Gim Rusia Bidik Indonesia, Digital Lab Sasar Promosi Wisata dan Produk Lokal
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ekraf.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengembang gim asal Rusia, Digital Lab, membidik Indonesia sebagai salah satu negara prioritas di Asia Tenggara. Perusahaan itu menawarkan konsep gim berbasis gamifikasi yang menghubungkan aktivitas bermain dengan promosi destinasi wisata, budaya, serta produk ekonomi kreatif Indonesia.
Konsep dibahas Digital Lab bersama Manna Indonesia Group dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, belum lama ini.
Digital Lab menawarkan model gim yang tidak berhenti pada pengalaman digital. Pengguna dapat diarahkan untuk mengeksplorasi destinasi, menyelesaikan misi, mengumpulkan digital stamp, serta menggunakan layanan dan produk lokal sebagai bagian dari permainan.
Dengan model tersebut, aktivitas dalam gim dapat terhubung dengan pengalaman pengguna di dunia nyata. Destinasi wisata, kegiatan, layanan, hingga produk ekonomi kreatif dapat menjadi bagian dari perjalanan pengguna di dalam platform.
Owner & CEO Digital Lab Rusia Anton Kuchin mengatakan Indonesia dipilih sebagai negara prioritas karena memiliki pasar digital yang besar serta ekosistem ekonomi kreatif yang terus berkembang.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan proyek ini, baik dari sisi pasar digital maupun ekosistem industri kreatifnya,” ujar Anton.
Menurut Anton, konsep ditawarkan juga dirancang untuk memperkenalkan destinasi dan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
Pada saat yang sama, platform tersebut dapat membuka peluang kemitraan dengan pelaku industri, komunitas, maupun mitra bisnis.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai pendekatan gamifikasi berpotensi menjadi media promosi yang menghubungkan pengalaman digital dengan aktivitas di dunia nyata.
“Konsep ini menarik karena tidak hanya menghadirkan pengalaman bermain, tetapi juga mengajak pengguna berinteraksi langsung dengan destinasi, kegiatan, dan potensi kreatif yang dimiliki Indonesia,” kata Irene.
Menurut Irene, pendekatan tersebut dapat menjadi cara alternatif untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia melalui pengalaman digital yang lebih interaktif. Pengguna tidak hanya menerima informasi mengenai suatu destinasi atau produk, tetapi berpotensi terlibat langsung dalam aktivitas yang menjadi bagian dari permainan.
Kementerian Ekraf membuka peluang sinergi dengan kementerian, lembaga, serta mitra strategis sesuai kewenangan masing-masing untuk mendukung pengembangan konsep tersebut.
Kementerian Ekraf juga siap memfasilitasi koneksi antara Digital Lab dengan talenta kreatif, pengembang gim, studio, komunitas, hingga UMKM. Koneksi tersebut diharapkan dapat mempertemukan teknologi yang dikembangkan dengan konten dan produk kreatif Indonesia.
Pertemuan ini menjadi bagian dari penjajakan pengembangan ekosistem gim yang menghubungkan teknologi digital dengan promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Belum ada pengumuman mengenai peluncuran gim atau kerja sama proyek secara resmi. Kementerian Ekraf, Manna Indonesia Group, dan Digital Lab masih membuka ruang untuk mengeksplorasi pengembangan konsep gamifikasi tersebut sesuai kewenangan masing-masing pihak. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
