Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kapur Tulis dan Era AI, Begini Transformasi Pendidikan Matematika Unsri

Kapur Tulis dan Era AI, Begini Transformasi Pendidikan Matematika Unsri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Dunia pendidikan terus berubah, jika dahulu papan tulis dan kapur menjadi bagian utama kegiatan belajar mengajar, kini teknologi digital hingga kecerdasan buatan (AI) mulai membuka cara baru dalam menyampaikan ilmu pengetahuan.

Perubahan itu juga menjadi bagian dari perjalanan Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (FKIP Unsri).

Memasuki momenDies Natalis ke-65 FKIP Unsri, program studi ini memiliki cerita panjang tentang perkembangan pendidikan, capaian akademik, hingga tantangan yang harus dijawab pada masa mendatang.

Perjalanan tersebut bukan semata-mata soal pergantian alat belajar. Ada tuntutan yang lebih besar, yakni bagaimana menjaga kualitas pendidikan hingga menyiapkan calon pendidik yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

Pada masa awal, pembelajaran matematika identik dengan papan tulis, kapur, buku-buku cetak, serta latihan soal di ruang kelas. Akses terhadap sumber belajar belum semudah sekarang. Dosen dan mahasiswa harus mengandalkan fasilitas yang tersedia untuk menjalankan kegiatan akademik.

Namun, keterbatasan itu tidak menghentikan proses pendidikan, dari lingkungan akademik tersebut, lahir alumni yang kemudian menempuh berbagai jalur pengabdian, mulai dari menjadi guru, kepala sekolah, pejabat di bidang pendidikan, hingga akademisi.

Jejak para alumni menjadi bagian dari kontribusi Pendidikan Matematika FKIP Unsri dalam mendukung perkembangan pendidikan, khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel). Pengalaman masa lalu tersebut bisa menjadi bekal untuk menghadapi perubahan yang semakin cepat.

Kini, tantangan pendidikan tidak lagi sama sebab, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, tata kelola, serta kompetensi sumber daya manusia.

Di lingkungan Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unsri, upaya tersebut tercermin melalui sejumlah capaian sivitas akademika.

Prof. Dr. Hapizah, S.Pd., M.T.,Koordinator Program Studi, meraih penghargaan Korprodi Terbaik II di lingkungan FKIP Unsri. Sementara itu, Annisa Oktavia Lestari, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih Peringkat 2 Terbaik pada Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XXXIV.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan program studi. Peran pimpinan dan dosen menjadi penting dalam menjaga mutu akademik sekaligus mendorong lahirnya lingkungan belajar yang terus berkembang.

Sementara pada akreditasi, Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unsri juga telah mengantongi akreditasi internasional ASIIN dan predikat Unggul dari LAMDIK.

Pengakuan ini menjadi modal penting untuk menjaga kualitas pendidikan dan memperkuat kepercayaan terhadap penyelenggaraan pembelajaran. Bahkan berbagai informasi mengenai capaian tersebut turut dipublikasikan melalui situs resmi FKIP Unsri.

Ada hal lain yang ikut memperlihatkan perkembangan pendidikan matematika di Unsri. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, rumus, dan perhitungan, tetapi juga didorong mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan dan prestasi.

Yunni Artha, alumni Magister Pendidikan Matematika Unsri, serta Ridho Rahman, mahasiswa Magister Pendidikan Matematika yang meraih juara III mahasiswa berprestasi, menjadi bagian dari capaian yang mewarnai perjalanan akademik program studi ini.

Di bidang kewirausahaan, sebanyak 12 tim mahasiswa juga berhasil lolos dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).

Keikutsertaan tersebut memperlihatkan mahasiswa matematika memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik. Kemampuan menganalisis persoalan, menyusun strategi, dan berpikir sistematis dapat menjadi bekal untuk merintis usaha maupun membaca peluang di dunia kerja.

Dengan demikian, pembelajaran matematika tidak berhenti pada kemampuan mencari jawaban yang benar. Prosesnya juga berkaitan dengan cara berpikir, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan secara terukur.

Tantangan baru di tengah perkembangan AI

Jika masa lalu diwarnai keterbatasan fasilitas, masa depan justru menghadirkan tantangan yang berbeda. Kecerdasan buatan, ilmu data atau data science, serta perkembangan teknologi digital mulai memengaruhi cara manusia belajar dan bekerja.

Situasi ini membuat peran calon guru matematika semakin luas. Mereka tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami teknologi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mampu membimbing siswa menghadapi persoalan yang semakin kompleks.

Kehadiran AI, misalnya, dapat membantu proses belajar melalui penyediaan informasi dan penjelasan materi. Namun, siswa tetap perlu memahami konsep, memeriksa kebenaran jawaban, serta mengetahui bagaimana sebuah kesimpulan diperoleh.

Di sinilah kemampuan bernalar matematis dan computational thinking menjadi relevan. Matematika bukan sekadar menghitung angka, melainkan juga melatih seseorang mengenali pola, menyusun langkah penyelesaian, dan mengambil keputusan berdasarkan penalaran.

Untuk Pendidikan Matematika FKIP Unsri, perkembangan tersebut menjadi peluang untuk terus memperkuat inovasi pembelajaran. Teknologi perlu dimanfaatkan secara tepat tanpa mengesampingkan kemampuan pedagogis dan pendekatan humanis yang menjadi bagian penting dari profesi pendidik.

Sebab, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, proses pendidikan tetap membutuhkan guru yang mampu memahami kebutuhan siswa, membangun komunikasi, dan menumbuhkan semangat belajar.

Jadi, Peringatan Dies Natalis ke-65 FKIP Unsri menjadi momen untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menyiapkan langkah berikutnya.

Bagi Prodi Pendidikan Matematika, pengalaman panjang, prestasi sivitas akademika, serta capaian akreditasi menjadi modal untuk terus berkembang. Tantangannya adalah bagaimana seluruh capaian tersebut dapat diterjemahkan menjadi pembelajaran yang semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Perubahan dari kapur tulis menuju teknologi digital menunjukkan, dunia pendidikan tidak pernah berhenti bergerak. Metode belajar dapat berubah, perangkat pembelajaran dapat berkembang, dan kebutuhan kompetensi dapat semakin luas.

Namun, tujuan utamanya tetap sama, yakni membentuk manusia yang mampu berpikir, memahami persoalan, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Di usia ke-65 FKIP Unsri, perjalanan Pendidikan Matematika menjadi pengingat bahwa masa depan pendidikan tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi. Perguruan tinggi juga perlu menyiapkan pendidik yang mampu memanfaatkan perubahan tersebut untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna.

Kapur tulis mungkin menjadi bagian dari cerita masa lalu. AI kini hadir sebagai salah satu alat pembelajaran masa depan. Di antara keduanya, kualitas pendidik dan kemampuan berpikir kritis tetap menjadi bagian penting yang menentukan arah pendidikan selanjutnya. (***)

Penulis  : Ayu Ilmiati Rasyid &Mia Saputri.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Idul Adha, Ada OP di OKI, Apa saja yang di jual !

    Jelang Idul Adha, Ada OP di OKI, Apa saja yang di jual !

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten OKI menggelar Operasi Pasar [OP],Jumat (14/6/2024) pagi. Warga OKI pun langsung menyerbu, ada berapa komoditi yang dijual murah, antara lain cabai, minyak goreng, telur dan sayuran, semuanya  langsung ludes saat operasi pasar perdana jelang Idul Adha itu dibuka. Operasi […]

  • Masyarakat diingatkan hati-hati, Sebagian Wil.Indonesia Berpotensi Hujan, Petir dan Angin Kencang

    Masyarakat diingatkan hati-hati, Sebagian Wil.Indonesia Berpotensi Hujan, Petir dan Angin Kencang

    • calendar_month Senin, 23 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.517
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Masyarakat di Indonesia diingatkan selalu hati-hati, pasalnya sebagian wilayah Indonesia berpotensi turun hujan lebat disertai petir. Hal itu diungkapkan dalam laporan  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memperkirakan hujan lebat terjadi pada 23-25 April 2018. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo dalam keterangannya mengatakan adapun hujan lebat disertai petir tersebut terjadi […]

  • Panen raya cabai, salah satu upaya OKI untuk pengendalian inflasi

    Panen raya cabai, salah satu upaya OKI untuk pengendalian inflasi

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Ir. Asmar Wijaya M.Si melakukan peninjauan sekaligus panen raya cabe bersama petani dari kelompok ketahanan pangan kebun cabe Desa Sukasari Kecamatan Mesuji Raya, Senin (3/6/2024). Selain dibudidaya petani, cabe ini juga ditanam oleh kades melalui dana desa yang peruntukannya untuk ketahanan pangan. Cabe yang dibudidaya oleh petani […]

  • Agar Anak –Anak Mencintai Nabi Muhammad SAW, Begini Tips Sederhana Yang Ajarkan Ustadz Dr.H. Das’ad Latif, Ph.D.

    Agar Anak –Anak Mencintai Nabi Muhammad SAW, Begini Tips Sederhana Yang Ajarkan Ustadz Dr.H. Das’ad Latif, Ph.D.

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

      PERINGATAN Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah yang digelar TP PKK Sumsel di Griya Agung dengan menerapkan protokol kesehatan berlangsung khusyuk dan istimewa.   Selain dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, acara ini juga menghadirkan sosok ustadz kocak yang tengah viral saat ini, Dr.H. Das’ad Latif, Ph.D.   Dalam tausiahnya, ustadz yang terkenal […]

  • YLKI Minta BPOM Sumsel Periksa Sampel Makanan Penyebab Dugaan Keracunan di RSUD Lahat

    YLKI Minta BPOM Sumsel Periksa Sampel Makanan Penyebab Dugaan Keracunan di RSUD Lahat

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Lahat – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya Sanderson Syafe’i, ST. SH meminta agar sampel makanan yang menyebabkan puluhan pegawai RSUD terutama pegawai Cleaning Service RSUD Lahat keracunan diperiksa oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Selatan. “Sampel makanannya sudah selayaknya dikirim dan diperiksa Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar hasil uji […]

  • Komit Koordinasi Tantangan Global

    Komit Koordinasi Tantangan Global

    • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.936
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta –Negara anggota G20 berkomitmen menjaga koordinasi dalam implementasi kebijakan fiskal dan moneter yang saling mendukung, serta memandang penting stabilitas sistem keuangan dan reformasi struktural dalam menghadapi tekanan global yang kian meningkat saat ini. Demikian mengemuka dalam pertemuan ketiga sekaligus pertemuan terakhir dalam rangkaian Framework Working Group (FWG) Presidensi G20 2022. Lantunan gamelan dari […]

expand_less
WordPress Archive Mojado – Mobile Friendly Hotel WordPress Theme Mojito – Digital Agency WordPress Theme Mojuri – Jewelry Store WooCommerce WordPress Theme Moko | Creative Digital Agency WordPress Theme + RTL Ready Molla – eCommerce HTML5 Template Molla | Multi-Purpose WooCommerce Theme Molli – Creative Portfolio & Agency Theme Molongui Authorship Pro Molte Fashion and Food WooCommerce Theme Momen – Photography & Blog Elementor Template Kit