Resep Srikayo Khas Palembang, Cara Bikin yang Pas Disantap dengan Ketan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 27 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :Ilutrasi/AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Resep srikayo khas Palembang menarik dicoba bukan karena bahannya sulit dicari, justru sebaliknya. Telur, santan, gula, dan pandan sudah cukup untuk membuat penganan yang sejak lama dikenal dalam kuliner Sumatera Selatan (Sumsel).
Ada satu hal yang membuat srikayo makin menarik: makanan ini sering hadir bersama ketan putih.
Buat yang belum pernah melihatnya, srikayo mungkin sekilas mengingatkan pada puding. Warnanya bisa hijau dari pandan atau daun suji, sedangkan bagian dalamnya terbentuk dari campuran telur dan santan yang dikukus. Rasanya manis, dengan gurih santan yang terasa di belakangnya.
Nama srikayo juga kerap membuat orang salah sangka. Ini bukan olahan buah srikaya. Srikayo Palembang merupakan penganan berbahan telur dan santan yang dimasak dengan cara dikukus.
Menariknya lagi, cara membuatnya tidak membutuhkan peralatan khusus. Yang perlu diperhatikan justru beberapa bagian kecil dalam proses memasak, terutama ketika mencampurkan santan dengan telur dan saat mengatur panas kukusan.
Bahan Srikayo Khas Palembang
Untuk membuat beberapa porsi srikayo, siapkan:
- 4 butir telur ayam
- 175 gram gula pasir
- 400 ml santan
- 5 lembar daun pandan
- 2–3 lembar daun suji, jika ada
- ¼ sendok teh garam
- Sedikit air untuk mengambil sari pandan dan suji
Sebagai pendamping, siapkan ketan putih yang sudah dimasak.
Takaran gula tidak harus dibuat persis. Kalau lebih suka rasa manis yang ringan, jumlah gula bisa dikurangi sesuai selera.
Cara Membuat Srikayo Palembang
Buat sari pandan
Cuci daun pandan dan daun suji, kemudian potong kecil-kecil. Blender dengan sedikit air lalu saring.
Kalau tidak mempunyai daun suji, tidak masalah. Pandan saja sudah bisa digunakan untuk memberikan aroma pada srikayo.
Panaskan santan
Masukkan santan, sari pandan, dan garam ke dalam panci.
Panaskan dengan api kecil sambil diaduk. Tidak perlu menunggu sampai santan mendidih bergolak. Setelah cukup panas, matikan kompor dan biarkan sebentar.
Tujuannya sederhana: santan jangan dalam keadaan terlalu panas ketika bertemu telur.
Aduk telur dan gula
Pecahkan telur ke dalam wadah, lalu masukkan gula.
Aduk menggunakan whisk sampai gula larut. Tidak perlu menggunakan mixer dan tidak perlu membuat telur mengembang.
Srikayo tidak membutuhkan adonan yang penuh udara.
Campurkan semua bahan
Tuangkan santan sedikit demi sedikit ke dalam telur sambil terus diaduk.
Lakukan perlahan sampai seluruh bahan menyatu. Kalau santan masih panas, tunggu beberapa menit sebelum mencampurkannya.
Setelah tercampur, saring adonan. Ini membantu menghilangkan bagian telur yang belum larut serta sisa serat dari pandan atau suji.
Kukus
Siapkan mangkuk kecil atau cetakan tahan panas. Tuangkan adonan secukupnya.
Panaskan kukusan sampai airnya mendidih, kemudian masukkan cetakan.
Gunakan api sedang. Tutup kukusan sebaiknya dibungkus kain bersih supaya air yang menempel di bagian dalam tutup tidak jatuh ke adonan.
Kukus kurang lebih 15–25 menit. Waktu ini bisa berbeda tergantung ukuran wadah.
Untuk mengecek, lihat bagian tengah srikayo. Jika sudah tidak cair, berarti sudah bisa diangkat.
Jangan terlalu lama mengukusnya. Setelah matang, srikayo akan lebih set ketika suhunya turun.
Kenapa Srikayo Sering Dimakan Bersama Ketan?
Ini salah satu bagian yang membuat srikayo punya cerita sendiri.
Kalau srikayo dimakan sendirian, rasa manisnya cukup dominan. Ketika dipertemukan dengan ketan putih, ada rasa gurih yang masuk di sela-selanya.
Ketan juga memberikan tekstur yang berbeda. Srikayo lebih mudah disantap bersama ketan karena keduanya memang sudah biasa dipasangkan dalam sajian tradisional Palembang.
Cara menyajikannya tidak perlu dibuat rumit. Ketan putih cukup diletakkan di piring, kemudian srikayo bisa ditempatkan di sampingnya atau di atas ketan.
Satu suapan ketan dan srikayo sudah memberikan perpaduan rasa yang menjadi ciri sajian ini.
Tips Membuat Srikayo di Rumah
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan kalau baru pertama kali membuatnya.
Santan jangan terlalu panas. Ini salah satu bagian paling penting. Santan yang terlalu panas dapat membuat telur menggumpal ketika dicampurkan.
Telur cukup diaduk. Tidak perlu mengocok sampai berbusa banyak karena srikayo bukan adonan kue.
Adonan sebaiknya disaring. Jangan menganggap langkah ini sepele. Hasilnya akan lebih rata setelah dikukus.
Gunakan api sedang. Panas yang terlalu tinggi bisa membuat bagian permukaan cepat matang sementara bagian dalam belum selesai.
Jangan terlalu sering membuka tutup kukusan. Biarkan proses pematangan berjalan sampai mendekati waktunya.
Bagaimana Mengetahui Srikayo Sudah Matang?
Srikayo tidak perlu menunggu sampai keras.
Saat bagian tengahnya sudah tidak lagi berupa cairan, cetakan bisa diangkat. Setelah dingin, teksturnya akan menjadi lebih kokoh dibandingkan ketika masih panas.
Kalau ingin lebih yakin, tusukkan lidi atau tusuk gigi ke bagian tengah. Jika tidak ada adonan cair yang ikut terangkat, srikayo sudah matang.
Setelah itu, diamkan beberapa saat sebelum disajikan.
Srikayo Hangat atau Dingin, Mana yang Lebih Enak?
Keduanya bisa.
Srikayo yang baru matang dapat disantap setelah agak dingin. Cara ini cocok kalau ingin langsung menikmatinya bersama ketan putih.
Kalau suka makanan penutup dalam kondisi dingin, srikayo bisa dimasukkan ke lemari es terlebih dahulu. Teksturnya akan lebih set dan sensasi makannya pun berbeda.
Jika ingin menyimpan sisa srikayo, gunakan wadah tertutup dan masukkan ke lemari es.
Srikayo dan Nama yang Sering Disalahartikan
Ada alasan kenapa orang yang baru mendengar namanya bisa mengira srikayo berkaitan dengan buah srikaya.
Padahal keduanya berbeda.
Dalam srikayo Palembang, telur dan santan menjadi bagian penting dari adonan. Pandan atau suji digunakan untuk memberikan aroma dan warna pada beberapa variasi resep.
Jadi, kalau menemukan srikayo berwarna hijau, jangan langsung mengira bahan utamanya adalah buah srikaya.
Penganan Sederhana dari Dapur Sumatera Selatan
Srikayo mungkin tidak seterkenal pempek ketika orang menyebut kuliner Palembang. Namun, makanan tradisional tidak selalu harus menjadi hidangan paling populer untuk menarik perhatian.
Justru srikayo menunjukkan bagaimana bahan dapur yang biasa bisa diolah menjadi makanan yang punya identitas daerah.
Telur, santan, gula, pandan, lalu dikukus. Sederhana. Kemudian ditambah ketan putih, jadilah sajian yang sejak dulu punya tempat dalam kuliner Palembang.
Kalau selama ini kuliner Sumatera Selatan yang dikenal hanya pempek, pindang, atau tekwan, srikayo layak masuk daftar makanan yang perlu dicoba.
Resep Srikayo Khas Palembang yang Bisa Dicoba di Rumah
Tidak ada teknik yang terlalu rumit dalam membuat srikayo. Kuncinya hanya ada pada pengolahan telur dan santan serta pengaturan panas ketika mengukus.
Siapkan bahan-bahannya, buat adonan, saring, lalu kukus sampai matang. Setelah itu, tinggal tentukan cara menikmatinya: langsung disantap atau ditemani ketan putih.
Untuk yang ingin mengenal lebih banyak penganan tradisional Sumatera Selatan, resep srikayo khas Palembang ini bisa menjadi salah satu yang dicoba dari dapur sendiri. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
