Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Ramai Data HIV Sidoarjo, Kemenkes Ungkap Penyebab Sebenarnya

Ramai Data HIV Sidoarjo, Kemenkes Ungkap Penyebab Sebenarnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Ramai perbincangan terkait data Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Sidoarjo belakangan ini memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Menanggapi hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan meningkatnya jumlah kasus yang tercatat tidak otomatis menunjukkan penularan HIV sedang melonjak.

Pemerintah menilai, kenaikan angka temuan justru dipengaruhi semakin luasnya pemeriksaan HIV yang kini menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

Bahkan semakin banyak warga menjalani tes HIV, semakin besar pula peluang menemukan kasus yang sebelumnya belum terdiagnosis.

Oleh karena itu, peningkatan angka temuan perlu dipahami sebagai hasil dari penguatan deteksi dini, bukan semata-mata indikator bertambahnya infeksi baru.

Cara ini juga memungkinkan pasien memperoleh terapi antiretroviral (ARV) lebih cepat sehingga kualitas hidup tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan.

Data Kemenkes menunjukkan, hingga Juni 2026 terdapat 1.183 orang berusia 0–24 tahun di Kabupaten Sidoarjo yang telah teridentifikasi mengidap HIV secara kumulatif. Dari jumlah tersebut, kelompok usia 18–24 tahun menjadi penyumbang terbanyak dengan 1.006 kasus.

Sementara untuk kelompok usia 11–17 tahun tercatat 60 kasus dan anak usia 0–10 tahun sebanyak 117 kasus.

Mayoritas kasus pada usia dewasa muda ditemukan melalui layanan skrining yang menyasar berbagai kelompok sasaran, mulai dari laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL), pasien tuberkulosis, pasangan orang dengan HIV, ibu hamil, pekerja seks, hingga kelompok masyarakat lain yang menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Kemenkes menilai perluasan akses tes menjadi salah satu faktor utama meningkatnya jumlah kasus yang berhasil diidentifikasi.

Berbeda dengan kelompok usia dewasa muda, seluruh kasus HIV pada anak berusia 0–10 tahun berasal dari penularan ibu ke anak.

Hingga pertengahan 2026, tercata sebagian anak masih menjalani terapi ARV, sementara sebagian lainnya tercatat meninggal dunia atau tidak lagi terpantau dalam layanan pengobatan.

Kondisi ini  pengingatkan pemeriksaan HIV pada ibu hamil dan kesinambungan terapi memiliki peran penting dalam mencegah penularan kepada bayi.

Pada kelompok remaja usia 11–17 tahun, sebagian besar kasus merupakan penularan horizontal, sedangkan sebagian kecil lainnya berasal dari penularan vertikal.

Menurut Kemenkes, temuan ini memperlihatkan perlunya penguatan edukasi kesehatan reproduksi, peningkatan literasi mengenai pencegahan HIV, serta penyediaan layanan kesehatan yang lebih ramah bagi remaja.

Untuk memastikan informasi yang beredar sesuai dengan kondisi di lapangan, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes telah melakukan supervisi ke Kabupaten Sidoarjo.

Tim melakukan verifikasi terhadap data yang menjadi perhatian publik, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan Delta Crisis Center (DCC). Evaluasi juga mencakup pelaksanaan program pencegahan, deteksi dini, pengobatan, hingga pendampingan bagi orang dengan HIV.

Sedangkan pemerintah juga terus memperkuat program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA).

Selama periode 2022 hingga Juni 2026, tercatat 163 ibu hamil dengan HIV di Kabupaten Sidoarjo. Seluruh ibu hamil didorong menjalani tes HIV sebagai bagian dari layanan antenatal terpadu agar terapi dapat segera diberikan dan risiko penularan kepada bayi ditekan hingga di bawah dua persen.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA, mengajak masyarakat yang memiliki faktor risiko atau mendapat rekomendasi tenaga kesehatan untuk tidak ragu menjalani tes HIV.

Deteksi sejak dini ungkapnya menjadi kunci agar pengobatan dapat segera dimulai sehingga orang dengan HIV tetap dapat hidup sehat, produktif, dan mencegah penularan kepada orang lain.

Kemenkes mengatakan keberhasilan pengendalian HIV tidak hanya dinilai dari turunnya angka infeksi baru, tetapi juga dari semakin banyak orang yang mengetahui status kesehatannya, memulai terapi ARV, dan bertahan dalam pengobatan.

Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menghentikan stigma terhadap orang dengan HIV karena diskriminasi justru menjadi salah satu hambatan terbesar dalam upaya pencegahan dan pengobatan menuju target Ending AIDS 2030. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 70 % Kasus Positif COVID-19 Sumsel di Dominasi OTG

    70 % Kasus Positif COVID-19 Sumsel di Dominasi OTG

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.011
    • 0Komentar

    JURU Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Yusri,bicara  saat video conferece, kemarin menyebutkan dari catatan pihaknya, 70 % kasus positif Covid-19 di Sumsel didominasi oleh orang tanpa gejala [OTG]. “70 % kasus ini adalah OTG. Orang ini kami temukan positif karena mempunyai riwayat kontak erat dengan orang positif sebelumnya. Namun secara fisik OTG ini sehat,” terangnya. Oleh sebab […]

  • Buka Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua ke-IV di Kaimana Papua Barat, Kemenparekraf  Pesan Wujudkan Pariwisata  Papua Barat Berkualitas, Minta Pemda Masukkan Kaimana dalam Ripparnas  

    Buka Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua ke-IV di Kaimana Papua Barat, Kemenparekraf  Pesan Wujudkan Pariwisata  Papua Barat Berkualitas, Minta Pemda Masukkan Kaimana dalam Ripparnas  

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.254
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, secara resmi membuka Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua (KBMAP) di GOR Kaimana, Papua Barat.   Dalam pembukaan yang dilaksanakan pada Senin (25/10/2021) malam ini, Sandiaga menyampaikan konferensi ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi di Papua Barat serta pembukaan lapangan kerja seluas […]

  • Resmi, Golkar Usung Dodi Reza Alex Noerdin di Pilkada Gubernur Sumsel 2018

    Resmi, Golkar Usung Dodi Reza Alex Noerdin di Pilkada Gubernur Sumsel 2018

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.617
    • 0Komentar

    Ternyata rakyat Muba mendukung Dodi

  • Kebun Plasma, Janji Manis & Realita Asam – Jalan Tengah Antara Kapital & Keadilan Sosial

    Kebun Plasma, Janji Manis & Realita Asam – Jalan Tengah Antara Kapital & Keadilan Sosial

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.000
    • 0Komentar

    NGOMONGIN kebun plasma, orang desa udah kayak dengar lagu lama, nadanya itu-itu aja, liriknya manis di awal, tapi ujung-ujungnya nyesek di hati. Banyak perusahaan sawit yang janjinya “nanti kita kasih plasma, tenang bae…”, tapi sampai matahari pensiun pun, yang dikasih cuma plasma darah dari Puskesmas. Nah, Kamis (16/10/2025) kemarin, Sekda Muba Dr. Apriyadi MSi kembali […]

  • “Gedung Baru, Semangat Baru: Polisi Bakal Punya Markas Bisa Deteksi Pajak dari Jauh!”

    “Gedung Baru, Semangat Baru: Polisi Bakal Punya Markas Bisa Deteksi Pajak dari Jauh!”

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 657
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru kali ini bukan ngomong soal pembangunan jembatan apung atau festival durian, tapi hibah tanah dan bangunan strategis kepada Ditlantas Polda Sumsel!. Lokasinya di jantung kota Palembang, tepatnya di Jalan POM IX. Aksi ini jadi simbol sinergi manis antara Pemprov dan Polda dalam peningkatan pelayanan publik, kepatuhan pajak kendaraan bermotor, dan tentu […]

  • Ini Jawaban Pusri Terkait Lowongan Kerja Hoax

    Ini Jawaban Pusri Terkait Lowongan Kerja Hoax

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.947
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, PALEMBANG – Terkait informasi penerimaan karyawan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) yang diposting di media sosial (medsos) seperti Facebook, dan Instagram, bahkan disebarkan melalui WhatsApp [WA] baru-baru ini. Menurut Hernawan Syamsuddin, Manajer Humas PT Pusri Palembang dihubungi via WhatsApp [WA], Rabu (25/7/2018) bahwa berita tersebut tidak bener [Hoax]. “Kami saja kaget karena manajemen tidak pernah […]

expand_less
WordPress Archive Myour – CV Resume WordPress Theme Mystik Astrology & Esoteric Horoscope Elementor Template Kit Mystique: Blog Magazine WordPress Theme MyThemeShop Ad-Sense WordPress Theme MyThemeShop Adorable WordPress Theme MyThemeShop Authority WordPress Theme MyThemeShop Awake WordPress Theme MyThemeShop Beauty WordPress Theme MyThemeShop Best WordPress Theme MyThemeShop Blocks WordPress Theme