Bukan Perang atau Perpeloncoan, Ini Misi 1.509 Kadet Unhan di Sekolah Rakyat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Selama ini, kadet identik dengan latihan fisik, baris-berbaris, dan kehidupan yang lekat dengan kedisiplinan. Namun, pada Oktober ini, ribuan kadet Universitas Pertahanan (Unhan) RI mendapat tugas berbeda. Mereka akan turun langsung ke Sekolah Rakyat untuk mendampingi siswa membangun karakter dan kebiasaan positif.
Sebanyak 1.509 kadet dan personel Unhan diberangkatkan ke 181 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia, Jumat (9/10/2026). Mereka akan menjalankan misi pengabdian selama 9-27 Oktober 2026, dengan masa pendampingan di sekolah selama dua minggu.
Pemberangkatan dilakukan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto di Skadron Udara 18, Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Bukan untuk membawa siswa menjalani latihan militer, para kadet justru diminta menjadi contoh dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian. Pendekatannya pun harus menyesuaikan usia serta kemampuan siswa.
Gus Ipul mengingatkan anak-anak Sekolah Rakyat membutuhkan pendampingan yang utuh. Sebagian dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan masih memerlukan dukungan untuk beradaptasi dengan kehidupan di sekolah berasrama.
“Ini adalah siswa-siswa ‘istimewa’ yang membutuhkan pendampingan menyeluruh dan utuh. Dibutuhkan empati dan kerja dengan hati,” kata Gus Ipul saat memimpin upacara pelepasan mengutip laman resmi kemensos, Jumat (9/10/2026).
Bukan perpeloncoan, kedisiplinan dibangun lewat kebiasaan
Satu hal ditegaskan Gus Ipul, pengabdian tersebut tidak boleh menjadi ajang perpeloncoan. Kedisiplinan yang ingin ditanamkan harus dibangun melalui pembiasaan yang positif, bukan perlakuan yang melampaui kebutuhan siswa.
Para kadet diharapkan membantu anak-anak belajar menaati jadwal, menjaga kerapian, serta bertanggung jawab atas kegiatan sehari-hari. Mereka juga diminta memberikan keteladanan, bukan menyeragamkan kemampuan setiap siswa.
Gambaran pendekatan itu terlihat dalam demonstrasi seusai upacara pemberangkatan. Dua kadet memperagakan cara merapikan tempat tidur, melipat selimut, hingga menata pakaian di dalam lemari.
Hal-hal yang terlihat sederhana tersebut menjadi bagian dari pembelajaran hidup tertib dan mandiri. Siswa diharapkan bisa menerapkannya dalam rutinitas mereka, terutama selama tinggal di lingkungan sekolah berasrama.
Tak hanya soal kerapian, para kadet juga memperagakan cara mengajar melalui nyanyian dan permainan peran edukatif. Materinya mengangkat sopan santun dalam kehidupan sehari-hari, dengan pendekatan yang lebih interaktif.
Sementara itu, siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Jakarta menampilkan baris-berbaris variasi dengan gerakan kompak yang mendapat tepuk tangan dari para hadirin.
Kadet diminta ikut memutus rantai kemiskinan
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan, program ini menjadi kesempatan bagi para kadet untuk menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di Unhan kepada masyarakat.
Ia meminta para peserta berbagi pengetahuan sekaligus memberikan contoh tentang akhlak, kedisiplinan, nasionalisme, dan bela negara kepada siswa Sekolah Rakyat.
Menurut Donny, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Karena itu, pengabdian ini tidak sekadar menjadi pengalaman bagi para kadet, tetapi juga diharapkan memberi manfaat bagi anak-anak yang mereka dampingi.
“Kalian adalah salah satu aktor yang ikut berperan dalam memutus rantai kemiskinan dan rantai permasalahan sosial yang ada di bangsa Indonesia ini,” ujar Donny.
Gus Ipul juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga lingkungan pendidikan dari perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi. Ia menekankan bahwa pendampingan harus mengedepankan empati dan kesetaraan dalam pendidikan.
Ribuan personel bawa beragam materi ke sekolah
Dari total 1.509 personel yang terlibat, sebanyak 1.188 merupakan kadet Unhan, 74 perwira siswa kedokteran, 182 pendamping organik, 24 koordinator wilayah, dan 41 pimpinan.
Selama bertugas, mereka akan memberikan materi disiplin dan kepemimpinan, Pancasila dan bela negara, pembinaan jasmani, kepramukaan, seni dan budaya, serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Materi nasionalisme dan sejarah perjuangan bangsa juga menjadi bagian dari kegiatan.
Pendampingan menyasar siswa Sekolah Rakyat jenjang SD, SMP, dan SMA. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap para siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, sekaligus memiliki kebiasaan positif yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah upacara pelepasan di Halim Perdanakusuma, para kadet diberangkatkan melalui jalur udara dan darat menuju sekolah penempatan masing-masing.
Selama dua minggu, tantangannya bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan bagaimana menjadi teladan yang bisa diikuti siswa. Di situlah pengabdian para kadet di Sekolah Rakyat diharapkan membawa dampak nyata. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
