Saudi Fashion & Tex Expo 2026, 10 Perusahaan Indonesia Lolos dari 182 Pendaftar, Siap Buru Pasar Arab Saudi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemendag,go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Hanya 10 perusahaan Indonesia yang berhasil mendapatkan kesempatan tampil di Saudi Fashion & Tex Expo 2026 setelah bersaing dalam proses seleksi yang diikuti 182 perusahaan fesyen, tekstil, aksesori, dan alas kaki dari berbagai daerah di Indonesia.
Kesepuluh perusahaan tersebut akan membawa produk Indonesia ke Jeddah, Arab Saudi, untuk membidik peluang bisnis di salah satu pasar fesyen potensial kawasan Timur Tengah. Pameran berlangsung di Jeddah Center for Exhibition & Events pada 24-27 September 2026.
Perusahaan yang lolos terdiri atas Sarinah, Modestluxe, Crucil, Hikmat, Khanaan, Irna La Perle, Dian Pelangi, Karina Design, Intanaka, dan PT Yoshi Utama.
Mereka terpilih melalui proses kurasi yang mempertimbangkan kesiapan ekspor, kualitas produk, serta potensi pengembangan pasar di Arab Saudi. Setelah dinyatakan lolos, para peserta akan menjalani persiapan teknis sebelum tampil di Jeddah.
Bagi 10 perusahaan tersebut, pameran ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada pelaku industri fesyen di Arab Saudi dan pasar internasional yang hadir di Jeddah. Peserta juga dijadwalkan mengikuti forum bisnis serta business matching dengan calon pembeli potensial.
Peluang tersebut menjadi alasan utama Indonesia mengarahkan promosi produk fesyen dan tekstil ke pasar Arab Saudi. Selain memiliki pasar domestik yang besar, Arab Saudi dinilai memiliki potensi bagi produk fesyen berkualitas, termasuk modest fashion yang menjadi salah satu segmen unggulan Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan promosi dagang perlu diarahkan pada pasar yang memiliki peluang bagi produk Indonesia.
“Ditjen PEN berkomitmen mendukung pelaku usaha Indonesia menembus pasar global melalui berbagai kegiatan promosi dagang yang tepat sasaran. Kami berharap keikutsertaan 10 perusahaan terpilih dapat membuka kemitraan bisnis jangka panjang dan memperkuat citra Indonesia,” ujar Punto.
Jumlah pendaftar yang mencapai 182 perusahaan menunjukkan besarnya minat pelaku usaha nasional untuk mencari peluang ekspor di kawasan Timur Tengah. Namun, hanya perusahaan yang memenuhi kriteria kurasi yang mendapat fasilitasi untuk mengikuti pameran tahun ini.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ari Satria, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan semakin kuatnya minat pelaku usaha Indonesia memperluas pasar ekspor.
“Kami mengucapkan selamat kepada 10 perusahaan yang berhasil lolos seleksi untuk mewakili Indonesia pada Saudi Fashion & Tex Expo 2026. Kami berharap, para peserta dapat memanfaatkan ajang ini untuk memperluas jejaring bisnis, menjalin kemitraan dengan calon pembeli, serta meningkatkan ekspor produk fesyen dan tekstil Indonesia,” ujar Ari.
Bagi perusahaan yang belum lolos, kesempatan mengikuti program promosi dagang lainnya tetap terbuka. Kementerian Perdagangan juga mendorong pelaku usaha memperkuat kesiapan ekspor dan terus mengembangkan produk agar mampu bersaing di pasar internasional.
Di Jeddah, tantangan bagi 10 perusahaan terpilih bukan lagi soal lolos kurasi, melainkan bagaimana mengubah kesempatan tampil menjadi hubungan bisnis yang nyata. Pertemuan dengan buyer dapat menjadi pintu masuk menuju transaksi, jaringan distribusi, maupun kerja sama jangka panjang.
Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, mengatakan promosi dagang Indonesia akan terus diarahkan agar semakin banyak produk nasional memiliki akses ke pasar global.
“Kami akan terus membuka berbagai peluang promosi dagang agar semakin banyak produk Indonesia menembus pasar global,” kata Zulvri.
Ia optimistis keikutsertaan Indonesia di Saudi Fashion & Tex Expo 2026 dapat memperkuat citra produk fesyen nasional sekaligus membuka peluang transaksi dan kerja sama bisnis yang berkelanjutan.
Dengan komposisi 10 perusahaan hasil kurasi dari 182 pendaftar, pameran di Jeddah tersebut menjadi salah satu momentum bagi industri fesyen dan tekstil Indonesia untuk menguji peluang pasar Arab Saudi secara langsung. Hasil akhirnya akan ditentukan dari seberapa jauh pertemuan dengan calon buyer dapat berkembang menjadi transaksi dan kemitraan bisnis.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
