Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Proyek Rumah Tanpa Suap? Bisa Dong, Gini Caranya!”

“Proyek Rumah Tanpa Suap? Bisa Dong, Gini Caranya!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 2.962
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah yang cocok, mungkin ini “Kalau ingin hidup enak, jangan cuma nunggu rezeki, tapi bikin jalan yang bersih”. Nah, pepatah itu rasanya pas banget buat ngobrolin soal rumah bersubsidi dan korupsi.

Coba kalau kita pikir-pikir, Menteri Perumahan Maruarar Sirait sudah meluang wakut  untuk  ketemu Ketua Umum Gapensi, Andi Rukman, Jumat sore akhir pekan lalu. Mereka duduknya santai, tapi ada aura serius kayak dosen yang lagi jelasin PR matematika paling rumit,  bedanya, PR kali ini bukan soal akar kuadrat, tapi soal akar korupsi. hehehe..

Kenapa demikian? soalnya di tengah pertemuan itu, ada Staf Ahli bidang pencegahan korupsi, Budi Permana. Ya…. bayangin, orangnya serius tapi energik, kayak guru TK yang lagi bawa toples permen, kalau salah dikasih permen, bisa bikin bocah nangis.Budi ini kayak “detektor korupsi hidup” yang siap menyambar kalau ada yang mencoba main tikus-tikusin proyek rumah subsidi.

Apalagi Pemerintah sendiri sebenarnya punya rencana ciamik, bukan cuma ngajak kontraktor ikut bangun rumah bersubsidi, tapi juga bikin sistem transparan supaya proyek ini bebas drama suap-menyuap. Katakanlah semacam, “Kalau kamu mau bangun rumah rakyat, tapi kantong sendiri jangan dikorupsi, ayo ikut main bersih”.

Kalau dibawa ke dunia Internasional, model kayak gini ternyata udah dicoba di beberapa kota, sebut saja Singapura, proyek Marina Bay- Pemerintahnya punya e-procurement super transparan. Semua tender proyek bisa dipantau publik. Hasilnya? Praktik sogok menyogok hampir nol.

Selain itu di Kopenhagen, Denmark,  mereka punya tim audit independen untuk proyek pembangunan publik. Jangan kaget, tim ini lebih galak dari emak-emak yang ngerokok di pasar. Semua anggaran dicek sampai receh terakhir.

Di Toronto, Kanada, ada open-data portal buat pembangunan kota. Publik bisa tahu siapa menang tender, berapa nilai kontrak, sampai progres proyek. Kalau ada yang nyimpang, warga bisa protes langsung online.

Ada lagi di  Melbourne, Australia, menggunakan  sistem kontrak “performance-based”, kontraktor dapat bonus kalau proyek selesai tepat waktu dan sesuai anggaran, minus drama kickback.

Dari contoh itu, jelas kalau transparansi bukan cuma jargon resmi pemerintah. Ini kayak pepatah “Air jernih tak pernah berlumut, hati bersih tak pernah tersangkut suap”, itu pas banget buat dikaitkan sama proyek rumah rakyat kita.

Tapi tunggu dulu, cerita seriusnya jangan bikin kita stres. Di sisi humor, bayangin kontraktor yang biasa main tikus-tikusin proyek, tiba-tiba ketemu sistem transparansi modern.

Wajahnya bisa kayak orang baru pertama kali naik roller coaster yaitu, panik tapi nggak bisa kabur. Bahkan dia memegang kalkulator, ngetik angka, tapi setiap klik langsung muncul notifikasi “Hei, jangan coba-coba potong biaya buat kantong sendiri, ya!”. Ngakak? Ya, tapi itu realita kalau sistem anti-korupsi jalan.

Tapi jadinya moralnya jelas karena  pemerintah bukan cuma ngajak bangun rumah, tapi ngajak bangun karakter. Seperti kata John Perkins, penulis Confessions of an Economic Hitman, “Kekuatan terbesar sebuah bangsa bukan cuma di kantongnya, tapi di integritas warganya”. Nah, kalau kontraktor belajar main bersih, rakyat yang dapat rumah pun senyum-senyum kayak menang undian lotre.

Dari pengalaman kota-kota di luar negeri, kita bisa ambil pelajaran untuk tetap transparansi sebab itu  yang bikin semua pihak saling percaya, sistem digital dan audit independen bikin peluang korupsi nyaris hilang dan bonus bagi yang bekerja bersih lebih memotivasi daripada ancaman denda semata.

Jadi, kalau kita mau proyek rumah rakyat berjalan tanpa drama kickback, sebenarnya gampang, yaitu gabungkan teknologi, audit independen, dan budaya integritas. Ingat pepatah lokal “Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak ada suap, rumah rakyat pun jadi”.

Oleh karena itu, penutupnya, mari kita bayangkan skenario ideal, yaitu proyek rumah subsidi selesai, rakyat senang, kontraktor untung, pemerintah senyum puas, dan Budi Permana bisa pulang dengan tenang tanpa perlu “mengamankan” setiap receh duit proyek. Sederhana, tapi nyata.

Kalau kita bisa menertibkan proyek rumah dengan humor tapi serius seperti ini, bukan nggak mungkin Indonesia bisa bikin rumah rakyat tanpa drama korupsi, sambil ketawa ngakak bareng. Jadi jangan takut bersih, karena bersih itu lucu juga bahkan bisa bikin perut sakit saking ngakaknya, tapi tetap memberi pelajaran berharga.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa, Setahun, Muba Punya 15 Inovasi Pelayanan Publik

    Luar Biasa, Setahun, Muba Punya 15 Inovasi Pelayanan Publik

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.036
    • 0Komentar

    MEMANG benar kata orang tua, kerja itu harus diam dan gak perlu banyak omong, jika banyak ngomong tapi hasilnya belum memenuhi harapan, pasti akan malu-maluin, jika kerja dengan penuh ikhlas dan fokus pasti hasilnya sangat memuaskan, setelah itu baru hasil kerjaannya dibuktikan, Nah itu baru bener, he..he becanda. Seperti dilakukan Musi Banyuasi [Muba], diam-diam, ternyata kabupaten […]

  • ASUS hadirkan pendekatan kemitraan Co-Winning untuk percepat transformasi digital di AIoT

    ASUS hadirkan pendekatan kemitraan Co-Winning untuk percepat transformasi digital di AIoT

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, TAIPEI, Taiwan,- ASUS  mengumumkan bahwa ASUS IoT, penyedia solusi AIoT global, telah memperkenalkan pendekatan Co-Winning untuk Program Aliansi Mitra ASUS AIoT. Pendekatan baru ini bertujuan untuk merevolusi sektor AI dan IoT dengan model strategis dan keunggulan kolaboratifnya. Dengan kekuatannya dalam perangkat keras dan perangkat lunak AI, kemampuan desain terbaik, dan kualitas produk tepercaya, ASUS […]

  • Pastikan Hak Penerima Bantuan  Terpenuhi, Mensos Pantau Penyaluran Bansos

    Pastikan Hak Penerima Bantuan Terpenuhi, Mensos Pantau Penyaluran Bansos

    • calendar_month Sabtu, 31 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 740
    • 0Komentar

    MENTERI Sosial Tri Rismaharini menyikapi serius beberapa kasus penyaluran bantuan di lapangan yang diindikasikan kurang mematuhi prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas. Mensos bertindak tegas untuk memastikan hak-hak penerima bantuan terpenuhi terlebih dimasa kedaruratan seperti saat ini. Seperti diketahui, Mensos Risma intensif melakukan pengecekan lapangan dalam penyaluran bantuan di beberapa daerah. Dalam sekali perjalanan, Mensos bisa mengunjungi […]

  • Danrem Ikuti Upacara Pemakaman Almarhum Mertua Gubernur Sumsel

    Danrem Ikuti Upacara Pemakaman Almarhum Mertua Gubernur Sumsel

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    KOMANDAN Korem 044/Gapo Brigjen TNI M. Naudi Nurdika S.I.P M.Si M.Tr (Han), mengikuti upacara pemakaman H. Husni bin Zainal (mertua dari Gubernur Sumsel ) H. Herman Deru, di Taman Pemakaman Keluarga (TPK) Gandus Jalan Sungai Lacak Gandus Palembang, Selasa (11/1/2022). Turut hadir pada kegiatan tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Agus.Suhardi, […]

  • “Dukung Produk Lokal? Wajib Mampir ke Jakarta Night Carnival 2025!”

    “Dukung Produk Lokal? Wajib Mampir ke Jakarta Night Carnival 2025!”

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.138
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Buat lo yang doyan fesyen lokal tapi bosen lihat produk itu-itu aja, Jakarta Night Carnival 2025 bisa jadi surga belanja lo! Kementerian UMKM, bareng SMESCO, Jakcloth, Clothing Meet Up (Clome), dan Pasar Malam Festival, siap ngeramein dunia fashion lokal dengan event kece yang bakal bikin dompet rela kebuka lebar! Event ini diresmikan langsung sama […]

  • Emas Dari Atlet Taekwondo Jadi Kado Istimewa HUT Banyuasin Ke-18

    Emas Dari Atlet Taekwondo Jadi Kado Istimewa HUT Banyuasin Ke-18

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

    KABUPATEN Banyuasin kembali mendapatkan penghargaan, kali ini penghargaan datang dari dunia olahraga, penghargaan didapatkan tepat di hari peringatan lahirnya Bumi Sedulang setudung. Atlet Taekwondo Kabupaten Banyuasin berhasil meraih medali emas di kejuaraan Nasional Taekwondo, yang diselenggarakan di Jakarta dengan diikuti Total peserta 57 club dari seluruh provinsi Di Indonesia.Total peserta atlit 570 dalam satu kelas dari […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Quote WooCommerce Recommendation Engine WooCommerce Redirect To Page or URL on Add To Cart – Direct Checkout or Skip Cart WooCommerce RedSys Payment Gateway WooCommerce Referral Scheme WordPress Plugin WooCommerce Refund And Exchange With RMA WooCommerce Refund And Exchange with RMA – Warranty Management, Refund Policy, Manage User Wallet WooCommerce Registration Fields Plugin – Custom Signup Fields WooCommerce Request a Quote WooCommerce Request a Quote Plugin – Ask for Quotation