Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Kriya Nusa 2026 Pilih Sumsel Jadi Ikon, 17 Daerah Bawa Kriya Unggulan

Kriya Nusa 2026 Pilih Sumsel Jadi Ikon, 17 Daerah Bawa Kriya Unggulan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 16 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Sumatera Selatan (Sumsel) datang ke Kriya Nusa 2026 bukan hanya membawa produk kerajinan untuk memenuhi stan pameran. Tahun ini posisinya berbeda, pasalnya Sumsel dipercaya menjadi ikon, sementara perajin dari 17 kabupaten dan kota disiapkan untuk membawa kekayaan kriya daerah masing-masing ke panggung nasional di Jakarta.

Kriya Nusa 2026 digelar pada 26-30 September 2026 di Jakarta Hall Convention Center (JHCC). Pameran mengusung tema “Cinta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan diikuti 257 peserta dengan total 410 booth.

Jumlah peserta dan booth membuat Kriya Nusa bukan hanya tempat memajang hasil kerajinan. Ratusan produk dari berbagai daerah akan berada dalam ruang yang sama, bertemu dengan pengunjung, pembeli hingga calon pasar baru. Di tengah persaingan tersebut, identitas daerah menjadi modal penting agar sebuah produk tidak berhenti sebagai barang yang hanya dilihat sesaat.

Sehingga posisi Sumsel menjadi berbeda, unsur budaya Sumsel akan menjadi bagian dari desain area pameran hingga arsitektur panggung utama. Bunga Pacik, misalnya, dipadukan dengan sentuhan kontemporer dan modern. Identitas Sumsel pun tidak hanya muncul melalui produk yang dipamerkan, tetapi juga melalui suasana pamerannya.

Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Herman Deru, juga membawa perajin dari 17 kabupaten dan kota se-Sumsel untuk tampil dalam Kriya Nusa 2026. Artinya, yang dibawa ke Jakarta bukan hanya nama Palembang.

Ada Songket Palembang, kain jumputan, wastra adat Sumsel, ukiran kayu khas Palembang, kerajinan anyaman hingga gerabah. Keragaman tersebut memperlihatkan kekuatan kriya Sumsel tidak berdiri pada satu produk saja, melainkan tersebar di banyak daerah dengan karakter dan cerita masing-masing.

17 Daerah, Satu Panggung

Selama ini, sebagian produk kerajinan daerah lebih dikenal dari nama produknya. Orang mengenal songket, jumputan, ukiran atau anyaman, tetapi belum tentu mengetahui siapa yang membuatnya, dari mana bahan berasal dan bagaimana proses panjang di balik sebuah karya.

Padahal, nilai sebuah kriya tidak hanya berada pada bentuk akhirnya. Ada keterampilan perajin, teknik produksi, bahan baku, motif, sejarah dan lingkungan budaya yang ikut membentuk identitas sebuah produk.

Oleh sebab itu, kehadiran 17 kabupaten dan kota dalam satu panggung menjadi kesempatan untuk memperlihatkan wajah kriya Sumsel secara lebih lengkap. Palembang tetap memiliki produk yang sudah dikenal, tetapi daerah lain juga memiliki ruang untuk menunjukkan kekhasannya.

Pasar yang semakin terbuka membuat peluang tersebut semakin besar. Produk yang sebelumnya hanya berputar di lingkungan lokal kini bisa diperkenalkan kepada konsumen dari luar daerah, bahkan pasar internasional.

Namun peluang itu juga membawa tuntutan. Produk kriya tidak cukup hanya unik. Kualitas harus terjaga, desain perlu mengikuti kebutuhan konsumen, kemasan harus semakin baik dan pemasaran tidak bisa hanya mengandalkan pengunjung yang datang ke stan.

Tak Hanya Barang Pajangan

Kementerian Perindustrian mencatat ekspor industri barang kerajinan Indonesia sepanjang 2025 mencapai USD806,63 juta, tumbuh 15,46 persen dibandingkan 2024. Pada Januari 2026, nilai ekspornya kembali mencapai USD52,38 juta atau naik 19,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka itu menjadi gambaran, kerajinan Indonesia memiliki pasar di luar negeri. Tetapi peluang pasar tidak otomatis membuat semua produk daerah berhasil masuk ke dalamnya.

Kebutuhan konsumen terus berubah. Produk harus memiliki ciri khas, fungsi yang jelas, kualitas yang konsisten serta kemampuan beradaptasi dengan tren tanpa kehilangan identitasnya.

Kriya Nusa menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kebutuhan tersebut. Perajin bisa bertemu konsumen, buyer, pelaku usaha dan jaringan pemasaran yang lebih luas.

Karena itu, ukuran keberhasilan pameran tidak berhenti pada ramainya stan. Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelahnya, apakah terbentuk hubungan bisnis baru, ada pasar yang terbuka, dan produk kembali dipesan dan apakah perajin memperoleh akses yang lebih luas.

Tradisi Bertemu Teknologi

Kriya Nusa 2026 juga membawa pendekatan digital ke dalam ruang pameran melalui instalasi digital imersif yang memberikan pengalaman interaktif kepada pengunjung.

Pendekatan sangat penting, karena tantangan kriya bukan hanya mencari pembeli, tetapi juga mendekatkan kerajinan kepada generasi yang akan meneruskan tradisi tersebut.

Generasi muda tidak selalu memiliki hubungan langsung dengan proses pembuatan kerajinan tradisional. Mereka mungkin mengenal Songket sebagai kain khas Sumsel, tetapi belum tentu memahami bagaimana proses pembuatannya.

Teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan cerita di balik produk, proses pembuatannya, sosok perajin dan nilai budaya yang melekat pada sebuah karya.

Tradisi tidak harus ditinggalkan ketika teknologi masuk. Justru teknologi dapat digunakan agar tradisi lebih mudah dikenal dengan cara yang sesuai dengan kebiasaan generasi sekarang.

Pengalaman Jepang

Sejumlah daerah di Jepang memberikan contoh bagaimana kerajinan tradisional dapat tetap dipertahankan sekaligus dikembangkan.

Di Tamba-Sasayama, kerajinan dan seni rakyat menjadi bagian dari pengembangan kota. Dalam UNESCO Creative Cities Network Monitoring Report 2019, pemerintah kota mencatat berbagai upaya untuk menjaga budaya dan tradisi lokal, termasuk mempertahankan kerajinan serta mendorong keberlanjutan bagi generasi berikutnya. Tamba-yaki menjadi salah satu kerajinan yang melekat pada identitas daerah tersebut.

Sementara Kanazawa memiliki pendekatan yang berbeda. Dalam UNESCO Creative Cities Network Reporting Exercise 2024, Kanazawa mencatat pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan kerajinan melalui program Digital Craft Exhibitions. Laporan tersebut juga mencatat pengembangan riset dan teknologi baru yang berbasis pada teknik tradisional, termasuk pada Kaga Yuzen dan Kanazawa foil.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan kriya tidak selalu berarti membiarkannya berjalan dengan cara lama. Tradisi tetap menjadi dasar, sementara pendidikan, inovasi dan teknologi digunakan untuk membuatnya tetap dikenal dan diteruskan.

Indonesia Punya Contoh yang Dekat

Di Indonesia juga ada, misalnya Bantul, Yogyakarta, produk kerajinan dan dekorasi rumah mampu menembus pasar Amerika Serikat, Korea Selatan, Prancis hingga Inggris. Produksi tetap melibatkan perajin lokal dalam jumlah besar, sehingga pasar yang lebih luas juga membuka ruang ekonomi bagi perajin di daerah.

Pekalongan dikenal dengan batiknya, juga tidak berhenti sebagai produk budaya, tetapi juga diperkenalkan kepada generasi muda melalui pendidikan. UNESCO mencatat program pendidikan dan pelatihan batik di Pekalongan masuk dalam Register of Good Safeguarding Practices sejak 2009, dengan tujuan meneruskan pengetahuan, sejarah, nilai budaya dan keterampilan batik kepada generasi berikutnya. Dua contoh itu memperlihatkan bahwa kriya bisa tetap berakar pada tradisi sekaligus bergerak mengikuti kebutuhan zaman.

Tantangan Sumsel setelah menjadi ikon Kriya Nusa 2026 pun berada di wilayah yang sama. Bukan hanya bagaimana membawa produk dari 17 kabupaten dan kota ke Jakarta, tetapi bagaimana membuat produk dan perajinnya memiliki jalan menuju pasar yang lebih luas.

Lima Hari Bukan Garis Akhir

Selama lima hari Kriya Nusa berlangsung, ratusan booth akan menjadi tempat bertemunya berbagai produk kerajinan Nusantara. Sumsel memiliki identitas yang kuat karena unsur budaya daerah menjadi bagian penting dari wajah pameran.

Tetapi status sebagai ikon bukan garis akhir, sebab setelah pameran selesai, pekerjaan yang lebih panjang justru dimulai. Produk yang sudah diperkenalkan harus tetap dipasarkan. Perajin membutuhkan jaringan yang berkelanjutan. Produk perlu terus dikembangkan. Sementara generasi muda perlu melihat bahwa menjadi perajin bukan sekadar mempertahankan pekerjaan lama, tetapi juga bisa menjadi bagian dari industri kreatif masa kini.

Kehadiran 17 kabupaten dan kota juga bisa menjadi kekuatan tersendiri. Setiap daerah memiliki karakter dan produk yang berbeda, tetapi semuanya dapat berada dalam satu cerita besar tentang Sumatera Selatan.

Jika peluang tersebut bisa dimanfaatkan, Kriya Nusa 2026 tidak hanya menjadi tempat memajang Songket, jumputan, ukiran, anyaman dan gerabah.

Pameran itu bisa menjadi pintu untuk memperkenalkan siapa perajinnya, bagaimana sebuah produk dibuat, dari mana bahan berasal dan mengapa karya tersebut memiliki nilai untuk pasar yang lebih luas.

Sebab membawa kriya ke panggung nasional bukan hanya soal tampil selama lima hari. Tantangan sebenarnya adalah membuat nama perajin dan produk Sumsel tetap diingat setelah pameran selesai. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asisten Administrasi Umum Pimpin Rapat Finalisasi Pameran Apkasi Otonomi Expo 

    Asisten Administrasi Umum Pimpin Rapat Finalisasi Pameran Apkasi Otonomi Expo 

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kabupaten Musi Banyuasin dibawah komando Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi menyatakan siap berpartisipasi dalam acara pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo dan APKASI Procurement Network tahun 2024 di Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center Senayan pada tanggal 10- 12 Juli 2024 mendatang. Hal ini dinyatakan Asisten Administrasi Umum […]

  • Langkah Menparekraf Sambut ‘Revenge Tourism’ Pascapenurunan Level PPKM

    Langkah Menparekraf Sambut ‘Revenge Tourism’ Pascapenurunan Level PPKM

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengajak pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut untuk dapat bersiap menyambut serangan pariwisata (Revenge Tourism) ketika nantinya level PPKM dilonggarkan atau diturunkan seiring tren melandainya kasus COVID-19 yang ada. Menparekraf Sandiaga Uno saat berdiskusi dengan […]

  • 330 peserta putra-putri di Muba ikut seleksi STQH XXXVIII Tingkat Kabupaten 2025 : jangan malu-malu tampilkan yang  terbaik

    330 peserta putra-putri di Muba ikut seleksi STQH XXXVIII Tingkat Kabupaten 2025 : jangan malu-malu tampilkan yang terbaik

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Sebanyak 330 peserta putra dan putri serta para  official utusan dari masing-masing kecamatan se Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), ikut dalam pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) XXVIII tingkat Kabupaten Muba Tahun 2025 yang digelar di mesjid Al Wustho, Selasa (25/02/2025). STQH Muba Ke XXVIII ini, dibuka oleh  Wakil  Bupati Muba, Rohman didampingi Sekretaris  […]

  • Geopark Ijen Target Pertahankan Green Card UNESCO, Revalidasi Digelar 3-7 Agustus 2026

    Geopark Ijen Target Pertahankan Green Card UNESCO, Revalidasi Digelar 3-7 Agustus 2026

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO Global Geopark pada 3-7 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan kawasan wisata unggulan di Jawa Timur itu kembali mempertahankan Green Card UNESCO sebagai bukti pengelolaan yang memenuhi standar internasional. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan proses revalidasi menjadi momentum memperkuat pengelolaan kawasan berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Momen ini […]

  • Fase Mabit Mina, Dirjen Haji Minta Petugas Siaga Layanan hingga 13 Zulhijah

    Fase Mabit Mina, Dirjen Haji Minta Petugas Siaga Layanan hingga 13 Zulhijah

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

    MINA Operasional haji memasuki fase menginap ( mabit ) di Mina. Jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berada di Mina hingga 12 Zulhijah untuk nafar awal dan 13 Zulhijah untuk nafar tsani . Selama di Mina, selain menginap, jemaah melaksanakan lontar jumrah, ula, wustha, dan aqabah. “Mina termasuk fase padat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji. Saya minta semua petugas untuk siaga […]

  • Resmi Dilantik Presiden RI Prabowo  jadi Gub/Wagub Sumsel Kemarin, HD Siapkan Diri Ikut Retret  di Akmil Magelang

    Resmi Dilantik Presiden RI Prabowo  jadi Gub/Wagub Sumsel Kemarin, HD Siapkan Diri Ikut Retret  di Akmil Magelang

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.794
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – H. Herman Deru dan H. Cik Ujang (HDCU) dilantik bersamaan dengan 961 Kepala Daerah lainnya yang terdiri dari 33 Gubernur 33, Wakil Gubernur, 363 Bupati, 362 Wakil Bupati, 85 Walikota dam 85 Wakil Walikota. Acara pelantikan serentak ini digelar mulai pukul 09.30 WIB. HDCU resmi menjadi Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Wakil […]

expand_less
WordPress Archive Civi - Job Board WordPress Theme Civlo – Lawyer & Law Office Elementor Template Kit CiyaShop - Responsive Multi-Purpose WooCommerce WordPress Theme Ciz News – Magazine & Blog Theme Cizarua – Responsive One Page Portfolio Theme CK – Lawyer Template Kit CL Team – Team Showcase WordPress Plugin Claire – Personal Portfolio Elementor Template Kit Clamby – Fashion Ecommerce Elementor Template Kit ClanyEco– Cleaning Services WordPress Theme