Peristiwa

Walah, Macetnya Minta Ampun, Truk Kuasai Jalan Pasar Lemabang

Padahal truk tersebut mengangkut peti kemas yang dapat menganggu dan membahayakan pengguna jalan yang lainnya.

foto : one

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Hampir setiap hari kondisi sepanjang Jalan Yos Sudarso Pasar Lemabang macet total akibat jalur tersebut dipenuhi truk-truk berkapasitas besa bermuatan peti kemas dan truk cruide palm oil/CPO.

Mirisnya lagi dua jalur (kiri-kanan) jalan tersebut hampir  setiap hari dikuasai truk-truk yang melintas menuju hilir ke hulu, bahkan tak kenal lagi jam berapa truk tersebut harus beroperasi sehingga membuat jalan kian padat merayap.

Pemadangan ini dapat ditemui hampir setiap hari dari pagi hingga sore, parahnya lagi  kemacetan  akibat kompoi truk angkutan peti kemas dan CPO tersebut dapat dilihat ketika Pasar Lemabang mulai beraktifitas hingga  pukul 12.00 WIB.

Ditambah lagi dengan pemandangan pasar tumpah yang berada di seberang jalan Pasar Lemabang sehingga bertambah macet dan Semrawut wajah Jalan Yos Sudarso.

“Saya kaget dan bingung melihat kondisi jalan di sini, kok tidak ada aturan lagi truk-truk bermuatan besar untuk beroperasi, padahal truk tersebut mengangkut peti kemas yang dapat menganggu dan membahayakan pengguna jalan yang lainnya,”tutur Andi Warga Kutoarjo, Jateng yang baru seminggu berkunjung ke Palembang.

Menurutnya kemana aturan mainnya, seharusnya pemerintah yang punya Kota ini harus tegas membuat regulasinya.” Artinya aturan jam-jam truk harus beroperasi itu dipertegas, agar tidak mengganggu pengguna jalan umum,”keluhnya.

Karena terangnya, beberapa kali melintas Jalan di Yos Sudarso, tepatnya di depan Pasar Lemabang tidak pernah melanggeng terkesan menjadi kumuh, apalagi  pemandangan macet, sempit ditemui tak kenal jam yang dipadati truk-truk angkutan berkapasitas besar itu.

“Takut, ngeri sebenarnya, apalagi jika macet di jalan yang menanjak, dan truk angkutan berat tersebut tidak safety dengan angkutanya, pasti peti kemas itu melonsor dan bisa membawa korban,”paparnya.

Hal senada diungkapkan salah satu para pengguna kendaraan pribadi, Imam, Warga Pusri, daerah tersebut memang sangat macet apalagi truk sangat merajalela menguasai jalan, hampir setiap harinya,belum lagi setiap pagi hingga siang terlihat semrawut pasar tumpah menghiasi pemandangan Jalan Yos Sudarso.

Harusnya, Pemerintah Kota memberi teguran yang keras kepada perusahaan jasa angkutan atau Pelindo, serta BUMN Pergudangan Bhanda Graha Reksa (Persero), atau angkutan CPO, karena pokok persoalannya macet ada di mereka.

“Tinggal siapa yang punya kota ini yang mampu menegurnya, artinya bola ada di pemerintah kota, kami sebagai warga hanya memberi masukan saja,”himbaunya.

Dia menilai sayang program –program yang positif yang telah dijalankan dan sangat baik, bahkan mendapat pengakuan di Nasional hilang begitu saja akibat masalah semrawut dan kemacetan akibat truk-truk menguasai jalan di Palembang.

“Arus dipertegas pemerinta Kota Palembang dong,apalagi kemacetan ini akibat ulah truk-truk angkutan petikemas dan CPO itu tidak ada aturan lagi untuk beroperasi,”ulasnya.

Apalagi, lanjutnya program kerja Palembang Emas itu sebenarnya sangat baik, jangan sampai Program Palembang Emas akhirnya menjadi slogan saja. “Sayang kalau gara –gara macet di jalan tersebut merugikan pemkot sendiri,”ulasnya.

Pantuan ST, Sabtu pagi (18/11/2017) sekitar pukul 9.30 WIB memang kondisi ruas jalan Yos Sodarso Pasar Lemabang sangat macet dan merayap akibat antrian truk-truk angkutan peti kemas dan CPO. Antrian truk tersebut sangat panjang mulai dari Lampu Merah simpang empat pasar Lemabang hingga di depan SPBU Penyaringan.

 

 

Comments

Terpopuler

To Top