Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Gerina, Si Opung & Si Cepot Ajarkan Satu Hal Penting, Apa Tuh !

Gerina, Si Opung & Si Cepot Ajarkan Satu Hal Penting, Apa Tuh !

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
  • visibility 964
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Waktu Presiden Prabowo datang ke Desa Sungai Pinang, Banyuasin, banyak yang ngira beliau mau bagi-bagi sembako atau ngajak lomba tarik tambang lawan menteri.

Ternyata, beliau malah meresmikan program Gerakan Indonesia Menanam alias Gerina. Eits,… jangan salah, ini bukan gerakan senam pagi, tapi jurus sakti untuk bikin Indonesia nggak kelaparan jika impor beras tiba-tiba disetop, karena cuaca galak atau negara penghasil berasnya ngambek.

Dan siapa yang ikut nimbrung? Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi Mahzareki. Beliau bukan cuma datang ngelambai sambil pakai baju dinas rapih wangi semprot beliau ikut nyuarakan semangat  bahwa Gerina ini bukan acara ceremonial ala kawinan pejabat yang cuma makan-makan dan salaman. Ini gerakan, bukan gerombolan ngobrolin bantuan yang nggak kunjung datang.

“Gerina ini gerakan nyata, bukan ajang foto-foto lalu pulang. Ini cara baru memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Pak Bupati. (Alias bukan cuma tanam bibit buat konten Instagram, tapi tanam niat supaya nasi nggak cuma jadi kenangan.)

Kita dikenalkan dengan dua nama yang bikin ngikik tapi bikin mikir Si Opung dan Si Cepot. Mungkin awalnya orang nyangka ini program sinetron baru atau tokoh dalam pertunjukan lenong. Tapi ternyata bukan ini jurus ninja baru di dunia pertanian!

Si Opung (Solusi Olah Padi Terapung) adalah inovasi menanam padi di atas air, bukan di dalam mimpi. Buat kamu yang nggak punya sawah, tapi punya kolam bekas budidaya lele yang gagal karena ikannya pada kabur, inilah solusinya! Tinggal buat rakit sederhana dari bambu, letakkan media tanam, tabur benih, dan taraaaa… padi tumbuh sambil goyang pelan diterpa angin. Kayak padi syantik di atas perahu cinta.

Sementara Si Cepot (Solusi Cepat Panen via Pot) cocok untuk emak-emak urban yang hobi ngulek sambel tapi sering kehabisan cabai. Tinggal tanam di pot! Mau padi, cabai, kentang, semua bisa. Potnya pun bisa pakai bekas ember cat, galon, atau baskom bekas cucian motor. Terserah kreativitas, asal jangan pakai topi suami, nanti ribut.

Ustadz Adi Hidayat bilang, kalau satu keluarga rajin menanam selama tiga musim pakai metode Si Cepot, bisa hemat sampai Rp 300 ribu. Bayangkan! Itu cukup buat beli sekarung beras, seplastik kerupuk, dan sebungkus kopi yang bisa diseruput sambil memandang hasil panen sendiri dengan bangga.

Di Jepang, padi bisa tumbuh di sela-sela rumah sempit, dan tiap petani punya aplikasi buat ngawasin pertumbuhan batang padi kayak ngecek status mantan. Di Gunungkidul, tanah berbatu pun disulap jadi kebun sayur. Mereka kreatif, gigih, dan nggak manja. Lha kita? Baru disuruh siram tanaman tiap sore udah bilang, “Nanti ah, lagi nonton sinetron.”

Di RT 05 Kelurahan Makmur Sejahtera, ada emak-emak yang tanam tomat di pot, dan sekarang tomatnya laris manis buat tambahan uang arisan. Tiap pot jadi ATM kecil  tinggal panen, timbang, cuan! Tanaman jadi tabungan masa depan, bukan cuma dekorasi yang akhirnya mati kekeringan.

Bupati Muchendi dengan gaya santainya menegaskan, “Kalau semua elemen jalan bareng, ketahanan pangan itu bukan lagi mimpi.” Bener juga. Jangan sampai kita cuma jago debat soal politik, tapi nyari bawang aja minta tetangga. Sekali-kali, lawan stres bukan cuma pakai liburan, tapi dengan metik cabai di teras rumah sambil nyanyi, “Lihat kebunku… penuh dengan kentang!”

Presiden Prabowo juga menyelipkan harapan bahwa inovasi kayak gini bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi demi masa depan di mana Indonesia bisa berdiri tegak, meski harga beras dunia jungkir balik, kita tetap bisa makan nasi goreng sendiri, bukan nasi utang.

Gerina, Si Opung, dan Si Cepot mengajarkan satu hal penting ketahanan pangan bukan tanggung jawab menteri atau petani saja, tapi tanggung jawab kita semua. Bisa dimulai dari langkah paling kecil siram tanaman tiap hari, tanam cabe di pot, bikin kolam ikan dua ember, dan panen senyum saat dompet nggak bolong karena harga sayur naik.

Toh, kalau sekarang padi bisa ditanam di kolam dan kentang bisa tumbuh di pot, itu artinya masa depan nggak harus dibeli, tapi bisa ditanam.

Menanam itu bukan cuma soal perut, tapi soal harga diri bangsa. Kalau kita masih tergantung beras impor, sama aja kayak anak kos yang tiap bulan masih minta kiriman dari ibu. Lha, kapan dewasanya?

Dengan Gerina, kita diajak dewasa secara pangan. Jangan cuma bangga kalau bisa belanja di supermarket, tapi banggalah kalau dapur kita isinya hasil tanam sendiri. Bukan gaya-gayaan, tapi gaya hidup yang keren dan tahan krisis.

Punya Si Opung dan Si Cepot di rumah itu seperti punya pasukan kecil penolong dompet. Saat harga cabai melejit, tinggal panen. Saat kentang naik, tinggal ngorek pot. Saat nasi langka, tinggal… ya tinggal masak hasil kolam, jangan panik.

Ingat, negara besar dimulai dari rumah-rumah kecil yang mandiri. Kalau rumahmu bisa jadi lumbung kecil, kampungmu bisa jadi desa pangan. Kalau semua desa begitu? Selamat, negara ini bebas dari sindrom lapar berjamaah!

Dan seperti kata pepatah lama yang dimodifikasi ala kekinian “Yang menanam, akan menuai. Yang menuai, akan kenyang. Yang kenyang, tak sempat nyinyir di medsos.”. Jadi… mau nunggu bantuan atau mulai tanam sekarang ayo..?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Secara Virtual, Sekda Kab. Muba : Mari Bersatu Jaga Pancasila

    Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Secara Virtual, Sekda Kab. Muba : Mari Bersatu Jaga Pancasila

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 939
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2020 secara virtual di Rumah Dinas Sekda Muba, Kamis (1/10/2020). Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2020 secara langsung digelar di Monumen Pancasila, Lubang Buaya Jakarta Timur, dimana Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagai Inspektur Upacara. Dalam jalannya upacara […]

  • Berburu Makanan Formalin di Pasar Alang-alang Lebar, Ini Temuannya …, Wawako : Pedagang Stop Lakukan Kecurangan

    Berburu Makanan Formalin di Pasar Alang-alang Lebar, Ini Temuannya …, Wawako : Pedagang Stop Lakukan Kecurangan

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) Palembang sidak di Pasar Alang-alang Lebar guna berburu pedagang yang curang menjual makanan yang mengandung bahan kimia. Ada penelitian 27 sampling makanan yan diteliti, hasilnya bahan pangan tersebut, berupa mie kecil- kecil dan dua buah cendol beserta terasi yang mengandung formalin. “Jika masih […]

  • Besok, DBI Najwa Shihab Sambangi Muba, Ada Apa ?

    Besok, DBI Najwa Shihab Sambangi Muba, Ada Apa ?

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    DUTA Baca Indonesia Najwa Shihab direncanakan akan berkunjung ke Kabupaten Musi Banyuasin esok hari Kamis, 12 Desember 2019 dalam acara Talk show interaktif. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muba Drs Yohanes Yubhar, Rabu (11/12/2019). Ia mengungkapkan talk show interaktif mengangkat tema literasi digital, dengan narasumber Kepala Perpusnas RI, Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza […]

  • VAKSINASI: Ikhtiar Penting dan Krusial Tekan Laju Penyebaran COVID-19

    VAKSINASI: Ikhtiar Penting dan Krusial Tekan Laju Penyebaran COVID-19

    • calendar_month Minggu, 13 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    DENGAN situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, vaksinasi menjadi salah satu ikhtiar penting dalam upaya menekan laju penyebaran COVID-19. Untuk itu pemerintah memastikan pasokan vaksin tetap tersedia baik dari jalur kerjasama bilateral dan multilateral. Indonesia targetkan pemberian vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk atau 70 persen dari populasi untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Hingga […]

  • 9 Fraksi Sampaikan Pemandangan Umum Raperda APBD 2018, Ini Hasilnya

    9 Fraksi Sampaikan Pemandangan Umum Raperda APBD 2018, Ini Hasilnya

    • calendar_month Kamis, 9 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    Fraksi PDIP melihat dari estimasi pendapatan derah yang mengalami peningkatan

  • Otak Pembunuhan Driver Online Divonis Mati

    Otak Pembunuhan Driver Online Divonis Mati

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.156
    • 0Komentar

    MAJELIS Hakim yang diketuai Efrtata Tarigan menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Akbar faris yang merupakan otak pembunuhan sopir taksi online, Sofyan (41) dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (13/2). “Menyatakan terdakwa Akbar Faris telah terbukti secara sah meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Akbar Al Faris […]

expand_less
WordPress Archive Laundryes – Laundry & Cleaning Elementor Template Kit Laurits – Portfolio and Agency WordPress Theme Lauv – Trendy Portfolio WordPress Theme Lavan – Fashion Model Agency WordPress CMS Theme Lavelo – Wedding WordPress Theme laVi – Travel Blog Elementor Template Kit Law Advisom | Lawyers & Attorney WordPress Theme Law & Order – Law Firm and Lawyers Elementor Template Kit Lawak – Legal & Lawyer Services Elementor Template Kit LawBusiness – Attorney & Lawyer WordPress Theme