Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Perdagangan TSL Ilegal Dibidik, Kemenhut Rumuskan 4 Langkah

Perdagangan TSL Ilegal Dibidik, Kemenhut Rumuskan 4 Langkah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Perdagangan TSL ilegal menjadi salah satu sasaran penguatan penegakan hukum Kementerian Kehutanan. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah guna membuat penanganan kejahatan kehutanan dan tumbuhan serta satwa liar ilegal lebih terpadu, mulai dari penguatan kelembagaan hingga peningkatan kapasitas penyidik.

Langkah ini dirumuskan dalam Multistakeholder Meeting Penegakan Hukum Terpadu Kehutanan dan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang digelar Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan bersama Program LEVERAGE di Bogor pada 7–8 Agustus 2026.

Forum itu tidak hanya mempertemukan aparat penegak hukum. PPNS dari berbagai kementerian dan lembaga, Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Mahkamah Agung, Bea dan Cukai, OJK, KKP, Karantina, serta kalangan akademisi ikut membahas pola penanganan kejahatan kehutanan dan perdagangan TSL ilegal.

Hasil pembahasan kemudian diarahkan pada empat agenda strategis. Salah satunya adalah mendorong pembentukan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Terpadu untuk menangani perkara TSL ilegal yang memiliki risiko tinggi dan berskala besar.

Langkah kedua menyangkut mekanisme kerja. Kementerian Kehutanan bersama para pemangku kepentingan mendorong penyusunan SOP terintegrasi agar koordinasi penegakan hukum antarlembaga memiliki mekanisme yang lebih jelas.

Agenda berikutnya adalah memperkuat sisi regulasi melalui harmonisasi berbagai aturan yang menjadi dasar dan penunjang penegakan hukum.

Sementara itu, kapasitas sumber daya manusia, terutama PPNS, juga akan diperkuat agar mampu menerapkan pendekatan multidoor, penelusuran dan pemulihan aset, serta skema pemulihan kerugian ekosistem.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan penanganan perkara kehutanan tidak cukup hanya mengandalkan satu instrumen hukum.

“Pendekatan multidoor menjadi semakin penting. Berbagai instrumen hukum yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk tindak pidana korupsi, perpajakan, kepabeanan, hingga sektor jasa keuangan,” kata Dwi.

Menurut dia, penggunaan berbagai instrumen tersebut dapat memperluas ruang penegakan hukum sekaligus meningkatkan kemampuan negara dalam membongkar jaringan kejahatan yang lebih besar.

Kebutuhan menurut dia, menjadi semakin penting, karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Perdagangan TSL ilegal yang terorganisasi dan melintasi wilayah tidak hanya mengancam kelestarian satwa, tumbuhan, dan ekosistem, tetapi juga berkaitan dengan keuntungan ekonomi yang diperoleh dari kejahatan tersebut.

Oleh sebab itu, ukuran keberhasilan penegakan hukum tidak semata-mata dilihat dari jumlah pelaku yang berhasil diproses. Pemerintah juga ingin memastikan proses penyidikan mampu membangun pembuktian berbasis ilmiah, memutus keuntungan dari kejahatan, dan mendorong pemulihan kerugian lingkungan.

“Penegakan hukum yang efektif tidak hanya diukur dari jumlah pelaku yang dipidana, melainkan dari kemampuan negara membangun pembuktian presisi berbasis ilmiah dan menghilangkan motivasi ekonomi kejahatan tersebut,” ujar Dwi.

Aspek pemulihan aset menjadi bagian dari arah tersebut. Penegakan hukum akan diperkuat dengan upaya memutus keuntungan hasil kejahatan, pemanfaatan sains forensik dalam penyidikan dan pembuktian, serta pemulihan aset yang berkaitan dengan tindak pidana.

Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Rudianto Saragih Napitu menilai perubahan pendekatan tersebut membutuhkan koordinasi yang konsisten antarinstansi. Menurutnya, penegakan hukum terpadu bukan hanya persoalan menangani perkara, tetapi juga menyangkut perubahan cara kerja dan budaya kerja antarlembaga.

“Penegakan hukum terpadu tidak hanya sebatas penanganan perkara, tetapi juga mencakup transformasi cara dan budaya kerja antar institusi,” kata Rudianto.

Ia menyebut penguatan kapasitas SDM, penyediaan wadah komunikasi bagi PPNS, serta pembentukan tim khusus untuk penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan penelusuran aset menjadi bagian yang perlu diperkuat.

Namun, pembentukan tim khusus tersebut masih menjadi bagian dari penguatan yang didorong dalam forum, bukan berarti tim tersebut telah terbentuk.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan bersama Program LEVERAGE juga akan menerbitkan Kajian Tantangan Penyidikan Tindak Pidana Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar Ilegal.

Kajian tersebut diharapkan menjadi acuan bersama bagi para pihak yang terlibat dalam penanganan perkara. Selain memetakan tantangan penyidikan, kajian itu akan digunakan untuk memperkuat pemahaman lintas lembaga dan mengembangkan strategi penanganan yang lebih efektif.

Penguatan penegakan hukum pada akhirnya diarahkan bukan hanya untuk menghukum pelaku yang berada di lapangan.

Kementerian Kehutanan ingin penanganan perkara mampu menjangkau jaringan yang lebih luas, memutus keuntungan ekonomi dari tindak pidana, memulihkan kerugian lingkungan, dan memperkuat perlindungan terhadap kekayaan hayati Indonesia. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nikah Dini Makin Sepi Peminat, Gara-Gara BRUS, Jomblo Remaja Kini Lebih Bijak Pilih Masa Depan daripada Mas Kawin!

    Nikah Dini Makin Sepi Peminat, Gara-Gara BRUS, Jomblo Remaja Kini Lebih Bijak Pilih Masa Depan daripada Mas Kawin!

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 606
    • 0Komentar

    FENOMENA nikah dini di Indonesia makin hari makin mirip warteg tengah malam sepi peminat! Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian Agama, dalam tiga tahun terakhir, jumlah pasangan usia di bawah 19 tahun yang menikah terus merosot. Dari 8.804 pasangan pada 2022, turun ke 5.489 di 2023, dan tinggal 4.150 pasangan saja di 2024. […]

  • Tutup Dikmaba, Kasdam II/SWJ : Bintara Tulang Punggung Satuan

    Tutup Dikmaba, Kasdam II/SWJ : Bintara Tulang Punggung Satuan

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    KASDAM II/Swj Brigjen TNI Syafrial, psc., M. Tr (Han), memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Prajurit Karier (PK) TNI AD TA. 2019 Over Load (OV), di Secaba Rindam II/Swj Putang – Lahat,kemarin. Dalam upacara penutupan pendidikan tersebut, selaku Inspektur Upacara (Irup), Kasdam II/Swj melantik sebanyak 402 Bintara PK TNI AD dengan pangkat Sersan Dua, […]

  • Produksi Rata-Rata 11 Ton Perhari, Pempek Harus Jadi Makanan  Mendunia

    Produksi Rata-Rata 11 Ton Perhari, Pempek Harus Jadi Makanan Mendunia

    • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.389
    • 0Komentar

    AGAR semakin cepat mendunia, pempek khas Palembang harus menjadi makanan yang universal. Pernyataan ini disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menghadiri hari jadi ke-4 Asosiasi Pengusaha Pempek (ASPPEK) Kota Palembang, sekaligus sosialisasi sertifikasi halal dan izin edar kepada pelaku usaha kuliner Palembang dan Penyerahan Program Sosial Bank Indonesia, di The Zuri Hotel, Kamis (13/1) […]

  • Gelapkan Dana Haji Ratusan Juta, Polda Jateng Kejar Pelaku

    Gelapkan Dana Haji Ratusan Juta, Polda Jateng Kejar Pelaku

    • calendar_month Senin, 14 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Daerah Jawa Tengah menyelidiki penggelapan dana rekening ibadah haji di salah satu bank swasta di Kota Semarang dengan nilai total kerugian mencapai Rp918 juta yang diduga dilakukan olah salah seorang pegawai lembaga keuangan itu dan jajarannya terus menyelidiki. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes. Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., di Semarang, Jumat, […]

  • Aksi demo, Pj Gub Sumsel diminta pecat Plh Kadisdik Sumsel, Ini alasanya

    Aksi demo, Pj Gub Sumsel diminta pecat Plh Kadisdik Sumsel, Ini alasanya

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.799
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Gelombang aksi demontrasi penolakan pengakatan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Drs. Sutoko, M.Si, dan perubahan sistem PPDB tingkat SMA/SMK Negeri di Sumsel Kembali terjadi setelah beberapa hari sebelumnya aksi serupa juga di gelar oleh beberapa elemen Masyarakat di Sumsel. Kali ini demonstran yang berasal dari 6 elemen masyarakat kembali menggelar aksi […]

  • 2 Gajah Sumatera Menyeberangi Laut ke Kalimantan, Ada Apa dengan Deo dan Sinta?

    2 Gajah Sumatera Menyeberangi Laut ke Kalimantan, Ada Apa dengan Deo dan Sinta?

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Perjalanan panjang sedang ditempuh dua gajah Sumatera, Deo dan Sinta, menuju rumah baru mereka di Kalimantan Timur. Bukan hanya perjalanan darat, keduanya harus menyeberangi laut dari Jawa Timur menuju Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan perjalanan ke Tabang Zoo, Kutai Kartanegara. Proses pemindahan ini dilakukan dengan pengawalan khusus untuk memastikan kondisi kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan […]

expand_less
WordPress Archive Tada & Blog – Personal WordPress Theme Tadrees – School, Education WordPress Theme Tailor Online – WooCommerce Plugin for Online Custom Tailoring Tailora – Clothing Alteration & Tailoring Service Elementor Template Kit Tailoress – Tailor Service & Made Elementor Template Kit Takei – News & Magazine Template Kit Takorent – Food Trucking WordPress Theme Taleem – Online Education Elementor Template Kit Talents – Model Agency WordPress CMS Theme Talk & Action – Colorful Digital Agency Elementor Template Kit