Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Krisis Pangan Global Mengintai, RI Sudah Siap?

Krisis Pangan Global Mengintai, RI Sudah Siap?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KRISIS pangan global bukan hanya bayang-bayang semata, tapi nyata, pasalnya ditengah situasi itu, Indonesia juga tak lepas dari bayang-bayang dampaknya.

Menyusul konflik geopolitik yang makin memanas, lonjakan harga energi, hingga gangguan jalur logistik dunia mulai membentuk satu pola yang sama, tekanan terhadap pasokan pangan kian nyata.

Pertanyaannya, di tengah situasi seperti itu, apakah Indonesia benar-benar siap?

Laporan terbaru dari World Food Programme memberi peringatan serius, jika konflik berkepanjangan dan harga energi tetap tinggi, puluhan juta orang di dunia berpotensi jatuh ke dalam kondisi rawan pangan akut.

Angka ini menunjukkan  ancaman krisis pangan bukan lagi kemungkinan jauh, melainkan risiko yang perlahan mendekati.

Sebab dalam sistem global yang saling terhubung, satu gangguan di satu kawasan bisa menjalar cepat ke seluruh dunia.

Jalur distribusi terganggu, biaya logistik melonjak, dan harga pangan ikut terdorong naik.

Apalagi negara yang masih bergantung pada impor menjadi pihak paling rentan menghadapi tekanan tersebut.

Namun di tengah bayang-bayang krisis itu, Indonesia mencoba mengambil langkah berbeda.

Indonesia bergerak cepat bukan hanya menunggu dampak datang, pemerintah mulai memperkuat fondasi dari dalam negeri.

Produksi pangan digenjot, cadangan diperkuat, dan sistem pertanian dibenahi agar lebih efisien serta tahan terhadap gejolak global.

Langkah ini tidak berdiri sendiri, pemerintah mulai menjalankan strategi ganda guna meningkatkan produktivitas lahan yang sudah ada sekaligus membuka sumber produksi baru.

Di satu sisi, intensifikasi dilakukan melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi, hingga peningkatan indeks pertanaman.

Di sisi lain, ekstensifikasi berjalan lewat program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa.

Pendekatan ini mulai menunjukkan hasil, pasalnya produksi beras nasional meningkat, sementara cadangan pangan pemerintah berada pada level yang relatif aman.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kondisi ini menjadi bantalan penting untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Namun, perubahan terbesar justru terjadi di balik layar, pada aspek yang selama ini kerap luput dari perhatian birokrasi dan distribusi.

Rantai regulasi yang sebelumnya panjang kini dipangkas. Proses distribusi pupuk yang dulu berlapis kini dibuat lebih sederhana dan langsung.

Dampaknya memang terasa nyata di lapangan, karena pupuk lebih cepat sampai ke petani, biaya produksi menurun, dan proses tanam tidak lagi tertunda.

Perbaikan ini menjadi krusial, karena dalam pertanian, waktu adalah segalanya.

Keterlambatan distribusi bisa berdampak langsung pada hasil panen.

Tak bisa ditunda

Di saat yang sama, modernisasi mulai mengubah pola kerja di sektor pertanian.

Mekanisasi memungkinkan proses tanam dan panen berjalan lebih cepat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja. Efisiensi meningkat, biaya produksi ditekan, dan lahan bisa dimanfaatkan lebih optimal dengan pola tanam yang lebih intensif.

Efeknya tidak hanya terasa pada produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani.

Ketika biaya turun dan hasil meningkat, pendapatan petani ikut terdorong. Hal itu menjadi faktor yang sangat penting, karena semangat petani untuk terus menanam sangat bergantung pada keuntungan yang mereka peroleh.

Oleh sebab itu,  ketahanan pangan tidak lagi hanya soal ketersediaan beras atau bahan pokok lainnya.

Ketahanan pangan saat ini telah menjadi fondasi stabilitas ekonomi dan sosial.

Krisis pangan di berbagai negara menunjukkan gangguan pasokan bisa berujung pada lonjakan inflasi hingga tekanan sosial yang lebih luas.

Karena itu, memperkuat produksi dalam negeri menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda.

Indonesia memang belum sepenuhnya terlepas dari risiko global. Namun setidaknya dengan fondasi produksi yang terus diperkuat, posisi Indonesia relatif lebih siap dibanding negara yang bergantung penuh pada impor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laman resmi pertanian.go.id belum lama ini menegaskan  ancaman krisis pangan global saat ini nyata dan harus diantisipasi sejak dini.

Ia menerangkan setiap negara perlu memperkuat ketahanan pangannya dan tidak bergantung pada negara lain.

Menurutnya, kenaikan harga energi, gangguan distribusi, serta konflik geopolitik berpotensi memicu lonjakan harga pangan global seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Dalam kondisi seperti itu, negara yang mampu memproduksi pangannya sendiri akan berada pada posisi yang lebih aman.

Pernyataan tersebut mencerminkan arah kebijakan yang kini ditempuh.

Ketika ketidakpastian global sulit dikendalikan, memperkuat kapasitas dalam negeri menjadi pilihan paling rasional.

Apalagi  krisis pangan global mungkin tidak bisa sepenuhnya dihindari. Namun setidaknya dampaknya bisa ditekan jika setiap negara memiliki strategi yang tepat.

Indonesia kini berada di persimpangan itu, antara ancaman global yang terus mengintai dan upaya memperkuat diri dari dalam.

Jawabannya mungkin belum sepenuhnya pasti, tetapi satu hal mulai terlihat, persiapan itu sedang dibangun, sedikit demi sedikit, dari sawah hingga kebijakan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAMR Adakan Tepuk Tepung Tawar Untuk Wakapolri

    LAMR Adakan Tepuk Tepung Tawar Untuk Wakapolri

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 895
    • 0Komentar

    LEMBAGA Adat Melayu Riau (LAMR) mengadakan tepuk tepung tawar untuk Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen. Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si, Sabtu mendatang (11/01/2020). Hal ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Riau sekaligus berharap agar Gatot yang baru dilantik sebagai Wakapolri itu dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Ketua Panitia Tepuk Tepung Tawar […]

  • 14 Tahun Mengabdi, Akhirnya Eko Windarti Guru Honor SD di Muba Lulus Tahap I PPPK  

    14 Tahun Mengabdi, Akhirnya Eko Windarti Guru Honor SD di Muba Lulus Tahap I PPPK  

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    EKO  Windarti, guru honor di SD Negeri 4 Air Balui Muba agak sedikit bernapas lega. Selama 14 tahun menjadi guru honorer membuat dirinya tak patah arang, hingga akhirnya pada 8 Oktober lalu dirinya dinyatakan lulus tes tahap pertama PPPK di Kabupaten Muba. “Alhamdulillah, lulus tes PPPK. Ini menjadi harapan kami guru honorer yang sudah lama mengabdi,” […]

  • Dari pesimisme berlebihan jadi optimisme berlebihan – Coface Barometer Q4 2022

    Dari pesimisme berlebihan jadi optimisme berlebihan – Coface Barometer Q4 2022

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 552
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Hong Kong SAR,  Media OutReach – Tahun 2023 dimulai dengan kabar baik di bidang ekonomi makro. Pertama, Eropa telah menghindari resesi yang tampaknya sudah lama dijanjikan. Keuntungan efisiensi dan perlambatan aktivitas telah menyebabkan penurunan tajam dalam harga energi dan dengan demikian perlambatan inflasi yang disambut baik. Terakhir, prospek rebound di Tiongkok pada paruh kedua tahun ini, […]

  • Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi Masa Pandemi, OJK-KOMINFO Perkuat Digitalisasi Sektor Keuangan

    Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi Masa Pandemi, OJK-KOMINFO Perkuat Digitalisasi Sektor Keuangan

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.770
    • 0Komentar

    OTORITAS Jasa Keuangan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika RI sepakat memperkuat digitalisasi di sektor jasa keuangan untuk memperluas layanan dan tetap melindungi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Demikian kesimpulan yang muncul dalam pertemuan virtual Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate mengenai Arahan dan Diskusi Perkembangan […]

  • “Sumpah Rupiah: Belajar Cinta Uang, Bukan Cinta Utang”

    “Sumpah Rupiah: Belajar Cinta Uang, Bukan Cinta Utang”

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.196
    • 0Komentar

    DULU, para pemuda bersumpah satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa.Sekarang, generasi baru kayaknya perlu bikin satu lagi yaitu Sumpah Rupiah,  satu cinta, satu dompet, satu saldo minimal lima belas ribu.hahaha!.ada aja guyonnya… Lha, gimana nggak? Hari gini banyak yang cinta tanah air cuma di caption, tapi begitu lihat diskon 11.11, Nasionalismenya pindah ke toko […]

  • FabriX Kembali ke ComplexCon Hong Kong: Merevolusi Mode Digital dari Hong Kong ke Dunia

    FabriX Kembali ke ComplexCon Hong Kong: Merevolusi Mode Digital dari Hong Kong ke Dunia

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- HONG KONG SAR – 25 Maret 2025 – Setelah debut yang sukses di ComplexCon Hong Kong tahun lalu, FabriX, platform solusi mode digital terkemuka, kembali hadir di 2025 dengan membawa inovasi baru. Kali ini, FabriX semakin menegaskan perannya sebagai jembatan antara desainer mode dan inovasi teknologi, menghadirkan konsep bisnis “on-demand” yang siap mendefinisikan ulang […]

expand_less
WordPress Archive TravelKit – Journal & Blog Template Kit for Elementor Travella – Tours & Travel Agency Elementor Template Kit Travellers – Tour & Travels One Page Theme Travelo | Travel/Tour Booking Responsive WordPress Theme TravelPro – Adventure Tours and Travel Agency WordPress Theme TravelTour – Travel & Booking Template Kit TravelX – Travels Tourism Agency Elementor Template Kit Traven – Personal & Lifestyle Blog WordPress Theme Travenu – Travel & Tour Agency Elementor Template Kit Travesia | Travel Agency and Tour Booking WordPress Theme