Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Kalau Udang Bisa Disiplin, Kenapa Kita Masih Kena Tolak Visa?”

“Kalau Udang Bisa Disiplin, Kenapa Kita Masih Kena Tolak Visa?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • visibility 751
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Belajar dari Udang Ekspor yang Lebih Lengkap Dokumennya dari Kita Sendiri

DI NEGERI yang setiap musim liburan ramai antrean bikin paspor, ada ironi yang tak bisa disapu pel, seekor udang black tiger beku asal Sumatera Selatan bisa mendarat mulus di Tokyo, padahal dia nggak pernah ikut kursus IELTS, nggak pernah bikin janji temu di VFS, dan bahkan nggak ngerti “arigatou” itu artinya apa.

Lha kita aja mau liburan ke Jepang, baru sampai loket udah disuruh pulang gara-gara pas foto miring dan slip gaji pakai editan.

Iya, bro!. Udang sekarang lebih punya masa depan global daripada kita, udang nggak cuma berenang di tambak, dia juga berenang dalam sistem dokumentasi ekspor yang disiplin, steril, dan rapi jali. Mulai dari uji laboratorium, sertifikat bebas virus, penerapan standar HACCP, sampai dokumen ekspor karantina, semuanya dicek bahkan  lengkap dan akurat, gak ada yang pakai alasan “Ketinggalan di rumah tadi, Bu”.

Udang itu tahu cara kerja dunia, Kita? kadang baru sadar paspor mati setelah duduk di ruang tunggu.

Coba bandingkan proses ekspor udang ke Jepang dengan kita yang mau ambil visa Schengen.
Udang dicek lab, ebas virus, sertifikat lengkap, packing vakum dan tanggal pengiriman presisi

Sementara kita surat kerja pakai kop surat warnanya pudar, hotel booking fiktif dari situs gratisan, tiket pulang belum beli, nunggu diskonan. Tujuan nginep di “rumah saudara”, padahal kenal juga baru di Facebook.

Kalau pakai perumpamaan, ini kayak udang datang ke pesta pakai jas, dasi kupu-kupu, dan parfumnya Armani. Sementara kita datang pakai kaos “I Love Bali” dan celana bolong, terus protes kenapa gak dibolehin masuk ballroom.

Apalagi, Jepang itu bukan cuma pencinta sushi dan Shinkansen, mereka juga negara yang sistemnya udah kayak mesin fotokopi presisi, berisik, tapi jarang rusak.

Mereka bukan cuma lihat udangnya gede, tapi udangnya sehat?, bebas white spot virus?, ada sertifikat?, rantai dinginnya konsisten?, sudah HACCP atau cuma HAPE PANAS?.

Jepang itu punya sistem, begitu dokumen lengkap, barang datang, dicek cepat, lalu boom  masuk restoran bintang lima.
Coba bandingkan dengan kita, mau kirim barang lewat kurir aja, alamat rumah salah, nomor HP gak aktif, ditanya “rumah warna apa?” jawabnya “dekat warung Bu Siti”.

Oleh karena itu, udang black tiger itu gak bisa ngomong, gak bisa buka Google Translate, tapi bisa tembus pasar global. Kenapa? karena dia punya track record bersih, sertifikasi lengkap, dan sistem dukungannya jalan. Petambak, laboratorium, hingga petugas karantina kerjanya padu kayak boyband Korea kompak dan rutin uji kesehatan.

Kita sering kalah sebelum berangkat karena merasa cukup dengan niat. Padahal dunia ini bukan lomba niat. Dunia ini lomba siapa yang paling siap dokumen dan gak pakai alasan “laptop rusak semalam”.

Nah, kalau sistem ekspor udang bisa seteliti itu, kenapa kita gak bisa bikin sistem pelayanan visa dan dokumen publik yang serapi itu juga? Kadang justru yang lebih kompleks (kayak urusan ekspor pangan) bisa selesai dengan baik, karena SOP-nya dijalankan. Sementara kita ngurus KK aja, kadang harus lewat jalur “temen yang kerja di kelurahan”.

Belajar yuk, dari udang, ia itu tak bersuara, tapi tindakannya tegas.
Ia tak punya KTP, tapi berkasnya lengkap.
Ia tak bisa wawancara, tapi hasil lab-nya bersinar.
Ia tak kenal calo, tapi bisa mendarat di Haneda.

Kadang hidup ini memang keras, bro. Tapi bukan berarti kita kalah dari crustacea.

Udang itu bukan sekadar lauk, dia simbol, bahkan jadi  simbol bahwa yang sederhana pun bisa mendunia kalau tertib, bersih, dan didukung sistem yang solid. Jadi, sebelum marah-marah kenapa visa kamu ditolak, coba cek dulu jangan-jangan kamu kalah lengkap sama dokumennya udang.

Ingat pepatah lama dari tambak “Siapa yang serius soal sertifikat, dialah yang akan disajikan di meja dunia”

Kalau udang bisa Go Internasional, masa kamu masih stuck di grup WhatsApp alumni?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lansia Berpenyakit Stroke Telantar di Desa Pulau Panas Tanjung Sakti

    Lansia Berpenyakit Stroke Telantar di Desa Pulau Panas Tanjung Sakti

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.633
    • 0Komentar

    WARGA Desa Pulau Panas Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dihebohkan dengan adanya salah seorang lansia dengan kondisi terkena penyakit stroke disebuah pondok yang terletak tidak jauh dari perkebunan sayur warga. Menurut Sumadi Kepala Desa Pulau Panas Pria yang berumur kurang lebih 80 tahun itu bernama Jaswadi, ia berasal dari pulau Jawa dan sudah lama berkeliling di […]

  • Kunker ke Lalan, Dodi Bakal Lantik Kades

    Kunker ke Lalan, Dodi Bakal Lantik Kades

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – 2 calon Kepala Desa terpilih dalam kecamatan Lalan berdasar hasil Pemilihan Kepala Desa Serentak (Pilkades) pada 10 November 2018 lalu akan dilantik pada 07 Februari 2019  mendatang. Demikian disampaikan kepala dinas pemerdayaan masyarakat desa (DPMD) Muba Richard Cahyadi AP MSi melalui Kabid Pemerintahan Desa M Taisir Gunawan SSos MM pada Rapat Pemantapan […]

  • 5 Tas Multifungsi dari Bodypack untuk Nobar Bola yang Bikin Nyaman dan Aman

    5 Tas Multifungsi dari Bodypack untuk Nobar Bola yang Bikin Nyaman dan Aman

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.726
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Nobar atau nonton bareng bola adalah momen yang dinanti-nantikan oleh para penggemar sepak bola. Menghadiri acara nobar membutuhkan persiapan yang tepat, termasuk membawa tas yang bisa menampung semua kebutuhan Anda. Bodypack menawarkan berbagai tas multifungsi yang cocok untuk dibawa saat nobar bola, memberikan kenyamanan dan keamanan yang Anda butuhkan. Berikut adalah rekomendasi 5 tas […]

  • Persiapan Terus Dilakukan, Kemenag Siapkan Haji dan Umrah secara Profesional, Inklusif, dan Tidak Diskriminatif

    Persiapan Terus Dilakukan, Kemenag Siapkan Haji dan Umrah secara Profesional, Inklusif, dan Tidak Diskriminatif

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 604
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama terus mempersiapkan penyelenggaran haji dan umrah 1443 H sehingga bila ada pemberangkatan maka dapat terselenggara dengan baik. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Hilman Latief memastikan bahwa persiapan dilakukan secara profesional, inklusif, terbuka, dan tidak diskriminatif. “Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendorong percepatan persiapan ibadah haji dan umrah 1443 H secara profesional, terbuka, […]

  • FEATURE : Dari Timbunan ke Tempat Impian, Rumah Pak Nawawi, Bukti Zakat Bisa Ubah Nasib!

    FEATURE : Dari Timbunan ke Tempat Impian, Rumah Pak Nawawi, Bukti Zakat Bisa Ubah Nasib!

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 576
    • 0Komentar

    (Bilingual Article / Artikel Dua Bahasa: 🇮🇩 Indonesia – 🇬🇧 English Summary Below) “Rumah aku dulunyo tu pacak ngundang hujan masuk, bangun tedo kaki becek, kini Alhamdulillah sudah aman dari kacab [banjir],” ujar Nawawi, sambil mengelus dinding rumah barunya, matanya berkaca-kaca, seperti cabe rawit yang tak sengaja nyentuh mata. DI Lorong Timbunan, tempat Pak Nawawi tinggal, dulu ibarat panggung […]

  • Tapir Betina Terjebak di Kebun Sawit Mesuji, Cuma 800 Meter dari Tol

    Tapir Betina Terjebak di Kebun Sawit Mesuji, Cuma 800 Meter dari Tol

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID MESUJI – Seekor tapir betina tiba-tiba ditemukan terjebak di saluran air di tengah areal perkebunan sawit PT Pematang Agri Lestari (PAL), Kabupaten Mesuji, Lampung. Yang membuat penanganan satwa dilindungi ini tidak bisa dilakukan sembarangan, lokasi tapir ditemukan hanya berjarak sekitar 800 meter dari ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung. Tapir tersebut sempat terlihat berkeliaran di […]

expand_less
WordPress Archive MemberPress Campaign Monitor MemberPress Constant Contact MemberPress Corporate Accounts Addon MemberPress Courses MemberPress Developer Tools MemberPress Downloads MemberPress Drip – Tags Version MemberPress GetResponse MemberPress Importer MemberPress Mad Mimi