Kamis, 3 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Cabe Jamu Madura Rp130 Ribu/Kg, 220 KPM Kemensos Dibidik Masuk Pasar Ekspor

Cabe Jamu Madura Rp130 Ribu/Kg, 220 KPM Kemensos Dibidik Masuk Pasar Ekspor

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Cabe jamu Madura dengan harga beli hingga Rp130 ribu per kilogram kini menjadi komoditas pemberdayaan 220 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Para penerima PKH dan Sembako itu dibidik beralih menjadi petani mandiri yang terhubung dengan pasar ekspor.

Program tersebut dikembangkan Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dengan menggandeng PT Mega Inovasi Organik (PT MIO) sebagai mitra pembina sekaligus offtaker komoditas pertanian organik.

Hasil panen petani nantinya dikumpulkan melalui Koperasi Dewa Dewi Ramadaya yang berfungsi sebagai collecting point. Harga beli cabe jamu organik dari tingkat koperasi disepakati berada pada kisaran Rp125 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram.

Skema tersebut diproyeksikan meningkatkan harga yang diterima petani sekitar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Ishaq Zubaedi Raqib, mengatakan program ini diarahkan untuk mengubah posisi KPM dari penerima bantuan sosial menjadi pelaku ekonomi mandiri berbasis pasar.

“Bantuan sosial dirancang sebagai jaring pengaman sementara, namun pemberdayaan ekonomi harus berdaya selamanya,” ujar Ishaq dalam sosialisasi Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat Kemensos dengan PT MIO di Pendopo Kantor Camat Bluto, Sumenep, Jumat (7/8/2026).

Menurut Ishaq, Kemensos melakukan filterisasi data untuk memastikan KPM yang bergabung berada pada usia produktif sehingga dapat menjalankan budidaya cabe jamu organik secara optimal.

Petani juga mendapatkan pendampingan teknis dari PT MIO dan Koperasi Dewa Dewi Ramadaya. Pendampingan dilakukan agar proses budidaya hingga pascapanen memenuhi standar yang dibutuhkan pasar ekspor.

Sebanyak 220 KPM tergabung dalam Kelompok Masyarakat (Pokmas) Jamu Maju Bersama. Mereka tersebar di 16 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Sumenep, yakni Bluto, Gili Genting, Guluk-Guluk, Pasongsongan, Ambunten, dan Saronggi.

Untuk mendukung budidaya, Kemensos menyalurkan 11.000 bibit cabe jamu, 4.400 bibit lada, dan 11.000 bibit tajar kepada peserta program.

Dukungan juga diberikan untuk tahap pascapanen berupa dua paket solar dryer atau pengering tenaga surya serta paket perbaikan dan renovasi gudang penyimpanan cabe jamu milik Koperasi Dewa Dewi Ramadaya.

Masing-masing peserta mendapatkan peralatan kerja berupa gunting panen, gunting pangkas, sepatu boot APD, dan sarung tangan. Kemensos juga menyalurkan 17 unit tangga lipat, dua unit tandon air, serta peralatan pengolahan pascapanen berupa kompor, tabung gas elpiji, dan panci.

Tenaga Ahli Menteri Sosial, Ahmad Rifai, mengatakan pemberdayaan petani cabe jamu tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi hilirisasi komoditas pertanian.

“Jadi kita tidak jual barang mentahnya tapi barang jadi, dalam rangka pengentasan kemiskinan,” kata Ahmad.

Ia mengatakan program tersebut melibatkan pemerintah, swasta, koperasi, dan masyarakat. Kemensos menjalankan fungsi pemberdayaan, PT MIO berperan sebagai mitra swasta sekaligus offtaker, sedangkan koperasi dan Pokmas menjadi bagian dari rantai produksi dan pengumpulan komoditas.

Pengembangan cabe jamu organik tersebut ditargetkan dapat terhubung dengan pasar di Eropa, Amerika, dan Australia.

Kerja sama Kemensos, PT MIO, Koperasi Dewa Dewi Ramadaya, dan Pokmas Jamu Maju Bersama diharapkan membangun rantai usaha yang memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mendorong KPM menjadi pelaku ekonomi mandiri. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Perusakan Pos Polisi & Gedung DPRD, 9 Tersangka Ditahan, 2 Positif Narkoba

    Kasus Perusakan Pos Polisi & Gedung DPRD, 9 Tersangka Ditahan, 2 Positif Narkoba

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    MINGGU dini hari lalu, di Palembang biasanya tenang, orang-orang sudah pulas, sebagian mungkin sedang mimpi indah ditemani kipas angin. Tapi tanggal 31 Agustus 2025 berbeda. Sejumlah pemuda yang awalnya hanya “sekadar” balap liar malah berubah jadi geng Avengers gagal, lengkap dengan adegan perusakan pos polisi, gedung DPRD, sampai kendaraan di Mako Ditlantas Polda Sumsel. Cerita […]

  • Walah, Macetnya Minta Ampun, Truk Kuasai Jalan Pasar Lemabang

    Walah, Macetnya Minta Ampun, Truk Kuasai Jalan Pasar Lemabang

    • calendar_month Sabtu, 18 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.442
    • 0Komentar

    Padahal truk tersebut mengangkut peti kemas yang dapat menganggu dan membahayakan pengguna jalan yang lainnya.

  • Simak, Kisah Desain Galaxy S23 Series Soal Ini

    Simak, Kisah Desain Galaxy S23 Series Soal Ini

    • calendar_month Selasa, 25 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.962
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- Inovasi selalu menjadi andalan dari Samsung, guna memanjakan pengguna produk samsung, seperti Samsung Galaxy S23 Series menghadirkan pengalaman smartphone premium yang sadar lingkungan bagi para penggunanya.   Dengan menghilangkan elemen yang tidak perlu dan memprioritaskan kualitas, Galaxy S23 Series mewujudkan nilai-nilai yang juga dipegang teguh oleh Samsung, seperti sirkulasi sumber daya untuk masa […]

  • Budaya Luar Tak Terbentung, Masyarakat OKUT Diminta Jaga Kearifan Lokal   

    Budaya Luar Tak Terbentung, Masyarakat OKUT Diminta Jaga Kearifan Lokal  

    • calendar_month Jumat, 18 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Baturaja – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru meminta masyarakat Batumarta, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU Timur untuk terus menjaga kearifan lokal di tengah derasnya budaya luar yang marak di tengah masyarakat. Salah satu budaya atau karifan lokal yang perlu dilestarikan diantaranya wayangan serta budaya gotong royong yang dewasa ini cendurung sudah mulai terkikis […]

  • Mengenal Beasiswa LPDP & Beasiswa AAS Bersama BIeF.Id

    Mengenal Beasiswa LPDP & Beasiswa AAS Bersama BIeF.Id

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    BRIDGE Future ID (BieF.ID) sukses gelar webinar dengan tema “Raih Cita : How to Get Scholarship for Our Bright Future”, yang dilaksanakan secara daring, Senin (10/01/2022). Webinar dinarasumberi Arie Budiyarto, MEnvPolicy & Mgt, penerima Beasiswa AAS  2014  dan Yeni Fitriyani, S.Pd selaku penerima Beasiswa LPDP 2021. Arie Budiarto, MEnvPolicy&Mgt mengatakan Beasiswa AAS memberi manfaat tidak […]

  • Bupati Muba Ajak Umat Gemar Baca dan Pahami Al Quran

    Bupati Muba Ajak Umat Gemar Baca dan Pahami Al Quran

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    DALAM ranga memperingati Nuzulul Qur’an 1440 H / 2019 M Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar buka puasa bersama masyarakat di Masjid At-Taqwa Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu, Senin (20/5/2019). Acara turut dihadiri Bupati Muba H Dodi Reza Alex, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Sekretaris Daerah Kab. Muba Drs H Apriyadi MSi,  Staf ahli, para […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Variation Swatches and Photos WooCommerce Variation Swatches( Color, Image or Button ) WooCommerce Variation Swatches Images WooCommerce Variation Swatches Master WooCommerce Variation Swatches Pro WooCommerce Variations as Products WooCommerce Variations Table WooCommerce Variations to Table – Grid WooCommerce Vinyl Stickers Labels Design WooCommerce Waitlist