Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Bantu Pelaku Usaha Perikanan di Pesisir Selatan

Bantu Pelaku Usaha Perikanan di Pesisir Selatan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
  • visibility 2.614
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUSILAYANTI adalah satu dari 236 pendamping permodalan yang disalurkan Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Warga Kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan,  Kabupaten Pesisir Selatan ini sadar betul akan kekayaan sumber daya daerahnya.

Masuk dalam daerah administratif Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki garis pantai sekitar 200 Km. Sebagian besar masyarakatnya adalah pelaku usaha kelautan dan perikanan. Belum lagi potensi perikanan darat yang menjadi primadona untuk dibudidayakan, seperti nila dan lele.

Meski menyandang gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas, wanita 43 tahun ini lebih memilih terjun di dunia perikanan. Karier yang dititinya sejak 2004 di BPR Koto XI Tarusan, rela ia lepaskan. Tepatnya sejak 2016, ia bergabung dalam Manajemen Usaha Penyuluh Perikanan Bantu KKP.

Alih profesi ke dunia perikanan dan kelautan bukanlah hal sulit. Sebab suami Susilayanti yang berpendidikan S2 Perikanan, sudah sejak lama berprofesi sebagai penyuluh.

Sejak menjadi ujung tombak LPMUKP, hingga saat ini, ibu satu putra dan dua putri ini telah mendampingi 95 pemanfaat dengan miliaran dana pinjaman modal. Tidak ada catatan merah dari para pemanfaat yang didampinginya. Yang ada hanya cerita pelaku usaha merasa sangat  terbantu dengan sistem pendampingan yang ia lakoni.

“Para pelaku usaha tidak langsung dilepas seperti anak ayam yang kehilangan induk. Setelah pencairan masuk ke rekening, mereka akan dibina dan didampingi hingga dinyatakan lunas. Tentu dengan pendampingan ini juga memastikan penggunaan dana bisa tepat,  dengan begitu pengembalian pun lancar,” kisahnya.

Kepiawaiannya dalam menyampaikan keunggulan program pendanaan dari LPMUKP membuahkan hasil. Banyak pelaku usaha memilih LPMUKP karena bunganya yang rendah.

Banyak pengalaman yang didapatnya selama menjadi pendamping. Pernah ada anak muda yang sempat putus asa lantaran mengalami kesulitan modal untuk mengembangkan usaha budidaya lele sistem bioflok. Sampai akhirnya anak muda tersebut bertemu LPMUKP melalui tangan Susilayanti. Usahanya kini berkembang.

“Saya tidak hanya bekerja, melainkan sambil beribadah menolong masyarakat di sini. Banyak yang berterimakasih kepada LPMUKP melalui saya, karena mereka merasa sangat terbantu dan tidak memberatkan,” akunya.

Meski akrab dengan para pemanfaat, Susilayanti tegas menghindari kolusi. Menurutnya, kolusi dalam penyaluran pembiayaan merupakan pangkal kemacetan. Pendamping jadi susah menagih.

“Dalam istilah Minang itu tagigik lidah, dimana bila sudah menerima suatu imbalan dari orang yang kita bantu, maka kita akan sungkan untuk menagih mereka,” pesannya.[***]

KKP

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 33 Alumni Akper Pemkab Muba Lulus CPNS 2018

    33 Alumni Akper Pemkab Muba Lulus CPNS 2018

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    Sumelterkini.co.id,Sekayu – Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengucapkan selamat mengabdi kepada 33 alumni Akper Pemkab Muba yang lulus CPNS tahun 2018. “Alhamdulillah, ini salah satu bukti bahwa alumni Akper Pemkab Muba bisa turut andil memberikan kontribusi di bidang kesehatan di daerah Sumatera Selatan, sekali lagi  Saya ucapkan selamat bertugas dan terus berusaha bekerja dengan […]

  • kurs-rupiah

    Mata Uang Negara Lain Tertekan Dollar AS, Termasuk Rupiah

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.740
    • 0Komentar

    Bank Indonesia (BI) menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi beberapa waktu belakangan disebabkan oleh kondisi global yang juga mengalami ketidakpastian.Pelemahan diklaim tidak hanya terjadi pada nilai tukar rupiah semata, melainkan terhadap mata uang beberapa negara lainnya.

  • Banjirnya Sudah Surut, Jangan Sampai Penyakitnya Ngambek!

    Banjirnya Sudah Surut, Jangan Sampai Penyakitnya Ngambek!

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau banjir bisa kita usir dengan pompa dan doa berjamaah, lain cerita dengan penyakit. Ini makhluk halus versi medis, datangnya tak diundang, pulangnya ogah-ogahan. Begitu air surut, penyakit malah datang ngeluyur seperti tetangga yang baru tahu rumah kita habis disemprot disinfektan pura-pura mau bantu, padahal numpang ngopi. Untunglah, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) […]

  • Relawan Minta Tokoh Masyarakat Jangan Abai Protokol Kesehatan

    Relawan Minta Tokoh Masyarakat Jangan Abai Protokol Kesehatan

    • calendar_month Senin, 16 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    PANDEMI COVID-19 yang melanda Indonesia membawa dampak yang begitu dahsyat bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah kerapkali menghimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu Mencuci Tangan Dengan Sabun, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Aman Minimal 1 Meter. Namun, masih banyak ditemukan anggota masyarakat yang tidak mengindahkan dan menganggap protokol kesehatan sebagai sesuatu yang sepele […]

  • 2 Pasien Covid-19 Sembuh di Banyuasin

    2 Pasien Covid-19 Sembuh di Banyuasin

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.226
    • 0Komentar

    DUA  pasien positif corona di Banyuasin sembuh dan sudah dipulangkan dengan hasil swab dua kali negatif. “Kabar baik hari ini dua pasien COVID-19 dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan, dengan demikian kasus positif di Banyuasin 51 orang dirawat, 48 orang sembuh dan meninggal 7 orang,” jelas Juru Bicara COVID-19 Kabupaten Banyuasin, Aminuddin, kemarin. Pemerintah Pusat telah […]

  • Menduniakan Indonesia Melalui Ekspor Berbasis Hasil Pertanian

    Menduniakan Indonesia Melalui Ekspor Berbasis Hasil Pertanian

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.702
    • 0Komentar

    MENTERI Perdagangan Muhammad Lutfi menyambut baik ekspor perdana untuk komoditas makanan berbasis hasil pertanian yang dilakukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke Australia. Pelepasan ekspor perdana tersebut berlangsung pada Kamis (8/4/2021) di Jakarta. “Kementerian Perdagangan mengapresiasi HIPMI yang berhasil mengekspor produk-produknya ke Australia. Ekspor perdana ini menjadi langkah awal HIPMI berkontribusi dalam menduniakan Indonesia sehingga […]

expand_less
WordPress Archive Themify Builder Counter Themify Builder FitText Themify Builder Image Pro Themify Builder Infinite Posts Themify Builder Mosaic Themify Builder Pointers Themify Builder Pricing Table Themify Builder Pro Themify Builder Progress Bar Themify Builder Slider Pro