Minggu, 9 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Perdagangan TSL Ilegal Dibidik, Kemenhut Rumuskan 4 Langkah

Perdagangan TSL Ilegal Dibidik, Kemenhut Rumuskan 4 Langkah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Perdagangan TSL ilegal menjadi salah satu sasaran penguatan penegakan hukum Kementerian Kehutanan. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah guna membuat penanganan kejahatan kehutanan dan tumbuhan serta satwa liar ilegal lebih terpadu, mulai dari penguatan kelembagaan hingga peningkatan kapasitas penyidik.

Langkah ini dirumuskan dalam Multistakeholder Meeting Penegakan Hukum Terpadu Kehutanan dan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang digelar Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan bersama Program LEVERAGE di Bogor pada 7–8 Agustus 2026.

Forum itu tidak hanya mempertemukan aparat penegak hukum. PPNS dari berbagai kementerian dan lembaga, Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Mahkamah Agung, Bea dan Cukai, OJK, KKP, Karantina, serta kalangan akademisi ikut membahas pola penanganan kejahatan kehutanan dan perdagangan TSL ilegal.

Hasil pembahasan kemudian diarahkan pada empat agenda strategis. Salah satunya adalah mendorong pembentukan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Terpadu untuk menangani perkara TSL ilegal yang memiliki risiko tinggi dan berskala besar.

Langkah kedua menyangkut mekanisme kerja. Kementerian Kehutanan bersama para pemangku kepentingan mendorong penyusunan SOP terintegrasi agar koordinasi penegakan hukum antarlembaga memiliki mekanisme yang lebih jelas.

Agenda berikutnya adalah memperkuat sisi regulasi melalui harmonisasi berbagai aturan yang menjadi dasar dan penunjang penegakan hukum.

Sementara itu, kapasitas sumber daya manusia, terutama PPNS, juga akan diperkuat agar mampu menerapkan pendekatan multidoor, penelusuran dan pemulihan aset, serta skema pemulihan kerugian ekosistem.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan penanganan perkara kehutanan tidak cukup hanya mengandalkan satu instrumen hukum.

“Pendekatan multidoor menjadi semakin penting. Berbagai instrumen hukum yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk tindak pidana korupsi, perpajakan, kepabeanan, hingga sektor jasa keuangan,” kata Dwi.

Menurut dia, penggunaan berbagai instrumen tersebut dapat memperluas ruang penegakan hukum sekaligus meningkatkan kemampuan negara dalam membongkar jaringan kejahatan yang lebih besar.

Kebutuhan menurut dia, menjadi semakin penting, karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Perdagangan TSL ilegal yang terorganisasi dan melintasi wilayah tidak hanya mengancam kelestarian satwa, tumbuhan, dan ekosistem, tetapi juga berkaitan dengan keuntungan ekonomi yang diperoleh dari kejahatan tersebut.

Oleh sebab itu, ukuran keberhasilan penegakan hukum tidak semata-mata dilihat dari jumlah pelaku yang berhasil diproses. Pemerintah juga ingin memastikan proses penyidikan mampu membangun pembuktian berbasis ilmiah, memutus keuntungan dari kejahatan, dan mendorong pemulihan kerugian lingkungan.

“Penegakan hukum yang efektif tidak hanya diukur dari jumlah pelaku yang dipidana, melainkan dari kemampuan negara membangun pembuktian presisi berbasis ilmiah dan menghilangkan motivasi ekonomi kejahatan tersebut,” ujar Dwi.

Aspek pemulihan aset menjadi bagian dari arah tersebut. Penegakan hukum akan diperkuat dengan upaya memutus keuntungan hasil kejahatan, pemanfaatan sains forensik dalam penyidikan dan pembuktian, serta pemulihan aset yang berkaitan dengan tindak pidana.

Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Rudianto Saragih Napitu menilai perubahan pendekatan tersebut membutuhkan koordinasi yang konsisten antarinstansi. Menurutnya, penegakan hukum terpadu bukan hanya persoalan menangani perkara, tetapi juga menyangkut perubahan cara kerja dan budaya kerja antarlembaga.

“Penegakan hukum terpadu tidak hanya sebatas penanganan perkara, tetapi juga mencakup transformasi cara dan budaya kerja antar institusi,” kata Rudianto.

Ia menyebut penguatan kapasitas SDM, penyediaan wadah komunikasi bagi PPNS, serta pembentukan tim khusus untuk penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan penelusuran aset menjadi bagian yang perlu diperkuat.

Namun, pembentukan tim khusus tersebut masih menjadi bagian dari penguatan yang didorong dalam forum, bukan berarti tim tersebut telah terbentuk.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan bersama Program LEVERAGE juga akan menerbitkan Kajian Tantangan Penyidikan Tindak Pidana Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar Ilegal.

Kajian tersebut diharapkan menjadi acuan bersama bagi para pihak yang terlibat dalam penanganan perkara. Selain memetakan tantangan penyidikan, kajian itu akan digunakan untuk memperkuat pemahaman lintas lembaga dan mengembangkan strategi penanganan yang lebih efektif.

Penguatan penegakan hukum pada akhirnya diarahkan bukan hanya untuk menghukum pelaku yang berada di lapangan.

Kementerian Kehutanan ingin penanganan perkara mampu menjangkau jaringan yang lebih luas, memutus keuntungan ekonomi dari tindak pidana, memulihkan kerugian lingkungan, dan memperkuat perlindungan terhadap kekayaan hayati Indonesia. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kades di Muba di Ajak Kumpul, Ada Apa?

    Kades di Muba di Ajak Kumpul, Ada Apa?

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.401
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,SEKAYU – Sebanyak 227 Kepala Desa beserta Perangkat Desa dalam Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) hari ini, Senin (29/10/2018) memenuhi Opproom Pemkab Muba dalam rangka mengikuti Workshop Hasil Evaluasi Implementasi Sistem Tatakelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Sistem Keuangan Desa  (Siskeudes). Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan seluruh desa di Kabupaten Muba sudah menggunakan Aplikasi […]

  • Kerja Keroyokan, OKI Capai Target Vaksinasi 70,11 Persen Cukup Efektif, Ini Buktinya

    Kerja Keroyokan, OKI Capai Target Vaksinasi 70,11 Persen Cukup Efektif, Ini Buktinya

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    KABUPATEN Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel berhasil mencapai  target vaksinasi 70,11 persen berdasarkan peta cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia pada, Rabu (29/12/2021). Sesuai peta cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia, dosis 1 di OKI sudah mencapai 70,11 persen atau 405.183 dosis, dari target 577.930 jiwa. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Iwan Setiawan mengatakan keberhasilan pemerintah daerah […]

  • Liga 2 Bakal Kembali Digelar, Manajemen Muba Babel United Gercep Kumpulkan Sponsor

    Liga 2 Bakal Kembali Digelar, Manajemen Muba Babel United Gercep Kumpulkan Sponsor

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.822
    • 0Komentar

    RENCANA lanjutan liga 2 bakal kembali digelar, membuat manajemen Muba Babel United langsung gercep (gerak cepat) mempersiapkan financial tim laskar ranggonang untuk kembali berlaga dengan maksimal. Vakum-nya liga 2 sejak 16 Maret lalu dikarenakan pandemi covid-19 sehingga mengharuskan seluruh laga pertandingan ditunda. Berdasarkan informasi, Hari ini Sabtu (6/6/2020) klub berhome base di Stadion Serasan Sekate, […]

  • Bank Ramah Disabilitas, Sudahkah Sistemnya Benar-Benar Mengerti?

    Bank Ramah Disabilitas, Sudahkah Sistemnya Benar-Benar Mengerti?

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DI BALIK kaca gedung perbankan yang berkilau dan menjulang tinggi di Kota Palembang, ada satu pertanyaan sederhana yang jarang benar-benar kita ajukan dengan jujur, apakah semua orang benar-benar bisa masuk, memahami, dan menggunakan layanan yang sama tanpa hambatan? Pertanyaan itu mungkin terdengar kecil, namun bagi sebagian orang, terutama penyandang disabilitas, hal itu bukan hanya pertanyaan […]

  • [Difabel Lawan Non-difabel], Panah Kesya Nyasar ke Kudus bahkan Tepat ke Jantung Lawan

    [Difabel Lawan Non-difabel], Panah Kesya Nyasar ke Kudus bahkan Tepat ke Jantung Lawan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 707
    • 0Komentar

    BIASANYA kisah pahlawan bermula dari jatuhnya meteor atau gigitan laba-laba radioaktif, kali ini datang dari hal yang lebih sederhana anak muda, busana olahraga, dan satu kalimat legendaris “Siap, berani!”. Itulah jawaban sakti dari Kesya Qonita Dz, atlet panahan asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, saat ditantang langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Pak Dito Ariotedjo, bikin […]

  • ODP Center Tampung Santri Sumsel dari Jatim, Wagub Sumsel Minta Pendatang Diisolasi

    ODP Center Tampung Santri Sumsel dari Jatim, Wagub Sumsel Minta Pendatang Diisolasi

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    Sebanyak 16 orang santri pesantren asal Sumsel yang diketahui baru tiba dari Jawa Timur, belum bisa pulang ke kediamannya masing-masing. MEREKA harus menginap terlebih dahulu di ODP Center atau Rumah Sehat Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang guna menjalani karantina terkait Covid-19. Diketahui, belasan orang santri itu tiba di Palembang dalam waktu yang tidak […]

expand_less
WordPress Archive Tada & Blog – Personal WordPress Theme Tadrees – School, Education WordPress Theme Tailor Online – WooCommerce Plugin for Online Custom Tailoring Tailora – Clothing Alteration & Tailoring Service Elementor Template Kit Tailoress – Tailor Service & Made Elementor Template Kit Takei – News & Magazine Template Kit Takorent – Food Trucking WordPress Theme Taleem – Online Education Elementor Template Kit Talents – Model Agency WordPress CMS Theme Talk & Action – Colorful Digital Agency Elementor Template Kit