Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Hari Kebangkitan Nasional 2026: Ketika Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Ketika Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: M. Ikhsan Rivaldi
Ketua HMI BADKO Sumatera Bagian Selatan
SETIAP tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Momentum yang lahir dari kesadaran kolektif bahwa perubahan hanya dapat diwujudkan melalui persatuan, perjuangan, dan keberanian menghadapi tantangan zaman.
Namun, Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia harus menjadi ruang refleksi untuk bertanya: *bagaimana keadaan Indonesia hari ini?* dan *apakah cita-cita kebangkitan yang diwariskan para pendahulu benar-benar sedang kita jalankan?*
Di tengah peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026, Indonesia sedang menghadapi situasi yang tidak sederhana. Berbagai indikator menunjukkan bahwa bangsa ini berada dalam fase yang penuh tantangan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kepercayaan publik.
Secara makro, perekonomian Indonesia memang masih menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang tahun 2025, ekonomi nasional tumbuh sekitar **5,11 persen**. Angka tersebut sering dipandang sebagai sinyal optimisme di tengah perlambatan ekonomi global. Namun pertumbuhan itu belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat. Sebab di balik angka pertumbuhan tersebut, ketimpangan dan tekanan ekonomi masih nyata dirasakan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk miskin Indonesia per September 2025 masih mencapai **23,36 juta jiwa** atau sekitar **8,25 persen dari total penduduk**. Angka ini menunjukkan bahwa jutaan masyarakat Indonesia masih hidup dalam kondisi rentan dan belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.
Di sisi lain, persoalan ketenagakerjaan juga belum menemukan titik terang. Jumlah pengangguran terbuka pada Agustus 2025 tercatat sekitar **7,46 juta orang** dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar **4,85 persen**. Angka ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai.
Kondisi tersebut semakin terasa bagi generasi muda. Setiap tahun ribuan lulusan memasuki dunia kerja dengan harapan besar, tetapi tidak sedikit yang harus berhadapan dengan keterbatasan kesempatan, tingginya persaingan, hingga ketidakpastian masa depan.
Persoalan lain yang turut memperberat keadaan adalah pelemahan nilai tukar rupiah. Pada Mei 2026, nilai tukar rupiah sempat menyentuh kisaran **Rp17.670–Rp17.720 per dolar Amerika Serikat**, menjadi salah satu titik terlemah sepanjang sejarah nilai tukar Indonesia. Pelemahan ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, kenaikan harga energi, tekanan pasar keuangan internasional, hingga dinamika geopolitik dunia.
Namun bagi masyarakat, pelemahan rupiah bukan sekadar angka ekonomi. Ketika rupiah melemah, dampaknya menjalar langsung pada kehidupan sehari-hari. Harga barang impor meningkat, biaya produksi naik, tekanan inflasi membesar, daya beli masyarakat tergerus, dan beban ekonomi rumah tangga semakin berat.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga menghadapi persoalan sosial yang tidak kalah penting. Ketimpangan akses pendidikan masih terjadi. Biaya pendidikan terus menjadi beban bagi sebagian keluarga. Di banyak daerah, kualitas pendidikan dan fasilitas belajar belum sepenuhnya merata. Sementara itu, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia yang jauh lebih adaptif.
Belum lagi tantangan terhadap kualitas demokrasi dan kepercayaan publik yang terus diuji. Polarisasi sosial, penyebaran disinformasi, serta berbagai persoalan tata kelola menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.
Keadaan ini membawa kita pada satu kesimpulan: **Indonesia hari ini sedang tidak baik-baik saja.**
Namun kalimat tersebut bukan untuk menumbuhkan pesimisme. Justru sebaliknya, ini adalah panggilan untuk membangkitkan kesadaran bersama. Sebab kebangkitan nasional tidak lahir ketika keadaan sedang nyaman. Kebangkitan lahir ketika bangsa berani mengakui persoalan, mengevaluasi arah perjalanan, dan bersama-sama mencari jalan keluar.
Sejarah telah membuktikan hal itu. Tahun 1908, para pendahulu bangsa membangun kesadaran kebangsaan bukan dalam situasi ideal. Mereka bergerak di tengah keterbatasan, ketidakadilan, dan tekanan zaman. Tetapi dari kondisi itulah lahir semangat persatuan dan kebangkitan.
Hari ini, tantangan kita berbeda, tetapi semangatnya harus tetap sama. Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Mahasiswa, pemuda, akademisi, dan masyarakat sipil harus kembali mengambil peran sebagai penjaga nilai, pengawal demokrasi, serta penggerak perubahan sosial.
Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, **“Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,”** menjadi pengingat bahwa menjaga masa depan bangsa tidak cukup dengan slogan.
Menjaga tunas bangsa berarti memastikan generasi muda memperoleh pendidikan yang layak, akses pekerjaan yang adil, ruang demokrasi yang sehat, dan kesempatan untuk tumbuh secara bermartabat.
Kebangkitan nasional hari ini bukan hanya tentang mengenang sejarah.
Kebangkitan nasional adalah keberanian untuk memperbaiki ketimpangan.
Keberanian untuk memperkuat ekonomi rakyat.
Keberanian untuk menjaga demokrasi.
Dan keberanian untuk memastikan bahwa pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat.
Indonesia mungkin sedang tidak baik-baik saja.
Namun sejarah bangsa ini selalu membuktikan bahwa harapan tidak pernah lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian untuk bangkit bersama.
**Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2026.**
  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Tahun Baru, Ribuan Masyarakat Kunjungi 3 Obyek Wisata di Palembang

    Libur Tahun Baru, Ribuan Masyarakat Kunjungi 3 Obyek Wisata di Palembang

    • calendar_month Senin, 1 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.357
    • 0Komentar

    Kondisinya terlihat macet. Antrian mulai terlihat sepanjang 100 meter sebelum masuk pintu gerbang Punti Kayu. 

  • MU Optimis Juarai Liga Futsal Nusantara

    MU Optimis Juarai Liga Futsal Nusantara

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.320
    • 0Komentar

    BERMODAL pengalaman, keja keras, keuletan serta kekuatan tim yang maksimal, tim Futsal Putri Muara Enim United optimis bisa menjuarai Liga Futsal Nusantara yang akan dilaksanakan di Purwokerto pada 12-17 Juli mendatang. Setelah berhasil menjadi satu satunya wakil wilayah Sumbagsel di ajang liga futsal nasional, tim futsal putri Muara Enim United telah menyiapan strategi apik untuk […]

  • Terduga Korupsi, Kejagung Sita Aset Senilai Rp2 T

    Terduga Korupsi, Kejagung Sita Aset Senilai Rp2 T

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 659
    • 0Komentar

    KEJAKSAAN Agung (Kejagung) kembali menyita dan mengamankan barang bukti dalam kasus korupsi penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahun 2013-2019 senilai Rp 2 trilun lebih. Dalam keterangan yang diterima InfoPublik, Kamis (10/3/2022), Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana menjelaskan, dari hasil tindakan penyitaan dan pengamanan hingga 10 Maret 2022, Tim […]

  • Siswa Indonesia Raih Enam Medali Pada APIO 2021, Siapa Saja

    Siswa Indonesia Raih Enam Medali Pada APIO 2021, Siapa Saja

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    PERHELATAN Olimpiade Informatika Asia-Pasifik – Asia Pacific Informatics Olympiad (APIO) 2021 telah usai diselenggarakan di Indonesia pada 21 – 26 Mei 2021 secara dalam jaringan (daring). Indonesia berhasil meraih enam medali diantaranya satu medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi para peserta […]

  • Sumsel Wajibkan Pelaku Usaha-Industri Gunakan Tenaga Kerja Lokal

    Sumsel Wajibkan Pelaku Usaha-Industri Gunakan Tenaga Kerja Lokal

    • calendar_month Jumat, 30 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.758
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel), berencana awal tahun depan pelaku usaha dan industri yang  membuka investasi di Sumsel wajib pekerjakan tenaga kerja lokal. “Kita buat (Peraturan Gubernur) pergubnya harus merekrut tenaga kerja lokal, saya minta tenaga kerjanya orang sini, “tegas Gubernur Sumsel, Herman Deru ( HD), pada Grand Opening Hotel Santika […]

  • Gelar Vaksinisasi, BIN Bantu Percepatan Vaksinasi COVID-19 di Temanggung

    Gelar Vaksinisasi, BIN Bantu Percepatan Vaksinasi COVID-19 di Temanggung

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    SEBAGAI upaya membantu percepatan vaksinasi kepada masyarakat, Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar vaksinasi massal COVID-19 sebanyak 4.000 dosis di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (23/9/2021). Vaksinasi dilakukan secara door to door di Desa Ngipik dan Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat. Mereka yang menerima vaksin diprioritaskan bagi lansia yang sulit mengakses vaksin COVID-19. Vaksinasi door to door […]

expand_less
WordPress Archive Athlete Fitness | Gym and Sport WordPress Theme Athlete – Fluid Responsive Magento Theme Athletex – WooCommerce Sport Equipment Theme Atik – A Simple WordPress Theme for your Online Store Atisa – Interactive Portfolio Showcase WordPress Theme Atoms – Blog & Magazine Elementor Template Kit Atos – Construction Elementor Template Kit AtoZ – Blog & Magazine Elementor Template Kit AtoZ SEO Tools – Search Engine Optimization Tools Atra – Creative Agency Elementor Template Kit