Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » “Pelabuhan Sepi, TKBM Menepi, Jangan Biarkan 1.300 Perut Ditepuk Angin!”

“Pelabuhan Sepi, TKBM Menepi, Jangan Biarkan 1.300 Perut Ditepuk Angin!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
  • visibility 741
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pernah dengar pepatah “pelabuhan adalah jantung kota maritim”?. Nah, kalau pelabuhan Boom Baru Palembang sekarang dicek detaknya, hasilnya mungkin denyut lemah, tekanan rendah, dan ekonomi lokal nyaris kolaps. Bukan karena tak ada air laut, tapi karena makin sedikit kapal yang bersandar, dan makin sedikit kapal, makin sepi pula hidup 1.300 buruh bongkar muat yang menggantungkan nasib dari pelabuhan ini.

Kalau buruh bisa mengeluh sambil pegang toa, mungkin suaranya sudah lebih lantang dari klakson kapal tanker. Tapi kenyataannya, para buruh hanya bisa menatap dermaga sambil menimbang besok masih kerja atau tidak?

Mereka adalah TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat), para pekerja keras yang sudah puluhan tahun jadi tulang punggung aktivitas pelabuhan. Bukan tukang angkut sembarangan, mereka adalah tenaga bersertifikasi, profesional, dan dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Tapi entah kenapa, makin ke sini nasib mereka mirip alat berat yang dibiarkan berkarat ada, tapi tak dipakai.“Ada 1.300 buruh di bawah Koperasi TKBM yang hidup dari pelabuhan ini, mayoritas kepala keluarga, dan kini makin jarang dipanggil kerja. Kalau kondisi ini berlarut, kami tak hanya kehilangan penghasilan, tapi bisa-bisa kehilangan harapan,” ujar  Ahyani, Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Palembang, sambil menunjukkan daftar nama yang makin lama makin jarang dipanggil giliran kerja, dalam keterangannya, Selasa [3/6/2025].

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari total ribuan buruh itu, hanya sekitar 800 orang yang bergiliran kerja di Boom Baru, sisanya tersebar ke titik lain seperti TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri), jeti-jeti, atau STS (ship to ship). Tapi masalahnya, banyak perusahaan sekarang malah bongkar muat sendiri, tanpa melibatkan buruh dari koperasi, padahal sudah ada aturan hukum yang mengatur bahwa kegiatan bongkar muat seharusnya dilakukan melalui koperasi TKBM yang legal.“Kami bukan buruh serabutan. Para TKBM sudah dilatih, bersertifikat, dan punya legalitas. Tapi kenapa malah dikesampingkan? Apa gunanya aturan kalau tak ditegakkan di lapangan?” tambah Ahyani, dengan nada yang lebih getir daripada suara burung camar saat tak ada kapal lewat.

Ini bukan sekadar cerita buruh ngeluh. Ini soal ketimpangan antara efisiensi ala korporasi dan keadilan sosial ala Pancasila, kalau perusahaan seenaknya pakai tenaga sendiri, lalu para TKBM dikemanakan? Disuruh jual es teh di pinggir dermaga? Atau disuruh ngamen sambil bawa dongkrak?

Pemerintah tak perlu jadi superhero pelabuhan, cukup jadi wasit yang adil. Tegakkan saja aturan main yang sudah dibuat sendiri. Dalam PP No. 7 Tahun 2021 tentang perlindungan koperasi dan UMKM, serta SKB 2 Dirjen 1 Deputi Tahun 2011, sudah jelas bahwa koperasi TKBM adalah entitas legal dalam kegiatan bongkar muat.

Oleh sebab itu, KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan) perlu proaktif menegur dan menertibkan perusahaan yang ‘bongkar muat diam-diam’ tanpa melibatkan TKBM. Pemerintah Provinsi dan Kota harus membuka dialog terbuka agar peran koperasi TKBM bisa disinkronkan dengan kebutuhan industri logistik masa kini dan pemilik TUKS juga harus disadarkan bahwa keuntungan tak harus dibangun dari penghematan yang menyakiti pihak lain.

Karena kalau 1.300 orang kehilangan pekerjaan, maka bukan cuma pelabuhan yang sepi warung kopi di sekitar pun ikut bangkrut, tukang ojek nganggur, dan ekonomi mikro di pinggir dermaga bisa ikut tenggelam.

Negara tak boleh jadi penonton di pelabuhannya sendiri. Jangan tunggu 1.300 buruh itu berubah jadi patung dermaga demi menunjukkan betapa mereka “siap kerja tapi tak dipakai”. Kalau aturan tak ditegakkan, maka keadilan akan karam lebih cepat dari perahu bocor.

Saatnya semua pihak duduk semeja  bukan sekadar berbagi kopi, tapi berbagi tanggung jawab. Sebab kalau perut lapar terus didiamkan, nanti yang naik bukan cuma angka pengangguran, tapi juga amarah yang bisa membanjiri seperti pasang air sungai Musi di musim hujan.

Pemerintah pusat, KSOP, hingga pemilik TUKS perlu ingat bahwa pelabuhan bukan hanya tempat kapal bersandar, tapi juga tempat ribuan nasib digantungkan. Jangan biarkan yang profesional justru dimandulkan oleh praktik-praktik semaunya sendiri. Libatkan TKBM, hormati aturan, dan jagalah keseimbangan antara efisiensi industri dan martabat pekerja.

Karena sejatinya, pelabuhan itu hidup bukan karena kapal besar, tapi karena tangan-tangan kecil yang bekerja penuh peluh dan harap. Kalau 1.300 buruh saja kita abaikan, maka kapal-kapal besar yang datang pun hanya akan jadi simbol kekosongan megah di luar, tapi tak membawa berkat bagi orang dalam.

Mari kita kembalikan denyut nadi Pelabuhan Boom Baru, bukan dengan spanduk seremoni, tapi dengan keberpihakan nyata kepada buruh yang tiap hari mengandalkan keringat untuk mengisi piring di rumahnya.

Kita juga  bukan sedang bicara soal bongkar peti semangka di pasar malam. Ini soal bongkar muat di pelabuhan strategis, yang menyangkut mata pencaharian ribuan kepala keluarga. Kalau 1.300 TKBM terus dikesampingkan, maka yang karam bukan hanya kapal di lautan, tapi juga kapal rumah tangga di daratan. Anak-anak mereka bisa putus sekolah, dapur tak ngebul, dan cicilan motor bisa jadi monumen kenangan.

Sebagai negara yang bangga dengan Pancasila, kita tak boleh cuma sibuk bicara soal keadilan sosial di baliho dan pidato hari Senin. Ini waktunya keadilan sosial itu turun ke dermaga, menyapa para buruh, dan bilang “Tenang, kami tak akan biarkan kalian menganggur di tanah sendiri.”

Dan jangan lupa, ketika pelabuhan kembali hidup dan buruh bisa kerja layak, dampaknya bukan cuma ke koperasi, tapi juga ke ekonomi lokal warung nasi uduk ramai, tukang tambal ban dapat pelanggan, bahkan pedagang es tebu bisa tersenyum lebih manis. Semoga para pemangku kepentingan bisa mendengar suara-suara dari dermaga, yang meski tak sekeras klakson kapal, tapi memuat harapan yang tak kalah besar.[***].

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GAMKI Sumsel Minta Bupati Bersedia Jadi  Dewan Pembina DPD GAMKI Sumsel Periode 2021-2024

    GAMKI Sumsel Minta Bupati Bersedia Jadi  Dewan Pembina DPD GAMKI Sumsel Periode 2021-2024

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    DEWAN Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Se-Sumatera Selatan meminta Bupati Muba Dodi Reza Alex untuk Menjadi  Dewan Pembina DPD GAMKI Sumsel Periode 2021-2024. Hal itu langsung diungkapkan Ketua pelaksana Konfercab DPC GAMKI Se-Sumsel Efran Hutapea SE saat audiensi, Rabu (15/7/2020). Menurut mereka selain Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin pemimpin yang […]

  • Jelajahi Museum di Tengah Covid, Kominfo Ajak Masyarakat Virtual Tourism

    Jelajahi Museum di Tengah Covid, Kominfo Ajak Masyarakat Virtual Tourism

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.727
    • 0Komentar

    PEMANFAATAN teknologi informasi dan komunikasi dan penggunaan media sosial dinilai dapat meningkatkan minat berwisata secara virtual di tengah pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Saptriana Tangkary. “Virtual tour adalah konsep baru untuk berlibur di tengah pandemi, agar dapat menjelajahi […]

  • Via VV di Akun Facebook, Pasien 013 Bantah Pernyataan Dilontarkan Jubir Gugus Tugas Pagar Alam  Terkait Covid-19

    Via VV di Akun Facebook, Pasien 013 Bantah Pernyataan Dilontarkan Jubir Gugus Tugas Pagar Alam Terkait Covid-19

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.971
    • 0Komentar

    PASIEN 013 yang dinyatakan positif Covid-19 membantah pernyataan yang dilontarkan oleh juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Pagaralam. Bantahan tersebut disampaikan melalui pesan video visual akun facebook pribadinya, Ia mengatakan bahwa saat ini kondsinya dalam keadaan sehat dan yanpa keluhan serta masih melakukan aktivitas rutin seperti biasanya, Bahkan terlihat beberapa orang ada dirumahnya […]

  • Ketika Prabowo – Sandi Peroleh Dukungan Spontan ‘Emak-emak dan Milenium Palembang

    Ketika Prabowo – Sandi Peroleh Dukungan Spontan ‘Emak-emak dan Milenium Palembang

    • calendar_month Minggu, 2 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Suasana di minggu pagi (2/9/2018) terasa sejuk, jarum jam menunjuk tepat tangka enam pagi. Puluhan warga Palembang yang biasa menjalankan aktifitas olahraga ramai-ramai terlihat memenuhi Jalan Tasik tepatnya Taman Kambang Iwak Palembang. Ada yang terlihat melaksanakan aktifitas untuk sekedar berlari di tempat, ada juga yang berlari santai dengan anak dan istri, serta […]

  • Menanti Janji Baru Atasi Banjir Palembang

    Menanti Janji Baru Atasi Banjir Palembang

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    UPAYA memperbaiki penanganan banjir di Kota Palembang kembali ditegaskan melalui Rapat Koordinasi antara Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (4/5/2026). Pertemuan itu dipimpin langsung Gubernur Sumsel Herman Deru memperlihatkan keseriusan untuk memperkuat sinergi lintas kewenangan, dengan melibatkan kepala daerah, perangkat daerah, serta instansi teknis terkait. Langkah ini patut diapresiasi sebagai ikhtiar […]

  • LBH ILC Hadir di Desa, Alasannya ?

    LBH ILC Hadir di Desa, Alasannya ?

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

        PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menyambut baik dan mengapresiasi  inisiatif kelompok masyarakat Desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin, yang telah mendirikan Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ijtihad Lawyers Center (ILC). Inisiasi ini merupakan  bentuk partisipasi dan dukungan warga atas program pemerintah daerah. Khususnya bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan keadilan dan pendampingan hukum, karena […]

expand_less
WordPress Archive Tritmix – Fashion Elementor WooCommerce Theme Triump - Life Coach & Motivator Elementor Template Kit Troof – Roofing Service Elementor Template Kit Trophy – Soccer and Football Club WordPress Theme Trotol – Renovation Elementor Template Kit Trucking-Transportation & Logistics HTML Template TruckPress – Logistics & Transportation WP Theme Truder – CCTV Security Service Elementor Template Kit True Mag | WordPress Theme for Video and Magazine TrueBooker – Appointment Booking & Scheduler Plugins for WordPress