Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Ketua KPK RI Puji Upaya Pemprov Sumsel Dalam Pencegahan Korupsi

Ketua KPK RI Puji Upaya Pemprov Sumsel Dalam Pencegahan Korupsi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
  • visibility 793
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menilai, upaya pencegahan korupsi yang dilakukan Pemprov Sumsel dikomandoi Gubernur Sumsel Herman Deru  cukup baik.

Hal itu terlihat dari rekam jejak yang dipantau KPK RI melalui sistem Monitoring Centre for Prevention (MCP).

Ketua KPK RI Komjen Pol Firli Bahuri memuji langkah serius yang dilakukan Pemprov Sumsel dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi tersebut. Dimana, berdasarkan rekam jejak yang terdapat di MCP, upaya pencegahan yang dilakukan Pemprov Sumsel mencapai 78,5 persen.

“Rekam jejak itu tidak bisa kita bantah. Upaya Pemprov Sumsel dalam mencegah terjadinya korupsi sebesar 78,5 persen. Angka itu tentu lebih tinggi dari target yang hanya sebesar 70 persen. Keseriusan Sumsel dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi ini tentu kita apresiasi,” kata Firli dalam Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Wilayah Sumsel Tahun 2022 di Griya Agung Palembang, Kamis (19/5).

Tidak hanya itu lanjut Firli, angka hasil survey penilaian integritas di Sumsel juga melampaui target yang ditetapkan. Pada Survey penilaian integritas tersebut, Sumsel mencapai angka 70,65 persen.

“Penilaian ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana upaya yang telah kita lakukan. Karena pencegahan dan pemberantasan korupsi ini tidak bisa dilakukan oleh KPK sendiri, tapi dilakukan secara bersama-sama. Sejauh ini Sumsel sendiri telah berkontribusi dalam hal tersebut,” terangnya.

Menurutnya, korupsi tersebut terjadi karena lemahnya pengawasan dan buruknya sistem. Serta minimnya integritas para pemangku kepentingan.

“Sebab itu perbaikan sistem harus terus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak terjadinya pidana korupsi. Jika tidak, artinya kita membuka peluang terjadinya pidana korupsi tersebut,” tegasnya.

Termasuk juga melakukan pembenahan perpolitikan serta memberikan edukasi kepada partai politik.

Firli mengungkapkan, edukasi dan pembenahan politik dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi dinilai sangat penting dilakukan. Hal itu mengingat, politik menguasai ruara rakyat, melahirkan wakil rakyat, menghasilkan pemimpin, menyusun seluruh regulasi.

“Kita harus benahi sistem politik dan partai politik yang ada. Karena korupsi juga bisa terjadi kerena bertemunya kekuasaan dan minusnya integritas dari penguasa yang dipilih,” paparnya.

Gencarnya pencegahan dan pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK tersebut guna membangun budaya anti korupsi sehingga tercapainya kesejaheraan umum.

“Ini langkah kita untuk menghentikan aksi korupsi. Kita memantau program pemerintah dengan memperbaiki sistem. Jadi sistem yang ramah dengan korupsi akan kita tinggalkan,” ujarnya.

Dengan upaya itu, dia berharap tujuh indikator kesejahteraan seperti, penurunan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran, minimnya angka kematian ibu melahirkan, minimnya angka kematian bayi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, pendapatan perkapita, dan angka Genio ratio.

“Seperti di Sumsel. Angka kemiskinannya masih 12,56 persen sedangkan angka pengangguran sebesar 3,86 persen lebih rendah dari nasional. Tapi antara angka kemiskinan dan penggunaan itu tidak berbanding lurus. Ini harus kita cermati sehingga kemiskinan dapat ditekan,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, dalam pengentasan kemiskinan tentu harus melihat permasalahan yang terjadi sehingga kemiskinan tersebut dapat diatasi.

“Angka kemiskinan di Sumsel ini merupakan akumulasi dari kabupaten dan kota di dalamnya. Artinya angka yang ada di pemerintah provinsi merupakan kontribusi dari kabupaten dan kota. Sebab itu, kabupaten dan kota harus berupaya agar kemiskinan tersebut dapat ditekan semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Sebelumnya, Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Wilayah Sumsel Tahun 2022 tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Rakor tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana rencana aksi yang telah dilakukan serta progres yang telah dicapai.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berbagi dan Peduli dengan Tenaga Kesehatan

    Berbagi dan Peduli dengan Tenaga Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Di tengah deraan pandemi Covid 19, kepedulian sesama bisa menjadi energi tambahan agar lebih kuat dan solid bertahan. Manakala pandemi covid-19 belum pasti kapan berakhir, kepedulian Sahabat Kebaikan Nusantara (SKN) kepada tenaga kesehatan menghadirkan program Jumat Berbagi. Dalam program Jumat berbagi kali ini, SKN bekerja sama dengan The Zafarm (green house penghasil sayuran hidroponik) untuk […]

  • Serius Tangani Zona Merah Covid-19 Berbuah Hasil Positif

    Serius Tangani Zona Merah Covid-19 Berbuah Hasil Positif

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.719
    • 0Komentar

    Tanpa keseriusan dan kesadaran, bahkan tak kenal lelah penanganan masalah pandemi Covid-19 mungkin tak bakal berhasil, namun sebaliknya di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] yang tadinya dinyatakan Zona Merah Covid-19, kini berubah menjadi Zona Kuning.   SEJAK dinyatakan merah beberapa pekan lalu, kesadaran masyarakat dan para pemangku jabatan pun sangat tinggi. Bahu –membahu […]

  • Sentra Kemensos Diminta Tak Hanya Berdiri, Wamensos Ungkap Cara “Memakmurkannya”

    Sentra Kemensos Diminta Tak Hanya Berdiri, Wamensos Ungkap Cara “Memakmurkannya”

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID-  Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meminta sentra-sentra di bawah Kementerian Sosial (Kemensos) tidak sekadar menjalankan rutinitas. Keberadaan sentra harus benar-benar terlihat manfaatnya sebagai pusat layanan rehabilitasi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Agus bahkan mendorong adanya gerakan “memakmurkan sentra”. Namun, yang dimaksud bukan sekadar menambah kegiatan ataupun anggaran, melainkan memastikan tugas pokok sentra […]

  • Hadiri Muktamar XX IMM di Palembang, Jokowi : Kenapa Saya Capek-capek Datang Kesini ?

    Hadiri Muktamar XX IMM di Palembang, Jokowi : Kenapa Saya Capek-capek Datang Kesini ?

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Presiden RI Joko Widodo [Jokowi] memiliki alasanya sendiri untuk menghadiri dan membuka Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah [IMM] di Palembang, kemarin sore Menurutnya organisasi ini sangat penting. “Hari ini saya ada tujuh kegiatan di IKN, Kalimantan Timur dan baru sampe di Palembang ini pukul 17:30 WIB,”ungkapnya. Ia mengapresiasi peran aktif seluruh kader IMM […]

  • Pingin Jaga Alam & Ramah Lingkungan Hingga Lebih Hemat, Sejumlah RM di Muba Ngaku Gak Main Lagi Wadah Makanan Pake Stryofoam & Plastik, Jadi Gunakan Apa Dong ? Boleh Tebak ! Bupati : Kita Uji Klinis Agar Bisa di Eksplore untuk  Produk Lainnya

    Pingin Jaga Alam & Ramah Lingkungan Hingga Lebih Hemat, Sejumlah RM di Muba Ngaku Gak Main Lagi Wadah Makanan Pake Stryofoam & Plastik, Jadi Gunakan Apa Dong ? Boleh Tebak ! Bupati : Kita Uji Klinis Agar Bisa di Eksplore untuk  Produk Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.069
    • 0Komentar

    RAMAH lingkungan dan getol menekan penggunaan plastik, inilah upaya yang terus digencarkan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di Bumi Serasan Sekate. Kini, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tidak hanya sebagai daerah penghasil kreasi pelepah pinang yang dimanfaatkan menjadi wadah makanan pengganti stryofoam dan plastik, namun ramai-ramai warga dan pemilik Rumah Makan (RM) […]

  • Jangan Jadi Penonton di Era AI: Mengapa Indonesia Butuh India untuk Bangun Masa Depan Digital?

    Jangan Jadi Penonton di Era AI: Mengapa Indonesia Butuh India untuk Bangun Masa Depan Digital?

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Dunia sedang memasuki perlombaan teknologi terbesar abad ini, lantaran tak lagi hanya siapa yang memiliki sumber daya alam terbesar atau industri terbesar, melainkan siapa yang mampu menguasai kecerdasan artifisial (AI). Di tengah persaingan global itu membutuhkan sebuah pertanyaan penting bagi Indonesia, apakah kita hanya akan menjadi pengguna teknologi yang dibuat negara lain, atau […]

expand_less
WordPress Archive Countdowner – Countdown Timer for Elementor Counter Addon for WPBakery Page Builder Counter – Addons for WPBakery Page Builder WordPres Plugin CountryHolidays – Hotel and Bed & Breakfast Couples – Wedding Planner Template Kit CouponHut – Coupons & Deals Theme CouponHut – Coupons & Deals WordPress Theme CouponXL - Coupons, Deals & Discounts WP Theme Coursaty – Courses | Education WordPress Theme Course Builder – Online Course WordPress Theme