Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Oom Simon Pegang Radar, Siap Tangkap Bakat Sampai Ujung Papua

Oom Simon Pegang Radar, Siap Tangkap Bakat Sampai Ujung Papua

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
  • visibility 1.045
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Kalau sepak bola Indonesia diibaratkan dapur rumah tangga, maka selama ini kita seringkali lebih sibuk beli wajan mahal ketimbang belajar resep.

Kadang ganti kompor lima kali dalam setahun, tapi nasinya tetap gosong. Nah, kali ini PSSI nampaknya mulai waras dan memilih langkah yang bisa bikin kita semua tepuk tangan, bukan tepuk jidat.

Adalah Simon Tahamata, mantan winger lincah Ajax, Feyenoord, dan Standard Liege yang kini ditunjuk sebagai Kepala Pemandu Bakat Nasional alias Head of Scouting. Bukan sekadar pajangan di kantor, Oom Simon (yang lebih terkenal di Belanda daripada tukang stroopwafel keliling) ini bakal jadi otak di balik pencarian bakat baik yang tumbuh di tanah air, maupun yang bersembunyi di lorong-lorong asrama anak diaspora di Belanda.

Langkah ini ibarat PSSI akhirnya beli kulkas baru, setelah sekian lama nyimpen daging di atas genteng. Kita sudah punya coach kelas dunia macam Patrick Kluivert dan Gerald Vanenburg nah sekarang, yang diburu bukan lagi bonus dari pemerintah, tapi bocah-bocah berbakat yang bisa bikin Timnas Indonesia lebih dari sekadar tim “semangat tapi kalah tipis”.

Simon ini bukan kaleng-kaleng. Kariernya panjang, lebih panjang dari antrean beras murah di kantor kelurahan. Pernah main di Ajax, cetak gol buat Timnas Belanda, dan diganjar penghargaan fair play di Belgia.

Kalau anak muda sekarang kenalnya sama Naruto dan One Piece, generasi 70-an pasti kenal nama Tahamata sama akuratnya dengan kenal nama guru BP.

Penunjukan ini juga jadi tanda bahwa PSSI (akhirnya) paham untuk bangun tim kuat, bukan cuma pelatih yang perlu bagus, tapi juga pencari bakat yang tahu mana emas dan mana batu bata.

Selama ini kita sering melihat bocah-bocah ajaib dari kampung terpencil cuma jadi bintang tarkam. Padahal, di era digital, bakat bisa direkam pakai HP, dikirim ke pelatih, dan diorbitkan. Tapi siapa yang mau lihat kalau tak ada kepala pemandu bakat yang kerja serius? Alhasil, banyak pemain muda kita seperti durian jatuh berpotensi, tapi tidak tahu siapa yang mau ambil.

Meski Simon berasal dari sistem sepak bola super-teratur di Belanda, dia tetap perlu adaptasi dengan “kultur sepak bola dagelan” di sini. Di Indonesia, pemain bisa mangkir latihan karena motornya dipinjam kakak, atau telat datang karena hujan deras bikin sandal jepit putus. Pencarian bakat di negeri ini butuh mata elang dan kesabaran seekor kura-kura.

Namun, jika kita serius memberi dukungan (bukan sekadar seremonial sambutan di bandara), kehadiran Simon bisa mengubah peta talenta kita. Simon punya akademi sendiri, pengalaman melatih anak-anak muda, dan yang paling penting dia dicintai di Ajax Amsterdam.

Kalau klub sebesar itu beri penghormatan khusus dengan tulisan “Oom Simon, Terima Kasih” di tribune, berarti pria ini memang bukan sembarang oom.

Pepatah bilang “Tak ada rotan, akar pun jadi. Tapi kalau ada rotan yang bersertifikat FIFA, ya jangan dipakai buat bikin pagar saja.”

Simon adalah rotan mahal itu. Jangan hanya disuruh duduk di ruang ber-AC dan disuguhi kopi sachet sambil tanda tangan berkas.

Banyak orang bilang mimpi Indonesia ke Piala Dunia itu utopis. Tapi bukankah semua keberhasilan besar dimulai dari keberanian mengambil langkah kecil yang tepat? Penunjukan Simon Tahamata adalah langkah kecil tapi cerdas. Sekarang tinggal kita kawal bareng, agar ini bukan sekadar ganti baju dalam, tapi benar-benar ganti arah.

Karena mencari pemain berbakat itu bukan seperti mencari jodoh di aplikasi geser kanan langsung jadi. Butuh mata, hati, dan telinga yang peka. Dan dari semua yang dimiliki Simon, tampaknya dia punya semuanya.

Maka, mari kita sambut dia bukan hanya sebagai Kepala Pemandu Bakat, tapi juga sebagai “Kepala Harapan Baru.”

Selamat datang, Oom Simon. Semoga pencarian bakatnya berhasil, dan kita tak perlu lagi juara hanya di turnamen antar-RT. “Kalau memang dunia ini panggung sandiwara, maka biarlah Simon jadi sutradara. Setidaknya, kita tak lagi jadi tim figuran di panggung Asia.”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Narasumber Kuliah Umum, Sekda Pemkot Palembang berbagi ilmu dengan Mahasiswa UT

    Narasumber Kuliah Umum, Sekda Pemkot Palembang berbagi ilmu dengan Mahasiswa UT

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kota  Palembang Drs Ratu Dewa MSi , Senin (25/10/2021) menjadi narasumber di Studium Generale (kuliah umum) yang diadakan Universitas Terbuka Palembang. Acara juga menghadirkan Kepala Dinas Perpustakan Provinsi Sumatra Selatan Fitriana S.Sos, MSi, dan Budayawan Dr.Erwan Suryanegara MSn. Kuliah umum yang mengangkat tema “Peran mahasiswa dalam pembangunan menuju Indonesia unggul” antusias dihadiri para mahasiswa yang mengenakan jas […]

  • Galaxy S25 Series, Solusi Gen Z Untuk Ngonten Lebih Mudah Pakai AI

    Galaxy S25 Series, Solusi Gen Z Untuk Ngonten Lebih Mudah Pakai AI

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.386
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Content Creator Anjas Maradita pemerhati AI yang diikuti banyak para Gen Z membagikan cerita tending andalan terbarunya Galaxy S25 Series Tingkatkan kualitas konten kekinianmu pake Galaxy AI Canggih di Galaxy S25 Series   Studi Kantar menemukan 70% populasi internet di Indonesia menggunakan AI untuk mendukung kreativitas, termasuk dalam content creation. Di antara pengguna tersebut, […]

  • Pakaian Adat Masih Menjadi Simbol Pemersatu Bangsa di HUT RI ke-73, SBY Tak Hadir

    Pakaian Adat Masih Menjadi Simbol Pemersatu Bangsa di HUT RI ke-73, SBY Tak Hadir

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Manta Presiden RI ke – 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terlihat dalam acara detik-detik Peringatan Hari ulang tahun Republik Indonesia (RI) ke -73 di  Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8/2018). Terlihat mantan presiden RI ke-3 BJ Habibie dan istri mantan presiden RI ke-4 (Gus Dur)  ikut menghadiri acara tersebut. Habibie menggunakan pakaian […]

  • Bahas 3 Event Internasionla, 5 Pimpinan Bank Diundang Gebernur Sumsel

    Bahas 3 Event Internasionla, 5 Pimpinan Bank Diundang Gebernur Sumsel

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru terus bergerak cepat melakukan segala persiapan  menghadapi penyelenggaraan tiga event olahraga berskala internasional yang akan segera digelar di Sumsel tahun 2019. Seperti Jum’at (17/5/2019). Ia sengaja mengundang lima pimpinan bank swasta nasional dan bank daerah ke Griya Agung untuk ikut terlibat mendukung kesuksesan  event internasional tersebut. Ke lima pimpinan tersebut masing-masing yakni […]

  • Antisipasi Pandemi Covid-19, Polda Riau Luncurkan Aplikasi Bersama Selamatkan Riau

    Antisipasi Pandemi Covid-19, Polda Riau Luncurkan Aplikasi Bersama Selamatkan Riau

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    MENGANTISIPASI terjadinya gelombang III lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, Polda Riau sudah melakukannya dengan penerapan inovasi teknologi berupa aplikasi yang diberi nama “Bersama Selamatkan Riau”. Dilansir dari Tribratanews, Aplikasi tersebut mengintegrasikan informasi dari Satgas Covid-19 tingkat Pusat, Provinsi Riau, hingga ke kabupaten/kota di bumi Lancang Kuning ke dalam satu sistem. Ini tidak terlepas dari pengalaman […]

  • Bangun Akhlak, IHF Gembleng Pendidik Usia Dini di Muba

    Bangun Akhlak, IHF Gembleng Pendidik Usia Dini di Muba

    • calendar_month Rabu, 26 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Oleh : Ari Wibowo SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Indonesia Heritage Foundation (IHF) menggembleng ribuan guru jenjang pendidikan anak usia dini [PAUD]  dan Taman Kanak-kanak [TK] di Kabupaten Muba guna membangun akhlak, daya fikir dan kreativitas untuk mendidik anak-anak. Pelatihan akbar tersebut diselenggarakan 25-27 september 2018 bertema “Praktik Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik yang Sukses Membangun Akhlak, […]

expand_less
WordPress Archive Themify Suco WordPress Theme Themify Thememin WordPress Theme Themify Tiles Plugin Themify Tisa WordPress Theme Themify Ultra Premium WordPress Theme Themify WooCommerce Product Filter Themify WooCommerce Shopdock Themify Wumblr WordPress Theme Therapia – Psychologist & Hypnotherapy Elementor Templates Therapica – Mental Health & Psychologist Elementor Template Kit