Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Jam Unik ‘Anti Ngantuk’ Buat Gubernur Sumsel

Jam Unik ‘Anti Ngantuk’ Buat Gubernur Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Jan 2019
  • visibility 963
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, Banyuasin – Di sela agenda kerjanya yang sangat padat, Gubernur Sumsel H.Herman Deru beserta rombongan menyempatkan diri menghadiri Dies Natalis SMA Plus Negeri 2 Banyuasin yang ke-15, Rabu (23/1/2019).

Pada kesempatan itu orang nomor satu di Sumsel tersebut memastikan, di bawah kepemimpinannya perhatian pada sekolah-sekolah dan dunia pendidikan di Sumsel tidak akan pernah dibedakan tapi sejajar satu dengan lainnya.

Saking senangnya atas kehadirannya ke sekolah favorit di Banyuasin itu, Gubernur juga dihadiahi jam unik anti ngantuk. Jam ini merupakan hasil karya pelajar SMA Plus Negeri 2 Banyuasin yang berhasil menjawarai kompetisi industrial research competition tingkat nasional yang digelar oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Dikatakan Herman Deru, di antara sekitar 430 SMA yang ada di Sumsel ia punya alasan mendasar mendatangi SMAN Plus Negeri 2 Banyuasin. Hal ini karena ia tak ingin ada pembedaan pendidikan baik di perkotaan maupun sekolah-sekolah di pelosok daerah. Baginya putra-putri yang menjadi siswa di sekolah manapun semuanya adalah putra-putri terbaik dan calon pemimpin bangsa.

“Dengan tegas saya katakan, di Sumsel semua pendidikan dan sekolah harus sama. Tidak boleh ada perbedaan. Itu juga yang menjadi alasan saya datang ke sekolah ini walaupun jadwal saya padat,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya bangsa Indonesia adalah milik para generasi muda. Kepada para siswa inilah nasib bangsa dititipkan. Untuk itu sejak dini, anak-anak ini harus diarahkan agar dapat mengelolanya dengan baik.

Saat menyampaikan sambutannya, Herman Deru juga mengaku sempat terkejut melihat betapa modernnya SMA Plus Negeri 2 Banyuasin. Begitu juga mengenai capaian prestasi yang berhasil ditorehkannya baik di kancah lokal maupun nasional.

“Prestasi ini tak lepas dari peran semua pihak, siswa, guru, komite, orang tua dan lainnya. Ini harus dipertahankan. ” tambahnya.

Dihadapan ratusan siswa yang mengelu-elukan kehadirannya, Herman Deru juga mengingatkan agar para siswa dan guru jangan terlalu berlebihan menggantungkan diri dengan kecanggihan teknologi saat ini. Apalaginsampai terhanyut hingga melupakan kehidupan sosial yang nyata. Karena saat ini dia menilai kecanggihan teknologi banyak membuat orang menjadi sosok yang anti sosial.

“Boleh kita mengikuti kecanggihan teknologi tapi jangan sampai hanyut. Silaturahmi dengan orang tua hanya pakai video call. Itu tidak cukup, silaturahmi lebih dari sekedar itu. Kecanggihan itu baiknya digunakan untuk mempermudah bukan menghilangkan silaturahmi. Sekarang ini kita lihat sendiri hubungan orang tua dan anak menjadi renggang. Nah ini harus disikapi dengan bijak,” jelasnya.

Selain itu HD juga menyinggung soal penggunaan bahasa daerah. Menurutnya bahasa daerah harus dikuatkan karena ini menjadi salah satu keistimewaan Sumsel dibandingkan daerah lain. Karena itu dia sangat berharap hal ini tetap dipertahankan. Meskipun tidak masuk dalam kurikulum, pihak sekolah kata dia bisa tetap menyelipkannya dalam pembelajaran seminggi sekali menggunakan bahasa daerah.

“Ini identitas walaupun tidak masuk kurikulum paling tidak ini rutin dilakukan. Saya ingin kemajemukan Sumsel ini kuat,” jelasnya.

Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu pun merespon permintaan bantuan gedung dari pihak sekolah. Menurutnya bantuan akan diberika  dengan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Sumsel. Dengan penambahan fasilitas itu dia berharap SMA Plus Negeri 2 ini akan semakin maju dan melahirkam siswa-siswa yang berkualitas.

Sedangkan mengenai karya spektakuler pelajar SMAN 2 yakni jam anti ngantuk, dikatakan HD sangat membanggakan. Namun ia menyarankan agar jam tersebut dikemas lebih menarik misalnya menempel betul dengan jam sehingga praktis digunakan.

“Ini bagus sekali ya harus teru dikembangkan. Cuma bentuknya saya pikir harus dipercantik bisa buat seperti jam atau gelang. Menurut saya ini bukan anti ngantuk, tapi anti kopi” ujarnya sambil setengah bercanda.

Di tempat yang sama Kepala Sekolah SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III, Rukanto mengatakan sangat gembira atas perhatian Gubernur Sumsel Herman Deru yang mau berkunjung ke sekolahnya.

Sejak didirikan 15 tahun lalu kata Rukanto sekolah ini terus membangun semangat yang terbarukan untuk menghadapi tantangan untuk memenangkan persaingan era global.

Sejak tahun 2016-2018 dipaparkannya banyak prestasi yang berhasil mereka torehkan seperti juara Lomba 2 Perpustakaan tingkat Provinsi, kemudian mengukuhkan diri sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi.

“Selain itu 70% lulusan sekolah ini jiga diterima di berbagai PTN di Indonesia dari Aceh sampai Malang. Target kami tahun ini jadi Adiwiyata Mandiri tingkat nasional,” jelasnya.[**]

 

Penulis : As

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Petuah Alex kepada BPOM Terkait Makanan Ngandung Zat Berbahaya

    Ini Petuah Alex kepada BPOM Terkait Makanan Ngandung Zat Berbahaya

    • calendar_month Senin, 15 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.223
    • 0Komentar

    Memakan makanan yang mengandung zat berbahaya, bahkan mematikan jika terus-menerus dikonsumsi.

  • Alhamdulillah, Sawah Lebak di Muba Panen 3 X Setahun, Begini Harapan Bupati

    Alhamdulillah, Sawah Lebak di Muba Panen 3 X Setahun, Begini Harapan Bupati

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.800
    • 0Komentar

    HAMPARAN hijau persawahan di lahan seluas 141 hektar Kecamatan Sangat Desa bikin mata terpana. Siapa sangka di atas lahan sawah lebak petani leluasa bertanam dan mampu panen hingga 1.600 ton beras tiga kali pertahun. Lahan sawah lebak yang mampu menghasilkan padi yang sangat maksimal, Tentu hal ini berkat semangat para petani yang sangat maksimal  meningkatkan […]

  • APBN Bakal Dibayar Menggunakan Kartu Kredit, Mau Tahu?

    APBN Bakal Dibayar Menggunakan Kartu Kredit, Mau Tahu?

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.963
    • 0Komentar

    Tahap uji coba akan dimulai sejak peluncuran pada hari ini hingga Maret 2018.

  • Paket Sembako untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Lais

    Paket Sembako untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Lais

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.175
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Lais – Paket bantuan sembako untuk korban kebakaran di Kecamatan Lais, Musi Banyuasin [Muba] diserahkan langsung Tim BPBD Muba bersama Plt Camat Lais Marsopi dan Forkopimcam Lais. Bantuan tanggap darurat bencana itu disalurkan untuk warga di Dusun III Desa Teluk Kijing II Kecamatan Lais, yang terjadi pada Sabtu, 10 Juni 2023 sekitar pukul […]

  • Jawaban Gubernur Terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel

    Jawaban Gubernur Terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.021
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya menghadiri rapat paripurna XVII DPRD Prov Sumsel dengan agenda penyampaian Jawaban Gubernur Sumsel terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumsel atas penjelasan Gubernur Sumsel terhadap Raperda tentang Perubahan Sumsel tahun anggaran 2020, di ruang rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (05/10/20). Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, […]

  • Peserta Apel Siaga Terbanyak di Indonesia, Sumsel Catat Rekor Muri

    Peserta Apel Siaga Terbanyak di Indonesia, Sumsel Catat Rekor Muri

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Provinsi Sumatera Selatan  berhasil pecahkan rekor yang dicatat oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah berhasil  melibatkan peserta apel siaga Pengawas Pemilu 2019 dengan jumlah peserta 4.550 orang atau terbanyak se Indonesia. Penghargaan rekor MURI tersebut langsung diserahkan  Senior Manajer Museum Rekor Indonesia (MURI) Awan Rahargo, pada saat kegiatan Apel Siaga Pengawas Pemilu […]

expand_less
WordPress Archive SearchWP Meta Box Integration SearchWP Metrics SearchWP Nimble Builder Integration SearchWP Polylang Integration SearchWP PrivateContent Integration SearchWP Redirects SearchWP Related Content SearchWP Shortcodes SearchWP Swedish Keyword Stemmer SearchWP Term Archive Priority