Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Udang Lokal, Semangat Global, Seno yang Tak Mau Kerja Kantoran

Udang Lokal, Semangat Global, Seno yang Tak Mau Kerja Kantoran

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 856
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – “Kau tahu, Le,” kata Pak Bejo sambil menebar senyum tipis dan menebar pakan ke kolam.
“Kalau dulu aku cinta sama ibumu setengah mati, sekarang aku cinta sama udang dua kali lipat.”

“Walah, Pak! Masa udang ngalahin ibu?”
“Ibumu dulu bikin aku deg-degan… sekarang udang yang bikin deg-degan kalau mati mendadak karena virus!”

Begitulah kira-kira obrolan pagi antara Pak Bejo, petambak veteran dari Kebumen, dengan anaknya, Seno pemuda jebolan teknik lingkungan yang baru pulang kampung. Tapi alih-alih bekerja di perusahaan tambang di Kalimantan, Seno memilih menambang harapan dari air payau jadi petambak udang modern.

Waktu berjalan seperti aerator berputar terus muter-muter, kadang muncrat juga. Tiba-tiba, datang undangan dari Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ngajak Seno ke konferensi di Bali. Bukan buat liburan, tapi buat ngisi seminar bareng Petambak Muda Indonesia (PMI). Temanya Shrimp Aquaculture Conference (SAC).

“Kamu siap, No? Ngomong di depan bule-bule juga tuh!”
“Tenang, Pak. Saya bakal cerita, udang-udang kita ini bukan cuma renyah digoreng, tapi juga renyah datanya.”

Perikanan budidaya ibarat mantan pacar yang dulu diremehkan tapi sekarang sukses jadi komisaris BUMN. Dulu dianggap hanya pekerjaan pinggiran, sekarang bisa menghidupi banyak orang, bahkan jadi harapan ekspor nasional.

Sejak ada Modeling Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, anak-anak muda seperti Seno tidak lagi gengsi nyemplung ke tambak. Yang dulu ke tambak cuma buat mojok atau cari sinyal, sekarang datang bawa laptop dan sensor DO.

“Jaman dulu, air tambak dibiarkan pasrah pada nasib,” ujar Pak Tebe, Dirjen Budi Daya KKP.
“Sekarang, air dicek, di-treatment, dikasih oksigen kayak pasien IGD.”

Kolam tambak kini seperti rumah sakit VIP buat udang. Ada tandon, ada IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), bahkan ada kolam karantina. Udang masuk, diawasi, dan keluar dalam kondisi siap ekspor.

Apa yang terjadi di Kebumen bukan sulap, bukan sihir. Tapi strategi. Seperti kata Direktur Ikan Air Payau, Pak Nando “CBIB bukan cuma sekadar sertifikat, tapi gaya hidup.”

CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik) itu ibarat SOP pacaran jaman sekarang harus bersih, transparan, dan kalau bisa terukur hasilnya.

Dan bukan cuma Kebumen yang unjuk gigi. Di luar negeri, Vietnam sudah duluan ngegas dengan sistem shrimp-rice rotation farming, artinya sawah bisa ganti jadi tambak udang pas musim kemarau. Thailand pun tak mau ketinggalan, mereka bikin tambak udang pakai sistem zero-water discharge, airnya dipakai ulang, hemat kayak emak-emak belanja pas tanggal tua.

Di Ekuador, yang kita kira cuma punya pisang dan pemain bola, ternyata punya tambak udang super modern, lengkap dengan drone pemantau dan teknologi AI buat ngitung pakan. Nah, kita di Indonesia? Sudah mulai bangkit! Udang bukan lagi cuma lauk, tapi peluang.

Rizky Darmawan dari PMI menyebut, petambak muda sekarang bukan cuma kerja di kolam, tapi juga aktif di medsos, jadi influencer udang. Ada yang bikin konten edukatif, ada juga yang bikin video before-after tambak kering dan panen.

“Dulu tagline-nya ‘dari kolam ke kantor’. Sekarang, ‘dari tambak ke TikTok, terus ke Tokyo!’”

Indonesia punya potensi jadi raja udang dunia. Kita punya garis pantai panjang, tenaga muda, dan semangat gotong-royong yang kuat. Tapi seperti kata pepatah tambak “Kolam besar tak berguna kalau tak ada aerator dan niat kerja”

BUBK di Kebumen dan ISF di Sumba Timur bukan sekadar proyek. Itu simbol  bahwa budidaya tak harus identik dengan lumpur, tapi bisa bersanding dengan teknologi, inovasi, dan bahkan cinta.

Seno pun kini tak cuma anak Pak Bejo. Ia jadi inspirasi petambak muda Indonesia.

“Pak, saya tahu sekarang kenapa Bapak cinta sama udang lebih dari Ibu.”
“Kenapa?”

“Karena dari udang, kita bisa tetap makan bareng, mimpi bareng, dan panen bareng.”
“Hehehe… Tapi jangan bilang-bilang Ibumu ya.”

Jadi kalau masih ada yang bilang “jadi petambak itu kuno,” bolehlah diajak jalan-jalan ke Kebumen atau Sumba Timur. Lihat sendiri, gimana teknologi, ekologi, dan ekonomi bisa jadian harmonis kayak trio dangdut koplo. Anak muda sekarang bukan cuma bisa viral karena joget di TikTok, tapi juga bisa bikin udang panen besar dan air tambak tetap bening tanpa perlu filter selebgram.

Budidaya udang bukan cuma urusan pakan dan panen. Ini soal keberanian anak muda melawan arus, menata tambak seperti menata masa depan, dan membuktikan bahwa dari kolam kecil bisa lahir cerita besar. Dari air payau bisa tumbuh harapan yang manis, gurih, dan renyah kayak udang goreng tepung yang disajikan hangat di atas nasi.

Dan ingat, kata orang bijak dari dusun sebelah “Hidup itu kadang asin, kadang manis. Tapi kalau kamu budidaya udang dengan baik, insya Allah… gurihnya nempel sampai rekening!”

Kalau kamu galau karena patah hati atau gaji kecil, ingatlah di ujung tambak sana, ada harapan yang sedang berenang-renang menunggu dipanen. Dan siapa tahu, udang itulah yang akan membawamu ke panggung dunia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinkes Banyuasin Himbau Masyarakat Jaga Hidup Sehat

    Dinkes Banyuasin Himbau Masyarakat Jaga Hidup Sehat

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.314
    • 0Komentar

    MENYEBARNYA Virus Corona [Covid-19] membuat Dinas Kesehatan Kabupaten  Banyuasin sigap waspada menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga hidup sehat. Pelaksana Tugas Jabatan (PJ) Dinas Kesehatan dr. Rini Pratiwi melalui Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan  Firmanto menjelaskan masyarakat Kabupaten Banyuasin tidak perlu panik dan cemas karena hingga saat ini Kabupaten Banyuasin masih berstatus aman dari virus […]

  • Apa Makna Dari Logo & Tagline HUT ke-74 OKI, Mau Tahu ?

    Apa Makna Dari Logo & Tagline HUT ke-74 OKI, Mau Tahu ?

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.320
    • 0Komentar

    HUT Kabupaten Komering Ilir [OKI] yang jatuh pada Jumat [11/10/2019] besok merupakan hari sakral bagi masyarakat OKI, dimana Kabupaten ‘Bende Seguguk’ tersebut telah berusia 74 tahun. Di usianya yang hampir satu abad ini, Pemkab OKI pun membuat branding logo dan tagline . Logo dan tagline tersebut tidak sembarang dibuat, karena memiliki filosofi dan penuh makna. Tim branding […]

  • Peringati Hari Juang Kartika, 65 Bibit Ketapang Mini di Tanam

    Peringati Hari Juang Kartika, 65 Bibit Ketapang Mini di Tanam

    • calendar_month Jumat, 16 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.201
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, MUBA – Sebanyak 65 Bibit Pohon Ketapang Mini di tanam dalam kegiatan penghijauan guna peringati Hari Juang Kartika tahun 2018 di Kabupaten Musi Banyuasin [Muba]. Kegiatan penanaman tersebut di sepanjang Jl. Kyai H. Achamad Dahlan, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu yang dihadiri Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM, unsur FKPD, yakni Kadishub Pathi […]

  • Pasar Kuliner “Jadul”, Salah Satu Daya Tarik Desa Wisata Lerep

    Pasar Kuliner “Jadul”, Salah Satu Daya Tarik Desa Wisata Lerep

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.060
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, optimistis desa wisata akan menjadi pandemic winner seiring dengan perubahan tren wisata pascapandemi, dimana wisatawan akan memilih destinasi yang mengedepankan rasa aman, nyaman, bersih, sehat dan seiring keberlanjutan lingkungan. “Desa wisata sudah kita tetapkan sebagai program unggulan di tengah pandemi sebagai program […]

  • Perbaiki Jalan Negara, Warga Muba ‘Ramai-Ramai’ Patungan

    Perbaiki Jalan Negara, Warga Muba ‘Ramai-Ramai’ Patungan

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, BAYUNG LENCIR  – Jalan Palembang – Jambi merupakan Jalan Negara yang saat ini kondisinya rusak parah, tepatnya di Km 204, sehingga membuat warga Muba merasa terpanggil untuk memperbaikinya. Mereka pun berinisiatif  ramai-rama bersama pihak Kecamatan, serta unsur ForkomPimka (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) patungan memperbaiki jalan tersebut. “Alhamdulillah, sore ini jalan tersebut sudah bisa dilewati, […]

  • DCT Anggota DPR RI Ditetapkan, Alex : Saya  Mundur

    DCT Anggota DPR RI Ditetapkan, Alex : Saya  Mundur

    • calendar_month Senin, 3 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Pelantikan Gubernur Terpilih Sumsel, pasangan Herman Deru dan Mawardi Yahya belum jelas waktunya karena masih menunggu kabar, karena jabatan gubernur baru berakhir pada Nopember 2018. Namun jika Daftar Caleg Tetap (DCT) sudah ditetapkan, Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang juga ikut mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI mengaku akan mundur sebagai gubernur jika DCT […]

expand_less
WordPress Archive FX Movers – Moving & Storage Company Elementor Template Kit Gabo – Minimalist & Full-Screen WordPress theme Gabriela – Crafted Blog WordPress Theme Gaco – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Gadden – Garden Landscaper WordPress Theme GadgetFIX – Gadget, Smartphone & Laptop Repair Services Template Kit Gadgetin – Smartphone & Computer Repair Elementor Template Kit Gaea – Environmental WordPress Theme Gags – Image, Meme & Video Sharing WordPress Theme Gaia - Agriculture & Organic Farming Elementor Template Kit