Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Nikah Dini Makin Sepi Peminat, Gara-Gara BRUS, Jomblo Remaja Kini Lebih Bijak Pilih Masa Depan daripada Mas Kawin!

Nikah Dini Makin Sepi Peminat, Gara-Gara BRUS, Jomblo Remaja Kini Lebih Bijak Pilih Masa Depan daripada Mas Kawin!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • visibility 613
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

FENOMENA nikah dini di Indonesia makin hari makin mirip warteg tengah malam sepi peminat! Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian Agama, dalam tiga tahun terakhir, jumlah pasangan usia di bawah 19 tahun yang menikah terus merosot.

Dari 8.804 pasangan pada 2022, turun ke 5.489 di 2023, dan tinggal 4.150 pasangan saja di 2024. Apa yang bikin tren ini turun? Apakah karena remaja makin sadar atau karena harga sewa gedung nikah makin mahal? Bukan, saudara-saudara. Jawabannya ada di satu program ciamik BRUS Bimbingan Remaja Usia Sekolah.

Jadi begini ceritanya, dahulu kala, ketika cinta remaja masih sering dikira seperti sinetron jam 7 malam penuh drama, air mata, dan nikah buru-buru kalau ketahuan pegangan tangan di kantin banyak anak muda yang melompat ke pelaminan tanpa sempat mikir panjang. Alasannya? Macam-macam. Ada yang karena dikejar cinta, ada yang kejar setoran, ada pula yang kejar deadline orang tua.

Tapi sekarang, generasi Z makin sadar bahwa nikah itu bukan kayak beli pulsa 10 ribu, gampang, cepat, dan bisa dibatalin kalau salah nomor. Lewat program BRUS, para remaja diajak ngobrol, dibimbing, bahkan diajak mikir pakai hati dan logika.

Bayangkan, ada 100 penghulu se-Indonesia yang ikut Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus untuk jadi fasilitator BRUS. Mereka nggak cuma datang bawa buku nikah, tapi juga bawa ilmu untuk ngajarin remaja soal konsep diri, pengambilan keputusan, dan memahami agama dengan cara yang nyambung sama kehidupan masa kini.

Kalau dulu remaja belajar soal cinta dari lirik lagu dan status WA mantan, sekarang mereka belajar dari para penghulu yang sudah kenyang asam garam urusan rumah tangga.

Penghulunya pun gak kaku, bro. Mereka dibekali cara menyampaikan materi dengan pendekatan psikologis dan spiritual. Bukan cuma ngajarin syarat rukun nikah, tapi juga ngajarin cara bertahan di tengah badai cinta dan cobaan cicilan.

Contohnya si Rendi, siswa kelas 11 SMA di Subang, dulu tiap patah hati dia langsung nulis surat lamaran nikah pakai kertas binder. Tapi setelah ikut sesi BRUS yang difasilitasi Pak Haji Sarman penghulu legendaris di kampungnya Rendi sadar bahwa hatinya belum siap. “Saya baru ngerti, cinta itu bukan cuma rasa, tapi juga rencana,” kata Rendi sambil menghapus air mata pakai ujung lengan seragam.

Ada juga Nita, yang dulu berpikir bahwa satu-satunya cara menyelamatkan hubungan pacaran 3 bulan adalah dengan kawin lari. Tapi setelah dia ikut sesi BRUS tentang konsep diri dan mengenal potensi pribadi, dia malah daftar kuliah ke jurusan Psikologi dan aktif di komunitas anti-perkawinan anak.

Pepatah lama bilang, “Biar lambat asal selamat. Biar jomblo asal berilmu,”. Program BRUS ini bukan cuma menurunkan angka perkawinan dini, tapi juga sedang membangun pondasi bangsa dari anak-anak mudanya.

Daripada nikah muda dan ribut karena belum tahu cara ngatur uang belanja, lebih baik pacaran sehat sambil belajar manajemen emosi dan tanggung jawab. Kalau cinta itu rumah, maka BRUS adalah tukang bangunan yang ngajarin bikin pondasinya dulu sebelum pasang genteng.

Kementerian Agama, lewat BRUS, telah menanamkan satu nilai penting pada generasi muda  bahwa menikah itu bukan lomba cepat-cepatan, tapi perjalanan panjang yang butuh persiapan matang.

Kini, remaja Indonesia makin jago mikir. Mereka tahu bahwa cinta sejati tak selalu harus segera disahkan lewat ijab kabul. Kadang, cinta terbaik adalah yang sabar menunggu sambil sama-sama tumbuh. Jadi, wahai jomblo-jomblo usia sekolah, tetap semangat! Jangan buru-buru menikah hanya karena temen udah punya undangan, apalagi cuma gara-gara takut kehabisan stok.

Ingat, lebih baik menunggu yang tepat daripada menyesal karena terburu-buru ngucap “sah” di pelaminan tapi bingung bayar tagihan!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Ramadhan, Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah

    Jelang Ramadhan, Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah

    • calendar_month Sabtu, 10 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 775
    • 0Komentar

    RAMADHAN tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. Kementerian Agama menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. Edaran ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para Pengurus dan Pengelola Masjid dan Mushala. Surat Edaran […]

  • Patut jadi contoh siswi difabel netra ini bikin riset gunung berapi

    Patut jadi contoh siswi difabel netra ini bikin riset gunung berapi

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 708
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Sleman -Jika suatu saat Gunung Merapi meletus, apa yang harus dilakukan oleh penyandang difabilitas netra? Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang tidak sederhana. Untuk menjawab pertanyaan tersebut Titin Khoeriyah, siswi difabel netra kelas 10, melakukan penelitian. Titin bersama tiga temannya menggali informasi seputar kebencanaan gunung berapi dan mitigasinya. Hasil penggalian informasi itu lalu disusun […]

  • Masyarakat Antusias Sambut Kehadiran Pj Ketua TP PKK Muba 

    Masyarakat Antusias Sambut Kehadiran Pj Ketua TP PKK Muba 

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.333
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, LALAN, MUBA- Ratusan masyarakat kecamatan Lalan sangat antusias menyambut kehadiran istri orang nomor satu di Kabupaten Muba Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muba Hj Asna Aini Apriyadi yang sekaligus sebagai Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Rabu (26/07/2023). Kunjungan kerjanya ini dalam rangka melakukan pengukuhan pengurus badan kontak majelis Taq’lim (BKMT) Kecamatan Lalan […]

  • IndoMXGP Dongkrak Kunjungan Wisata dan Naikan UKM Palembang

    IndoMXGP Dongkrak Kunjungan Wisata dan Naikan UKM Palembang

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    KEJUARAAN Dunia Motocross Grand Prix (MXGP) 2019 yang digelar pada 5-7 Juli diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisata Palembang dan menaikan pendapatan disektor UKM masyarakat. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dalam Press Conference IndoMXGP 2019, sekaligus penandatanganan kesepahaman bersama Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiket.com selaku sponsor utama Motocross Grand Prix (MXGP) 2019 kemarin mengungkapkan, dari kejuraan itu, Pemprov Sumsel tidak sama sekali  berorienstasi […]

  • Cegah Pandemi Covid, Dua Cara Ini Harus Diterapkan

    Cegah Pandemi Covid, Dua Cara Ini Harus Diterapkan

    • calendar_month Kamis, 17 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 690
    • 0Komentar

    ADA dua upaya dalam meredam lonjakan kasus positif COVID-19 varian Omicron secara efektif yaitu, kecepatan vaksinasi kepada masyarakat dan mentaati protokol kesehatan (prokes) secara terus menerus agar penyebarannya dapat ditekan. Pencegahan ada dua kunci yakni percepatan vaksinasi dan taat protokol kesehatan,” kata Presiden Joko Widodo melalui siaran daring pada Kamis (17/2/2022). Kecepatan vaksinasi COVID-19, kata […]

  • Jaga Budaya Nusantara Lewat Pergelaran Wayang

    Jaga Budaya Nusantara Lewat Pergelaran Wayang

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.200
    • 0Komentar

    PAGELARAN Seni Budaya Nusantara Wayang Kulit yang diprakarsai Pemprov Sumsel, dan Komunitas Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) dan Putra Jawa Sumatera (Pujasuma) di Pendopo Griya Agung Palembang, semalam. Pergelaran tersebut salah satu bentuk Prov.Sumsel berkomitmen menjaga persatuan dan budaya Nusantara, agar suku Jawa di Sumsel, terutama Kab. OKUT Timur tetap bersatu. Di OKU Timur […]

expand_less
WordPress Archive Advanced Grid Blog Layout Design Advanced Heading and Animated Text for Elementor Advanced iFrame Pro Advanced Justified Portfolio Builder Advanced Mailchimp integration with ARForms Advanced Masonry Portfolio Builder Advanced Product Features Showcase for Elementor Advanced Product Fields for WooCommerce Advanced Security – PHP Register/Login System Advanced Segments Jetpack CRX Addon