Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » PPN Sektor Pendidikan Hanya untuk Klasisifikasi Tertentu, Bukan Semua Sekolah

PPN Sektor Pendidikan Hanya untuk Klasisifikasi Tertentu, Bukan Semua Sekolah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
  • visibility 1.051
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

STAF Khusus Menteri Keuangan (Stafsus Menkeu) Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki niat untuk mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kepada sektor pendidikan.

Namun, ada satu kondisi yang dikecualikan untuk dibebaskan dari pajak, yakni sekolah yang eksklusif. Di mana hal itu semakin membuat kesenjangan pendidikan di Indonesia semakin besar.

“Tidak ada niat sedikit pun pemerintah mengenakan PPN atas jasa pendidikan umum, apalagi jasa pendidikan yang dikelola oleh yayasan, oleh pihak-pihak yang selama ini digerakkan oleh kepedulian dan misi kemanusiaan, misi sosial,” kata Yustinus dalam sebuah diskusi secara virtual bertema “Pajak Pendidikan?” pada, Minggu (13/6/2021).

Yustinus menggambarkan sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, sekolah Muhammadiyah adalah sekolah yang memiliki tujuan untuk meringankan tugas negara dalam memberikan hak pendidikan kepada seluruh warga negara tidak termasuk dalam skema PPN.

“Saya meminjam istilah Pak Haedar Nasir Ketua PP Muhammadiyah, kami (Muhammadiyah) itu membantu meringankan tugas negara, mencerdaskan kehidupan anak bangsa, syukur-syukur di bantu, bukan malah dibebani, dan kita sepakat dalam hal itu. Jadi kami tegaskan tidak ada niat juga untuk memajaki alat,” jelasnya.

Yustinus menambahkan, saat ini banyak berdiri sekolah-sekolah yang sama sekali abai pada misi-misi sosial, mengenakan biaya sangat mahal dan hanya kelompok tertentu yang bisa mengakses, akhirnya ketimpangan dan kesenjangan makin lebar.

Alhasil karena sekolah yang besifat elitis itu pun, banyak orang yang tidak bisa mengenyam pendidikan secara memadai. Contohnya adalah seperti satuan pendidikan internasional, lembaga kursus, privat serta pelatihan profesional berbayar.

“Jelas hal seperti ini profit oriented, hal seperti ini bukan misi sosial, boleh enggak (beroperasi), boleh beroperasi, tetapi alangkah baiknya yang bisa mengonsumsi jasa-jasa itu berbagi melalui pajak supaya uangnya bisa dikumpulkan negara, lalu bisa di redistribusi kan untuk membantu pendidikan mereka yang tidak mampu itu prinsip,” kata Yustinus.

Untuk diketahui, pemerintah mewacanakan bahan pokok, pendidikan dan kesehatan sebagai objek pajak atau akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hal ini ditujukan sekaligus melakukan pemulihan perekonomian melalui reformasi kebijakan pajak di Indonesia.

“Apa yang dirancang dan diberikan pemerintah, kita ingin memastikan reformasi perpajakan terus dilanjutkan (lewat revisi UU 6/198),” jelas Yustinus.

Langkah ini diambil karena pemerintah juga membutuhkan dana yang besar untuk memulihkan perekonomian, sementara pemerintah sendiri juga telah mengambil bagian dalam hal tersebut dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

Kenapa memberikan bantuan sosial kepada masyarakat, karena penerimaan pajak menurun akibat ekonomi yang bergerak lambat. Bahkan untuk menggerakkan ekonomi, pemerintah terpaksa harus utang ke Bank Indonesia (BI) terlebih dahulu.

“Apapun itu, ini tanggungan yang harus kita bayar di masa mendatang, maka dalam situasi pandemi, pemerintah bertanggungjawab karena harus melakukan utang (ke BI), kelak ketika itu normal, kitalah para warga negara yang kembali mengambil tanggungjawab, membiayai kehidupan sosial kita ini dengan membayar pajak, itu prinsip,” tuturnya.

Jadi, lanjutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai memikirkan payung kebijakan untuk memulihkan perekonomian Indonesia melalui pajak. Mulai dari pembahasan kerangka kebijakan sampai apa saja instrumen barang dan yang bisa dikenakan pajak.

“Timing sangat kita jaga, tapi payung kita sediakan mulai dari sekarang, kita nggak tahu kelak akan panas atau akan hujan, tapi kita siapkan. Kenapa baru sekarang, menyusun undang-undang itu tidak mudah, proses politik kadang panjang, kadang pendek, apalagi hal yang sensitif perlu penjelasan. Itulah kenapa kita siapkan Sejak saat ini dan nanti diterapkan ketika kita sudah cukup kondusif dan punya kemampuan ekonomi (mulai pulih), itu yang dapat kami tegaskan,” ujar Yustinus.InfoPublik (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Pramuka Bumi Ayu Jadi Tuan Rumah Karang Pamitran Kwarcab Muba

    Desa Pramuka Bumi Ayu Jadi Tuan Rumah Karang Pamitran Kwarcab Muba

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Muba membuka kegiatan Karang Pamitran, di Lapangan Bola Desa Bumi Ayu Kecamatan Lawang Wetan, Senin (23/12/2019). Dalam sambutannya kegiatan tersebut laksanakan di desa yang benar-benar memang memiliki potensi untuk dijadikan kampung atau desa pramuka di Kabupaten Musi Banyuasin. “Alhamdulillah […]

  • Luar Biasa, Rumah Tahfidz Ini Dibangun Telan Dana Rp830 juta, Apa Komentar Gubernur ?

    Luar Biasa, Rumah Tahfidz Ini Dibangun Telan Dana Rp830 juta, Apa Komentar Gubernur ?

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

    YAYASAN Masjid Al-Ikhlas yang berada di Jalan Dwikora II Komplek YKP 2, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang ini berhasil membangun rumah Tahfidz yang cukup megah Keberadaan rumah tahfidz tersebut adalah dukungan masyarakat terhadap program keagamaan. Terlebih, rumah tahfidz tersebut didirikan masyarakat secara swadaya dengan dana pembangunan sekitar Rp 830 juta. Gubernur […]

  • Muba Terbaik Respon Rate Sensus Penduduk Online 2020

    Muba Terbaik Respon Rate Sensus Penduduk Online 2020

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin meraih respon rate terbaik ketiga pada sensus penduduk online 2020 dalam Provinsi Sumatera Selatan. Kepala Badan Pusat Statistik Muba Sunita SE MSi pada acara penyerahan penghargaan sensus penduduk online 2020 Siswa se-Kabupaten Musi Banyuasin, yang dihadiri Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi, […]

  • Target 23 Persen Pada Tahun 2025, Pembangkit Energi Baru Terbarukan Sudah Capai 13 Persen

    Target 23 Persen Pada Tahun 2025, Pembangkit Energi Baru Terbarukan Sudah Capai 13 Persen

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    DIREKTUR Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini menyatakan bauran pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT), telah mencapai 13 persen atau setara 7,9 gigawatt (GW) dari total kapasitas pembangkit sebesar 63 GW per Juni 2021. “Kami berkomitmen penuh mendukung pemerintah mencapai target bauran energi baru terbarukan nasional sebesar 23 persen pada 2025,” kata Zulkifli melalui keterangan […]

  • Bekal Cerdas Para Founder

    Bekal Cerdas Para Founder

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 793
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada pepatah lama yang bilang, “Tak ada rotan, akar pun jadi” Tapi di zaman digital sekarang, pepatah itu harus di-update.Tak ada investor, mentor pun dicari. Itulah semangat yang dibawa Kemenekraf dalam program BEKUP 2025, sebuah oase di padang gersang startup Indonesia yang kadang lebih banyak slide presentasi daripada omzet. BEKUP, singkatan dari Badan Ekraf […]

  • Curhat Warga Gandus Soal Sulitnya Mendapat Modal Usaha, Jika terpilih jawab Nandriani..!

    Curhat Warga Gandus Soal Sulitnya Mendapat Modal Usaha, Jika terpilih jawab Nandriani..!

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ratusan warga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berdomisili di Perum PNS Pemkot kecamatan Gandus, menyampaikan berbagai keluhan terkait sulitnya permodalan dalam menjalankan bisnis usaha rumah tangga. Bahkan tidak jarang pelaku UMKM yang mayoritas ibu rumah tangga ini harus gali lobang tutup lobang untuk menjalan usahanya. “Sebenarnya saya malu mengungkapkannya, tetapi […]

expand_less
WordPress Archive Bizconmy – Business and Consulting WordPress Theme Bizency – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme BizGUE – Business Elementor Template Kit Bizi – A WordPress Theme for Food Bloggers BiziCorp – Business Consulting Elementor Template Kit Bizix – Corporate and Business WordPress Theme Bizkar – Creative Agency WordPress Theme Bizkeep – Bookkeeping & Accounting Service Elementor Template Kit bizNext – Corporate Business Template Kit Biznise – Business Consulting Elementor Template Kit