Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Expo Lokal Rasa Internasional, Dari Sekayu Bisa Nyasar ke Jepang hingga Amerika

Expo Lokal Rasa Internasional, Dari Sekayu Bisa Nyasar ke Jepang hingga Amerika

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 1.473
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU kita flashback, expo di daerah biasanya identik dengan panggung dangdut, jajanan cilok, dan brosur numpuk di tas. Pulangnya paling banter bawa balon warna-warni, kipas promosi, atau foto sama badut yang maskernya udah miring. Namun di Muba Expo 2025, masyarakat Musi Banyuasin justru bisa pulang bawa masa depan. Iya, masa depan, bukan ala-ala motivator MLM yang ujungnya jualan parfum, tapi betulan, yakni peluang kerja dari lokal sampai Internasional.

Di stand Disnakertrans Muba, suasananya udah kayak warung kopi pas ada live bola, antrean panjang, semua pengen bikin kartu kuning, dokumen sakti untuk melamar kerja. Kalau dulu kartu ini ribetnya kayak bikin SIM, sekarang prosesnya disulap jadi instan. Perumpamaannya, kartu kuning itu kayak kunci motor, nggak punya?, ya.. jangan harap bisa ngebut di jalan raya dunia kerja.

Yang bikin tambah heboh, Disnakertrans juga buka info soal pelatihan bahasa dan budaya Jepang, coba bayangin, wong Muba belajar bilang “Ohayou gozaimasu” sambil masih pakai sarung, atmosfernya kayak anime, tapi soundtrack-nya dangdut koplo.

Humor lokal-global ini justru jadi bumbu unik, karena faktanya, banyak pemuda Muba berpeluang kerja di Jepang lewat program IM Japan. Gajinya,? dalam bentuk yen, kalau ditukar ke rupiah, wah….luar biasa, bisa bikin saldo rekening mekar kayak bunga sedap malam.

Ada pepatah bilang “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air”, nah, kalau belajar bahasa Jepang di expo, rasanya kayak mengukir di atas gorengan, seperti berminyak, tapi hasilnya tetap gurih kalau dimakan.

Jangan salah, Disnakertrans ini ibarat mak comblang, bedanya, bukan nyambungin jodoh cowok-cewek, tapi pekerja sama perusahaan. Kalau mak comblang gagal, paling banter undangan nikahan kebuang. Kalau Disnakertrans berhasil, hidup orang bisa naik kelas dari pengangguran jadi profesional, dari rebahan jadi kerjaan.

Pak Kadis Herryandi Sinulingga juga udah bilang, mereka hadir buat mempermudah layanan ketenagakerjaan. Pepatahnya “Kalau gunung tak bisa didaki, ya gunungnya dibor pakai lift”. Nah, Disnakertrans itu liftnya, jadi masyarakat tinggal naik tanpa ngos-ngosan.

Kita harus akui, anak muda zaman sekarang hobinya dua, rebahan dan scroll medsos, dua-duanya bikin jempol berotot tapi dompet kurus, lewat Muba Expo, generasi rebahan ini dikasih jalan ninja daripada scroll TikTok sampai ketiduran, mending scroll lowongan kerja di stan Disnakertrans.

Pepatah baru pun lahir “Siapa cepat dia dapat, siapa rebahan dia kehabisan”, jangan sampai lowongan kerja ke Jepang atau Amerika udah ludes, eh kita masih sibuk debat di grup WA soal siapa jagoan Mobile Legends.

Oleh karena itu, kalau ditarik garis besar, kehadiran Disnakertrans di Muba Expo ini bukan sekadar buat rame-rame, tapi ada tiga hal penting, antara lain mengurangi pengangguran lokal, dengan akses info kerja & kartu kuning instan, orang lebih gampang nyemplung ke pasar kerja, mengantar tenaga kerja ke level global, info kerja ke Jepang, Singapura, Amerika bikin warga Muba punya opsi jadi “duta tenaga kerja internasional” dan investasi skill jangka panjang. Pelatihan bahasa & budaya bikin tenaga kerja nggak cuma siap kerja, tapi juga siap bersaing.

Jadi jangan anggap enteng, expo ini lebih dari sekadar panggung dangdut dan cilok. Ini pintu tol karier yang bisa bawa dari Sekayu ke Tokyo.

Sobat, rezeki itu nggak turun kayak durian jatuh, kalau cuma rebahan sambil nunggu keberuntungan, yang jatuh palingan kipas angin plafon. Dunia kerja itu harus dikejar, bikin kartu kuning, ikut pelatihan, ambil peluang.

Pepatah bilang, “Usaha tak akan mengkhianati hasil”, tapi kalau kita yang khianatin usaha (alias males-malesan), jangan salahkan hasil.

Jika, dulu orang pulang expo cuma bawa balon atau brosur, sekarang bisa pulang dengan skill, karier, bahkan paspor Internasional, dari Sekayu bisa terbang ke Tokyo, Singapura, sampai New York, asal berani melangkah.

Pesanya kalau mampir ke stan Disnakertrans, jangan cuma nebeng kipas angin gratis, tanya, daftar, manfaatkan peluang, karena langkah kecil di expo bisa jadi tiket masa depan.

Seperti pepatah upgrade “Kalau tak bisa jadi sultan di negeri sendiri, jadilah samurai di negeri orang”. Dan ingat, kerja itu penting, apalagi kalau rebahan terus, kasur bisa protes “Aku lelah menopang badanmu tanpa hasil”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • cpns-kemendes

    Jangan Lupa..! Inilah 33 Titik Lokasi SKD CPNS Kemenkumham 2017 di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    Kementeriam Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bersiap menyelenggarakan seleksi kompetensi dasar (SKD) terhadap calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang sudah mendaftar di kementeriannya. Seleksi dimulai dari Senin 11 hingga 16 September 2017.

  • Nakes RSUD Kayuagung Disuntik Vaksin

    Nakes RSUD Kayuagung Disuntik Vaksin

    • calendar_month Senin, 25 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.248
    • 0Komentar

    TENAGA kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung (RSUD) mulai disuntik vaksinasi virus Corona jenis sinovac. Sebanyak 600 orang pegawai di rumah sakit tersebut baik yang merupakan tenaga kesehatan (nakes) maupun non kesehatan (non nakes) disuntik secara bertahap. Penyuntikan vaksin dilangsungkan, Senin  (25/1/2021) yang mana tahap pertama direncanakan digelar selama 7 hari dengan batas 90 […]

  • Zona Merah Meningkat Alarm untuk Bersama

    Zona Merah Meningkat Alarm untuk Bersama

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

      BERDASARKAN perkembangan peta zonasi risiko per 4 April 2021 daerah zona merah (risiko tinggi) meningkat dari 5 menjadi 10 kabupaten/kota. Kenaikan zona merah ini dikarenakan ada kabupaten/kota yang mengalami perubahan zonasi dari oranye menjadi zona merah. Diantaranya yaitu Badung dan Gianyar (Bali), Kota Tangerang Selatan (Banten), Tanah Laut (Kalimantan Selatan), Barito Timur dan Kapuas […]

  • Munas PB Perbakin XVIII 2018. Alex Noerdin: “Kepercayaan dan kehormatan yang diterima nanti harus dipertanggungjawabkan”

    Munas PB Perbakin XVIII 2018. Alex Noerdin: “Kepercayaan dan kehormatan yang diterima nanti harus dipertanggungjawabkan”

    • calendar_month Minggu, 2 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.356
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – PB Perbakin (Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta, 30 November hingga 2 Desember. Munas ini juga menjadi momen untuk memilih Ketua Umum dan kepengurusan PB Perbakin periode 2018-2022, rencananya pemilihan akan dilakukan pada hari Minggu siang (2/12/2018). Pelaksanaan Munas yang merupakan amanat dari AD/ART Perbakin yang harus […]

  • PON Papua, Triathlon Sumsel Raih 2 Perak dan 1 Perunggu

    PON Papua, Triathlon Sumsel Raih 2 Perak dan 1 Perunggu

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    KONTINGEN Sumatera Selatan mengantongi dua medali perak dan satu perunggu untuk cabang olahraga eksebisi Triathlon di PON XX Papua 2021. Hasil ini menjadi start bagi Sumsel dalam perhelatan PON Papua. “Alhamdulillah triathlon Sumsel meraih dua medali perak dan satu perunggu,” kata ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainuddin dalam keterangannya dari Papua yang diterima di […]

  • Muba Komit Terhadap Kemajuan Penyandang Disabilitas

    Muba Komit Terhadap Kemajuan Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin menerima kunjungan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Muba. Pertemuan dilakukan di Ruang Rapat Sekda, Jumat (4/12/2020). Acara pertemuan ini di sambut baik oleh Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi yang pada kesempatan tersebut mengucapkan, Selamat […]

expand_less
WordPress Archive Poterra – Pottery & Ceramic Elementor Template Kit Potopath – Digital Agency Elementor Template Kit Potret – Photography Portfolio Elementor Template Kit Povert – NonProfit Fundraising Charity WordPress Theme POVULR – Modeling & Talent Agency Elementor Template Kit Powerful Circle Menu Plugin for WordPress: Enhance User Engagement and Navigation Powerful Filters for wpDataTables Powerlegal – Law, Lawyer & Attorney WordPress Theme PowerPack Addons for Elementor PowerPack for Beaver Builder