Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Buaya Nganggur, Nelayan Bingung: Kupang Belajar Evakuasi Satwa Laut, Tapi Jangan Sampai Buaya Magang di Warung Kopi”

“Buaya Nganggur, Nelayan Bingung: Kupang Belajar Evakuasi Satwa Laut, Tapi Jangan Sampai Buaya Magang di Warung Kopi”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 504
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI KUPANG, sekelompok orang serius berkumpul, bukan untuk demo minyak goreng atau seminar motivasi ala MLM. Mereka sedang belajar… cara menghadapi buaya!, bukan buaya darat ya, tapi yang beneran hidup di air, punya gigi tajam, dan bisa bikin kocar-kacir satu kampung kalau tiba-tiba nongol di sungai sebelah rumah.

Yes, inilah kisah tentang “Bimbingan Teknis Respon Cepat Penanganan dan Pelepasliaran Buaya dan Biota Perairan Terdampar” yang diselenggarakan  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, tanggal 22 sampai 25 Juli 2025 kemarin.

Kegiatan yang judulnya panjang itu jangan disingkat asal-asalan. Salah-salah, bisa jadi “BIMTEK BUAYA”, nanti dikira pelatihan jadi mantan brengsek.

Menurut Dirjen Pengelolaan Kelautan, Pak A. Koswara, pelestarian biota perairan itu bukan cuma urusan menjaga alam, tapi juga urusan masa depan dan dompet masyarakat. “Kalau satwa laut punah, laut jadi kosong, dan nelayan cuma bisa narik botol plastik dari jaring,” ujarnya dengan semangat.

Oleh karena itu, selain buaya, kegiatan ini juga bahas lumba-lumba nyasar, dugong bingung arah, dan penyu salah landing. Intinya, kalau ada makhluk laut yang tersesat, manusia harus bisa menolong, bukan selfie dulu lima menit sambil nunggu viral di TikTok.

Nah, karena Indonesia punya lima spesies buaya yang semuanya dilindungi, kita harus belajar hidup berdampingan. Tapi jangan salah kaprah, bukan berarti kita ajak buaya nongkrong di warung kopi sambil ngopi dan main gaplek.

Di Kupang, para pengelola kawasan konservasi dilatih langsung cara menangani buaya yang tersesat. Ada simulasi, praktek langsung, hingga cara membawa buaya ke tempat yang aman tanpa bikin petugas kehilangan sepatu atau jari kaki.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Pak Sarmintohadi, bilang, “Kami ingin semua personel bertindak cepat dan tepat, dengan tetap menjaga keselamatan manusia dan animal welfare”.

Jadi, kalau ada buaya nongol di sungai desa, jangan panik, jangan juga langsung live Instagram. Petugas sudah dibekali ilmu dan alat buat menyelamatkan si buaya dan warga sekitar. Tapi tetap ya, jangan coba-coba pegang buntutnya sambil teriak, “Lucuuuuu!”

Yang menarik, kegiatan ini juga jadi ajang sosialisasi Keputusan Dirjen PKRL Nomor 41 Tahun 2024 yang mengatur petunjuk teknis penanganan biota terdampar dan konflik manusia-satwa.

Bukan cuma teori, tapi juga latihan langsung. Jadi, ini bukan bimtek kaleng-kaleng yang isinya cuma powerpoint dan kopi kotak. Ini adalah latihan yang bisa menyelamatkan nyawa – baik manusia maupun buaya.

Bahkan ada draft pedoman penanganan konflik dengan buaya yang tengah disusun. Mudah-mudahan nanti isinya bukan cuma saran klise seperti “hindari buaya jika tidak kenal dekat”. Tapi betul-betul teknis, misalnya cara mengidentifikasi buaya yang agresif, cara melepaskan pelampung dari sirip lumba-lumba, dan bagaimana menyapa penyu yang tersesat dengan sopan.

Indonesia ini bukan negara biasa. Kita adalah salah satu jalur migrasi utama mamalia laut, dan punya ribuan spesies unik yang jadi aset ekologi  dan juga ekonomi. Kalau semua ini rusak karena ulah manusia, jangan heran kalau nanti laut kita cuma berisi sandal jepit bekas, popok bayi, dan bekas jaring hantu.

KKP lewat kegiatan ini sedang menjalankan amanat dari Indonesia Biodiversity Strategic and Action Plan (IBSAP). Target keempatnya jelas melestarikan keanekaragaman spesies dan genetik. Ini bukan cuma urusan akademis, tapi urusan nasi di piring nelayan dan masa depan anak cucu kita yang kelak mungkin cuma bisa lihat lumba-lumba di NFT.

Pelatihan semacam ini patut diapresiasi, tapi tentu saja, pelestarian alam tidak bisa dibebankan sepenuhnya ke KKP atau petugas lapangan. Kalau masyarakat tetap buang sampah ke laut, memburu penyu buat sate, dan selfie di atas dugong yang terdampar, semua pelatihan ini akan sia-sia.

Kita semua harus sadar bahwa laut bukan supermarket gratis, dan buaya bukan musuh manusia. Mereka cuma salah alamat. Mungkin mereka cuma ingin bertanya, “Ini jalan ke rawa mana ya, Kak?”

Bimtek penyelamatan satwa di Kupang ini bukan cuma soal buaya dan dugong, tapi soal masa depan kita sebagai bangsa maritim.

Jangan sampai Indonesia, negeri ribuan pulau, cuma jadi penonton sedih saat biota laut satu per satu menghilang. Jadilah manusia yang sigap, bukan cuma sigap nyinyir di media sosial. Dan ingat, kalau ketemu buaya, tetap tenang, jangan panik, dan jangan langsung bilang, “Eh mirip mantanku!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUPS PT Timah,  Rombak Direksi dan Bagikan Deviden

    RUPS PT Timah, Rombak Direksi dan Bagikan Deviden

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 606
    • 0Komentar

    RAPAT Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2021 PT Timah Tbk memutuskan untuk membagikan deviden sebesar 35 persen dari keuntungan Rp1,3 triliun. Nilai deviden ini setara dengan Rp455 miliar dan nilai itu meningkat dari tahun sebelumnya. Keputusan pembagian dividen disepakati dalam RUPS PT Timah Tbk yang diselenggarakan di Borobudur Hotel, Selasa (24/5/2022). Nilai pembagian deviden […]

  • Resmikan Ponpes Tahfizh Qur’an An Nur, Gratiskan Anak Yatim &Pakir Miskin

    Resmikan Ponpes Tahfizh Qur’an An Nur, Gratiskan Anak Yatim &Pakir Miskin

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.794
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani meresmikan Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an An Nur di Desa Suka Pindah, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Jumat (19/6/2020).  Ia sangat mengapresiasi hadirnya Ponpes An Nur dan minta anak yatim dan pakir miskin untuk di gratiskan. “Untuk anak Yatim dan Pakir miskin digratiskan dan Pemkab Banyuasin yang akan membiayai melalui program Rumah Tahfiz Banyuasin […]

  • Pasar Cinde & Harga yang Harus Dibayar

    Pasar Cinde & Harga yang Harus Dibayar

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    MATAHARI bersinar sedikit malu-malu di langit Jakabaring, tapi di halaman Kejati Sumsel, panasnya bukan main. Bukan karena cuaca, tapi karena hadirnya tamu istimewa Harnojoyo, mantan Wali Kota Palembang, yang sejak pagi digodok dalam pemeriksaan. Bukan digodok buat jadi pejabat lagi, tapi buat ditentukan jadi saksi atau naik kasta jadi tersangka. Ternyata, naik kasta juga bisa […]

  • VinAI Luncurkan Terobosan Teknologi Berkendara di CES 2023

    VinAI Luncurkan Terobosan Teknologi Berkendara di CES 2023

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 537
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, HANOI, VIETNAM – VinAI mengumumkan Auto Mirror Adjustment (AMA) pertama di dunia dan ‘Jelly View’, dua fitur terbaru dari Sistem Pemantauan Pengemudi dan Penumpang mutakhir dan Sistem Pemantauan Tampilan Surround Lanjutan.     VinFast VF 8 secara khusus dilengkapi dengan teknologi dan fitur VinAI di CES 2023   VinAI mengubah industri otomotif dengan […]

  • Travel Umrah Nakal Dibidik Kemenhaj, Jemaah Jangan Tertipu

    Travel Umrah Nakal Dibidik Kemenhaj, Jemaah Jangan Tertipu

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih layanan perjalanan ibadah umrah. Pemerintah memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terbukti mengabaikan hak jemaah, mulai dari persoalan pelayanan hingga dugaan praktik penipuan. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya menerima […]

  • Ganjar diminta optimalisasi distribusi air bersih

    Ganjar diminta optimalisasi distribusi air bersih

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus  Rahadiansyah menilai Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo belum optimal dalam tata kelola air bersih di provinsi tersebut. Secara khusus, ia menyoroti distribusi air bersih yang belum merata hingga ke berbagai wilayah. “Di Jateng kan juga ada wilayah yang melimpah air. Nah, itu bagaimana kemudian untuk […]

expand_less
WordPress Archive GamiPress Expirations GamiPress Frontend Awards GamiPress Leaderboards GamiPress Mark As Completed GamiPress Nominations GamiPress Notifications GamiPress Points Cards GamiPress Points Exchanges GamiPress Points Limits GamiPress Points Payouts