21 Juta Bibit Gratis Disiapkan Kemenhut, Siapa Saja Bisa Mendapatkannya?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemenhut
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kabar baik bagi masyarakat yang ingin menghijaukan lingkungan tempat tinggal. Kementerian Kehutanan menyiapkan sekitar 21 juta bibit tanaman yang dapat diakses masyarakat melalui jaringan persemaian permanen di berbagai daerah.
Bibit tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang memiliki lahan luas. Kementerian Kehutanan menyebut tanaman juga dapat dikembangkan menggunakan media sederhana seperti pot atau drum, sehingga penghijauan tetap memungkinkan dilakukan di kawasan dengan ruang terbatas.
Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, mengatakan stok 21 juta bibit itu berada di 59 persemaian permanen. Masyarakat yang membutuhkan bibit dapat mengaksesnya melalui Balai Pengelolaan DAS (BPDAS) yang tersebar di Indonesia.
“Tahun ini kami menyediakan 21 juta bibit yang tersebar di 59 persemaian permanen, dan masyarakat dapat mengakses melalui BPDAS yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Dyah saat kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Program penyediaan bibit tersebut berjalan bersamaan dengan rangkaian 81 Aksi Kehutanan yang digelar pada 10-16 Agustus 2026 untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu kegiatannya adalah Bibit Merdeka untuk Masyarakat. Hingga pelaksanaan kegiatan, sebanyak 17.845 batang bibit telah dibagikan kepada masyarakat di 20 provinsi melalui Unit Pelaksana Teknis BPDAS.
Di Jakarta, pembagian dilakukan dalam kegiatan HBKB dengan menyediakan 1.000 batang bibit. Jenis yang diberikan antara lain tabebuya sebagai tanaman hias serta tanaman MPTS. Bibit tersebut berasal dari Persemaian Permanen Rumpin, BPDAS Citarum Ciliwung.
Antusiasme warga terlihat dalam kegiatan yang diawali dengan senam bersama tersebut. Bibit yang dibawa pulang masyarakat diharapkan tidak sekadar menjadi tanaman penghias rumah, tetapi ikut menambah tutupan hijau di lingkungan permukiman.
Dyah mengatakan penanaman pohon juga memiliki manfaat terhadap lingkungan perkotaan, termasuk membantu menyerap emisi dan polusi.
Karena itu, masyarakat didorong untuk menjadikan kegiatan menanam sebagai kebiasaan, termasuk memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar rumah.
“Kami harap masyarakat dapat terus melakukan aksi penanaman ini, tidak hanya bermanfaat untuk penghijauan lingkungan, tetapi juga untuk menyerap emisi karbon,” ujarnya.
Penyediaan bibit gratis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penghijauan sekaligus mendukung gerakan ASRI yang mencakup lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah.
Selain pembagian bibit kepada masyarakat, Kementerian Kehutanan tetap menjalankan rehabilitasi hutan dan lahan sebagai bagian dari program penghijauan yang dilakukan setiap tahun.
Rangkaian 81 Aksi Kehutanan berlangsung di 81 titik dari Sabang hingga Merauke. Selain Bibit Merdeka untuk Masyarakat, kegiatan tersebut mencakup Hutan Tumbuh untuk Indonesia, Hutan Bersih Indonesia Asri, Forester Goes to School, dan Bakti Rimbawan untuk Negeri.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
