat ini status pengembangan teknologi perbenihan untuk memproduksi benih unggul kian dinamis”, ungkap Dirjen yang biasa disapa Tebe.

Tebe mengatakan peluang pasar ikan bawal seperti ikan Bawal Bintang dan Bawal Emas cukup besar, apalagi Bawal Emas yang mempunyai potensi di pasar ekspor. Usaha budidaya ikan bawal masih terbuka untuk berbagai skala usaha.

“Sekali lagi  inovasi teknologi ini merupakan inovasi besar, karena Bawal Hybrid ini informasinya  mempunyai keunggulan pada ketebalan daging, pertumbuhannya yang lebih cepat, serta tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Tentunya budidaya ikan bawal hybrd ini sangat membantu  pembudidaya dalam hal biaya produksi dan pendapatannya. Diharapkan budidaya ikan bawal hybrid ini ke depannya dapat menyebar di luar wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sehingga percepatan nilai produksi ikan laut meningkat secara signifikan,” urai Tebe.

Tebe menambahkan, dalam rangka mendukung program terobosan KKP, untuk pengembangan komoditas perikanan budidaya baik yang berorientasi ekspor dan pasar domestik, dilakukan melalui pendekatan blue economy,  terdapat 3 (tiga) komponen. Pertama, ekologi agar generasi mendatang bisa terus menikmati sumber daya alam yang begitu melimpah. Komponen selanjutnya ekonomi dan inovasi teknologi. Terlihat inovasi teknologi dari BPBL Batam telah berhasil memproduksi benih bawal hybrid dapat memudahkan pembudidaya dalam usaha budidaya ikan bawal karena meningkatkan produktivitasnya dan incomenya.

Harapannya, lanjutnya lagi, capaian dan inovasi ini tidak berhenti disini, Unit Pelayanan Teknis (UPT) DJPB harus mampu membenihkan secara massal dan bisa didistribusikan ke wilayah Indonesia. “BPBL Batam telah berhasil dengan inovasi terbarunya. Tugas selanjutnya adalah untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam memproduksi benih bermutu untuk komoditas Bawal Bintang dan Bawal Hybrid serta calon induk unggul untuk komoditas Bawal Emas dan Bawal Bintang. Performa produksi yang dimiliki oleh Bawal Hybrid secara langsung akan mampu meningkatkan produktivitas dalam budidaya serta lebih berpotensi diminati pasar. Dan ini saya rasa merupakan keberhasilan yang cukup menggembirakan dalam upaya KKP menggenjot produksi ikan budidaya laut”, ujar Tebe.

Ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang meminta jajarannya terus mengembangkan potensi budidaya ikan laut. Selain karena sudah menguasai teknologi budidayanya, nilai jual komoditas ikan laut juga tinggi dan juga potensi kelautan dan perikanan Indonesia yang luar biasa.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Toha Tusihadi menyampaikan bawal bintang relatif mudah pemijahannya, namun bawal bintang memiliki rasa dan daging yang kurang premium dibandingkan bawal emas.

Sementara bawal emas mempunyai kesulitan dalam hal pemijahan, seperti sulit terbuahi telur telur yang dihasilkan bawal emas. Sehingga melalui inovasi teknologi hibridisasi ini diharapkan kendala-kendala yang dihadapi selama ini bisa diatasi bersama. Seperti di antaranya mampu memperbaiki performance ikan bawal baik dari sisi pertumbuhan maupun kualitas produk. Jadi, kelebihan-kelebihan fenotip ikan bawal emas menyebabkan ikan bawal hybrid nantinya bisa lebih diminati di pasar internasional.

Bantu Benih

Toha menambahkan BPBL Batam sudah memberikan bantuan benih bawal hybrid kepada pembudidaya di Provinsi Kepri, dan juga beberapa daerah di Kalimantan Selatan. “Pembudidaya yang telah kami berikan bantuan benih ikan bawal hybrid umumnya mereka senang dengan bawal yang mereka sebut bawal sakti karena memiliki atraktif pertumbuhannya cepat, dalam waktu 5-6 bulan sudah bisa dilakukan pemanenan sementara bawal bintang membutuhkan waktu 7-8 bulan untuk dapat panen, dan juga tingkat kelangsungan hidup (SR) nya bisa mencapai 85-90 %, sementara bawal bintang SR-nya 60-70% . Selain itu juga biaya produksinya sedikit berkurang karena FCR bawal hybrid ini 2 – 2,3, sementara bawal bintang FCR-nya 2,3 – 2,5. Daya tarik lainnya adalah rasadan dagingnya lebih tebal dan performace kualitas produknya lebih premium dibandingkan ikan bawal bintang, sehingga harga bawal hybrid bisa mencapai Rp 100 – 110 ribu per kg, sementara harga bawal bintang Rp 95 ribu per kg,” tandas Toha.

Seperti diketahui, BPBL Batam hingga saat ini telah berhasil memproduksi sekitar 200.000 ribu ekor benih bawal hybrid untuk memenuhi permintaan benih di Provinsi Kepri antara lain di Kabupaten/kota Batam, Meranti, Bintan dan beberapa Provinsi lainnya seperti Lampung, Bali, Kotabaru Kalimantan Selatan dan Jepara.

Testimoni dari pembudidaya yang menggunakan bawal hybrid ini kelebihannya selain pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidupnya, omzet yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan menggunakan benih bawal bintang yakni bisa sekitar 2 kali lipat. Karena ikan bawal hybrid ini lebih disukai oleh restoran-restoran dikarenakan mempunyai kualitas produk yang premium. Di saat pandemi Covid -19 seperti sekarang ini, permintaan benih bawal hybrid di Kepri ini terus menerus berdatangan, bahkan dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapur dan Thailand sudah memesan benihnya. Harga ikan bawal juga relatif stabil meskipun pandemi dan ikan ini sudah menjadi primadona di Kepri.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Dorong Pokja IDI Tingkatkan Kualitas Demokrasi di Sumsel

    Pemprov Dorong Pokja IDI Tingkatkan Kualitas Demokrasi di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. S.A. Supriono sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Sumsel meminta agar tim pokja IDI Sumsel mampu berikan sosialisasi terkait meningkatkan pembangunan politik dan demokrasi di Sumsel. Hal itu mutlak dilakukan agar kualitas kinerja demokrasi di Sumsel ke depannya semakin baik. “Pembangunan demokrasi dan politik merupakan hal […]

  • Ikut KKI, Produk Tradisional Apa Saja yang Bakal Dipamerkan Sumsel ?

    Ikut KKI, Produk Tradisional Apa Saja yang Bakal Dipamerkan Sumsel ?

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 907
    • 0Komentar

    UNTUK lebih mengenalkan produk-produk hasil karya UMKM Sumsel, Jumat (12/7) Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru menghadiri langsung pembukaan ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 di Jakarta Convention Center. Ajang pameran para UMKM se Indonesia yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo itu bakal digelar hingga Minggu (14/7/2019). Selain Jokowi, hadir dalam peresmian tersebut si […]

  • Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Ini 25 Prodi PPDS Hospital-Based yang Dibuka

    Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Ini 25 Prodi PPDS Hospital-Based yang Dibuka

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kekurangan dokter spesialis masih menjadi salah satu persoalan dalam pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. Kebutuhan itu tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga terasa di berbagai daerah yang masih terbatas dalam mendapatkan layanan dokter spesialis. Pemerintah memperkirakan Indonesia masih membutuhkan sekitar 65.000 dokter spesialis. Salah satu upaya yang kini diperluas adalah pendidikan […]

  • Joncik Perintahkan Agar Terzan Segera di Obati

    Joncik Perintahkan Agar Terzan Segera di Obati

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.132
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Empat Lawang – Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad memerintahkan kepala dinas  kesehatan untuk menjemput Terzan (21) Warga Desa Rantau Alih Kecamatan Lintang Kanan ke RSUD untuk mendapatkan pengobatan, Selasa (2/4/2019). Di tegaskan kembali oleh Joncik, Selama Terzan menjalani pengobatan di RSUD akan di tanggung oleh Pemda. “Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan untuk menjemput dan membawa […]

  • Kabut Asap Tebal, Dinkes Muba Bagi-bagi Masker gratis untuk warga dan siswa

    Kabut Asap Tebal, Dinkes Muba Bagi-bagi Masker gratis untuk warga dan siswa

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 959
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dengan sigap, untuk mengantisipasi penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di kabupaten Musi Banyuasin, PSC Dinkes Muba dan seluruh Puskesmas kompak membagikan masker di sekolah di wilayah kerja puskesmas masing-masing, Senin (02/10/2023). Pembagian masker gratis ini dilakukan mengingat dalam sepekan kabut asap tebal mulai menyelimuti Kabupaten Musi Banyuasin. Menurut penjelasan, Kapala Dinas Kesehatan […]

  • Korban Musibah Kebakaran di Asrama TNI AD Sekojo Dikunjungi Walikota

    Korban Musibah Kebakaran di Asrama TNI AD Sekojo Dikunjungi Walikota

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    TERKAIT musibah kebakaran yang terjadi di asrama TNI AD blok PP Sekojo Kamis (15/7/2021) kemarin, Walikota Palembang H. Harnojoyo langsung sigap mengunjungi lokasi guna meninjau langsung kondisi warganya yang mengalami musibah. Selain mengunjungi langsung lokasi, Walikota Palembang, juga nampak memberikan bantuan sembako kepada para korban musibah kebakaran, yakni bapak Mayor Inf (Purn) Yusni A, bapak […]

expand_less
WordPress Archive MagOne – Responsive News & Magazine Blogger Template MagPlus – Blog, Magazine Elementor WordPress Theme Maharatri - Hindu Temple WordPress Theme Maia - Jewelry Shop WordPress Theme Maidy – Cleaning Service Elementor Template Kit Mailbox – Webmail based e-mail client module for Perfex CRM MailCampaigns Jetpack CRX Addon Mailchimp Add-on: Chauffeur Taxi Booking System Mailchimp Discount for Easy Digital Downloads MailChimp for NEX-Forms