Bukan Cuma Nikel, Indonesia Mulai Ekspor Baterai Kendaraan Listrik
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 49 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ekon.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Industri hilir berbasis nikel di Indonesia terus berkembang. Tak hanya mengolah mineral, pengembangan industri kini merambah material baterai kendaraan listrik, aluminium, hingga komponen energi surya.
Langkah terbaru ditandai dengan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peluncuran 11 proyek hilirisasi di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan memulai pembangunan proyek-proyek tersebut pada Kamis (8/10). Total nilai investasi yang dikaitkan dengan 11 proyek itu mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut mendampingi Presiden dalam agenda tersebut.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan terdapat dua agenda utama, yakni ekspor perdana baterai kendaraan listrik serta peluncuran 11 proyek hilirisasi yang terdiri atas empat proyek komersialisasi dan tujuh proyek baru yang mulai dibangun.
Keempat proyek komersialisasi mencakup pengolahan mixed hydroxide precipitate (MHP), produksi material baterai kendaraan listrik jenis nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium iron phosphate (LFP), kapasitor aluminium elektrolitik, serta komponen alat berat berbasis kendaraan listrik.
Adapun tujuh proyek baru meliputi pengembangan material dan komponen baterai, industri aluminium, kendaraan berat berbasis listrik, serta photovoltaic glass yang digunakan dalam industri energi surya.
Ragam proyek tersebut memperlihatkan perluasan pengembangan industri dari pengolahan mineral menuju produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Tantangannya adalah memastikan investasi tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga memperkuat keterkaitan industri di dalam negeri.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melansir laman resmi ekon, jumat, mengatakan, hilirisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat industri nasional. Oleh karena itu, koordinasi kebijakan dari sektor hulu hingga hilir diperlukan agar investasi dapat berjalan berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Perkembangan kawasan IWIP menjadi salah satu gambaran besarnya aktivitas industri pengolahan nikel di Maluku Utara. Kawasan ini mulai dibangun pada 2018 dan terus berkembang menjadi pusat industri terintegrasi. Hingga Juni 2025, realisasi investasinya tercatat sekitar USD15 miliar, dengan penyerapan lebih dari 100.000 tenaga kerja, termasuk pekerja kontraktor.
Besarnya aktivitas industri tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara. Pada triwulan II 2026, perekonomian provinsi ini tumbuh 15,35 persen secara tahunan (year-on-year), tertinggi secara nasional. Industri pengolahan menyumbang 48,93 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) daerah tersebut.
Meski demikian, pertumbuhan industri dan investasi perlu diikuti dengan penguatan manfaat ekonomi di tingkat lokal. Keterlibatan pemasok dalam negeri, pengembangan usaha pendukung, serta peningkatan kesempatan kerja menjadi bagian penting agar aktivitas kawasan industri turut mendorong perekonomian masyarakat sekitar.
Ke depan, pengembangan hilirisasi di IWIP diarahkan untuk memperluas ragam produk, memperkuat rantai pasok domestik, dan mendukung industri baru, termasuk baterai kendaraan listrik, aluminium, serta energi surya. Sinkronisasi kebijakan pemerintah diperlukan untuk menjaga kepastian investasi sekaligus memperhatikan keberlanjutan industri dan perlindungan tenaga kerja.
Dengan ekspansi proyek-proyek tersebut, hilirisasi nikel memasuki tahap pengembangan yang semakin beragam. Ukuran keberhasilannya bukan hanya besarnya investasi atau peningkatan produksi, melainkan juga kemampuan industri menciptakan nilai tambah di dalam negeri dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
