Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Kopi Sumsel Gak Ngopi Sama Trump, Tarif Naik, Kita Tetap Santai”[Ketika Si Ganteng Bikin Aturan, Tapi Kita Malah Cuek Sambil Ngopi di Serambi]

“Kopi Sumsel Gak Ngopi Sama Trump, Tarif Naik, Kita Tetap Santai”[Ketika Si Ganteng Bikin Aturan, Tapi Kita Malah Cuek Sambil Ngopi di Serambi]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
  • visibility 929
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Mari kita mulai pagi ini dengan secangkir kopi hitam, buatan Sumsel, tentunya. Aromanya mantap, rasanya nendang, dan yang paling penting nggak ada hubungannya sama sekali dengan tarif impor Donald Trump yang sempat bikin dunia dagang jedag-jedug.

Baru-baru ini, mantan Presiden AS Donald Trump yang memang hobi bikin gebrakan, seperti bapak RT baru yang pengen ganti seragam ronda mengusulkan tarif 32% untuk produk dari luar negeri, termasuk kopi. Namun, setelah dihitung-hitung dan mungkin disadarkan oleh penasihatnya bahwa tak semua hal bisa dikasih tarif seenaknya kayak lagi main Monopoli, angka itu dikoreksi menjadi 10%.

Tapi hei, Sumsel nggak goyah, nggak panik, bahkan nggak berkedip. Kenapa? Karena Kopi Sumsel sejatinya adalah perempuan manis yang belum sempat berkenalan sama si Paman Sam. Ekspornya lebih banyak ke Malaysia, Australia, bahkan ada katakanlah melirik Timur Tengah, jadi ketika Trump ngomel-ngomel soal proteksi, Kopi Sumsel cuma angkat alis sebelah dan balik ngaduk gula aren.

Ketua Dewan Kopi Sumatera Selatan, Zain Ismed, juga menanggapi dengan gaya adem ayem macam bapak-bapak yang lagi nyruput kopi di teras rumah. “Kita santai aja, lah. Kita ini mainnya belum sampe ke Paman Syam. Kita masih di negeri jiran, di Malaysia, Australia. Jadi kalau Trump mau naikkan tarif, kita bilang aja dengan gaya santai, silakan, kami gak ngaruh,” ujarnya, kemarin, he..he sambil tertawa kecil.

Zain Ismed bukan cuma tenang, tapi juga tahu betul medan. Petani-petani kopi di Sumsel pun ikut nyengir, karena kebijakan yang gegap gempita di Gedung Putih itu, sejatinya cuma kayak suara petasan di tengah ladang kopi  kedengeran, tapi nggak bikin panik. Pengusaha kopi juga nggak buru-buru ganti strategi atau gelar rapat darurat. Mereka tetap ngopi, tetap kirim kontainer ke negeri jiran, dan tetap ngitung keuntungan.

Faktanya, kalaupun AS masih ngiler sama kopi Indonesia, maka yang paling akan “terdampak” justru masyarakat AS sendiri. Mereka harus beli kopi dengan harga yang lebih mahal karena kena tarif. Artinya, kebijakan itu mirip, seperti orang yang lagi marah terus nonjok tembok yang sakit ya tangannya sendiri. Bahasa dagangnya  “senjata makan tuan”. Sebut saja bahasa pasarnya  salah sendiri, siapa suruh sok-sokan ?.

Nah.. di sinilah kita sebagai bangsa harus gesit macam cewek cantik yang tahu kapan harus nyari peluang. Ketimbang sedih karena kopi kita gak masuk Amerika, mending kita tebar pesona ke negara lain yang lebih hangat, lebih terbuka, dan lebih haus kopi.

Pasar baru masih banyak. China dengan populasi miliaran dan makin melek gaya hidup. Afrika yang mulai gandrung minuman kekinian. Eropa Timur yang kini lebih terbuka dan juga tengah memandang Asia dengan mata kagum. Kita harus nimbrung di situ. Jangan kebanyakan ngelamun nunggu undangan dari Amerika, padahal banyak yang udah siap ngedate sama kopi kita.

Artinya, kebijakan Trump justru jadi pemantik semangat baru untuk promosi lebih agresif. Kita harus mulai tampil percaya diri di pameran kopi dunia, ikut kompetisi barista internasional, bahkan kirim kopi kita ke influencer Turki atau food vlogger Vietnam. Nggak usah nunggu dilirik duluan kita yang goda duluan. Toh, kopi Sumsel punya cerita yang panjang, tanah yang subur, dan cita rasa yang kaya. Tinggal dipoles, dikemas, dan dijual dengan gaya.

Jadi, kalau Trump sibuk naikkan tarif, kita sibuk naikkan omset. Kalau Trump bikin benteng dagang, kita bikin jembatan dagang. Dan kalau mereka ribet sama kebijakan dalam negeri, kita tinggal duduk manis di teras rumah sambil minum kopi Sumsel yang uapnya harum dan masa depannya cerah.

Intinya, dunia kopi ini luas. Jangan terpaku pada satu negara, bahkan belum sempat merasakan pahit-manisnya robusta kita. Ingat, cinta dan perdagangan sama-sama butuh ketegasan kalau gak dihargai, cari pasar yang lebih menghargai.

Dan terakhir, kita harus kreatif. Jangan cuma jual kopi, tapi jual cerita. Jual kisah petani dari lereng Bukit Barisan, jual suasana pagi di kebun kopi, jual aroma harapan dari setiap biji yang dipetik dengan tangan penuh cinta. Bangun brand, bikin kemasan yang kece, gandeng barista lokal buat ngasih sentuhan personal. Jangan malu tampil beda, karena di tengah dunia yang sibuk cari kopi, Sumsel bisa jadi rasa yang paling dicari.

Jadi, yuk, terus berinovasi. Biar dunia tahu, kalau pun kita gak ngopi bareng Trump, kita tetap raja di pasar kopi regional. Dan siapa tahu, besok-besok, justru Paman Sam yang antre kirim lamaran buat bisa nyicip secangkir robusta Sumsel.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saking Pentingnya Ceramah Bela Negara, Gubernur Sumsel Tunda  Hadiri  Paripurna

    Saking Pentingnya Ceramah Bela Negara, Gubernur Sumsel Tunda  Hadiri  Paripurna

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Wilayah Provinsi Sumatera Selatan hingga saat ini masih tetap aman dan kondusif  terbebas dari  segala bentuk ancaman dan gesekan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa serta gangguan yang dapat merusak kerukunan antar umat beragama. Hal tersebut diungkapkan Gubenur Sumatera SelatanGubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya ketika menghadiri Silaturahmi Menteri […]

  • OKI Beraksi di STQH Sumsel

    OKI Beraksi di STQH Sumsel

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kayuagung boleh jadi tak seluas Padang Sahara, tapi semangat yang membara dari kafilah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang bertolak ke ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke-28 seolah membawa angin sejuk dari bumi Serasan Sekundang ke langit-langit spiritual PALI. Ini bukan sekadar lomba, ini parade iman, suara emas, dan niat suci […]

  • Sapa Warga Tugu Jaya dan Ponpes Darussyafa’at, Begini Kata Alex Terkait Syiar Islam di Sumsel

    Sapa Warga Tugu Jaya dan Ponpes Darussyafa’at, Begini Kata Alex Terkait Syiar Islam di Sumsel

    • calendar_month Selasa, 8 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.459
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID,OKI –  Antusias masyarakat Desa Tugu Jaya Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI, begitu luar biasa menyambut kedatangan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Selasa (8/5/2018). Kehadiran Gubernur kali ini dalam rangka Pengajian Akbar Haflah Akhirussanah Tasyakuran Khotmil Qur’an Binadhri & Yanbu’a ke II sekaligus Wisuda Akhir Kelas MA, Mts Pondok Pesantren Darussyafa’at Tugu Jaya. Sebelum memulai sambutan, Gubernur […]

  • Momentum HPN 2021, Bangun Komitmen Mediayang Aktual, Faktual dan Akuntabel

    Momentum HPN 2021, Bangun Komitmen Mediayang Aktual, Faktual dan Akuntabel

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.206
    • 0Komentar

    PERINGATAN Hari Pers Nasional tahun 2021 menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen pers untuk membangun media massa yang aktual, faktual, dan akuntabel. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan hal itu diperlukan sebagai wujud peran media sebagai akselerator perubahan. “Saya tentu berharap pada konvensi hari ini, rekan-rekan pers beserta seluruh insan media yang terkait dapat […]

  • Maksimalkan Pencegahan Pandemi Covid, Indonesia Kembali Tambah Vaksin

    Maksimalkan Pencegahan Pandemi Covid, Indonesia Kembali Tambah Vaksin

    • calendar_month Kamis, 18 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 680
    • 0Komentar

    INDONESIA kembali menerima donasi vaksin COVID-19 AstraZeneca dari pemerintah Australia. Kali ini, dalam kedatangan tahap ke-123, vaksin AstraZeneca yang tiba di tanah air berjumlah1,2 juta dosis vaksin jadi untuk memaksimalkan pencegahan Covid. Menurut Direktur Asia Timur dan Pasifi Kementerian Luar Negeri, Santo Darmosumarto, dukungan kerja sama vaccine dose sharing dari Australia ini merefleksikan kuatnya Kemitraan […]

  • OP 2025 Prov Sumsel : Harga Murah, Dompet Selamat, Ramadhan Berkah

    OP 2025 Prov Sumsel : Harga Murah, Dompet Selamat, Ramadhan Berkah

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.083
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Panas pagi di Kota Palembang mulai menyengat. Langit terlihat cerah dan  angin sepoi-sepoi berhembus ringan terasa di kulit tubuh. Meski demikian tak menghalangi ratusan warga yang mulai berdatangan ke Halaman Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan. Antusiasme mereka begitu terasa, membawa harapan besar untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Operasi Pasar Ramadhan 2025 kembali digelar Pemerintah Provinsi […]

expand_less
WordPress Archive Vissio – Business Elementor Template Kit Visual Admin Menu Visual Composer – Background Liquid Effects Visual Composer – Background Slider Pro Visual Composer – Background Wave Effects Visual Composer – Gallery And Album Bundle Visual Composer | Pricing Tables By NBGoyani Visual Composer – Ultimate Gallery Album Visual Composer – Ultimate Gooey Menu Visual Composer – Ultimate Magic Popup