Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Kebun Plasma, Janji Manis & Realita Asam – Jalan Tengah Antara Kapital & Keadilan Sosial

Kebun Plasma, Janji Manis & Realita Asam – Jalan Tengah Antara Kapital & Keadilan Sosial

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 2.008
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NGOMONGIN kebun plasma, orang desa udah kayak dengar lagu lama, nadanya itu-itu aja, liriknya manis di awal, tapi ujung-ujungnya nyesek di hati. Banyak perusahaan sawit yang janjinya “nanti kita kasih plasma, tenang bae…”, tapi sampai matahari pensiun pun, yang dikasih cuma plasma darah dari Puskesmas.

Nah, Kamis (16/10/2025) kemarin, Sekda Muba Dr. Apriyadi MSi kembali bikin rapat serius, namun  dengan topik yang juga sering bikin masyarakat garuk-garuk kepala, soal lahan plasma dari PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera (SNS).

Beliau bilang tegas, “Kami minta agar PT SNS komitmen menyediakan lahan plasma. Ini juga diatur dalam Permentan Nomor 18 Tahun 2021”.

Kalimat itu kayak tamparan lembut tapi bergetar lantaran, memang udah terlalu sering masyarakat dijanjiin kebun plasma, tapi yang tumbuh malah kebun sabar.

Plasma ini sebenarnya bukan hadiah, sebab bagian dari konsep inclusive economy, alias ekonomi yang nggak cuma bikin pemilik modal kenyang, tapi juga rakyat sekitar bisa ikut makan bareng di meja pembangunan.

Coba bayangin, kalau plasma ini dijalankan bener, petani lokal bisa punya penghasilan tetap, anak-anak bisa sekolah tinggi, dan daerah bisa berkembang tanpa harus menunggu CSR yang datang setahun sekali kayak THR. Tapi kalau cuma formalitas, bisa jadi bom waktu sosial.

Kata orang bijak, “kalau janji tinggal janji, yang tumbuh bukan sawit tapi dendam”

Untuk itu, kalau kapitalisme itu kayak orang yang punya piring besar, selalu ambil nasi paling banyak di meja prasmanan ekonomi. Nah, plasma itu upaya biar piring rakyat kecil juga kebagian lauk, bukan cuma remah kerupuk.

Kepala Dinas Perkebunan, Akhmad Toyibir SSTP MSi, bahkan udah ngingetin, “Lahan plasma harus di luar IUP, dan ini kewajiban yang harus dipenuhi”.

Artinya, perusahaan nggak boleh cuma ngasih janji di presentasi PowerPoint, tapi bener-bener nyemplung ke tanah.

Zulkifli, Dirut PT SNS, dengan yakin bilang, “Kami sudah siapkan dan akan komitmen menyediakan lahan plasma”.  Mudah-mudahan komitmennya bukan cuma seumur jagung, karena jagung aja kalau ditanam bisa tumbuh, masa komitmen enggak?.

Biar adil, mari kita bandingkan sama daerah dan negara lain, seperti Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, Pemerintah setempat bikin aturan tegas, kalau perusahaan sawit gak sediakan plasma, izinnya bisa dibekukan. Hasilnya?, banyak perusahaan akhirnya serius bikin kemitraan dengan petani. Pelajarannya ketegasan pemerintah itu bukan bikin takut investor, tapi bikin mereka disiplin.

Selain itu, di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, beberapa perusahaan malah bikin koperasi plasma digital, dimana petani bisa cek hasil panen lewat aplikasi, canggih bukan!, pelajarannya yaitu transparansi bikin semua pihak tenang, nggak ada yang merasa dikibuli di balik semak sawit.

Coba melihat contoh lebih jauh lagi, di Kenya, Afrika Timur, petani teh di sana punya sistem plasma version 2.0, mereka ikut saham di perusahaan pengolah teh, jadi, makin besar produksinya, makin banyak dividen yang mereka dapat, yang bisa dipelajari, yaitu kalau rakyat dilibatkan dalam struktur ekonomi, kemiskinan bisa ditebas bareng-bareng.

Coba pikirkan, jika seandainya petani plasma tiap bulan dapat hasil panen, anaknya bisa kuliah di Politeknik, istrinya buka warung kopi di pinggir kebun, dan tiap sore mereka bisa bercanda, “Untung ada plasma, kalau nggak, kita masih nanam harapan”.

Tapi kalau salah kelola, masyarakat bisa ngomel, “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin disuruh sabar”. Kayak pepatah lama “Ayam mati di lumbung padi”. Lahannya ada, tapi manfaatnya nggak sampai ke warga, ironi yang bikin geli tapi getir.

Bahkan dalam teori ekonomi pembangunan, plasma itu termasuk model redistribusi aset produktif, artinya, bukan sekadar bagi-bagi uang, tapi bagi akses untuk menghasilkan uang, hal ini beda jauh dari bantuan sosial yang habis dalam sekejap.

Oleh karena itu, jika daerah seperti Muba serius mengawal kebijakan plasma, tentu Muba bisa jadi contoh Nasional bagaimana kapital dan keadilan sosial bisa ngopi bareng di satu meja. Cuma ya itu tadi, komitmen harus dijaga, jangan sampai yang terjadi seperti meme klasik “Rapatnya serius, hasilnya misterius”.

Intinya, investasi tanpa keadilan itu kayak pohon sawit tanpa buah, tinggi, megah, tapi gak menghasilkan, keadilan sosial bukan cuma pasal di UUD, tapi harus hidup di ladang-ladang rakyat.

Untuk itu, Sekda Apriyadi udah ngasih contoh sikap, tegas tapi solutif, kalau ini bisa diikuti oleh semua pihak, misalnya pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, maka plasma gak lagi jadi kata gaib, tapi kenyataan yang bisa dipanen.

Seperti pernah ditegaskan Mohammad Hatta dalam bukunya “Demokrasi Kita” (1957), “Perekonomian tidak boleh jatuh ke tangan segelintir orang, karena tanah air ini milik semua”.

Nah, kalimat itu gak cuma indah di dengar, tapi harusnya jadi alarm moral bagi siapa pun yang main di sektor ekonomi rakyat, pasalnya  kalau Tanah Air ini milik semua, maka hasil bumi pun seharusnya bisa dirasakan bersama.

Jadi, setidaknya serius untuk menjaganya bersama, agar plasma bukan jadi legenda, tapi jadi ladang nyata, kata pepatah bilang. “Kalau kebun dikelola bersama, hasilnya bukan cuma buah, tapi juga bahagia”.

Ingatlah!, rakyat bukan minta bagian lebih,  cuma memang minta bagian yang semestinya, toh, kalau plasma tumbuh subur, yang makmur bukan cuma perusahaan, tapi juga Indonesia yang punya banyak “plasma harapan”. Apalagi plasma bukan belas kasih, tapi keadilan ekonomi yang tertunda, dan sudah waktunya dipanen, bukan ditunda lagi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terapkan Sistem Belanja Non Tunai, Bank SumselBabel & Pemkot Palembang Berkolaborasi

    Terapkan Sistem Belanja Non Tunai, Bank SumselBabel & Pemkot Palembang Berkolaborasi

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.863
    • 0Komentar

    BANK SumselBabel berkolaborasi dengan Pemkot Palembang guna menerapkan system belanja non tunai melalui aplikasi QRIS. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran covid 19 akibat sirkulasi jual beli melalui sistem tunai. Penggunaan teknologi informasi di era revolusi industi 4.0 memang terus diandalkan dalam rangka memudahkan manusia dalam memproduksi data dan menyebakan informasi. Salah satunya adalah penggunaan […]

  • Kejar Satu Kelurahan Satu Bank Sampah, Camat-Lurah Palembang Diinstruksikan Jadi Ujung Tombak

    Kejar Satu Kelurahan Satu Bank Sampah, Camat-Lurah Palembang Diinstruksikan Jadi Ujung Tombak

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Satu kelurahan satu bank sampah menjadi target yang dikejar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Untuk merealisasikannya, camat dan lurah diinstruksikan menjadi ujung tombak dengan menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing. Tugas mereka bukan hanya  memastikan bank sampah terbentuk. Camat dan lurah juga diharapkan mampu membuat program tersebut benar-benar berjalan di lingkungan warga, terutama dalam membiasakan masyarakat […]

  • Muba Incar Penghargaan  Kabupaten Layak Pemuda

    Muba Incar Penghargaan  Kabupaten Layak Pemuda

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    SETELAH mendapatkan gelar sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) kini Kabupaten Musi Banyuasin berupaya mendapatkan Penghargaan Kabupaten Layak Pemuda 2019. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Persiapan Pemilihan Kabupaten Layak Pemuda yang dipimpin Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Asisten Bidang Peremintahan dan Kesra Setda Muba H Rusli SP MM bersama Para Perangkat Daerah terkait […]

  • Minta Dukungan,  Indonesia Calonkan Diri sebagai Anggota Komisi Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana PBB

    Minta Dukungan, Indonesia Calonkan Diri sebagai Anggota Komisi Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana PBB

    • calendar_month Sabtu, 22 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.601
    • 0Komentar

    DUTA Besar/Watap RI Wina, Darmansjah Djumala menyampaikan pencalonan Indonesia sebagai anggota Komisi Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana (CCPCJ) PBB periode 2024-2026, pada Sesi ke-30 CCPCJ yang berlangsung di Wina, Austria, sejak 17-21 Mei 2021. “Indonesia meminta dukungan negara anggota PBB atas pencalonan Indonesia sebagai anggota CCPCJ,” sebut Duta Besar Djumala yang menjadi Ketua Delegasi RI, […]

  • Banyuasin Gelar Isbat Nikah Gratis

    Banyuasin Gelar Isbat Nikah Gratis

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.138
    • 0Komentar

    KABUPATEN Banyuasin menyelenggarakan sidang Isbat Nikah gratis  serta, guna memberikan perlindungan hukum bagi masyarakatnya. “Nantinya setelah melaksanakan isbat, mereka resmi mendapatkan  buku dan akta perkawinan secara gratis,”ungkap  Wakil Bupati  Kab Banyuasin H. Slamet, SH saat menghadiri sidang Isbat Nikah tahap awal diselenggarakan di Gedung Graha Sedulang Setudung, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Rabu [4/12/2019]. Ia berharap dengan […]

  • Ternacam Kehilangan Lahan, Warga Jungkal Seruduk Pemda OKI 

    Ternacam Kehilangan Lahan, Warga Jungkal Seruduk Pemda OKI 

    • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI -Terancam banyak kehillangan lahan warga desa jungkal kecamatan pampangan seruduk Pemda OKI. “Kami warga Desa jungkal merasa kecewa kepada Pemkab OKI lantaran sudah mengubah peta lahan desa jungkal sehingga sangat merugikan masyarakat jungkal”terang juru bicara masyarakat jungkal Oma sastra kemarin rabu (27/10) mengatakan. “Perubahan tapal batas desa ini bukan hanya merugikan masyarakat jungkal […]

expand_less
WordPress Archive Kazron – Photography Elementor WordPress Theme Kebun – Garden Service Elementor Template Kit Kedavra – Clean Multi-Concept Elegant Theme Kenchiku – Architecture & Interior Design Elementor Template Kit Kendall – Spa, Hair & Beauty Salon WordPress Theme Kenela – Dog Breeder & Adoption WordPress Theme KenthaRadio – Addon for Kentha Music WordPress To Add Radio Station and Schedule Functionality Kerge | Resume WordPress Kerio – Creative MultiPurpose WordPress Theme Kersha – Business Coach Elementor Template Kit