Gajah Sumatera Jadi Warisan Alam Sumsel, Kilang Plaju Konsisten Jaga Habitatnya
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : Humas Pertamina
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Gajah Sumatera jadi warisan alam Sumsel yang terus dijaga, pasalnya bukan hanya sebagai satwa dilindungi, melainkan juga sebagai bagian yang penting dari keseimbangan ekosistem. Komitmen itu dilakukan Kilang Plaju dengan mendukung konservasi gajah Sumatera di Pusat Latihan Gajah (PLG) Juar, Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sumatera Selatan, (Sumsel) sejak 2018.
Terlihat di daerah itu masih terasa asri, karena hamparan rumput terlihat hijau, sungai, dan pepohonan menjadi ruang hidup gajah-gajah Sumatera di kawasan tersebut, dari dokumentasi aktivitas di lapangan, seekor gajah terlihat berjalan bersama anaknya di padang rumput dekat aliran sungai. Di lokasi lain, gajah juga tampak berinteraksi dengan para pendamping yang melakukan perawatan.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran konservasi gajah Sumatera tidak hanya berbicara soal menjaga satwa, tetapi juga memastikan habitat dan kebutuhan hidupnya tetap terpelihara.
Kilang Plaju, bagian dari Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, turut mengambil peran melalui dukungan terhadap kegiatan konservasi di PLG Juar.
Dukungan itu dilakukan melalui sinergi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel.
Sejumlah dukungan diberikan untuk menunjang pengelolaan dan kesehatan gajah, peningkatan kapasitas mahout atau pawang gajah, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam aktivitas konservasi.
Keterlibatan itu kembali diangkat Kilang Plaju bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia yang diperingati setiap 12 Agustus.
Momen ini menjadi bahan refleksi sebab, keberadaan gajah Sumatera membutuhkan perhatian bahkan dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika peringatan berlangsung.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan upaya menjaga keanekaragaman hayati membutuhkan keterlibatan dan kepedulian dari banyak pihak.
“Menjaga gajah bukan hanya tentang melindungi satu jenis satwa, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan alam dan ruang hidupnya. Dukungan yang telah dilakukan Kilang Plaju menjadi bagian dari komitmen kami untuk ikut mengambil peran dalam menjaga kekayaan alam Sumatera Selatan,” ujar Siti.
Di PLG Juar, Suaka Margasatwa Padang Sugihan, tercatat terdapat 28 ekor gajah yang terdiri dari 14 ekor jantan dan 14 ekor betina.
Keberadaan populasi ini membuktikan, pentingnya kawasan konservasi sebagai ruang untuk mendukung perlindungan dan pengelolaan gajah Sumatera.
Bahkan peran manusia dan perusahaan sangat dibutuhkan, dan terlihat langsung dalam aktivitas di lapangan. Contohnya Pertamina, sejumlah petugas dan pendamping terlibat dalam merawat gajah.
Mengenal dan hidup berdampingan
Salah satu dokumentasi memperlihatkan seekor gajah mendapatkan perhatian dari petugas di tengah suasana kawasan yang terbuka, dengan hamparan hijau dan langit biru sebagai latarnya.
Mahout menjadi salah satu unsur penting dalam pengelolaan gajah. Pengetahuan dan kemampuan mereka dibutuhkan untuk membantu merawat satwa serta mendukung kegiatan konservasi di kawasan PLG Juar.
Bagi Kilang Plaju, menjaga habitat gajah Sumatera memiliki makna yang lebih luas. Kelestarian satwa tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan tempat mereka hidup.
Sebab itulah, perlindungan keanekaragaman hayati berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem.
“Menjaga alam hari ini, kita juga sedang memastikan generasi mendatang masih dapat mengenal dan hidup berdampingan dengan kekayaan alam Sumatera Selatan,” kata Siti.
Keberadaan gajah Sumatera di Padang Sugihan menjadi bagian dari kekayaan alam yang dimiliki Sumsel. Di tengah hamparan hijau kawasan konservasi itu, satwa tersebut masih dapat bergerak, mencari makan, dan hidup dalam lingkungan yang terus diupayakan terjaga.
Sementara untuk Kilang Plaju sendiri, perjalanan konservasi itu menjadi bagian dari komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat serta menjaga lingkungan.
Sebab, ketika gajah Sumatera tetap memiliki ruang hidup, yang ikut dipertahankan bukan hanya satu spesies, melainkan juga warisan alam Sumsel untuk generasi berikutnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
