TERASI 2026, 60 Ilustrator Lokal Unjuk Karya, Bisakah Seni Jadi Penghasilan?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ekraf.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pameran TERASI 2026 tidak hanya membawa karya 60 ilustrator lokal ke ruang publik. Di balik ramainya pameran yang digelar SOVLO bersama GEKRAFS di Agora Mall Jakarta, ada pertanyaan yang lebih besar, sejauh mana karya ilustrator Indonesia bisa berkembang dari sekadar pajangan menjadi produk yang menghasilkan nilai ekonomi bagi penciptanya?
Ketika karya ilustrasi mulai masuk ke berbagai bentuk produk dan kolaborasi komersial. TERASI 2026 pun mencoba mempertemukan ilustrator dengan publik, komunitas, industri, dan pasar dalam satu ruang, sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas tidak berhenti pada karya visual, tetapi dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi kreatif.
Digelar pada 13- 17 Agustus 2026, TERASI mengusung tema “Rumahku Indonesia” dengan menghadirkan karya ilustrator dari berbagai daerah. Keragaman gaya dan cerita yang dibawa para kreator menjadi gambaran bahwa identitas Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam bahasa visual yang berbeda-beda.
Yang menarik, ruang kolaborasi itu juga diperluas kepada seniman dengan Down syndrome dan anak penyintas kanker melalui kerja sama dengan Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI) dan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI). Karya mereka diolah menjadi koleksi wearable art, sehingga keterlibatan dalam ekonomi kreatif tidak berhenti pada apresiasi, tetapi diarahkan pula pada nilai ekonomi bagi para penciptanya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai model kolaborasi semacam ini penting untuk memperluas jejaring sekaligus membuka kesempatan baru bagi kreator lokal. Menurutnya, keberadaan puluhan ilustrator dalam TERASI dapat menjadi momentum untuk mempertemukan talenta daerah dengan peluang kolaborasi yang lebih luas.
Bagi SOVLO, TERASI sejak awal diarahkan sebagai ruang temu dalam ekosistem ilustrasi Indonesia. Karena itu, ukuran keberhasilannya tidak semata-mata berapa banyak karya yang dipamerkan, tetapi juga apakah pertemuan antara ilustrator, brand, komunitas, dan konsumen mampu menciptakan peluang yang berkelanjutan.
Dengan kata lain, TERASI 2026 sedang menguji satu hal penting bagi industri ilustrasi Indonesia: bisakah karya kreator lokal mendapatkan tempat yang lebih besar di pasar tanpa kehilangan penghargaan terhadap penciptanya?.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
