Senin, 10 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Gerakan Humas Muda Dorong Pelajar Kuasai Media Sosial, Bukan Dikuasai Algoritma

Gerakan Humas Muda Dorong Pelajar Kuasai Media Sosial, Bukan Dikuasai Algoritma

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 20 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian pelajar. Namun, di tengah derasnya arus informasi, kemampuan menggunakan platform digital tidak cukup hanya sebatas bisa membuat unggahan, mengikuti tren, atau mendapatkan banyak penonton. Pelajar juga perlu memahami bagaimana memilih informasi, menjaga privasi, berkomunikasi, dan menghasilkan konten yang memberi manfaat.

Gagasan itu dibawa Gerakan Humas Muda, sebuah inisiatif mendorong peserta didik memanfaatkan ruang digital bukan hanya sebagai tempat mencari hiburan, tetapi juga sebagai ruang belajar, berkomunikasi, dan berkarya.

Melalui gerakan ini, pelajar diajak bergeser dari hanya sebagai konsumen informasi menjadi pencipta karya.

Mereka dibekali kemampuan literasi digital dan komunikasi publik, agar mampu menyampaikan gagasan secara kreatif sekaligus bertanggung jawab.

Bukan Cuma Mengejar Viral

Perubahan perilaku di ruang digital menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Satu unggahan dapat menyebar dengan cepat, sementara komentar, foto, video, maupun informasi yang dibagikan dapat meninggalkan jejak digital dalam waktu panjang.

Oleh karena itu, kemampuan menentukan apa yang layak dibagikan menjadi bagian penting dari kecakapan digital.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengingatkan pelajar, agar tidak sembarangan mempublikasikan sesuatu di media sosial.

Peserta didik, jelas dia perlu mampu memilih dan memilah informasi serta karya yang pantas disampaikan kepada publik.

“Bekerja itu melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan, tetapi berkarya adalah mengaktualisasikan diri, mengekspresikan diri, serta menciptakan nilai dan dampak jangka panjang,” ujar Ferdiansyah.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan berbahasa dalam komunikasi publik. Bahasa Indonesia, menurutnya, perlu diutamakan, sementara kemampuan bahasa asing tetap perlu dikuasai.

Pesan itu menjadi relevan ketika media sosial sering kali mendorong pengguna mengejar perhatian, jumlah tayangan, dan tren.

Melalui Gerakan Humas Muda, pelajar diarahkan untuk melihat ruang digital secara lebih kritis: bukan hanya bertanya apakah sebuah konten bisa viral, tetapi juga apakah konten tersebut layak, bermanfaat, dan memiliki dampak positif.

Pelajar Didorong Menjadi Pencipta Karya

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha mengatakan Gerakan Humas Muda dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun narasi positif mengenai pendidikan.

Menurutnya, sekolah semestinya tidak hanya menjadi tempat peserta didik hadir dan menerima materi pelajaran. Sekolah juga perlu menjadi ruang untuk menemukan makna, berinteraksi, mencoba gagasan, dan menghasilkan karya.

“Jangan hanya menjadi konsumen informasi, jadilah pencipta karya,” kata Yudhistira.

Pesan tersebut sekaligus menggeser cara pandang terhadap media sosial. Platform digital tidak harus selalu diposisikan sebagai ancaman bagi pelajar.

Dengan pendampingan dan kemampuan yang tepat, ruang yang sama dapat digunakan untuk mendokumentasikan kegiatan sekolah, menyampaikan gagasan, membuat karya kreatif, hingga memperkenalkan praktik baik di lingkungan pendidikan.

Dengan demikian, Humas Muda bukan hanya, label bagi pelajar yang aktif membuat konten.

Gerakan ini diarahkan untuk membangun keberanian berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, sekaligus kesadaran setiap karya yang dipublikasikan membawa konsekuensi.

Literasi Digital Jadi Bagian dari Perlindungan Anak

Kemampuan berkarya di ruang digital juga perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai keamanan.

Pelajar didorong mengenali risiko di ruang digital, menjaga data pribadi, melindungi privasi, berhati-hati ketika membagikan informasi, serta membangun kebiasaan menggunakan media sosial secara sehat.

Perspektif tersebut sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Penguatan aturan tersebut kemudian dilakukan melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

Artinya, kecakapan digital bagi anak dan remaja tidak hanya menyangkut kemampuan menggunakan teknologi.

Ada pula aspek perlindungan, keamanan, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan ketika berhadapan dengan informasi di internet.

Gerakan Humas Muda memiliki ruang yang cukup strategis. Pelajar tidak hanya diajarkan bagaimana membuat pesan yang menarik, tetapi juga bagaimana memastikan pesan tersebut aman, tepat, dan bertanggung jawab.

Dari Garut, Gerakan Humas Muda Diperkenalkan kepada Pelajar

Semangat tersebut diperkenalkan melalui lokakarya “Humas Muda, Belajar Bermakna, Berkarya Bersama”  digelar Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR RI di Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jawa Barat.

Kegiatan itu diikuti 100 peserta dari jenjang SMP, SMA, SMK, serta guru.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IPI Garut Lucky Rahayu menilai tantangan terbesar di era digital bukan lagi sekadar kemampuan mengakses informasi, melainkan bagaimana seseorang menggunakan informasi dan teknologi secara bertanggung jawab.

Menurut Lucky, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademik. Peserta didik juga perlu memiliki karakter, kemampuan berpikir kritis, kecakapan berkomunikasi, serta kesadaran menggunakan teknologi untuk menghadirkan manfaat.

Pandangan itu memperlihatkan kemampuan komunikasi digital semakin dekat dengan pendidikan karakter.

Cara pelajar menulis komentar, sambungnya memilih informasi, membuat konten, hingga berinteraksi dengan orang lain di internet menjadi bagian dari perilaku yang perlu dibentuk.

Humas Muda dan Cara Baru Memaknai Belajar

Gerakan ini juga berkaitan dengan gagasan Pembelajaran Mendalam yang dikembangkan Kemendikdasmen.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen Laksmi Dewi menambahkan Pembelajaran Mendalam menempatkan murid sebagai mitra dalam proses pembelajaran. Proses belajar diharapkan berlangsung secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Program ini diharapkan, aktivitas membuat konten, mengelola informasi, melakukan komunikasi publik, dan berkolaborasi dapat menjadi pengalaman belajar yang nyata bagi peserta didik.

Pelajar tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga mengolahnya menjadi gagasan dan karya.

Oleh sebab itu, Gerakan Humas Muda tak hanya membuat pelajar lebih aktif di media sosial. Yang lebih penting adalah membangun kemampuan agar mereka mampu mengendalikan cara menggunakan ruang digital.

Sebab, di tengah algoritma yang terus menentukan apa yang muncul di layar, pelajar membutuhkan kemampuan untuk menentukan sendiri apa yang ingin mereka pelajari, apa yang ingin mereka sampaikan, dan karya seperti apa yang ingin mereka tinggalkan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia Gabungan

    Razia Gabungan

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.480
    • 0Komentar

    POLRES Musi Banyuasin melalui Satlantas Polres Muba bersama Bapenda Provinsi Sumatera Selatan wilayah Muba 1, menggelar razia gabungan yang dilaksanakan pada, bertempat di Wisma Pramuka Kamis pagi (11/11/2021). Razia dilakukan guna meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas serta tertib pajak dan administrasi. Pantauan di lokasi tampak banyak sekali pengendara roda dua dan pengendara roda empat yang […]

  • Kepda  Jangan ‘Emosional’ Gunakan Anggaran

    Kepda  Jangan ‘Emosional’ Gunakan Anggaran

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.122
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru mengingatkan agar Kepala Daerah [Kepda] tidak ‘emosional gunakan anggaran dalam penanganan COVID-19 agar target pembangunan tetap tercapai. Selain itu, jangan panik dalam membuat kebijakan guna menghadapi pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir. Karena itupula Ia tak bosan mengingatkan agar Kepala Daerah terus mengedukasi masyarakat bahwa benteng terkuat menghadapi Corona ini […]

  • IPEMI Gelar Musda, Pemprov Siap Bersinergi Demi Kemajuan Sumsel

    IPEMI Gelar Musda, Pemprov Siap Bersinergi Demi Kemajuan Sumsel

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    PEMBUKAAN Musyawarah Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Provinsi Sumsel masa bakti 2021-2026 digelar di Hotel Duta, Kemaren. Muswil IPEMI Sumsel ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel yang diwakilkan Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumsel Dr. Ekowati Retnaningsih. Gubernur Sumsel ketika menyampaikan sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan […]

  • Kabupaten dan Kota Terus Berbenah, OKI Kembali Dapat 56 Pembangunan Infrastruktur

    Kabupaten dan Kota Terus Berbenah, OKI Kembali Dapat 56 Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    PEMERATAAN pembangunan yang selalu didengungkan Gubernur Sumsel H.Herman Deru terus dibuktikannya. Pembuktian itu dilakukannya dengan diresmikannya  sebanyak 56 kegiatan pembangunan infrastruktur yang dibiayai Pemprov tahun anggaran 2019 dan 2020 di Kelurahan Paku, Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKl), Kamis (29/4/2021). Pembangunan ini perlahan melepaskan OKI dari keterbatasan infrastruktur selama ini. “Bantuan itu belum […]

  • Chainsaw Meraung, Operasi Senyap Menyergap

    Chainsaw Meraung, Operasi Senyap Menyergap

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    SUARA chainsaw memecah sunyi hutan di kawasan Cagar Alam Napabalano. Namun sebelum batang jati raksasa itu sempat keluar dari kawasan konservasi, tim gabungan lebih dulu menyergap. Seorang pria berinisial R (29) kini resmi menyandang status tersangka kasus pencurian kayu. Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sulawesi menetapkan R sebagai tersangka setelah operasi senyap yang digelar […]

  • Tiga Komandan Batalyon Wilayah Kodam II/ Sriwijaya Diserah Terimakan

    Tiga Komandan Batalyon Wilayah Kodam II/ Sriwijaya Diserah Terimakan

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.372
    • 0Komentar

    PANGDAM II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi memimpin langsung Upacara Pergantian Jabatan atau Serah Terima Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Jabatan 3 (tiga) Komandan Batalyon di Lapangan Upacara Batalyon Arhanud 12/Satria Buana Prakasa, Jln. Palembang-Sekayu KM. 18, Serong, Sukamoro, Kec. Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tiga Komandan Batalyon (Danyon) yang digantikan tersebut adalah Danyon […]

expand_less
WordPress Archive Reformoa – Architecture & Interior Design Elementor Template Kit Reframe – Resume & Personal Portfolio WordPress Theme Regalia – Artist Portfolio, Art Gallery Theme Regina – Creative Blog WordPress Theme Registration Magic Jetpack CRX Addon Regn | Multi-Purpose WordPress Theme Regulations – Law Firm WordPress Theme REHub – Price Comparison, Multi Vendor Marketplace WordPress Theme REHub – Price Comparison, Affiliate Marketing, Multi Vendor Store, Community Theme Reimvpn - Proxy & VPN Services Elementor Template Kit