Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Resep Srikayo Khas Palembang, Cara Bikin yang Pas Disantap dengan Ketan

Resep Srikayo Khas Palembang, Cara Bikin yang Pas Disantap dengan Ketan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Resep srikayo khas Palembang menarik dicoba bukan karena bahannya sulit dicari, justru sebaliknya. Telur, santan, gula, dan pandan sudah cukup untuk membuat penganan yang sejak lama dikenal dalam kuliner Sumatera Selatan (Sumsel).

Ada satu hal yang membuat srikayo makin menarik: makanan ini sering hadir bersama ketan putih.

Buat yang belum pernah melihatnya, srikayo mungkin sekilas mengingatkan pada puding. Warnanya bisa hijau dari pandan atau daun suji, sedangkan bagian dalamnya terbentuk dari campuran telur dan santan yang dikukus. Rasanya manis, dengan gurih santan yang terasa di belakangnya.

Nama srikayo juga kerap membuat orang salah sangka. Ini bukan olahan buah srikaya. Srikayo Palembang merupakan penganan berbahan telur dan santan yang dimasak dengan cara dikukus.

Menariknya lagi, cara membuatnya tidak membutuhkan peralatan khusus. Yang perlu diperhatikan justru beberapa bagian kecil dalam proses memasak, terutama ketika mencampurkan santan dengan telur dan saat mengatur panas kukusan.

Bahan Srikayo Khas Palembang

Untuk membuat beberapa porsi srikayo, siapkan:

  • 4 butir telur ayam
  • 175 gram gula pasir
  • 400 ml santan
  • 5 lembar daun pandan
  • 2–3 lembar daun suji, jika ada
  • ¼ sendok teh garam
  • Sedikit air untuk mengambil sari pandan dan suji

Sebagai pendamping, siapkan ketan putih yang sudah dimasak.

Takaran gula tidak harus dibuat persis. Kalau lebih suka rasa manis yang ringan, jumlah gula bisa dikurangi sesuai selera.

Cara Membuat Srikayo Palembang

Buat sari pandan

Cuci daun pandan dan daun suji, kemudian potong kecil-kecil. Blender dengan sedikit air lalu saring.

Kalau tidak mempunyai daun suji, tidak masalah. Pandan saja sudah bisa digunakan untuk memberikan aroma pada srikayo.

Panaskan santan

Masukkan santan, sari pandan, dan garam ke dalam panci.

Panaskan dengan api kecil sambil diaduk. Tidak perlu menunggu sampai santan mendidih bergolak. Setelah cukup panas, matikan kompor dan biarkan sebentar.

Tujuannya sederhana: santan jangan dalam keadaan terlalu panas ketika bertemu telur.

Aduk telur dan gula

Pecahkan telur ke dalam wadah, lalu masukkan gula.

Aduk menggunakan whisk sampai gula larut. Tidak perlu menggunakan mixer dan tidak perlu membuat telur mengembang.

Srikayo tidak membutuhkan adonan yang penuh udara.

Campurkan semua bahan

Tuangkan santan sedikit demi sedikit ke dalam telur sambil terus diaduk.

Lakukan perlahan sampai seluruh bahan menyatu. Kalau santan masih panas, tunggu beberapa menit sebelum mencampurkannya.

Setelah tercampur, saring adonan. Ini membantu menghilangkan bagian telur yang belum larut serta sisa serat dari pandan atau suji.

Kukus

Siapkan mangkuk kecil atau cetakan tahan panas. Tuangkan adonan secukupnya.

Panaskan kukusan sampai airnya mendidih, kemudian masukkan cetakan.

Gunakan api sedang. Tutup kukusan sebaiknya dibungkus kain bersih supaya air yang menempel di bagian dalam tutup tidak jatuh ke adonan.

Kukus kurang lebih 15–25 menit. Waktu ini bisa berbeda tergantung ukuran wadah.

Untuk mengecek, lihat bagian tengah srikayo. Jika sudah tidak cair, berarti sudah bisa diangkat.

Jangan terlalu lama mengukusnya. Setelah matang, srikayo akan lebih set ketika suhunya turun.

Kenapa Srikayo Sering Dimakan Bersama Ketan?

Ini salah satu bagian yang membuat srikayo punya cerita sendiri.

Kalau srikayo dimakan sendirian, rasa manisnya cukup dominan. Ketika dipertemukan dengan ketan putih, ada rasa gurih yang masuk di sela-selanya.

Ketan juga memberikan tekstur yang berbeda. Srikayo lebih mudah disantap bersama ketan karena keduanya memang sudah biasa dipasangkan dalam sajian tradisional Palembang.

Cara menyajikannya tidak perlu dibuat rumit. Ketan putih cukup diletakkan di piring, kemudian srikayo bisa ditempatkan di sampingnya atau di atas ketan.

Satu suapan ketan dan srikayo sudah memberikan perpaduan rasa yang menjadi ciri sajian ini.

Tips Membuat Srikayo di Rumah

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan kalau baru pertama kali membuatnya.

Santan jangan terlalu panas. Ini salah satu bagian paling penting. Santan yang terlalu panas dapat membuat telur menggumpal ketika dicampurkan.

Telur cukup diaduk. Tidak perlu mengocok sampai berbusa banyak karena srikayo bukan adonan kue.

Adonan sebaiknya disaring. Jangan menganggap langkah ini sepele. Hasilnya akan lebih rata setelah dikukus.

Gunakan api sedang. Panas yang terlalu tinggi bisa membuat bagian permukaan cepat matang sementara bagian dalam belum selesai.

Jangan terlalu sering membuka tutup kukusan. Biarkan proses pematangan berjalan sampai mendekati waktunya.

Bagaimana Mengetahui Srikayo Sudah Matang?

Srikayo tidak perlu menunggu sampai keras.

Saat bagian tengahnya sudah tidak lagi berupa cairan, cetakan bisa diangkat. Setelah dingin, teksturnya akan menjadi lebih kokoh dibandingkan ketika masih panas.

Kalau ingin lebih yakin, tusukkan lidi atau tusuk gigi ke bagian tengah. Jika tidak ada adonan cair yang ikut terangkat, srikayo sudah matang.

Setelah itu, diamkan beberapa saat sebelum disajikan.

Srikayo Hangat atau Dingin, Mana yang Lebih Enak?

Keduanya bisa.

Srikayo yang baru matang dapat disantap setelah agak dingin. Cara ini cocok kalau ingin langsung menikmatinya bersama ketan putih.

Kalau suka makanan penutup dalam kondisi dingin, srikayo bisa dimasukkan ke lemari es terlebih dahulu. Teksturnya akan lebih set dan sensasi makannya pun berbeda.

Jika ingin menyimpan sisa srikayo, gunakan wadah tertutup dan masukkan ke lemari es.

Srikayo dan Nama yang Sering Disalahartikan

Ada alasan kenapa orang yang baru mendengar namanya bisa mengira srikayo berkaitan dengan buah srikaya.

Padahal keduanya berbeda.

Dalam srikayo Palembang, telur dan santan menjadi bagian penting dari adonan. Pandan atau suji digunakan untuk memberikan aroma dan warna pada beberapa variasi resep.

Jadi, kalau menemukan srikayo berwarna hijau, jangan langsung mengira bahan utamanya adalah buah srikaya.

Penganan Sederhana dari Dapur Sumatera Selatan

Srikayo mungkin tidak seterkenal pempek ketika orang menyebut kuliner Palembang. Namun, makanan tradisional tidak selalu harus menjadi hidangan paling populer untuk menarik perhatian.

Justru srikayo menunjukkan bagaimana bahan dapur yang biasa bisa diolah menjadi makanan yang punya identitas daerah.

Telur, santan, gula, pandan, lalu dikukus. Sederhana. Kemudian ditambah ketan putih, jadilah sajian yang sejak dulu punya tempat dalam kuliner Palembang.

Kalau selama ini kuliner Sumatera Selatan yang dikenal hanya pempek, pindang, atau tekwan, srikayo layak masuk daftar makanan yang perlu dicoba.

Resep Srikayo Khas Palembang yang Bisa Dicoba di Rumah

Tidak ada teknik yang terlalu rumit dalam membuat srikayo. Kuncinya hanya ada pada pengolahan telur dan santan serta pengaturan panas ketika mengukus.

Siapkan bahan-bahannya, buat adonan, saring, lalu kukus sampai matang. Setelah itu, tinggal tentukan cara menikmatinya: langsung disantap atau ditemani ketan putih.

Untuk yang ingin mengenal lebih banyak penganan tradisional Sumatera Selatan, resep srikayo khas Palembang ini bisa menjadi salah satu yang dicoba dari dapur sendiri. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muba Belajar Bersama Indonesia Brain Camp, Langsung Teken MoU

    Muba Belajar Bersama Indonesia Brain Camp, Langsung Teken MoU

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    DALAM meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ASN dan non ASN di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Bupati Muba, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menggandeng Indonesia Brain Camp (IBC). Kerjasa yang tertuang dalam bentuk MoU Pemkab Muba dengan IBC, di Opproom Pemkab Muba, Selasa (30/3/2021). Kesepakatan ini juga diteruskan dengan preview dan praktik metode belajar […]

  • Gas Langka, Walikota Bengkulu Bentuk Tim

    Gas Langka, Walikota Bengkulu Bentuk Tim

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 716
    • 0Komentar

    WALI kota Bengkulu, Helmi Hasan bertindak cepat untuk mencari fakta kelangkaan gas pasca penyaluran bansos berupa isi ulang gas 3 kg bagi masyarakat miskin (kurang mampu) di Kota Bengkulu tahun 2021. Hal ini terkait dengan melakukan pembentukan tim investigasi kelangkaan gas. Pembentukan tim itu tertuang langsung di Surat Keputusan (SK) Walikota Bengkulu nomor 289 tahun […]

  • Gubernur : Utusan   Sumsel  Mesti Jadi Tauladan Bagi Daerah Lain

    Gubernur : Utusan Sumsel Mesti Jadi Tauladan Bagi Daerah Lain

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 761
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru melepas peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dari PWNU Sumsel dan PCNU Kab/Kota se Sumsel untuk mengikuti kegiatan Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung 22-23 Desember. Selain istiqomah, gubernur juga berpesan kepada peserta ini untuk menjaga nama baik daerah. Menurut Bapak Rumah Tahfidz tersebut, sebagai provinsi yang tertua Provinsi Sumsel tentu […]

  • Ombudsman RI Berikan Penghargaan Kepatuhan Tertinggi kepada Pemkot Palembang

    Ombudsman RI Berikan Penghargaan Kepatuhan Tertinggi kepada Pemkot Palembang

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 941
    • 0Komentar

    Ini jadi motivasi ke depan bagaimana Pemerintah Kota Palembang yang diamanahkan masyarakat untuk melayani agar ke depannya terus ditingkatkan

  • Imigrasi Kelas I Palembang Deportasi 20 WNA

    Imigrasi Kelas I Palembang Deportasi 20 WNA

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Kantor Imigrasi Kelas I Palembang mendeportasi 20 Warga Negara Asing [WNA] ke Negara, asalnya karena dinilai menyalahi visa izin tinggal. Kasi Intelejen dan Penindakan Imigrasi Kelas I Palembang, Raja Ulul Asmi mengatakan,  dari ke 20 WNA yang menyalahi visa izin tinggal tersebut, antara lain 16 warga Negara Malaysia, 3 Hongkong dan 1 Belgia. […]

  • Denda dari Pergub No.37 Diperuntukan Keperluan Rumah Ibadah

    Denda dari Pergub No.37 Diperuntukan Keperluan Rumah Ibadah

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru mengatakan penerapan sanksi dan denda pada Pergub 37 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol kesehatan covid-19 bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Peraturan tersebut berlaku bagi semua masyarakat juga pejabat baik sipil, TNI/Polri. Adanya sanksi dan denda itu supaya masyarakat patuh dan sadar”, ungkap HD ditemui usai mengikuti rakor […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Textured WordPress Theme MyThemeShop Thunderstruck WordPress Theme MyThemeShop Top WordPress Theme MyThemeShop Urban WordPress Theme MyThemeShop Video WordPress Theme MyThemeShop Viral WordPress Theme MyThemeShop Vogue WordPress Theme MyThemeShop Wildfire WordPress Theme MyThemeShop WooCart WordPress Theme MyThemeShop WooCommerce Checkout Field Modifier