Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Cara Mengubah Karya Kreator Jadi Aset Menghasilkan Uang, Ini Penjelasan Wamen Ekraf

Cara Mengubah Karya Kreator Jadi Aset Menghasilkan Uang, Ini Penjelasan Wamen Ekraf

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Punya karya belum tentu otomatis punya penghasilan. Bagi kreator, tantangan sebenarnya bisa muncul setelah sebuah karya selesai dibuat: bagaimana membuat karya tersebut tetap bernilai, dikenal lebih luas, dan pada akhirnya bisa menghasilkan uang.

Hal inilah yang menjadi perhatian Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, saat menghadiri IdeaFriends After Hours: Creative Economy di Taman Arca, Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Irene, kreator saat ini membutuhkan lebih dari sekadar tempat untuk menunjukkan karya. Mereka juga perlu akses teknologi, kesempatan belajar, komunitas, jaringan industri, serta ruang untuk mengembangkan kreativitas menjadi pekerjaan dan sumber penghasilan.

“Semangat yang kami bangun adalah create, connect, and earn,” kata Irene.

Tiga kata tersebut menjadi gambaran sederhana tentang ekosistem yang ingin dibangun. Kreator perlu mendapat ruang untuk create, kemudian connect dengan teknologi, komunitas, pemerintah, dan industri. Dari sana, karya diharapkan bisa masuk ke tahap earn, atau memberikan nilai ekonomi bagi pembuatnya.

Karya Bisa Dikembangkan Menjadi Aset

Menurut Irene, sebuah karya seharusnya tidak berhenti sebagai hasil kreativitas. Kekayaan Intelektual (KI) yang ada di dalamnya justru dapat dikembangkan menjadi aset yang memiliki nilai ekonomi.

Caranya bisa beragam, tergantung jenis karya dan pasar yang dituju. Kreator dapat mengembangkan model bisnis, membuka peluang lisensi, membangun kolaborasi, maupun mencari bentuk komersialisasi yang sesuai.

Artinya, nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada hasil akhirnya. Cara karya tersebut dikelola juga menentukan seberapa jauh potensinya untuk berkembang.

Di sinilah pemahaman mengenai Kekayaan Intelektual menjadi penting. Kreator perlu mengetahui siapa pemilik karya, bagaimana melindunginya, serta bagaimana hak atas karya tersebut dapat dimanfaatkan ketika masuk ke dunia bisnis.

Dengan begitu, karya yang awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan kreatif dapat memiliki perjalanan yang lebih panjang dan membuka peluang penghasilan bagi penciptanya.

Jangan Berhenti Setelah Karya Selesai

Irene juga menilai pembinaan talenta perlu dilakukan sejak dini. Kreator perlu mendapat kesempatan untuk mengenal industri sehingga memahami bahwa proses kreatif tidak selesai ketika sebuah karya sudah dibuat.

Ada banyak hal yang kemudian perlu dipikirkan, mulai dari membangun jaringan, mencari mitra, memperkenalkan karya kepada audiens, sampai melihat kemungkinan karya tersebut dikembangkan ke bidang lain.

Peluangnya pun cukup besar. Indonesia memiliki 21 subsektor ekonomi kreatif, sehingga ide dan karya kreator dapat memiliki banyak jalur pengembangan sesuai karakter, kemampuan, dan pasar yang ingin dituju.

Karena itu, kemampuan menghasilkan karya perlu berjalan beriringan dengan kemampuan melihat peluang di balik karya tersebut.

Peluang Tidak Hanya Milik Kreator Jakarta

Pengembangan ekonomi kreatif juga tidak seharusnya hanya berpusat di Jakarta. Irene menekankan bahwa kreator dari berbagai daerah perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkolaborasi, memperkenalkan karya, dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Kehadiran komunitas, industri, pemerintah, dan teknologi menjadi penting karena tidak semua kreator memiliki akses yang sama terhadap jaringan tersebut.

Pertemuan antara berbagai pihak dalam satu ekosistem juga dapat membuka peluang kolaborasi yang sebelumnya sulit dijangkau kreator secara individual.

IdeaFriends Perkenalkan Kreator dengan Ekosistem Industri

Gagasan tersebut salah satunya terlihat dalam IdeaFriends After Hours: Creative Economy. Kegiatan ini mempertemukan sekitar 100 kreator dalam suasana yang memadukan ruang budaya dengan teknologi kreatif.

Kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Adobe, Kementerian Ekonomi Kreatif, Museum Nasional Indonesia, dan IdeaFest tersebut menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari Tur Malam di Museum, Adobe Express Template Challenge, Lightning Talks, pengenalan komunitas, hingga sesi jejaring.

Bukan hanya menjadi tempat berkumpul, kegiatan tersebut juga mempertemukan kreator dengan komunitas, pelaku industri, teknologi, dan pemerintah.

Director & Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan kekayaan budaya dan alam Indonesia merupakan salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan melalui ekonomi kreatif.

“Budaya kita adalah salah satu keunikan terbesar Indonesia. Karena itu, kita membutuhkan teman-teman dari ekosistem kreator untuk mengembangkan budaya kita menjadi sesuatu yang bernilai dan dapat dikenal dunia,” ujar Reski.

Sehingga, peluang kreator tidak hanya berhenti pada seberapa menarik sebuah karya dibuat. Ada pekerjaan berikutnya yang tidak kalah penting, yakni menjaga karya tersebut, menemukan pasar, membangun kerja sama, dan mencari cara agar kreativitas yang sudah dihasilkan dapat terus memberikan nilai.

Pesan create, connect, and earn yang disampaikan Wamen Ekraf pun menjadi relevan bagi kreator yang ingin menjadikan karya bukan hanya sebagai portofolio, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan karier dan sumber penghasilan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Proyek Rumah Tanpa Suap? Bisa Dong, Gini Caranya!”

    “Proyek Rumah Tanpa Suap? Bisa Dong, Gini Caranya!”

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.945
    • 0Komentar

    ADA pepatah yang cocok, mungkin ini “Kalau ingin hidup enak, jangan cuma nunggu rezeki, tapi bikin jalan yang bersih”. Nah, pepatah itu rasanya pas banget buat ngobrolin soal rumah bersubsidi dan korupsi. Coba kalau kita pikir-pikir, Menteri Perumahan Maruarar Sirait sudah meluang wakut  untuk  ketemu Ketua Umum Gapensi, Andi Rukman, Jumat sore akhir pekan lalu. […]

  • Jelang Idul Fitri, Alex Pantau Pasar Pastikan Stok Aman

    Jelang Idul Fitri, Alex Pantau Pasar Pastikan Stok Aman

    • calendar_month Minggu, 10 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.389
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Guna memastikan stok pangan aman jelang Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mendatangi Pasar Induk Jakabaring pukul 02.00 WIB, dini hari Minggu (10/6/2018) . Pada peninjauan tersebut, Gubernur Alex Noerdin didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol. Zulkarnain Adi Negara, Pjs. Walikota Palembang Akhmad Najib dan Dinas terkait. Setiba di Pasar […]

  • Pabrik Rangka Baja Ringan Beroperasi di Muba

    Pabrik Rangka Baja Ringan Beroperasi di Muba

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sungai Lilin- Pabrik kerangka atau baja ringan yang secara resmi berada di Kecamatan Sungai Lilin milik CV Anugerah Jaya Ternama resmi beroperasi   “Kami sangat berterima kasih dengan Pemkab Muba terutama bapak Bupati H. Apriyadi yang sangat memudahkan kami untuk berinvestasi di Kabupaten Muba,” ungkap Direktur Utama CV Anugerah Jaya Ternama, Aprizal, Rabu (9/11/2022). […]

  • HUT 59, Pusri Palembang Berbagi dengan 1.000 Anak Yatim

    HUT 59, Pusri Palembang Berbagi dengan 1.000 Anak Yatim

    • calendar_month Senin, 24 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    Palembang –  PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dalam rangkaian HUT ke -59 mengadakan acara bersama dengan 1.000 anak yatim piatu. Kegiatan sosial ini dilaksanakan secara rutin, bukan saja pada HUT Pusri, namun setiap bulan suci ramadhan. Anak yatim yang di undang tersebut berasal dari 30 panti asuhan. “Kami ingin berbagi dalam memeriahkan HUT Pusri ini, bukan […]

  • Lepas 445 JCH Kloter I Embarkasi Palembang, Ini Pesan Gubernur

    Lepas 445 JCH Kloter I Embarkasi Palembang, Ini Pesan Gubernur

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.660
    • 0Komentar

    SEBANYAK 445  orang Jemaah Calon Haji (JCH) yang terdiri atas  356 JCH asal Kabupaten OKU Timur, 86 orang JCH asal Kota Pelembang dan 3 orang Petugas TPHD yang tergabung salam kelompok terbang (Keloter) satu, embarkasi Palembang tahun haji 1440 hijriah/ 2019, dilepas keberangkatannya menuju ke Arab Saudi  oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Asrama […]

  • Turun dari Pesawat, Alex Langsung Temui Ribuan Mahasiswa, Ada Apa ?

    Turun dari Pesawat, Alex Langsung Temui Ribuan Mahasiswa, Ada Apa ?

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    “Tapi saya sempat nonton videonya dari Jakarta, yang hadir sangat luar biasa,”

expand_less
WordPress Archive Ngecor – Construction & Building Company Elementor Template Kit Ngepet – Creative Agency Company Elementor Template Kit Ngo – Charity Donation WordPress NGOO – Non-profit Charity Template Kit Nifty - Business Consulting WordPress Theme Nightshade – Photography Portfolio WordPress Theme Nigiri – Restaurant WordPress Theme Nikado – Responsive Theme for WooCommerce WordPress NikanTicket – WordPress & WooCommerce Support Tickets Nikicivi – Elegant CV-Resume & Portfolio Elementor Template Kit