Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Expo Lokal Rasa Internasional, Dari Sekayu Bisa Nyasar ke Jepang hingga Amerika

Expo Lokal Rasa Internasional, Dari Sekayu Bisa Nyasar ke Jepang hingga Amerika

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 1.490
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU kita flashback, expo di daerah biasanya identik dengan panggung dangdut, jajanan cilok, dan brosur numpuk di tas. Pulangnya paling banter bawa balon warna-warni, kipas promosi, atau foto sama badut yang maskernya udah miring. Namun di Muba Expo 2025, masyarakat Musi Banyuasin justru bisa pulang bawa masa depan. Iya, masa depan, bukan ala-ala motivator MLM yang ujungnya jualan parfum, tapi betulan, yakni peluang kerja dari lokal sampai Internasional.

Di stand Disnakertrans Muba, suasananya udah kayak warung kopi pas ada live bola, antrean panjang, semua pengen bikin kartu kuning, dokumen sakti untuk melamar kerja. Kalau dulu kartu ini ribetnya kayak bikin SIM, sekarang prosesnya disulap jadi instan. Perumpamaannya, kartu kuning itu kayak kunci motor, nggak punya?, ya.. jangan harap bisa ngebut di jalan raya dunia kerja.

Yang bikin tambah heboh, Disnakertrans juga buka info soal pelatihan bahasa dan budaya Jepang, coba bayangin, wong Muba belajar bilang “Ohayou gozaimasu” sambil masih pakai sarung, atmosfernya kayak anime, tapi soundtrack-nya dangdut koplo.

Humor lokal-global ini justru jadi bumbu unik, karena faktanya, banyak pemuda Muba berpeluang kerja di Jepang lewat program IM Japan. Gajinya,? dalam bentuk yen, kalau ditukar ke rupiah, wah….luar biasa, bisa bikin saldo rekening mekar kayak bunga sedap malam.

Ada pepatah bilang “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air”, nah, kalau belajar bahasa Jepang di expo, rasanya kayak mengukir di atas gorengan, seperti berminyak, tapi hasilnya tetap gurih kalau dimakan.

Jangan salah, Disnakertrans ini ibarat mak comblang, bedanya, bukan nyambungin jodoh cowok-cewek, tapi pekerja sama perusahaan. Kalau mak comblang gagal, paling banter undangan nikahan kebuang. Kalau Disnakertrans berhasil, hidup orang bisa naik kelas dari pengangguran jadi profesional, dari rebahan jadi kerjaan.

Pak Kadis Herryandi Sinulingga juga udah bilang, mereka hadir buat mempermudah layanan ketenagakerjaan. Pepatahnya “Kalau gunung tak bisa didaki, ya gunungnya dibor pakai lift”. Nah, Disnakertrans itu liftnya, jadi masyarakat tinggal naik tanpa ngos-ngosan.

Kita harus akui, anak muda zaman sekarang hobinya dua, rebahan dan scroll medsos, dua-duanya bikin jempol berotot tapi dompet kurus, lewat Muba Expo, generasi rebahan ini dikasih jalan ninja daripada scroll TikTok sampai ketiduran, mending scroll lowongan kerja di stan Disnakertrans.

Pepatah baru pun lahir “Siapa cepat dia dapat, siapa rebahan dia kehabisan”, jangan sampai lowongan kerja ke Jepang atau Amerika udah ludes, eh kita masih sibuk debat di grup WA soal siapa jagoan Mobile Legends.

Oleh karena itu, kalau ditarik garis besar, kehadiran Disnakertrans di Muba Expo ini bukan sekadar buat rame-rame, tapi ada tiga hal penting, antara lain mengurangi pengangguran lokal, dengan akses info kerja & kartu kuning instan, orang lebih gampang nyemplung ke pasar kerja, mengantar tenaga kerja ke level global, info kerja ke Jepang, Singapura, Amerika bikin warga Muba punya opsi jadi “duta tenaga kerja internasional” dan investasi skill jangka panjang. Pelatihan bahasa & budaya bikin tenaga kerja nggak cuma siap kerja, tapi juga siap bersaing.

Jadi jangan anggap enteng, expo ini lebih dari sekadar panggung dangdut dan cilok. Ini pintu tol karier yang bisa bawa dari Sekayu ke Tokyo.

Sobat, rezeki itu nggak turun kayak durian jatuh, kalau cuma rebahan sambil nunggu keberuntungan, yang jatuh palingan kipas angin plafon. Dunia kerja itu harus dikejar, bikin kartu kuning, ikut pelatihan, ambil peluang.

Pepatah bilang, “Usaha tak akan mengkhianati hasil”, tapi kalau kita yang khianatin usaha (alias males-malesan), jangan salahkan hasil.

Jika, dulu orang pulang expo cuma bawa balon atau brosur, sekarang bisa pulang dengan skill, karier, bahkan paspor Internasional, dari Sekayu bisa terbang ke Tokyo, Singapura, sampai New York, asal berani melangkah.

Pesanya kalau mampir ke stan Disnakertrans, jangan cuma nebeng kipas angin gratis, tanya, daftar, manfaatkan peluang, karena langkah kecil di expo bisa jadi tiket masa depan.

Seperti pepatah upgrade “Kalau tak bisa jadi sultan di negeri sendiri, jadilah samurai di negeri orang”. Dan ingat, kerja itu penting, apalagi kalau rebahan terus, kasur bisa protes “Aku lelah menopang badanmu tanpa hasil”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Makna Dari Logo & Tagline HUT ke-74 OKI, Mau Tahu ?

    Apa Makna Dari Logo & Tagline HUT ke-74 OKI, Mau Tahu ?

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.321
    • 0Komentar

    HUT Kabupaten Komering Ilir [OKI] yang jatuh pada Jumat [11/10/2019] besok merupakan hari sakral bagi masyarakat OKI, dimana Kabupaten ‘Bende Seguguk’ tersebut telah berusia 74 tahun. Di usianya yang hampir satu abad ini, Pemkab OKI pun membuat branding logo dan tagline . Logo dan tagline tersebut tidak sembarang dibuat, karena memiliki filosofi dan penuh makna. Tim branding […]

  • Gubernur Instruksikan BKSDA Tangkap Harimau , Jangan Dibunuh

    Gubernur Instruksikan BKSDA Tangkap Harimau , Jangan Dibunuh

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.174
    • 0Komentar

    TAK hanya meninjau jembatan Muluk Ulu Lahat yang putus diterjang banjir, dalam lawatannya. Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto serta Plt Bupati Muara Enim Juarsah menyempatkan diri singgah ke rumah korban meninggal, akibat diterkam harimau, Jumat (27/12) lalu, almarhum Sulistiawati Binti Purwanto 30 […]

  • Grand Final LIDA Indonesia, Ini Janji Alex untuk Rara

    Grand Final LIDA Indonesia, Ini Janji Alex untuk Rara

    • calendar_month Senin, 14 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.152
    • 0Komentar

    “Yang utama kita berikan menyangkut masa depannya, bea siswa untuk Rara dan adiknya sampai kemana saja,”

  • Update, Sebanyak 13 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru

    Update, Sebanyak 13 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru

    • calendar_month Minggu, 5 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.340
    • 0Komentar

    PENANGANAN darurat terus dilakukan paska kejadian erupsi Gunung Semeru yang berlangsung pada Sabtu kemarin (4/12). BPBD Kabupaten Lumajang dan tim gabungan masih meneruskan proses pencarian dan evakuasi warga yang terdampak atau pun yang diperkirakan hilang. Berdasarkan informasi langsung pukul 09.20 dari Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos, M.M, yang saat ini sedang menuju Lumajang, […]

  • Bagaimana Palembang Hemat Rp10 Miliar Lewat MPP? Ini Triknya

    Bagaimana Palembang Hemat Rp10 Miliar Lewat MPP? Ini Triknya

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    PALEMBANG mulai menata ulang wajah pelayanan publik. Di Mal Pelayanan Publik (MPP) kawasan Jakabaring, warga kini bisa mengurus Kartu Indonesia Sehat, izin usaha, hingga layanan sosial tanpa bolak-balik ke berbagai kantor. Semua ada di satu atap, dari Dukcapil sampai Dinas Pemuda dan Olahraga. Namun, yang menarik bukan sekadar kemudahan itu. Pemerintah Kota Palembang ternyata menemukan […]

  • Data Jemaah Haji Dipadankan, Waspada Oknum Minta Uang dan Password

    Data Jemaah Haji Dipadankan, Waspada Oknum Minta Uang dan Password

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kementerian Haji  mulai  membenahi sistem informasi calon jemaah yang masih menunggu jadwal keberangkatan terkait data jemaah haji akan diselaraskan dengan catatan kependudukan terbaru agar identitas, domisili, dan status masing-masing jemaah tetap sesuai kondisi sebenarnya. Dalam prosesnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta jemaah tidak sembarangan memberikan informasi pribadi kepada pihak yang mengaku menawarkan […]

expand_less
WordPress Archive Poterra – Pottery & Ceramic Elementor Template Kit Potopath – Digital Agency Elementor Template Kit Potret – Photography Portfolio Elementor Template Kit Povert – NonProfit Fundraising Charity WordPress Theme POVULR – Modeling & Talent Agency Elementor Template Kit Powerful Circle Menu Plugin for WordPress: Enhance User Engagement and Navigation Powerful Filters for wpDataTables Powerlegal – Law, Lawyer & Attorney WordPress Theme PowerPack Addons for Elementor PowerPack for Beaver Builder