Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Maksegara di Pesisir Utara Papua Barat Jadi  Provinsi Konservasi

Maksegara di Pesisir Utara Papua Barat Jadi  Provinsi Konservasi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
  • visibility 2.659
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) mendorong penetapan calon kawasan konservasi perairan Maksegara di pesisir utara Papua Barat. Langkah ini guna mendukung Provinsi Papua Barat sebagai provinsi konservasi dalam menjaga keberlanjutan kekayaan dan potensi kelautan dan perikanan.

Kegiatan penetapan ini mulai dilaksanakan bersamaan dengan pencanangan Distrik Makbon, Kabupaten Sorong sebagai Distrik Konservasi pada tanggal 18 Agustus 2021 lalu.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Papua Barat Nomor 13 Tahun 2019 tentang RZWP3K, yang mengamanatkan alokasi ruang laut berupa kawasan konservasi.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari menerangkan bahwa kawasan konservasi adalah salah satu langkah bijak KKP dalam mengelola ruang laut, yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 31 Tahun 2020. Di mana kawasan konservasi merupakan kawasan yang mempunyai ciri khas tertentu sebagai satu kesatuan ekosistem yang dilindungi, dilestarikan, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“KKP mendukung upaya Pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah mendeklarasikan diri sebagai provinsi konservasi karena kawasan konservasi perairan merupakan salah satu cara untuk mewujudkan tercapainya sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan,” terang Tari panggilan akrabnya.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Menteri Sakti Wahyu Trenggono bahwa dalam pengelolaan kawasan harus menggunakan prinsip blue economy (economy biru) yang sasarannya menjaga keseimbangan antara kelestarian ekosistem dan pertumbuhan ekonomi.

Tari menambahkan, mengelola kawasan konservasi tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah saja, melainkan peran serta seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya harus menjadi prioritas. Seperti halnya dalam percepatan penetapan dan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi memerlukan sinergi khususnya dalam penyusunan dokumen rencana zonasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan penyadartahuan masyarakat.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Andi Rusandi menjelaskan bahwa target luas kawasan sampai tahun 2024 yaitu 23,40 juta hektare.

Kawasan konservasi yang telah ditetapkan di Provinsi Papua Barat memiliki luas total 4,53 juta hektare. Dari total luasan tersebut, 65% atau seluas 2,94 juta hektare telah ditetapkan oleh KKP, sedangkan 32% atau seluas 1,46 juta hektare ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), dan 3% atau seluas 135.300 hektare telah dicadangkan oleh Gubernur Papua Barat, menunggu penetapan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.

Untuk mencapai target luasan kawasan konservasi perairan yang efektif dikelola, KKP akan mempercepat penetapan kawasan konservasi, salah satunya adalah kawasan konservasi Maksegara di Provinsi Papua Barat.

“Percepatan penetapan kawasan konservasi harus diimbangi oleh percepatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi khususnya yang telah ditetapkan oleh Menteri, agar kawasan konservasi tersebut memiliki manfaat sebagai kawasan yang efektif

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • maskot-asian-games-2018

    Alhamdulillah, Ribuan Orang Daftar Relawan Asian Games Jakarta – Palembang

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.332
    • 0Komentar

    Berdasarkan data Departemen Human Resource and Volunteer dan Departemen IT&T INASGOC menyebutkan jumlah pendaftar yang masuk mencapai 12.900 pelamar dari jumlah kebutuhan relawan Asian Games 2018 sebanyak 13 ribu orang.

  • Ini Kata Gubernur BI Terkait Sepak Terjang Yunita Resmisari

    Ini Kata Gubernur BI Terkait Sepak Terjang Yunita Resmisari

    • calendar_month Kamis, 10 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel yang baru Yunita Resmisari adalah sosok yang mumpuni memimpin BI di Sumsel. Sejauh ini sepak terjang Yunita di pusat terkenal sebagai “ibunya UMKM”. Menurutnya banyak UMKM mulai dari IRT, pengusaha muda yang berhasil meningkatkan omsetnya di daerah berkat pembinaan yang […]

  • Di hari Lahan Basah Sedunia, OKI ajak masyarakat tanam pohon di halaman rumah

    Di hari Lahan Basah Sedunia, OKI ajak masyarakat tanam pohon di halaman rumah

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Bupati Ogan Komering Ilir Diwakili Plh Sekretaris Daerah Muhammad Refly, S.Sos, MM mengajak masyarakat untuk menanam pohon di halaman rumah, guna menjaga kelestarian bumi dan menekan emisi karbon di atmosfer. Menurutnya potensi lahan gambut di Kabupaten OKI sangat luas mulai dari potensi perkebunan, perairan, areal gambut, hingga potensi sumber daya manusia yang […]

  • Peremajaan Sawit Rakyat di Muba Terluas Se-Indonesia

    Peremajaan Sawit Rakyat di Muba Terluas Se-Indonesia

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 932
    • 0Komentar

    SEJAK telah dilaunching Replanting /  Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang pertama di Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo pada tanggal 13 Oktober 2017 lalu di Kabupaten Musi Banyuasin. Saat ini jumlah pekebun yang telah melakukan Peremajaan Sawit Rakyat sudah mencapai 5.155 perkebunan dengan luasan 11.380 hektare yang tergabung dalam 17 koperasi dan direncanakan […]

  • Wagub Matangkan Persiapan Sriwijaya Ranau Grand Pondo, Event Tersebut Berdampak  Positif Bagi Dunia  Pariwisata Sumsel

    Wagub Matangkan Persiapan Sriwijaya Ranau Grand Pondo, Event Tersebut Berdampak  Positif Bagi Dunia  Pariwisata Sumsel

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.395
    • 0Komentar

    Pemprov Kian Yakin,  Event  Grand Pondo Berdampak  Positif Bagi Dunia  Pariwisata Sumsel   * Pimpin Rapat Matangkan Persiapan Sriwijaya Ranau Grand Pondo 2021   PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Pemerintah Kabupaten OKU Selatan terus  matangkan persiapan event tahunan Sriwjaya Ranau Grand Fondo   yang  diagendakan akan berlangsung pada  13 November 2021 mendatang  dengan lokasi di Objek Wisata […]

  • KPUD Muba Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

    KPUD Muba Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Sebagai bagian dari upaya menyukseskan pelaksanaan Pilpres dan Pileg pada 17 April mendatang, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Muba H M Soleh Naim menghadiri Simulasi Lemilu yang dilaksanakan di Stable Berkuda Sekayu, minggu (14/4/2019). Pada acara tersebut, disimulasikan secara detail pelaksanaan Pilpres dan Pileg mulai dari […]

expand_less
WordPress Archive SearchWP Term Highlight SearchWP Term Synonyms SearchWP WooCommerce Integration SearchWP WordPress Plugin SearchWP WP Document Revisions Integration SearchWP WP Job Manager Integration SearchWP WPML Integration SearchWP Xpdf Integration Seavor Sea Adventure & Travel Elementor Template Kit Sebian – Multi-purpose WordPress WooCommerce Theme