Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Mencegah Kebocoran Pajak Reklame

Mencegah Kebocoran Pajak Reklame

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Feb 2019
  • visibility 1.412
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PADA 2019 ini Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang tengah gesit-gesitnya menarik pajak reklame, kini, komitmen itu pun dibuktikan Palembang dengan melakukan penyisiran dibeberapa titik yang berpotensi mengalami kebocoran terkait penerimaan pajak reklame.

Bahkan tak tanggung-tanggung bukti nyata agar pendapatan asli daerah meningkat dari sektor pajak reklame, gebrakan awal di tahun ini Pemkot Palembang melakukan kerjasama pendampingan dengan lembaga anti rasuah [Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK].

Kerjasama ini patut diapresiasi, karena bukan untuk menakut-nakuti para pengemplang pajak disektor reklame, namun ini sebagai bukti nyata keseriusan Palembang agar sektor reklame dapat menambah pendapatan, selain itu memang sektor ini potensi kebocoran sangat besar selama ini.

Duet Harno-Fitri memimpin Palembang mendapat apresiasi oleh salah satu petinggi KPK, karena Palembang dinilai lebih berani dari Jakarta dalam urusan meningkatkan pendapatan dari sektor reklame.

Memang perlu diakui dan bukan rahasia umum lagi, sektor ini kebocoran pajaknya lebih berpotensi, bukan saja di Palembang, hampir diseluruh kota di Tanah Air.

Jika memang semua pajak dari sektor reklame dapat dioptimalkan  100%, bukan tak mungkin, PAD Palembang akan lebih meningkat lagi. Melihat Palembang semakin hari semakin pesat, inilah yang menjadi salah satu fokus melatar belakangi duet Harno-Fitri dalam menarik PAD. Pasalnya tidak mungkin perkembangan kota semakin pesat, namun PAD disektor ini tak maksimal. Penertiban papan-papan reklame yang tidak menguntungkan Palembang pun sudah dilakukan tahun lalu.

Pada tahun lalu Pemkot Palembang mengklaim total media reklame yang sudah disegel sebanyak 164 dan ada sembilan sudah dirobohkan. Semua reklame itu nunggak pajak dan tak berizin,” ujar Kabag Humas Pemkot Palembang Amiruddin Sandi,”katanya mengutip Detik.

Pembongkaran dan penyegelan sendiri, panjut Amir, dilakukan karena pihaknya telah memberikan peringatan lebih dari tiga kali. Akibat tunggakan pajak itu, Pemkot Palembang disebut mengalami kerugian lebih dari Rp 5 miliar.

Dalam sebuah kesepakatan dengan KPK di Palembang awal tahun lalu,  Pimpinan KPK, Saut Situmorang menjelaskan, kegiatan menyisir papan reklame  merupakan bentuk gerakan moral untuk memberikan kesadaran bagi pelaku usaha dan masyarakat umum tentang pentingnya membayar pajak.

Sikap tegas ini membuktikan bahwa Palembang tidak tebang pilih dalam menarik pajak-pajak tersebut. Tidak ada negara yang bisa hidup tanpa pajak. Artinya menunjukkan betapa pentingnya pajak, terlebih soal pajak harus semua pelaku usaha harus diberi penceraha, agar sadar dalam membayar pajak, karena dari pajak inilah dapat membangun suatu daerah.

Saat itu, Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan Pemerintah Kota Palembang telah menargetkan kenaikan PAD sebesar Rp500 miliar  di tahun 2019. “Kami optimis akan mampu mencapai target tersebut, potensi itu ada, dengan sistem tiping box dari Bank Sumsel Babel, akan mengoptimalkan penerimaan pajak, karena pajak yang masuk dari setiap konsumen akan masuk saat itu juga tanpa ada penyalahgunaan, hingga akhir 2018 ini akan dipasang sebanyak 400 tiping box dan akan terus ditambah sampai ribuan tiping box.

Tidak hanya pemasangan tiping box, KPK RI juga melalakukan pendampingan terhadap penertiban reklame yang melanggar Perda di Wilayah Kota Palembang.

“Ini sangat merugikan Pemerintah Kota Palembang dalam hal penerimaan pajak, kita harus tegas, apalagi sudah didampingi langsung oleh KPK,”

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang, melalui Kasi Operasional Penertiban, Budi Norman menyampaikan, rapat yang dilaksanakan hari ini, adalah rapat lanjutan rencana pembongkaran 140 titik reklame yang sudah disegel Pemkot bersama KPK.

“Ada 140 reklame yang tak berizin, menyebar di 12 Kecamatan. Dan ini akan kita bongkar mulai 4 Maret mendatang,” ungkapnya.

Budi mengatakan, pembongkaran reklame yang tak berizin ini, merupakan reklame media komersil, yang sejak lama tidak memiliki izin.
Pada tahun lalu, ada enam reklame yang dibongkar. Karema sulitnya proses pembongkaran dan anggaran pembongkaran, jadi kegiatan ini baru dapat kembali dilakukan tahun ini. “Sebelum melakukan pembongkaran, sebelumnya kami sudah mengirimkan surat peringatan sebanyak dua kali. Karena tidak ada niat baik dari mereka, maka dari itu kami lakukan pembongkaran ini,” tuturnya.

Asisten I Bidang Pemerintah Sekretariat Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan dari total 140 titik menertiban ada 48 reklame yang tidak berizin, namun membayar pajak. Pemasangan ribuan tiping box dan melakukan lelang memang salah satu solusi nyata, agar mampu mendongkrak PAD, disamping sosialisasi yang gencar serta bukti pemasangan stiker belum lunas bisa dilakukan Palembang,  agar perolehan pajak dari sektor papan reklame dapat meningkat. Semoga sukses.[**]

Penulis : One

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan Rekatkan Komunikasi Harmonis dengan Masyarakat

    Ramadhan Rekatkan Komunikasi Harmonis dengan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin menggelar kembali Safari Ramadhan untuk silaturahmi dan ajang komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat secara langsung. Safari Ramadhan 1442 H Pemkab Muba pada Senin hari ini dilakukan di dua kecamatan berbeda secara berbarengan. Pertama dipimpin Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex yang melaksakan kegiatan safari di Kecamatan Babat Supat. Kedua […]

  • Walkot Palembang Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik

    Walkot Palembang Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.439
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo mengajak masyarakat di Palembang untuk mengurangi penggunaan plastik. Ajak tersebut tertuang dalam surat edaran  Surat Edaran Nomor 48/SE/Bappeda Litbang/2019 tentang Gerakan  Pengurangan penggunakan sampah plastik. Surat edaran tersebut diperkuat juga berdasarkan surat edaran Kementrian Lingkungan Hidup Nomor SE.3/UM/RT/SET/1/2/2018 tanggal  26 februari 2018 tentang himbuan  penyediaan hidangan  rapat bebas kemasan plastik dari  Perda  […]

  • Simak, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro Ngomong Soal Tips Gunakan Masker Hingga Dampaknya

    Simak, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro Ngomong Soal Tips Gunakan Masker Hingga Dampaknya

    • calendar_month Minggu, 4 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    DUTA Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro menjelaskan jenis masker yang lebih baik dalam melindungi adalah masker bedah sekali pakai dan lebih baik lagi masker N-95. dr Reisa juga menyampaikan, untuk saat ini penggunaan masker sekali pakai sebanyak dua lapis merupakan pilihan yang terbaik. Tujuannya menurunkan risiko droplet atau percikan air masuk ke rongga […]

  • Cuaca Menyengat Saat Ini, Apa Penyebabnya

    Cuaca Menyengat Saat Ini, Apa Penyebabnya

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.405
    • 0Komentar

    CUACA terik melanda sejumlah wilayah Indonesia sejak awal Mei lalu. Di siang hari, suhu udara terasa lebih menyengat dibanding biasanya. Pun di malam hari, hawa juga terasa panas dan kondisi tersebut apa penyebabnya. Perubahan suhu yang demikian terasa akhir-akhir ini, tidak ayal menimbulkan banyak pertanyaan. Ada fenomena apa? Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, punya jawaban. […]

  • Desa Wisata Ramah Muslim Dibidik Tembus Pasar Global, 25 Desa Disiapkan

    Desa Wisata Ramah Muslim Dibidik Tembus Pasar Global, 25 Desa Disiapkan

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 25 desa wisata di lima provinsi mulai dipersiapkan untuk masuk ke pasar wisatawan Muslim yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Pengembangan produk wisata dan pemasaran digital menjadi fokus agar paket wisata dari desa-desa tersebut lebih mudah dijual melalui platform online travel agent (OTA). Program tersebut digarap Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Pariwisata […]

  • Teken Kesepakatan, 7 Desa Bakal Tak Lagi Terisolir

    Teken Kesepakatan, 7 Desa Bakal Tak Lagi Terisolir

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.064
    • 0Komentar

    TUJUH Desa di Kecamatan Karang Agung Ilir, Kab. Banyuasin bakal tak lagi terisolir.Pasalnya Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap membangun Jalan Poros yang memiliki panjang sekitar 21 kilometer dan lebar 13,5 meter, setelah keluarnya izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam penggunaan Hutan Lindung Taman Nasional Sembilang yang menjadi lokasi badan Jalan Poros. Hal itu […]

expand_less
WordPress Archive EventOn Rest API EventOn RSVP Events EventOn Slider Addon EventOn Subscriber EventON Ticket Variations & Options EventOn – WordPress Event Calendar Plugin EventoZilla – Event Calendar WordPress Plugin Eventr – One Page Event WordPress Theme Events Importer from Facebook to The Events Calendar Addon – PRO Events Schedule WP Plugin