Jangan Jadi Penonton di Era AI: Mengapa Indonesia Butuh India untuk Bangun Masa Depan Digital?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : komdigi.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Dunia sedang memasuki perlombaan teknologi terbesar abad ini, lantaran tak lagi hanya siapa yang memiliki sumber daya alam terbesar atau industri terbesar, melainkan siapa yang mampu menguasai kecerdasan artifisial (AI).
Di tengah persaingan global itu membutuhkan sebuah pertanyaan penting bagi Indonesia, apakah kita hanya akan menjadi pengguna teknologi yang dibuat negara lain, atau ikut membangun teknologi masa depan?
Tentunya dengan pertanyaan inilah bisa menjadi salah satu alasan, mengapa kerja sama Indonesia dan India di bidang AI menjadi semakin strategis.
Hubungan kedua negara yang telah berlangsung selama berabad-abad, saat ini akhirnya memasuki tahap baru, sebab, jika dalu Indonesia dan India terhubung melalui jalur rempah, maka di era ini keduanya bertemu melalui jalur digital, yaitu terkait data, talenta, infrastruktur teknologi, dan inovasi kecerdasan buatan.
Dunia AI Tidak Hanya Membutuhkan Pengguna, tetapi Pencipta
Dalam beberapa tahun terakhir patut diakui sebab perkembangan AI memang bergerak sangat cepat, teknologi mulai mengubah cara manusia bekerja, belajar, berbisnis, hingga mendapatkan layanan publik.
Namun dengan perkembangan AI secara global, juga memberikan tantangan baru, misalnya banyak negara berkembang berada pada posisi sebagai pasar, membeli perangkat lunak, menggunakan layanan AI, tetapi belum banyak terlibat dalam menciptakan teknologi. Nah, kondisi ini membuat Indonesia ingin mengubah posisi tersebut.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi teknologi AI global. Indonesia ingin membangun kemampuan sendiri melalui penguatan riset, talenta digital, infrastruktur komputasi, pusat data, dan inovasi teknologi. Sebab dalam era AI, negara yang hanya menggunakan teknologi akan selalu bergantung pada pihak lain.
Mengapa India Menjadi Mitra Penting?
India menjadi salah satu negara yang menarik perhatian dunia karena berhasil membangun ekosistem digital dalam skala besar.
Pengalaman India dalam membangun infrastruktur publik digital menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melayani masyarakat secara luas. Sistem pembayaran digital, identitas digital, dan berbagai layanan berbasis teknologi menjadi contoh bagaimana transformasi digital dapat dilakukan melalui pembangunan fondasi yang kuat.
Namun, kekuatan terbesar India bukan hanya infrastrukturnya, melainkan sumber daya manusianya. Apalagi India sendiri memiliki jutaan talenta teknologi, perusahaan layanan digital, startup, serta komunitas riset yang berkembang pesat.
Sementara untuk Indonesia sendiri hal ini bisa menjadi pengalaman serta menjadi pelajaran penting.
India membawa pengalaman teknologi dan pengembangan talenta, Indonesia memiliki kekuatan lain, populasi muda yang besar, pasar digital yang berkembang, sumber daya strategis, serta posisi penting di kawasan Indo-Pasifik. Keduanya memiliki keunggulan yang berbeda, oleh sebab itu, kerja sama Indonesia dan India bukan hanya tentang persaingan saja, melainkan untuk saling melengkapi.
Dari Nikel hingga Talenta Digital: Modal Indonesia Membangun AI
Indonesia sebenarnya memiliki banyak modal untuk menjadi pemain penting dalam ekosistem AI, apalagi dengan jumlah penduduk muda sehingga bisa memberikan peluang besar untuk menciptakan generasi baru yang ahli teknologi.
Disamping didukung dengan kekayaan mineral yang strategis, juga menjadi bagian penting dalam rantai industri teknologi, terutama untuk kebutuhan perangkat keras dan infrastruktur digital. Namun modal tersebut harus diikuti dengan investasi pada manusia, tanpa peneliti, insinyur, programmer, dan inovator, sumber daya tentunya hanya akan menjadi potensi yang belum dimanfaatkan.
Sebab itu, kolaborasi dengan India dapat diarahkan bukan hanya pada investasi bisnis, tetapi juga pembangunan kapasitas manusia, seperti pertukaran peneliti AI, kerja sama Universitas, dan pengembangan startup, hingga pusat riset bersama dapat menjadi fondasi penting.
Membangun AI yang Sesuai Kebutuhan Asia
Salah satu peluang terbesar dari kerja sama Indonesia dan India adalah menciptakan teknologi AI yang memahami kebutuhan masyarakat Asia, sebab AI tidak harus hanya digunakan untuk menjawab kebutuhan perusahaan besar dunia.
Teknologi ini dapat dikembangkan lagi misalnya untuk membantu petani meningkatkan produktivitas, memperluas akses pendidikan, mempercepat layanan kesehatan, membantu UMKM, hingga meningkatkan pelayanan pemerintah. Dengan populasi besar dan keragaman budaya, Indonesia dan India memiliki ruang besar untuk menciptakan solusi AI yang lebih dekat dengan masyarakat.
Masa Depan AI Ditentukan oleh Kolaborasi
Perjalanan Indonesia dan India intinya menunjukkan hubungan antarbangsa selalu berubah mengikuti zaman. Dulu, rempah menjadi penghubung ekonomi kedua negara dan kini, inovasi bisa menjadi jembatan baru.
Oleh sebab itu, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana memiliki teknologi terbaru, tetapi bagaimana memastikan teknologi tersebut memberi manfaat bagi masyarakat luas. Apalagi Indonesia memiliki peluang untuk mengambil posisi lebih besar dalam revolusi AI, namun peluang tersebut masih membutuhkan keberanian guna membangun, berinvestasi, dan berkolaborasi. Apalagi masa depan AI itu, tidak hanya milik negara yang menciptakan teknologi paling canggih, melainkan juga milik negara yang mampu menggunakannya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
