Padang Kejar Status Kota Gastronomi UNESCO, Bisa Jadi yang Pertama di Indonesia
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 37 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ekraf.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kota Padang kejar status Kota Gastronomi UNESCO dan berpeluang menjadi kota pertama di Indonesia yang masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) melalui kategori Creative City of Gastronomy. Pemerintah pusat menyatakan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kota Padang tersebut.
Dukungan itu disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya dalam forum Talks on Taste di Kawasan Kota Tua Padang, Minggu (9/8/2026). Forum tersebut menjadi bagian dari Taste of Padang Experience 2026: Road to Gastronomy City sekaligus rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.
Teuku Riefky menilai upaya Padang menuju Kota Gastronomi UNESCO memiliki arti strategis, bukan hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi Indonesia. Jika berhasil, Padang akan menjadi kota gastronomi pertama Indonesia dalam jejaring UCCN.
“Saya mendukung penuh keseriusan Pak Wali Kota untuk mengusulkan Kota Padang menjadi kota gastronomi dalam UNESCO Creative Cities Network. Kalau ini berhasil, ini bukan hanya perjuangan Pak Wali Kota atau masyarakat Kota Padang, tetapi menjadi perjuangan pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif,” ujar Teuku Riefky.
Kementerian Ekraf siap mendukung proses pengusulan tersebut melalui promosi, persiapan administrasi, komunikasi dengan jejaring internasional, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Teuku Riefky, Kota Gastronomi UNESCO tidak cukup dibangun hanya dengan kekayaan kuliner. Padang juga perlu memiliki identitas gastronomi yang kuat, termasuk definisi dan standardisasi resep yang dapat menjadi bagian dari storytelling kuliner daerah.
Pengembangan gastronomi Padang juga didorong untuk terhubung dengan subsektor ekonomi kreatif lain, seperti desain, penerbitan, musik, dan seni pertunjukan. Kolaborasi lintas subsektor dinilai dapat memperkuat ekosistem kreatif sekaligus posisi Padang dalam proses pengusulan UCCN.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pemerintah kota siap memenuhi berbagai tantangan untuk merealisasikan target tersebut. Menurutnya, kekuatan Padang tidak hanya berada pada kuliner, tetapi juga tradisi, sejarah, keberagaman budaya, keramahan masyarakat, dan kesiapan kota memberikan pengalaman berkualitas bagi wisatawan.
“Kami siap diberikan tantangan dan challenge untuk merealisasikan The City of Padang to be the City of Gastronomy,” ujar Fadly.
Rangkaian Taste of Padang Experience 2026 berlangsung pada 6-10 Agustus 2026, sejumlah agenda digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari Padang Gastronomy Market, Padang Bajamba, Padang Harmoni Festival hingga forum Talks on Taste.
Kementerian Ekraf juga mendorong kurasi local hero dan kekayaan intelektual kuliner Padang untuk dikembangkan ke pasar nasional dan global. Kurasi dilakukan bersama pakar kuliner, pelaku industri, dan pemerintah daerah guna menemukan pelaku serta produk kreatif yang memiliki daya saing internasional.
Melalui dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Padang, pengembangan gastronomi diharapkan tidak berhenti sebagai rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Padang. Agenda tersebut diarahkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat identitas gastronomi, ekosistem ekonomi kreatif, dan daya saing Padang di tingkat nasional maupun internasional. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
