Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » 30.269 ASN di Lingkungan Pemprov Sumsel Mulai Peroleh Beras

30.269 ASN di Lingkungan Pemprov Sumsel Mulai Peroleh Beras

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Mei 2019
  • visibility 1.135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEBANYAK 30.269 ASN di Lingkungan Pemprov Sumsel mulai memperoleh beras yang berasal dari pengadaan beras petani. Penyaluran beras insentif itu dibagikan untuk ASN dan tenaga honorer di lingkungan Provinsi Sumsel.

Selain mengalurkan beras, pada kesempatan itu Pemerintah Provinsi juga mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Penyerahan beras dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru bertempat di  Graha Bina Praja Provinsi Sumsel.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam arahannya mengharapkan  kalangan pegawai dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan  dapat terus meningkatkan kinerja dan tanggung jawabnya sebagai abdi negera dan abdi masyarakat.

“Jadi  apalagi alasan kita tidak semangat. Pengabdian itu memang ada tupoksinya. Tapi yang paling penting adalah tanggungjawab moral kita,” tegas Gubernur.

Herman Deru menegaskan, pemberian insentif beras untuk kalangan pegawai merupakan salah satu bentuk konkrit Sumatera Selatan sebagai lumbung pangan. Meski terkesan jadul  namun dirinya tidak ambil pusing dengan apa kata orang. Dia menceritakan pada saat menerapkan kebijakan pemberian insentif beras kepada kalangan pegawai pada  saat masih menjabat  Bupati OKU Timur tahun 2007 lalu. Dirinya banyak mendapatkan cibiran karena dianggap kebijakan jadul atau tidak populer.

“Tapi kesempatan ini perlu saya ungkap. Ini bukti konkit kita sebagai daerah lumbung pangan. Kita memikirkan petani, dimana sebagian besar masyarakat provinsi ini  adalah petani. Saya yakin petani akan senang dengan program ini,” tambahya.

Disamping itu lanjut Gubernur alasan diambilnya kebijalan pemberian insentif beras bagi pegawai adalah untuk mengimbangi hasil produksi yang kerap tidak terserap oleh Bulog. Karena selama ini pemerintah terus menggenjot hasil produksi petani. Akibatnya produksi naik namun sayangnya tidak diimbangi dengan pemasaran yang jelas. Sehingga menjadi dilema bagi kalangan petani. Sebab  pada  saat musim puncak panen harga anjlok atau jatuh, sedangkan saat musim paceklik harga melambung tinggi.

“Nah disinilah peran dan fungsi Bulog sebagai penyetabil dan penyanga harga. Bulog juga harus didukung Kabupaten/kota dalam penyerapan dan penyaluran beras. Untuk apa produksi tinggi kalau harga anjlok. Siasatnya Pemprov mengintervensi ini. Beli beras petani dengan harga sangat baik diatas HPP. Selanjutnya beras diberikan sebagai insentif bagi pegawai,” jelasnya.

Lebih lanjut Herman Deru mengingatkan pegawai, agar beras yang telah diberikan jangan dijual. Jika kedapatan ada pegawai yang menjual beras tersebut akan dikenakan sanksi.

“Mohon jangan dijual, mohon betul jagan dijual. Apalagi sampai berkeliaran di pasar. Kalau kedapatan dijual. Jangan lagi diberi pak Sekda,” tegas Gubernur.

Gubernur juga mengingatkan Perum Bulog untuk menjaga mutu dan kualitas beras  serta tampilan kemasan beras untuk ASN.

“Kalau berasnya tidak bagus kembalikan,” tandasnya sembari menegaskan terkait dengan THR yang dibagikan, gubernur meminta agar pegawai dapat mempergunakannya sebaik mungkin.

Dibagian akhir arahannya H. Herman Deru mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri bagi kalangan ASN di lingkungan Pemprov. Sumsel.

“Nanti saat hari raya, kita akan adakan halal bihalal.  Bagi yang pulang kampung, salam untuk keluarga. Selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan bathin. Kalau ada di Palembang silahkan datang  dan kita makan bersama di Griya Agung, tidak ada batasan karena itu rumah rakyat juga,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda)  Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar dalam laporannya dihadapan Gubernur  menegaskan,  per April 2019 besaran pengadaan beras ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Sumsel dengan jumlah 30.269  orang dengan jumlah beras sebanyak 427.090 Kg atau 427,090 ton. Dengan rincian PNS sebanyak 16.040 orang dengan alokasi beras untuk satu bulan sebanyak 284.800 Kg atau 284,8 ton. Sedangkan untuk tenaga honorer berjumlah 14.229 orang dengan alokasi beras untuk satu bulan sebanyak 142.290 Kg atau 142,29 ton.

“Dengan adanya program strategis dan mulia ini. Saya atas nama ASN dan Honorer di lingkup Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur  yang telah menginisiasi program ini,” ucap Sekda.

Sekda menambahkan adapun  besaran insentif  beras yang diberikan tersebut, bagi ASN suami dan istri bekerja di lingkungan Pemprov sebesar 20 Kg atau masing-masing 10 Kg suami/istri. Sedangkan bagi ASN suami/istri/janda/ duda yang bekerja di Pemprov. Sumsek diberikan masing-masing 20 Kg. Sementara ASN yang belum menikah dilingkungan Pemprov. Sumsel sebanyak 10 Kg. Demikian juga dengab honorer. Mendapat jatah insentif beras sebar 10 Kg.

Menurut Nasrun, untuk tahap awal pemberian insentif beras dilakukan untuk jatah satu bulan mendekati hari raya Idul Fitri 1440 hijriah. Selanjutnya pada bulan Juni hingga Desember 2019 akan diberikan dengan sistem rapel sehingga total 12 bulan.

“Hari ini juga akan diberikan THR atau gaji ke  14  kepada ASN di lingkungan Pemprov. Sumsel. Dan perlu kami laporkan juga gaji ke 13 dan TPP ke 13 akan dibayarkan pada bulan Juni sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.(**)

Penulis : Mad

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duh, Gara-gara Aniaya Anak Di Bawah Umur, Wali Santri Di Ponpes Ini Berurusan Dengan Polisi

    Duh, Gara-gara Aniaya Anak Di Bawah Umur, Wali Santri Di Ponpes Ini Berurusan Dengan Polisi

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Akibat kejadian tersebut menyebabkan korban mengalami luka robek di pipi bagian dalam sebelah kanan sehingga harus diberikan tiga jahitan, dan juga memar dibagian belakang telinga , kening dan bahu.

  • Menanam Asa di Atas 48 Ribu Hektare Lahan Sawah

    Menanam Asa di Atas 48 Ribu Hektare Lahan Sawah

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Lahan di Sumatera Selatan bakal ramai lagi, bukan oleh emak-emak yang cari sinyal buat bermedsos ria, seperti  TikTok, tapi oleh traktor, cangkul, dan asa yang baru dicetak. Tahun 2025, Sumsel bersiap membuka 48.000 hektare sawah baru. Sawah baru ini, bukan buat jadi taman selfie atau tempat upacara 17-an, tapi demi mimpi besar, yakni […]

  • Logistik Cerdas Youibot Merevolusi Produksi Baterai Litium

    Logistik Cerdas Youibot Merevolusi Produksi Baterai Litium

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    Pameran Baterai Internasional China ke-15 (CIBF2023) yang sangat ditunggu-tunggu diadakan dengan megah di Pusat Pameran dan Konvensi Internasional Shenzhen, dilaksanakan pada 16 -18 mei lalu. Pameran itu menarik perhatian global dari industri. Sebagai pemasok terkemuka dalam logistik cerdas lithium-ion, Youibot tampil signifikan dengan solusi logistik cerdas lithium-ion kelas beratnya, Integrasi ujung ke ujung Solusi Logistik […]

  • IMF-World Bank, BI : Perubahan Iklim & Reformasi Digital Muncul Sebagai Tantangan Besar Secara Global

    IMF-World Bank, BI : Perubahan Iklim & Reformasi Digital Muncul Sebagai Tantangan Besar Secara Global

    • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 780
    • 0Komentar

    PEMULIHAN perekonomian global terus berlanjut, meskipun masih terdapat kesenjangan antar negara akibat perbedaan akses terhadap vaksin dan ruang untuk dukungan kebijakan.  Secara global pemulihan menghadapi berbagai faktor risiko, terutama kekhawatiran cepatnya penyebaran varian Delta dan kekhawatiran munculnya varian virus baru yang lebih agresif sehingga ketidakpastian outlook perekonomian meningkat. Selain itu, perubahan iklim dan reformasi digital juga muncul […]

  • Muba Dukung Penetapan Perda RTRW & RDTR Online Single Submission

    Muba Dukung Penetapan Perda RTRW & RDTR Online Single Submission

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    PENTINGNYA percepatan penetapan peraturan daerah (perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR ) Online Single Submission (OSS), berguna bagi kemajuan pembangunan daerah untuk menarik investor berinventasi ke daerah. “Percepatan penetapan perda RTRW dan RDTR OSS itu sangat penting dan fundamental. Ini ibaratnya tapak pembangunan bagi daerah, mau dibawa ke mana […]

  • Kabupaten/Kota Harus Miliki Produk Lokal Unggulan

    Kabupaten/Kota Harus Miliki Produk Lokal Unggulan

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 754
    • 0Komentar

      SEKRETARIS Daerah Provinsi Sumsel SA Supriono harapkan tim peneliti Komoditas, Produk dan Jenis Usaha (KPJU) dan pemangku kepentingan dapat memberikan arahan kepada 17 Kabupaten/Kota di Sumsel untuk dapat menghasilkan satu produk yang dapat diunggulkan  dari daerah masing-masing. Hal tersebut diungkapkannya saat membuka Focus Group Disscussion (FGD) ke III terkait Penentuan Komoditas, Produk dan Jenis […]

expand_less
WordPress Archive BuddyBoss Platform Pro BuddyBoss Theme BuddyPress Boss Budget Cars | Car Dealer & Rental WordPress Theme + Store BugsPatrol – Pest & Insects Control Disinsection Services WordPress Theme Build-A-Rent – Construction Equipment Rental Elementor Template Kit BuildARK- Construction Business WordPress Theme Builderon – Construction Elementor Template Kit BuilderPlus – Building & Construction WordPress Theme BuilderPress – WordPress Theme for Construction