Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » 4.614 Santri Ikuti Seleksi Daring Beasiswa Santri Berprestasi 2021, Perguruan Tinggi Mana Saja

4.614 Santri Ikuti Seleksi Daring Beasiswa Santri Berprestasi 2021, Perguruan Tinggi Mana Saja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
  • visibility 1.113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIAN Agama hari ini, Selasa (27/4/2021), menggelar seleksi tahap pertama Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun 2021 untuk pilihan studi di perguruan tinggi dalam negeri. Seleksi berlangsung dari jam 09.00 – 12.00 WIB.

“Seleksi PBSB tahun ini diikuti 4.614 santri dari total 9.861 santri yang mendaftar. Seleksi secara serentak dilaksanakan secara daring di lokasi keberadaan santri masing-masing,” jelas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

“Mereka akan memperebutkan 230 kuota yang tersedia dan tersebar di 21 perguruan tinggi,” sambungnya.

Waryono menjabarkan, santri yang mengikuti tes tahap pertama berasal dari 1.356 Pesantren di 33 provinsi. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak adalah Jawa Timur (900 Santri), Jawa Barat (687), Jawa Tengah (652), Sulawesi Selatan (320), Daerah Istimewa Yogyakarta (222), Sumatera Utara (207), Aceh (189), Banten (134), Sumatera Barat (133), dan Sumatera Selatan (127). Sedang tiga provinsi dengan peserta paling sedikit adalah Sulawesi Utara (4), Sulawesi Barat (4), Kalimantan Utara (2) Santri.

“Sayangnya ada 1 provinsi yang tidak ada keterwakilan santri pendaftar, yakni Nusa Tenggara Timur,” ungkap Waryono.

Seleksi hari ini berupa tes berbasis elektronik. Santri mengikuti tes dengan menggunakan perangkat komputer maupun gadget berbasis android. “Alhamdulillah tes berjalan lancar. Sejak awal kami mensosialisasikan agar peserta memperhatikan stabilitas jaringan internet serta daya tahan baterai perangkat yang digunakan,” jelas Waryono.

Menurutnya, tes tahap pertama PBSB berbasis elektronik ini dibagi menjadi dua sesi. Pertama, tes kepesantrenan dan tes potensi akademik. Kedua, tes materi akademik dan bahasa.

“Hasil seleksi PBSB tahap pertama ini akan diumumkan melalui website Kementerian Agama, Website PBSB serta akun santri masing-masing pada 7 Mei mendatang. Santri yang dinyatakan lulus, dapat mengikuti seleksi tahap kedua berupa tes lisan dan wawancara pada 18-21 Mei mendatang,” ujar Waryono.

Waryono menambahkan, PBSB menjadi bagian dari afirmasi Kemenag dalam memperluas akses santri untuk mendapatkan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi. Kebijakan ini didasarkan pada fakta posisi strategis pesantren dalam ikut mencerdaskan dan mengawal moderasi beragama demi mewujdukan kedamaian kehidupan berbangsa.

“Peran besar pesantren berkontribusi dalam peningkatan akses partisipasi pendidikan masyarakat telah diakui semua pihak. Namun hal ini perlu ditindaklanjuti dengan usaha untuk meningkatkan mutu dan kapasitas kelembagaaan pendidikan, bahkan terhadap komunitas pesantren, khususnya santri,” terangnya.

Berjalan sejak 2005, telah banyak kiprah yang ditorehkan para alumni PBSB di berbagai bidang. Selain di pesantren, tidak sedikit dari mereka yang kini berkarir di pemerintahan, kedutaan besar, dosen, dan banyak juga yg menempuh pendidikan jenjang magister dan doktoral baik di dalam maupun luar negeri.

“Tahun ini, kita tengah fokus pada tracer study untuk mendapatkan akurasi sebaran data alumni PBSB,” ungkapnya.

Ke depan, Waryono berharap, alumni PBSB menjadi generasi tangguh, berakhlak mulia, damai, toleran dan menjadi agen moderasi beragama serta mampu berkomunikasi dengan siapapun dengan cara-cara yang makruf. Mereka juga bisa menjadi tonggak keberlanjutan pesantren di provinsi masing-masing.

Sebagai santri generasi milenial, mereka kelak akan mengembangkan potensi pesantren dengan bekal pemahaman dan penguasaan ilmu agama (tafaqquh fiddin) serta penentuan maslahat kemanusiaan (tafaqquh fii mashalihil kholqi) di masa depan. “Alumni PBSB diharapkan lebih responsif dan mampu mentransformasikan keberagamaan dan kemanusiaannya sebagai bentuk solusi terhadap persoalan-persoalan dalam konteks kekinian,” pesan Waryono.Kemenag.Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Pangan Global Mengintai, RI Sudah Siap?

    Krisis Pangan Global Mengintai, RI Sudah Siap?

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    KRISIS pangan global bukan hanya bayang-bayang semata, tapi nyata, pasalnya ditengah situasi itu, Indonesia juga tak lepas dari bayang-bayang dampaknya. Menyusul konflik geopolitik yang makin memanas, lonjakan harga energi, hingga gangguan jalur logistik dunia mulai membentuk satu pola yang sama, tekanan terhadap pasokan pangan kian nyata. Pertanyaannya, di tengah situasi seperti itu, apakah Indonesia benar-benar […]

  • 40 Hektare Zona Inti TNBBS Dirambah, 4 Tersangka Kini Ditahan

    40 Hektare Zona Inti TNBBS Dirambah, 4 Tersangka Kini Ditahan

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan setelah aparat mengungkap dugaan perambahan di sekitar 40 hektare zona inti Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Bengkulu. Keempat tersangka berinisial TS (39), HY (63), SF (41), dan S (54). Mereka telah ditahan di Rutan Polda Bengkulu setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan gelar perkara bersama Korwas […]

  • Penanganan Covid-19 Jangan Lengah, Pemda Diminta Wajib Cari Tahu Penyebab Utama Kasus Kematian Pasien di Daerahnya, Begini Alasan Satgas Covid-19

    Penanganan Covid-19 Jangan Lengah, Pemda Diminta Wajib Cari Tahu Penyebab Utama Kasus Kematian Pasien di Daerahnya, Begini Alasan Satgas Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.367
    • 0Komentar

    PERKEMBANGAN baik penanganan COVID-19 di bulan Agustus 2021 jangan disikapi dengan lengah oleh semua pemerintah daerah (Pemda). Pemda wajib mencari tahu penyebab utama kasus kematian pasien yang ada di daerahnya. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut angka kematian per Agustus 2021 tercatat sebanyak 37.330 kasus. Disamping itu, saat ini varian delta masih […]

  • Pandemi Virus Corona, LAMR  Imbau Perusahaan Besar di Riau Peduli

    Pandemi Virus Corona, LAMR  Imbau Perusahaan Besar di Riau Peduli

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.525
    • 0Komentar

    LEMBAGA Adat Melayu Riau (LAMR) mengimbau dan mengajak perusahaan besar yang beroperasi di  Bumi Melayu Provinsi Riau memiliki kepedulian membantu pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat yang saat ini tengah menghadapi wabah pandemi Virus Corona (Covid-19). “Jika selama ini mereka mengeruk triliunan rupiah dari hasil bumi Riau melalui perusahaan perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri (HTI), […]

  • Cerita Orca 05 dari Enggano, Pelukan Negara di Tengah Laut

    Cerita Orca 05 dari Enggano, Pelukan Negara di Tengah Laut

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    “Saat kapal niaga tak lagi bisa masuk pelabuhan, KP Orca 05 hadir layaknya tangan sahabat yang datang di saat paling dibutuhkan” NEGERI kepulauan ini, terkadang urusan antar-jemput warga lebih ribet dari skripsi mahasiswa semester tua. Contohnya Pulau Enggano, Bengkulu, yang mendadak jadi “zona karantina alami” gegara alur Pelabuhan Pulau Baai makin dangkal. Kapal niaga? Mangap […]

  • Tim Terpadu Sumsel Kolaborasi Musnahkan Narkoba dan Obat Kadaluarsa

    Tim Terpadu Sumsel Kolaborasi Musnahkan Narkoba dan Obat Kadaluarsa

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.260
    • 0Komentar

    Palembang- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, bersama Kepolisian, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dan BNN Provinsi Sumsel memusnahkan sebanyak kurang lebih 2100 item dan sekitar 331.723 butir obat kedaluarsa.

expand_less
WordPress Archive Device Scroll Image For WPBakery Page Builder Device Slider For WPBakery Page Builder Devicer | Electronics, Mobile & Tech Store Devicer – Electronics, Mobile & Tech Store WordPress Theme Devita – Multipurpose Theme for WooCommerce DevKit – Flutter UI Kit Devon – Model Agency Directory WordPress Theme Dewok – Digital Agency Template Kit Dexfly Drone & Aerial Photography Elementor Template Kit Dexfolio – Creative Portfolio & Agency WordPress Theme