Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Jejak  Sang Pesirah

Jejak  Sang Pesirah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Okt 2018
  • visibility 3.815
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

UNTUK kali pertama, sejak dilantik sebagai Gubernur Sumsel 1 Oktober 2018, H.Herman Deru pulang kampung untuk berziarah ke makam kedua orang tuanya di Desa Sidomulyo Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sabtu (20/10/2018) siang.

Tak sendirian, HD mengunjungi peristirahatan terakhir ayah dan ibunya ditemani sang istri Hj Febrita Lustia, berikut anak-anak, menantu, cucu  serta saudara dan keluarga besarnya. Mengenakan kemeja hitam dipadu celana berwarna senada, Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu khusyuk berdoa di depan dua batu nisan yang berjajar di hadapannya.

Sempat terlihat kedua matanya berkaca-kaca. Tampak sekali kalau HD rindu akan kehadiran dua sosok yang amat dicintainya tersebut.

“Konsisten dan tegas. Seperti itulah beliau mendidik ke-14 anaknya termasuk saya. itu yang selalu saya ingat sampai detik ini,” ujar HD membuka kisah tentang sosok sang H.Hamzah bin Umar yang merupakan pesirah paling legendaris di tanah Belitang.

Meski lahir sebagai anak penjahit biasa dan hanya mengenyam bangku sekolah setingkat SGB, ayahnya berhasil menjadi sosok yang sangat menginspirasi. Terutama dalam hal memimpin daerah. Hamzah yang memulai kariernya sebagai guru sekolah dasar hingga menjadi kepala sekolah benar-benar menjadi tauladan semua orang.

Sosok Hamzah diceritakan HD, dipercaya menjadi Pesirah (Pembantu Bupati) sekitar tahun 1964 saat usianya baru menginjak 26 tahun.

Membawahi dan mengkoordinir sekitar 40 desa, Hamzah terkenal sangat disiplin saat memimpin. Meskipun begitu, dibalik sosoknya yang cenderung keras dan tegas, Hamzah juga merupakan sosok yang sangat mengayomi. Lebih dari itu, Hamzah yang lahir di Desa Bahuga Bumi Agung Lampung (dulu masuk wilayah Sumsel) juga terkenal sebagai sosok yang sangat menghargai siapapun.

Bahkan saking kharismatiknya almarhum, rakyat Belitang kala itu sangat segan dengan sosoknya. Saking hormat dan sayangnya pada sosok Hamzah, warga Belitang pada masa itu bahkan rela turun dari sepeda saat melintas di halaman rumah sang Pesirah.

“Pernah satu kali waktu masih kecil saya ikut ayah shalat di masjid (sekarang masjid Istiqlal). Beliau lihat  karpet masjid itu sangat lusuh. Lalu dikumpulkannya masyarakat dan kepala desa dan Dia bilang begini ” Ayo kita gotong royong beli karpet baru. Saya bisa saja beli sendiri tapi apa kalian mau cuma saya yang masuk surga. Kalau sampai Jumat depan karpet ini belum juga diganti, kita semua jangan sholat disini lagi,” ujar HD menirukan ucapan ayahnya.

Menurut HD itu hanya salah satu ketegasan yang dicontohkan oleh sang ayah saat menjadi Pesirah. Tak mengherankan, selama memimpin di Belitang, Hamzah menjadi sosok paling dielu-elukan warganya. Hamzah menjadi Pesirah paling legendaris yang pernah ada karena dipercaya memimpin sampai 4 periode. Wajar bila warga Belitang benar-benar kehilangan sosoknya saat beliau wafat pada tahun 1995 silam. Hamzah diketahui meninggal di usia yang terbilang muda, 57 tahun.

“Waktu beliau meninggal, Belitang benar-benar stuck. Semua toko tutup hari itu. Semua petani tidak pergi ke sawah. Semua berduka dan berkabung karena rakyat sangat kehilangan sosok yang dicintai. Kondisi ini berlangsung sampai beberapa hari,” ujar HD mengenang.

Sang ayah lanjut HD tertempa keras sedari kecil, karena sudah dititipkan sejak sekolah di SGB. Untuk bisa sekolah Hamzah waktu itu harus menempuh jarak hingga 57 km dari Martapura ke Belitang. Hamzah menikahi Hj Hayani (ibunda HD) saat berusia 20 tahun hingga memiliki 14 anak, masing-masing 7 perempuan dan 7 laki-laki.

Diakui HD, kerasnya cara almarhum mendidik anak-anaknya terasa hingga ia duduk d ibangku kelas 3 SMA. “Waktu itu saya termasuk yang paling nakal. Waktu SMA saya diberi motor di Palembang. Nah motor itu suka saya bongkar dan dimodif. Pokoknya diganti-ganti. Tapi saya masih segan dengan beliau, jadi kalau almarhum mau datang ke Palembang kan beri kabar dulu (semacam wartel). Langsung motor tadi saya bongkar lagi, spion dan lain-lain dipasang seperti semula biar beliau tidak tahu. Nakal saya dulu. Kelas 3 SMA masih saya kena pukul beliau. ” ujarnya sambil tertawa.

Selama menjadi Pesirah 4 periode dikatakan HD banyak karya besar yang dihasilkan sang Pesirah yang fenomenal itu. Sebut saja Yayasan Pendidikan Belitang (YPB) yang sekarang sudah menjadi sekolah unggulan, merupakan sekolah yang pernah digagasnya. Termasuk pusat-pusat perkantoran yang ada di Belitang sekarang.

“Beliau itu pemberani tapi tidak brutal dan tidak ada istilah takut. Secara ekonomi pun beliau sangat sukses. Saya akui ayah memanjakan kami dalam hal materi tapi keras dalam mengontrol. Alhamdulillah semua anaknya sarjana. Bahkan ada yang menjadi gubernur sekarang,” papar HD di sela berziarah.

Bukan hanya pandai mengayomi masyarakat, hal lain yang paling diingat HD ayahnya juga sangat cerdas. Di usianya yang muda, Hamzah kala itu menguasai berbagai bahasa seperti bahasa Inggris, China, Belanda dan beberapa bahasa lainnya.

Banyak pesan khusus yang pernah disampaikannya kepada HD, dan menjadi acuan Gubernur Sumsel itu selama menjadi pemimpin daerah. Yang masih membekas dalam ingatannya hingga saat ini almarhum pernah berpesan sebelum meninggal.

“Jangan pernah menolak orang yang ingin ikut, jangan sekali-kali menolak orang bertamu. Semua pasti ada gunanya, tidak ada yang tidak berguna. Begitu caranya mengajari kami cara menghargai” kata HD menirukan ucapan ayahnya.

Meski sekilas sangat sederhana, semua itu ada filosofinya kata HD. Karena itu pula selama menjadi Bupati hingga Gubernur sekarang, kantor Bupati, kantor Gubernur bahkan rumah pribadinya pun tak pernah sepi dari tamu yang berkunjung.

“Deru jangan pernah tolak tamu ya. Meskipun niatnya jahat. Kalau tujuannya baik mungkin dia membawa info atau rezeki. Kalaupun tujuannya buruk kalau kamu hadapi dengan niat baik bisa jadi berubah. Tinggi sekali filosofinya. Seperti sekarang ini semua saya terima di Pemprov. Ada yang sudah welcome ada yang belum itu wajar. Biatkan semua berjalan. Lama-lama akan jadi penilaian tersendiri” jelas Deru.

Mengenai didikannya yang keras, terkadang diajui HD ikut memberikan pengaruh dalam gaya kepemimpinannya di OKUT. Namun hal itu tak jadi masalah menurutnya, terlebih untuk hal yang baik dan positif.

“Keras itu tidak harus kejam dan itu saya lakukan juga. Semua menurun di kami termasuk intonasi saya itu adopsi semua dari ayah. Beliau juga tidak pernah pernah menghindari masalah. Beliau keras tapi disukai nah disitu hebatnya ayah saya,” tegasnya.

Beliau juga lanjut HD sangat perhatian dengan hal-hal kecil pada semua anak-anaknya. Pernah suatu kali cerita HD ayahnya fatang ke Palembang. Waktu itu saya pergi sekolah seperti biasa. Nah sewaktu pulang sekolah itu tiba-tiba ayahnya ngotot ngomong kalau HD tidak ke sekolah.

“Deru, kamu tidak sekolah! ” serunya. Padahal kata Deru dia hari itu benar-benar pergi sekolah. Sementara ayahnya tetap ngotot mengatakan dia tidak sekolah. Usut punya usut setelah berkali-kali ditanya ternyata sang ayah sudah mengganti buku pelajaran dengan buku yellow page (buku daftar telpon).

“Jadi sama beliau diam-diam diganti. Nah karena saya memang jarang belajar pakai buku, jadi saya tidak tahu sama sekali kalau beliau mengganti buku tersebut. Dan saya pun pulang sekolah seperti biasa. Makanya beliau mengira saya tidak  ke sekolah. Setelah saya jelaskan, baru disitu ayah saya tahu saya itu saya itu brlajar ke sekolah tidak pernah bawa buku,” jelasnya sambil tertawa.

 

Petuah Ayah

Masih kata Herman Deru, ayah punya caranya dan keinginan sendiri untuk mengabdi. Tanpa mendahulukan materi, ayahnya kata HD selalu mengingatkan anak-anaknya untuk berbuat yang benar dan berkarya dengan benar.

Selebihnya rezeki akan mengikuti sendiri. Satu hal lagi yang paling diingatnya adalah ayahnya selalu menanamkan jiwa solidaritas yang tinggi. Hal ini pulalah yang membuat HD dan 13 saudaranya bisa tetap rukun dan solid hingga sekarang.

Dari inspirasi-inspirasi itu pula HD mengaku semakin yakin memimpin Sumsel menjadi Provinsi terbaik. Berbekal gaya kepemimpinan sang pesirah yang sangat legendaris dan dicintai rakyatnya, HD optimistis mampu mengembalikan kejayaan Sumsel seperti ayahnya membangun daerah Belitang. Semuanya tentu bermuara pada cita citanya mensejahterakan masyarakat Sumatra Selatan.

“Jadi trah itu memang sudah ada dari ayah saya. Dengan dukungan masyarakat, doakan saya mampu membawa Sumsel lebih baik dan maju” tegasnya.

Tak hanya ayah, sosok sang ibunda Hj. Hayani yang meninggal di usia 72 tahun banyak memberikannya ketegaran. Seorang wanita biasa dengan 14 anak mampu menjadi ayah sekaligus ibu di usia muda, membuat sosoknya tak  kalah inspiratif.

“Kalau urusan memanage uang, ibu wanita paling luar biasa. Hitung-hitungannya sangat pas tapi bukan pelit. ” ujat HD.

Dulu ayah sewaktu meninggal lumayan banyak menitipkan peninggalan seperti kebun, pabrik penggilingan padi dan lain-lain. Namun sampai sekarang warisan tersebut masih sangat banyak, padahal anak-anak tak sedikit jumlahnya. “itulah ibu saya, sosoknya keibuan mampu membuat anak-anaknya berhasil sampai sekarang. Padahal pendidikan beliau sendiri tidak tinggi hanya mengenyam bangku sekolah dasar” kenang HD.

Selain berkunjung ke makam kedua orang tuanya, HD beserta keluarga besarnya juga menyambangi makam kakek dan nenek serta saudara tuanya yang berada di pemakaman umum tak jauh dari lokasi.  Sekitar satu jam berziarah agenda pulang kampung gubernur Sumsel itu dilanjutkan dengan acara temu keluarga besar di rumahnya.[**]

 

Penulis                 : One

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjajakan kerjasama pengelolaan rumah sakit (RS) Adhyaksa di kawasan wisata Danau Teluk Gelam

    Penjajakan kerjasama pengelolaan rumah sakit (RS) Adhyaksa di kawasan wisata Danau Teluk Gelam

    • calendar_month Sabtu, 27 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya bersama Kepala Kejaksaan Negeri OKI Hendri Hanafi melakukan penjajakan kerjasama pengelolaan rumah sakit (RS) Adhyaksa di kawasan wisata Danau Teluk Gelam. Kawasan ini diproyeksikan jadi pusat penyelenggaraan kesehatan yustisial, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan […]

  • BPBD-Kesbangpol Banyuasin Serahkan Bantuan APD

    BPBD-Kesbangpol Banyuasin Serahkan Bantuan APD

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuasin mengadakan penyerahan bantuan APD di Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin. Didampingi TRC-BPBD, PMI Banyuasin dan Relawan masyarakat Kecamatan Banyuasin I.   Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir dan memutus mata rantai penyebaran Corona virus Disease 19 (COVID-19). Adapun Bantuan yang diserahkan berupa Masker 1000pcs, Jas Hujan 10pcs, Disinfektan 10L, […]

  • Gubernur Antarkan Sumsel Menjadi Harapan Baru Ekonomi Nasional, Lepas Tim Jelajah Komoditas Sumsel

    Gubernur Antarkan Sumsel Menjadi Harapan Baru Ekonomi Nasional, Lepas Tim Jelajah Komoditas Sumsel

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumsel diprediksi menjadi kontributor pengungkit pertumbuhan ekonomi paling potensial di pulau Sumatera bahkan menjadi harapan masa depan bagi ekonomi nasional. Pernyataan itu diungkapkan Direktur Media Nasional Bisnis Indonesia Hery Trianto, usai melepas Tim Jelajah Komoditas Sumatera Selatan 2021 bersama Gubernur Sumsel H.Herman Deru, Senin ( 15/3/2021) di halaman Pemprov Sumsel. Dikatakannya, pemilihan Sumsel sebagai […]

  • PR untuk Dinas terkait kesejahteraan atlet Palembang, Ratu Dewa : atlet menang & harumkan nama Kota Palembang layak diberi bonus

    PR untuk Dinas terkait kesejahteraan atlet Palembang, Ratu Dewa : atlet menang & harumkan nama Kota Palembang layak diberi bonus

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.176
    • 0Komentar

    Sumselterkini. co.id,-  Pejabat Walikota Palembang Ratu Dewa sedikit perihatin atas keterlambatan pemberian bonus kepada mereka. Menurutnya, bonus ini selayaknya diberikan ketika mereka menang dan memperoleh mendali, besoknya mereka sudah menerimanya tidak harus menunggu lama. Hal itu berkaitan dengan memberikan kesejahteraan para atlet Pekan Olah Raga tingkat Provinsi (Porprov) dan Pekan Paralympic Provinsi (Pepraprov) yang berlaga […]

  • Sepekan Razia, Polres Banyuasin Tindak 215 Pelanggar

    Sepekan Razia, Polres Banyuasin Tindak 215 Pelanggar

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.585
    • 0Komentar

    ”Kita himbau pada seluruh pengendara jalan raya, agar selalu mematuhi peraturan lalin, melengkapi surat-surat kenderaan, seperti sim dan STNK dan selalu menggunakan helm standar serta tidak melawan arah,”

  • Terkait PPDB 2020 Dimasa Pandemi COVID-19, Begini Penjelasan Dinas Pendidikan OKI

    Terkait PPDB 2020 Dimasa Pandemi COVID-19, Begini Penjelasan Dinas Pendidikan OKI

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.149
    • 0Komentar

    PEMERINTAH pusat melalui Menteri Kemdikbud mengeluarkan surat edaran keseluruh daerah terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dimasa Pandemi COVID-19 Dikeluarkannya SE Menteri Kemdikbud No.4 Tahun 2020. Permendikbud itu membahas soal Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tahun 2020 untuk TK, SD, SMP, SMA dan SMK. “Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan salah satu kegiatan yang […]

expand_less
WordPress Archive Khara – Ultimate Coming Soon & Maintenance Plugin Khubi – Dermatologist & Skin Care Template Kit Khuli – Construction & Architecture Elementor Template Kit Kiara – Fashion Elementor Template Kit Kiba Bar & Restaurant Elementor Kit Kiddo – Kid Fashion WooCommerce WordPress Theme Kiddy – Children WordPress theme Kidiu Kindergarten – Child Care Elementor Template Kit Kids – Baby Shop & Store WooCommerce Theme Kids Care | Children WordPress Theme