Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Kalau Udang Bisa Disiplin, Kenapa Kita Masih Kena Tolak Visa?”

“Kalau Udang Bisa Disiplin, Kenapa Kita Masih Kena Tolak Visa?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • visibility 739
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Belajar dari Udang Ekspor yang Lebih Lengkap Dokumennya dari Kita Sendiri

DI NEGERI yang setiap musim liburan ramai antrean bikin paspor, ada ironi yang tak bisa disapu pel, seekor udang black tiger beku asal Sumatera Selatan bisa mendarat mulus di Tokyo, padahal dia nggak pernah ikut kursus IELTS, nggak pernah bikin janji temu di VFS, dan bahkan nggak ngerti “arigatou” itu artinya apa.

Lha kita aja mau liburan ke Jepang, baru sampai loket udah disuruh pulang gara-gara pas foto miring dan slip gaji pakai editan.

Iya, bro!. Udang sekarang lebih punya masa depan global daripada kita, udang nggak cuma berenang di tambak, dia juga berenang dalam sistem dokumentasi ekspor yang disiplin, steril, dan rapi jali. Mulai dari uji laboratorium, sertifikat bebas virus, penerapan standar HACCP, sampai dokumen ekspor karantina, semuanya dicek bahkan  lengkap dan akurat, gak ada yang pakai alasan “Ketinggalan di rumah tadi, Bu”.

Udang itu tahu cara kerja dunia, Kita? kadang baru sadar paspor mati setelah duduk di ruang tunggu.

Coba bandingkan proses ekspor udang ke Jepang dengan kita yang mau ambil visa Schengen.
Udang dicek lab, ebas virus, sertifikat lengkap, packing vakum dan tanggal pengiriman presisi

Sementara kita surat kerja pakai kop surat warnanya pudar, hotel booking fiktif dari situs gratisan, tiket pulang belum beli, nunggu diskonan. Tujuan nginep di “rumah saudara”, padahal kenal juga baru di Facebook.

Kalau pakai perumpamaan, ini kayak udang datang ke pesta pakai jas, dasi kupu-kupu, dan parfumnya Armani. Sementara kita datang pakai kaos “I Love Bali” dan celana bolong, terus protes kenapa gak dibolehin masuk ballroom.

Apalagi, Jepang itu bukan cuma pencinta sushi dan Shinkansen, mereka juga negara yang sistemnya udah kayak mesin fotokopi presisi, berisik, tapi jarang rusak.

Mereka bukan cuma lihat udangnya gede, tapi udangnya sehat?, bebas white spot virus?, ada sertifikat?, rantai dinginnya konsisten?, sudah HACCP atau cuma HAPE PANAS?.

Jepang itu punya sistem, begitu dokumen lengkap, barang datang, dicek cepat, lalu boom  masuk restoran bintang lima.
Coba bandingkan dengan kita, mau kirim barang lewat kurir aja, alamat rumah salah, nomor HP gak aktif, ditanya “rumah warna apa?” jawabnya “dekat warung Bu Siti”.

Oleh karena itu, udang black tiger itu gak bisa ngomong, gak bisa buka Google Translate, tapi bisa tembus pasar global. Kenapa? karena dia punya track record bersih, sertifikasi lengkap, dan sistem dukungannya jalan. Petambak, laboratorium, hingga petugas karantina kerjanya padu kayak boyband Korea kompak dan rutin uji kesehatan.

Kita sering kalah sebelum berangkat karena merasa cukup dengan niat. Padahal dunia ini bukan lomba niat. Dunia ini lomba siapa yang paling siap dokumen dan gak pakai alasan “laptop rusak semalam”.

Nah, kalau sistem ekspor udang bisa seteliti itu, kenapa kita gak bisa bikin sistem pelayanan visa dan dokumen publik yang serapi itu juga? Kadang justru yang lebih kompleks (kayak urusan ekspor pangan) bisa selesai dengan baik, karena SOP-nya dijalankan. Sementara kita ngurus KK aja, kadang harus lewat jalur “temen yang kerja di kelurahan”.

Belajar yuk, dari udang, ia itu tak bersuara, tapi tindakannya tegas.
Ia tak punya KTP, tapi berkasnya lengkap.
Ia tak bisa wawancara, tapi hasil lab-nya bersinar.
Ia tak kenal calo, tapi bisa mendarat di Haneda.

Kadang hidup ini memang keras, bro. Tapi bukan berarti kita kalah dari crustacea.

Udang itu bukan sekadar lauk, dia simbol, bahkan jadi  simbol bahwa yang sederhana pun bisa mendunia kalau tertib, bersih, dan didukung sistem yang solid. Jadi, sebelum marah-marah kenapa visa kamu ditolak, coba cek dulu jangan-jangan kamu kalah lengkap sama dokumennya udang.

Ingat pepatah lama dari tambak “Siapa yang serius soal sertifikat, dialah yang akan disajikan di meja dunia”

Kalau udang bisa Go Internasional, masa kamu masih stuck di grup WhatsApp alumni?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rayakan HUT ke-22, Begini Harapannya Ketua DWP Muba

    Rayakan HUT ke-22, Begini Harapannya Ketua DWP Muba

    • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    DHARMA Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) gelar acara peringatan Hari Ibu dan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan yang ke-22 tahun sekaligus pertemuan rutin. Acara berlangsung di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Selasa (18/01/2022). Adapun tema yang diangkat pada peringatan Hari Ulang Tahun DWP yang ke-22 tahun ini yaitu “Bersama Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia […]

  • Update COVID-19 Muba:  Nihil Penambahan Kasus Positif, Sembuh dan Meninggal

    Update COVID-19 Muba: Nihil Penambahan Kasus Positif, Sembuh dan Meninggal

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (5/7/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus. “Tidak ada penambahan kasus per 5 Juli 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Diketahui, hingga 5 Juli 2021 ada sebanyak 1748 kasus diantaranya 1568 kasus sembuh, 97 masih dirawat, dan 83 kasus meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan data update […]

  • Muba Bangun Rusunawa untuk Akomodasi ASN & MBR yang Tinggal di Bantaran Sungai

    Muba Bangun Rusunawa untuk Akomodasi ASN & MBR yang Tinggal di Bantaran Sungai

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) merealisasikan pembangunann rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), dan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah [MBR], guna mengakomodasi ASN dan Warga Muba yang selama ini tinggal di bantaran Sungai Musi. Pembangunan rusunawa dan Perumahan MBR tersebut berada di Jalan AMD Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Sekayu. “Jadi bagi ASN dan warga yang tinggal di […]

  • Banwaslu Bakal Lantik PTPS Serentak

    Banwaslu Bakal Lantik PTPS Serentak

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

          Sumselterkini.co.id, Empat Lawang – Setelah dinyatakan lulus menjadi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), Anggota PTPS Kabupaten Empat Lawang Senin (25/3/2019) akan dilantik.  Untuk proses pelantikan sendiri akan dilaksanakan di Kecamatan masing – masing secara serentak. Ketua Banwaslu Kabupaten Empat Lawang, Rudiyanto mengatakan Rakor  membahas tentang persiapan pelantikan PTPS dan saksi parpol. Dia menjelaskan dalam […]

  • Integrasi SIHALAL-CEROL, Upaya Percepat Layanan Halal

    Integrasi SIHALAL-CEROL, Upaya Percepat Layanan Halal

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    BADAN Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama terus berupaya melakukan pengembangan aplikasi untuk mendukung layanan sertifikasi halal yang menjadi ‘core business’ tugasnya dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH). Dalam tiga hari ini, BPJPH dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersinergi membahas penyiapan Standard Operating Procedure (SOP) integrasi data […]

  • Inilah Pengurus Gapki Periode 2018-2023

    Inilah Pengurus Gapki Periode 2018-2023

    • calendar_month Sabtu, 21 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.988
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Ketua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Joko Supriyono yang kembali terpilih sebagai Gapki untuk periode 2018-2023, hari ini, Sabtu (21/4/2018) mengukuhan Pengurus Pusat, Dewan Pengawas dan Dewan Pembina GAPKI periode 2018-2023 di Jakarta. Berikut daftar kepengurusan Gapki periode 2018-2023. Pengurus Pusat GAPKI 2018-2023 (Inti) Ketua Umum : Joko Supriyono Wakil […]

expand_less
WordPress Archive MemberPress Campaign Monitor MemberPress Constant Contact MemberPress Corporate Accounts Addon MemberPress Courses MemberPress Developer Tools MemberPress Downloads MemberPress Drip – Tags Version MemberPress GetResponse MemberPress Importer MemberPress Mad Mimi