Rabu, 16 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » “Sakit Hati”: Kisah Ungkapan yang Sering Dipakai Manusia

“Sakit Hati”: Kisah Ungkapan yang Sering Dipakai Manusia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada satu ungkapan yang hampir semua orang pernah mengucapkannya, mungkin saya salah satunya.

Nama saya “sakit hati”.

Saya sering muncul dalam obrolan sehari-hari. Ketika seseorang kecewa karena perkataan orang lain, ketika harapan tidak berjalan sesuai kenyataan, atau ketika perlakuan seseorang membuat perasaan terasa tidak nyaman, biasanya nama saya ikut disebut.

“Saya sakit hati dengan ucapan dia.”

“Jujur, kejadian itu masih membuat saya sakit hati.”

Kalimat seperti itu mungkin sudah tidak asing lagi. Tapi pernahkah kalian berpikir, sebenarnya apa arti “sakit hati”?

Apakah benar hati manusia sedang terluka seperti tangan yang terkena goresan?

Tentu saja bukan.

Saya bukan luka yang bisa dilihat dengan mata. Saya adalah sebuah ungkapan yang digunakan manusia untuk menggambarkan perasaan yang terluka.

Bukan Hati yang Sakit, Tetapi Perasaan yang Terluka

Dalam bahasa Indonesia, manusia sering menggunakan kata tertentu untuk menggambarkan sesuatu yang sulit dijelaskan.

Begitu juga dengan saya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sakit hati berarti merasa tidak senang karena dihina, dilukai hatinya, atau merasa kecewa karena suatu perlakuan.

Jadi, ketika seseorang berkata “saya sakit hati”, maksudnya bukan organ hati yang mengalami gangguan.

Yang terluka adalah perasaan.

Perasaan kecewa, sedih, tersinggung, atau rasa tidak dihargai.

Mengapa Disebut “Sakit Hati”?

Menariknya, dalam budaya bahasa Indonesia, kata hati sering digunakan untuk menggambarkan dunia perasaan manusia.

Kita sering mengatakan:

  • hati senang,
  • hati tenang,
  • hati gelisah,
  • dan tentu saja, sakit hati.

Bukan berarti hati benar-benar mengalami keadaan tersebut secara fisik. Kata “hati” menjadi simbol tempat manusia menyimpan rasa dan emosi.

Karena itulah “sakit hati” menjadi ungkapan yang mudah dipahami banyak orang.

Saya Sering Datang dari Hal-Hal Sederhana

Saya tidak selalu muncul karena masalah besar.

Kadang saya datang dari hal kecil.

Sebuah perkataan yang dianggap bercanda oleh seseorang, bisa saja terasa menyakitkan bagi orang lain.

Sebuah janji yang tidak ditepati bisa membuat kepercayaan hilang.

Sebuah sikap yang terlihat biasa, bisa meninggalkan kesan mendalam.

Karena setiap manusia memiliki hati dan pengalaman yang berbeda.

Saya Seperti Bekas Retakan pada Kaca

Banyak orang menggambarkan saya seperti kaca yang retak.

Kaca yang pecah mungkin bisa diperbaiki, tetapi bekasnya tetap ada.

Begitu pula dengan perasaan manusia.

Seseorang mungkin bisa memaafkan, tetapi pengalaman yang pernah menyakitkan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Itulah mengapa ungkapan seperti saya hadir. Saya membantu manusia menjelaskan sesuatu yang tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan.

Contoh Penggunaan “Sakit Hati”

Berikut beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari “Dia sakit hati setelah mengetahui sahabatnya berbohong.”

Artinya, dia merasa kecewa karena kepercayaan yang diberikan tidak dijaga.

“Jangan berkata sembarangan, karena ucapan bisa membuat orang lain sakit hati.”

Artinya, perkataan dapat memengaruhi perasaan seseorang.

“Dia pernah sakit hati, tetapi memilih untuk memaafkan.”

Artinya, dia pernah terluka secara batin, tetapi berusaha menerima dan melanjutkan hidup.

Sebuah Ungkapan, Sebuah Cerita

Saya hanyalah dua kata sederhana.

Namun di balik kata “sakit hati”, ada banyak cerita manusia.

Ada harapan yang tidak sesuai kenyataan. Ada kepercayaan yang pernah kecewa. Ada perasaan yang belajar menjadi lebih kuat.

Mungkin itulah menariknya bahasa.

Sebuah ungkapan sederhana bisa membawa makna yang begitu dalam.

Dan melalui saya, manusia diingatkan  menjaga ucapan dan sikap bukan hanya tentang sopan santun, tetapi juga tentang menghargai perasaan orang lain. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TECHNO -KOCAK: Mang Mat & Drone Tukang Nagih Iuran RT

    TECHNO -KOCAK: Mang Mat & Drone Tukang Nagih Iuran RT

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 661
    • 0Komentar

    “Ketika Iuran Tak Kunjung Dibayar, Drone Pun Turun dari Langit…” DI sebuah kampung yang sinyalnya suka hilang pas hujan, tapi gosipnya tetep nyambung meski listrik padam, hiduplah tokoh penuh inspirasi dan kebingungan bernama Mang Mat. Dulu Mang Mat jualan kopi keliling, tapi sejak belajar dari YouTube dan channel TikTok @TeknologiMekanikReceh, dia bertransformasi “dari tukang ngaduk […]

  • Kejar Target CPO, Media Perkebunan Gelar Seminar

    Kejar Target CPO, Media Perkebunan Gelar Seminar

    • calendar_month Kamis, 14 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Belum tercapainya target Crude Palm Oil (CPO), yang dikelola perkebunan sawit milik rakyat, menjadi perhatian khusus dalam seminar yang digelar Media Perkebunan Jakarta, yang bertajuk Seminar Teknis Kelapa Sawit (STKS) 2019 dan Pameran di Hotel Aryaduta, Palembang, Rabu (13/2/19). Untuk Target yang dicapai, Ketua Media Perkebunan, Hendra Purba mengatakan produktivitas harus 4 […]

  • Gubernur  Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila

    Gubernur  Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 789
    • 0Komentar

    SEBAGAI warga negara Indonesia, masyarakat Sumsel diminta tidak hanya hapal butir- butir Pancasila, tetapi juga harus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila  dalam kehidupan sehari-hari. Pernyataan itu diungkapkan Gubernur Sumsel H.Herman Deru usai mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kamis 1 Oktober 2020 secara Virtual yang dihadiri langsung Presiden Joko Widodo sebagai Inspektur Upacara (Irup) dari Monumen Pancasila […]

  • Menhub Optimistis LRT Bisa Ubah Gaya Hidup Masyarakat Palembang

    Menhub Optimistis LRT Bisa Ubah Gaya Hidup Masyarakat Palembang

    • calendar_month Sabtu, 14 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang  – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan LRT pertama di Indonesia ini memiliki kontruksi sepanjang 22,3 KM. Ada 13 stasiun yang dibangun di sepanjang jalur tersebut untuk mengangkut  dan menurunkan penumpang di pusat-pusat kota serta fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan dan sarana sosial Rumah Sakit Sumsel. Diapun optimistis kehadiran LRT di Palembang bisa […]

  • Kasihan, Pencuri  Motor Ini Tewas Setelah Di Amuk Massa

    Kasihan, Pencuri Motor Ini Tewas Setelah Di Amuk Massa

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.292
    • 0Komentar

    NASIB naas dialami oleh seorang pencuri kendaraan roda dua [motor] yang diketahui bernama Kardi [35], ia akhirnya tewas hari ini, Selasa [3/9/2019] setelah kemarin babak belur diamuk massa. Peristiwa itu terjadi pada senin kemarin, saat ia mencuri Sepeda Motor jenis Supra Fit, namun naasnya aksi tersebut sempat diketahui oleh anak pemilik motor. Warga Desa Tanjung Alai, […]

  • Cita-cita Reformasi : Amanat untuk Presiden Terpilih

    Cita-cita Reformasi : Amanat untuk Presiden Terpilih

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

    21 TAHUN sudah reformasi ditempuh oleh bangsa Indonesia. Akan tetapi sebagian masyarakat mengalami kelupaan apa yang dikatakan sebagai reformasi. Reformasi yang kita kenal sebagai bangkitnya perlawanan ‘rakyat’Indonesia terhadap penguasa politik Orde Baru yang otoriter. Dalam kurun waktu 32 tahun rakyat dipinggirkan dan dilupakan, dan kini terlupakan. Bagaimana hak-hak dasar rakyat untuk turut menentukan pengelolaan kekayaan alam dan […]

expand_less