Tak Perlu Tunggu Lulus, Mendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Sejak Kuliah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :kemendag.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Tak perlu menunggu lulus, mahasiswa kini didorong mulai belajar menjadi eksportir sejak kuliah. Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai pengalaman membangun usaha dan mengenal pasar luar negeri sejak di kampus dapat menjadi bekal bagi lahirnya eksportir muda.
Dorongan itu disampaikan Budi saat memberikan kuliah umum di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). Ia memperkenalkan Program Campuspreneur yang dirancang untuk membantu mahasiswa belajar menjalankan usaha hingga memahami perdagangan internasional.
Menurut Budi, mahasiswa tidak harus menunggu wisuda untuk mulai masuk ke dunia ekspor. Mereka dapat belajar menyiapkan produk, membaca kebutuhan pasar, hingga mengenali calon pembeli dari luar negeri selama masih kuliah.
“Kami ingin adik-adik setelah lulus tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan, kami ingin adik-adik belajar menjadi eksportir ketika masih kuliah,” ujar Budi.
Kampus, kata dia, dapat menjadi tempat pengembangan produk UMKM yang memiliki peluang masuk pasar global. Kemendag membuka kesempatan bagi perguruan tinggi yang memiliki binaan UMKM dengan produk potensial untuk mengikuti Campuspreneur.
Selain pelatihan, mahasiswa juga dapat memperoleh pengalaman langsung melalui kesempatan magang di kantor perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Program tersebut dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari pasar negara tujuan dan mencari calon buyer.
Kemendag juga menghubungkan pelaku usaha dengan pasar internasional melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). Program ini antara lain mempertemukan UMKM Indonesia dengan calon buyer melalui business matching yang banyak dilakukan secara virtual.
Sepanjang Januari-Juli 2026, UMKM BISA Ekspor mencatat pesanan pembelian dan potensi transaksi sekitar USD333,68 juta. Skema pertemuan bisnis secara virtual menjadi salah satu cara yang digunakan untuk memperluas akses UMKM Indonesia ke pasar global.
Budi turut mengajak mahasiswa dan UMKM di Univet Bantara memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Pameran tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha kampus untuk memperkenalkan produk sekaligus belajar mencari pasar ekspor.
Rektor Univet Bantara Farida Nugrahani menyambut peluang tersebut. Ia berharap kerja sama dengan Kemendag dapat membuka ruang lebih luas bagi pengembangan eksportir muda, pelatihan perdagangan internasional, riset kebijakan perdagangan, hingga pengalaman mahasiswa di bidang perdagangan luar negeri.
Salah satu peserta kuliah umum, Dea, juga melihat peluang tersebut sebagai kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Ia memiliki usaha kue kering, seperti nastar klasik, kue singkong, dan cornflakes coklat.
Dea berharap mendapat pendampingan lebih lanjut, terutama dalam meningkatkan kualitas dan kemasan produk agar lebih siap menyasar pasar ekspor.
Sebelum mengisi kuliah umum di Univet Bantara, Budi mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo. Kepada para siswa, ia menyampaikan pentingnya belajar dengan tekun dan berani mengejar cita-cita.
Budi juga menekankan bahwa setiap anak harus memperoleh kesempatan pendidikan yang sama, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia berharap pendidikan dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih masa depan dan memutus rantai kemiskinan.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
