Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Perdagangan TSL Ilegal Dibidik, Kemenhut Rumuskan 4 Langkah

Perdagangan TSL Ilegal Dibidik, Kemenhut Rumuskan 4 Langkah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Perdagangan TSL ilegal menjadi salah satu sasaran penguatan penegakan hukum Kementerian Kehutanan. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah guna membuat penanganan kejahatan kehutanan dan tumbuhan serta satwa liar ilegal lebih terpadu, mulai dari penguatan kelembagaan hingga peningkatan kapasitas penyidik.

Langkah ini dirumuskan dalam Multistakeholder Meeting Penegakan Hukum Terpadu Kehutanan dan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang digelar Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan bersama Program LEVERAGE di Bogor pada 7–8 Agustus 2026.

Forum itu tidak hanya mempertemukan aparat penegak hukum. PPNS dari berbagai kementerian dan lembaga, Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Mahkamah Agung, Bea dan Cukai, OJK, KKP, Karantina, serta kalangan akademisi ikut membahas pola penanganan kejahatan kehutanan dan perdagangan TSL ilegal.

Hasil pembahasan kemudian diarahkan pada empat agenda strategis. Salah satunya adalah mendorong pembentukan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Terpadu untuk menangani perkara TSL ilegal yang memiliki risiko tinggi dan berskala besar.

Langkah kedua menyangkut mekanisme kerja. Kementerian Kehutanan bersama para pemangku kepentingan mendorong penyusunan SOP terintegrasi agar koordinasi penegakan hukum antarlembaga memiliki mekanisme yang lebih jelas.

Agenda berikutnya adalah memperkuat sisi regulasi melalui harmonisasi berbagai aturan yang menjadi dasar dan penunjang penegakan hukum.

Sementara itu, kapasitas sumber daya manusia, terutama PPNS, juga akan diperkuat agar mampu menerapkan pendekatan multidoor, penelusuran dan pemulihan aset, serta skema pemulihan kerugian ekosistem.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan penanganan perkara kehutanan tidak cukup hanya mengandalkan satu instrumen hukum.

“Pendekatan multidoor menjadi semakin penting. Berbagai instrumen hukum yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk tindak pidana korupsi, perpajakan, kepabeanan, hingga sektor jasa keuangan,” kata Dwi.

Menurut dia, penggunaan berbagai instrumen tersebut dapat memperluas ruang penegakan hukum sekaligus meningkatkan kemampuan negara dalam membongkar jaringan kejahatan yang lebih besar.

Kebutuhan menurut dia, menjadi semakin penting, karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Perdagangan TSL ilegal yang terorganisasi dan melintasi wilayah tidak hanya mengancam kelestarian satwa, tumbuhan, dan ekosistem, tetapi juga berkaitan dengan keuntungan ekonomi yang diperoleh dari kejahatan tersebut.

Oleh sebab itu, ukuran keberhasilan penegakan hukum tidak semata-mata dilihat dari jumlah pelaku yang berhasil diproses. Pemerintah juga ingin memastikan proses penyidikan mampu membangun pembuktian berbasis ilmiah, memutus keuntungan dari kejahatan, dan mendorong pemulihan kerugian lingkungan.

“Penegakan hukum yang efektif tidak hanya diukur dari jumlah pelaku yang dipidana, melainkan dari kemampuan negara membangun pembuktian presisi berbasis ilmiah dan menghilangkan motivasi ekonomi kejahatan tersebut,” ujar Dwi.

Aspek pemulihan aset menjadi bagian dari arah tersebut. Penegakan hukum akan diperkuat dengan upaya memutus keuntungan hasil kejahatan, pemanfaatan sains forensik dalam penyidikan dan pembuktian, serta pemulihan aset yang berkaitan dengan tindak pidana.

Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Rudianto Saragih Napitu menilai perubahan pendekatan tersebut membutuhkan koordinasi yang konsisten antarinstansi. Menurutnya, penegakan hukum terpadu bukan hanya persoalan menangani perkara, tetapi juga menyangkut perubahan cara kerja dan budaya kerja antarlembaga.

“Penegakan hukum terpadu tidak hanya sebatas penanganan perkara, tetapi juga mencakup transformasi cara dan budaya kerja antar institusi,” kata Rudianto.

Ia menyebut penguatan kapasitas SDM, penyediaan wadah komunikasi bagi PPNS, serta pembentukan tim khusus untuk penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan penelusuran aset menjadi bagian yang perlu diperkuat.

Namun, pembentukan tim khusus tersebut masih menjadi bagian dari penguatan yang didorong dalam forum, bukan berarti tim tersebut telah terbentuk.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan bersama Program LEVERAGE juga akan menerbitkan Kajian Tantangan Penyidikan Tindak Pidana Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar Ilegal.

Kajian tersebut diharapkan menjadi acuan bersama bagi para pihak yang terlibat dalam penanganan perkara. Selain memetakan tantangan penyidikan, kajian itu akan digunakan untuk memperkuat pemahaman lintas lembaga dan mengembangkan strategi penanganan yang lebih efektif.

Penguatan penegakan hukum pada akhirnya diarahkan bukan hanya untuk menghukum pelaku yang berada di lapangan.

Kementerian Kehutanan ingin penanganan perkara mampu menjangkau jaringan yang lebih luas, memutus keuntungan ekonomi dari tindak pidana, memulihkan kerugian lingkungan, dan memperkuat perlindungan terhadap kekayaan hayati Indonesia. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agus Fatoni ikut Rakor Kepala daerah se-Indonesia, Mendagri ingatkan Pj tidak lakukan politik praktis

    Agus Fatoni ikut Rakor Kepala daerah se-Indonesia, Mendagri ingatkan Pj tidak lakukan politik praktis

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.436
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Menteri Dalam Negeri (Mendagri)) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan seluruh Pj Kepala Daerah untuk tidak melakukan politik praktis, meski tidak ada larangan bagi mereka mencalonkan diri menjadi Kepala Daerah, namun tidak memanfaatkan posisi dan jabatan sebagai Pj untuk mengambil langkah tersebut. Mendagri berharap kepada para Pj Kepala Daerah yang mendapatkan penugasan dari pusat untuk melaksanakan tugas […]

  • Apel Pengamanan & Latihan Siaga 

    Apel Pengamanan & Latihan Siaga 

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Selasa (22/4/2025) pagi, di Lapangan Jasdam II Sriwijaya, ratusan aparat gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait berbaris rapi, siap menghadapi “misi terbesar” mereka: mengamankan kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Bukan cuma angin pagi yang terasa segar, tapi juga semangat tinggi para personel yang udah siap siaga. Kalau ada yang ngira ini cuma apel biasa, […]

  • Setiap Tahunnya yang Nikah Itu 2 Juta Orang, Penghulunya Dinilai Belum Ideal, 10 Tahun ke Depannya Bisa Kekurangan, Menag Usul Tambahan Formasi

    Setiap Tahunnya yang Nikah Itu 2 Juta Orang, Penghulunya Dinilai Belum Ideal, 10 Tahun ke Depannya Bisa Kekurangan, Menag Usul Tambahan Formasi

    • calendar_month Selasa, 25 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.307
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan penambahan jumlah formasi penghulu. Usulan ini disampaikan Menag, mengingat saat ini jumlah penghulu yang ada belum ideal untuk melayani nikah yang mencapai angka dua juta peristiwa per tahun. Wacana penambahan formasi penghulu ini disampaikan Menag dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi VIII DPR RI, di Gedung Parlemen, Jakarta. “Jumlah […]

  • Muba Berikan Serentak Bantuan Dana Untuk Warga Terdampak COVID-19

    Muba Berikan Serentak Bantuan Dana Untuk Warga Terdampak COVID-19

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] memberikan bantuan secara serentak untuk warga Muba yang terdampak COVID-19. Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin memastikan Bantuan Langsung Tunai(BLT) dari Dana Desa Tahun 2020 ini sampai ke tangan warga. Bupati hadir langsung ke Desa Baru Jaya Kecamatan Jirak Jaya  dan menyerahkan bantuan secara simbolis tersebut kepada warga, Senin […]

  • Ini Alasan Yu Hyun Koo Tetap Pilih Muba Babel United

    Ini Alasan Yu Hyun Koo Tetap Pilih Muba Babel United

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    MESKI mendapat tawaran dari sejumlah klub di tanah air, namun Yu Hyun Koo menegaskan hanya akan membela Muba Babel United di kompetisi 2021 mendatang. Beberapa klub Liga 1 Indonesia memang sempat menawarinya bergabung di turnamen Piala Menpora yang akan segera bergulir, termasuk juga klub Liga 2 seperti Sriwijaya FC yang juga menginginkan jasanya. Namum pemain […]

  • Merdeka ! Belasan Keluarga di OKI Terima Rumah Layak Huni

    Merdeka ! Belasan Keluarga di OKI Terima Rumah Layak Huni

    • calendar_month Selasa, 17 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

        SEBANYAK 16 Keluarga kurang mampu di Kabupaten Ogan Komering Ilir menerima bantuan bedah rumah dari Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia. Bedah rumah ini merupakan Kerjasama pemerintah daerah dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ogan Komering Ilir di tahun 2021. Bupati Iskandar mengatakan program bedah rumah […]

expand_less
WordPress Archive Tada & Blog – Personal WordPress Theme Tadrees – School, Education WordPress Theme Tailor Online – WooCommerce Plugin for Online Custom Tailoring Tailora – Clothing Alteration & Tailoring Service Elementor Template Kit Tailoress – Tailor Service & Made Elementor Template Kit Takei – News & Magazine Template Kit Takorent – Food Trucking WordPress Theme Taleem – Online Education Elementor Template Kit Talents – Model Agency WordPress CMS Theme Talk & Action – Colorful Digital Agency Elementor Template Kit