Senin, 26 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Kopi Sumsel Gak Ngopi Sama Trump, Tarif Naik, Kita Tetap Santai”[Ketika Si Ganteng Bikin Aturan, Tapi Kita Malah Cuek Sambil Ngopi di Serambi]

“Kopi Sumsel Gak Ngopi Sama Trump, Tarif Naik, Kita Tetap Santai”[Ketika Si Ganteng Bikin Aturan, Tapi Kita Malah Cuek Sambil Ngopi di Serambi]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
  • visibility 953
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Mari kita mulai pagi ini dengan secangkir kopi hitam, buatan Sumsel, tentunya. Aromanya mantap, rasanya nendang, dan yang paling penting nggak ada hubungannya sama sekali dengan tarif impor Donald Trump yang sempat bikin dunia dagang jedag-jedug.

Baru-baru ini, mantan Presiden AS Donald Trump yang memang hobi bikin gebrakan, seperti bapak RT baru yang pengen ganti seragam ronda mengusulkan tarif 32% untuk produk dari luar negeri, termasuk kopi. Namun, setelah dihitung-hitung dan mungkin disadarkan oleh penasihatnya bahwa tak semua hal bisa dikasih tarif seenaknya kayak lagi main Monopoli, angka itu dikoreksi menjadi 10%.

Tapi hei, Sumsel nggak goyah, nggak panik, bahkan nggak berkedip. Kenapa? Karena Kopi Sumsel sejatinya adalah perempuan manis yang belum sempat berkenalan sama si Paman Sam. Ekspornya lebih banyak ke Malaysia, Australia, bahkan ada katakanlah melirik Timur Tengah, jadi ketika Trump ngomel-ngomel soal proteksi, Kopi Sumsel cuma angkat alis sebelah dan balik ngaduk gula aren.

Ketua Dewan Kopi Sumatera Selatan, Zain Ismed, juga menanggapi dengan gaya adem ayem macam bapak-bapak yang lagi nyruput kopi di teras rumah. “Kita santai aja, lah. Kita ini mainnya belum sampe ke Paman Syam. Kita masih di negeri jiran, di Malaysia, Australia. Jadi kalau Trump mau naikkan tarif, kita bilang aja dengan gaya santai, silakan, kami gak ngaruh,” ujarnya, kemarin, he..he sambil tertawa kecil.

Zain Ismed bukan cuma tenang, tapi juga tahu betul medan. Petani-petani kopi di Sumsel pun ikut nyengir, karena kebijakan yang gegap gempita di Gedung Putih itu, sejatinya cuma kayak suara petasan di tengah ladang kopi  kedengeran, tapi nggak bikin panik. Pengusaha kopi juga nggak buru-buru ganti strategi atau gelar rapat darurat. Mereka tetap ngopi, tetap kirim kontainer ke negeri jiran, dan tetap ngitung keuntungan.

Faktanya, kalaupun AS masih ngiler sama kopi Indonesia, maka yang paling akan “terdampak” justru masyarakat AS sendiri. Mereka harus beli kopi dengan harga yang lebih mahal karena kena tarif. Artinya, kebijakan itu mirip, seperti orang yang lagi marah terus nonjok tembok yang sakit ya tangannya sendiri. Bahasa dagangnya  “senjata makan tuan”. Sebut saja bahasa pasarnya  salah sendiri, siapa suruh sok-sokan ?.

Nah.. di sinilah kita sebagai bangsa harus gesit macam cewek cantik yang tahu kapan harus nyari peluang. Ketimbang sedih karena kopi kita gak masuk Amerika, mending kita tebar pesona ke negara lain yang lebih hangat, lebih terbuka, dan lebih haus kopi.

Pasar baru masih banyak. China dengan populasi miliaran dan makin melek gaya hidup. Afrika yang mulai gandrung minuman kekinian. Eropa Timur yang kini lebih terbuka dan juga tengah memandang Asia dengan mata kagum. Kita harus nimbrung di situ. Jangan kebanyakan ngelamun nunggu undangan dari Amerika, padahal banyak yang udah siap ngedate sama kopi kita.

Artinya, kebijakan Trump justru jadi pemantik semangat baru untuk promosi lebih agresif. Kita harus mulai tampil percaya diri di pameran kopi dunia, ikut kompetisi barista internasional, bahkan kirim kopi kita ke influencer Turki atau food vlogger Vietnam. Nggak usah nunggu dilirik duluan kita yang goda duluan. Toh, kopi Sumsel punya cerita yang panjang, tanah yang subur, dan cita rasa yang kaya. Tinggal dipoles, dikemas, dan dijual dengan gaya.

Jadi, kalau Trump sibuk naikkan tarif, kita sibuk naikkan omset. Kalau Trump bikin benteng dagang, kita bikin jembatan dagang. Dan kalau mereka ribet sama kebijakan dalam negeri, kita tinggal duduk manis di teras rumah sambil minum kopi Sumsel yang uapnya harum dan masa depannya cerah.

Intinya, dunia kopi ini luas. Jangan terpaku pada satu negara, bahkan belum sempat merasakan pahit-manisnya robusta kita. Ingat, cinta dan perdagangan sama-sama butuh ketegasan kalau gak dihargai, cari pasar yang lebih menghargai.

Dan terakhir, kita harus kreatif. Jangan cuma jual kopi, tapi jual cerita. Jual kisah petani dari lereng Bukit Barisan, jual suasana pagi di kebun kopi, jual aroma harapan dari setiap biji yang dipetik dengan tangan penuh cinta. Bangun brand, bikin kemasan yang kece, gandeng barista lokal buat ngasih sentuhan personal. Jangan malu tampil beda, karena di tengah dunia yang sibuk cari kopi, Sumsel bisa jadi rasa yang paling dicari.

Jadi, yuk, terus berinovasi. Biar dunia tahu, kalau pun kita gak ngopi bareng Trump, kita tetap raja di pasar kopi regional. Dan siapa tahu, besok-besok, justru Paman Sam yang antre kirim lamaran buat bisa nyicip secangkir robusta Sumsel.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naik Jadi Zona Merah Lagi, Palembang Perketat Sistem Protokes, Duh..Siapa Yang Salah ?

    Naik Jadi Zona Merah Lagi, Palembang Perketat Sistem Protokes, Duh..Siapa Yang Salah ?

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

      PEMERINTAH kota Palembang kembali memperketat sistem protokol kesehatan setelah tingkat status zona Orange berubah naik menjadi zona merah akibat penyebaran covid 19 yang masih marak dilingkungan masyarakat. Dari dampak tersebut, solat idul fitri ditahun 2021 ini ditiadakan bahkan aktivitas mudikpun dilarang. Usai rapat koordinasi melalui aplikasi virtual zoom dengan Kementerian Dalam Negeri membahas mengenai  […]

  • Nanti Malam Ada Pawai Takbir Di Muba, Ini Rutenya

    Nanti Malam Ada Pawai Takbir Di Muba, Ini Rutenya

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    MENYAMBUT hari kemenangan yakni Idul Fitri 1440 H, pada selasa  malam  Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akan menggelar takbir keliling dan memfasilitasi angkutan untuk warga di bumi Serasan Sekate. Kabag Kesra Pemkab Muba, Opi Palupi mengatakan untuk membuat suasana pawai takbir keliling pada malam takbiran Idul Fitri 1440 H nanti, Pemkab Muba akan memfasilitasi kendaraan mobil […]

  • Gelaran G20 Perlu Didukung Bersama, Ini Akan Bangkitkan Ekonomi Rakyat

    Gelaran G20 Perlu Didukung Bersama, Ini Akan Bangkitkan Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    ASOSIASI E-Commerce Indonesia atau Indonesian E-Commerce Association (IdEA) akan mendukung sepenuhnya gelaran G20 yang akan berlangsung selama beberapa bulan mendatang. Sebab, gelaran ini membawa dampak positif khususnya perkembangan pasar digital dan ekonomi rakyat. “Kami sudah berkomitmen dalam pelaksanaan G20 kita akan kerja sama dengan pemerintah. Hal ini akan selalu terbuka kami lakukan,” kata Wakil Ketua […]

  • Dampak Pandemi, Pemprov Sumsel Kembali Lakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

    Dampak Pandemi, Pemprov Sumsel Kembali Lakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan kembali melakukan pemutihan atau keringan pajak kendaraan bermotor baik roda dua atau mobil. Dampak Pandemi Covid 19 sehingga menurunnya perekonomian masyarakat dan pendapatan pajak kendaraan maka Pemprov Sumsel memberikan keringanan, kata Kepala Bapenda Sumsel Neng Muhaibah belum lama ini. Terhitung 1 Oktober 2021 hingga 31 Desember 2021 Pemprov memberlakukan peraturan Gubernur […]

  • Langgar Aturan, Salah Satu Kafe di Padang Di Denda

    Langgar Aturan, Salah Satu Kafe di Padang Di Denda

    • calendar_month Minggu, 20 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 712
    • 0Komentar

    KEPALA Bidang Penegak Peraturan Perundang Undangan Daerah (P3D) Satpol PP Padang Bambang Suprianto mengatakan pemilik kafe dengan inisial HS yang berada di kawasan Kecamatan Padang Selatan akhirnya penuhi panggilan Satpol PP Kota Padang. Kafe tempat hiburan malam tersebut diduga melakukan pelanggaran Perda Adabtasi Kebiasaan Baru dan mendapat peringatan keras dari Satpol PP Kota Padang. Dijelaskan […]

  • Resmikan Masjid Al Hasyim Kelurahan Bukit Baru

    Resmikan Masjid Al Hasyim Kelurahan Bukit Baru

    • calendar_month Minggu, 6 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.502
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel H Herman Deru menandatangani prasasti tanda diresmikan Masjid Al Hasyim yang berada di Jalan Soekarno Hatta No 33 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Sabtu (5/1/2019). Dia mengatakan sengaja datang langsung untuk menghadiri peristiwa yang bersejarah dalam rangka peresmian Masjid Al Hasyim. “Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi […]

expand_less
WordPress Archive Vissio – Business Elementor Template Kit Visual Admin Menu Visual Composer – Background Liquid Effects Visual Composer – Background Slider Pro Visual Composer – Background Wave Effects Visual Composer – Gallery And Album Bundle Visual Composer | Pricing Tables By NBGoyani Visual Composer – Ultimate Gallery Album Visual Composer – Ultimate Gooey Menu Visual Composer – Ultimate Magic Popup